http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 29 Agustus 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.


MEREKA YANG MENGHANCURKAN KPA DAN DISORAKI OLEH GOLKAR, PDI-P DAN PKB.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


MENYOROT ORANG-ORANG YANG SEDANG MENGHANCURKAN KPA DAN DISORAKI OLEH GOLKAR, 
PDI-P DAN PKB.

Setelah membaca kupasan yang diberi judul “Balak-6” yang disebarkan melalui 
internet oleh geurupoh dari Fitja, Norsborg, Swedia ditemukan beberapa 
masalah mendasar yang perlu digaris bawahi dan perlu diluruskan agar supaya 
motiv yang ada dibalik kupasan tersebut bisa terlihat dan tujuan serta 
maksud dibuatnya kupasan itu bisa dibaca oleh setiap pembaca di mimbar bebas 
ini.

Mari kita secara bersama-sama untuk membuka topeng atau tabir dibalik orang 
yang telah melambungkan kupasannya yang diberi label “Balak-6” tersebut agar 
supaya dengan jelas dan terang dapat terkuak ada apa dibalik penulisan 
kupasan tersebut.

Nah, kalau kita kembali memegang pada apa yang telah disepakati oleh pihak 
GAM dan pemerintah RI yang dituangkan dalam MoU Helsinki, maka akan 
ditemukan butiran-butiran penting dan mendasar yaitu dicapainya kesepakatan 
untuk penyelesaian konflik Acheh secara damai, menyeluruh, berkelanjutan dan 
bermartabat bagi semua pihak. GAM dan pemerintah RI bertekad untuk 
menciptakan kondisi politik dan hukum untuk terwujudnya pemerintahan rakyat 
Acheh melalui jalur proses demokratis dan adil serta membangun rasa saling 
percaya. Dimana butiran-butiran tersebut yang tetap dipegang oleh GAM.

Selanjutnya, GAM yang merupakan salah satu pihak yang melahirkan kesepakatan 
damai di Acheh adalah secara langsung merupakan lembaga pengemban dan 
pemangku perdamaian di Acheh.

Sekarang kalau GAM dilihat memakai kacamata MoU Helsinki, maka GAM disamping 
sebagai lembaga pengemban dan pemangku perdamaian di Acheh, juga GAM 
merupakan faktor penjaga keseimbangan jalannya roda perdamaian di Acheh.

Nah, karena GAM sebagai lembaga pengemban dan pemangku perdamaian serta 
faktor penjaga keseimbangan jalannya roda perdamaian di Acheh, maka status 
hukum dan politik GAM berada diluar dan diatas pemerintah Acheh. Artinya, 
selama GAM dan pemerintah RI komitmen dengan MoU Helsinki, maka selama itu 
perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi semua pihak 
dapat diwujudkan dan dijalankan, terlepas dari siapa yang memegang dan 
memimpin Pemerintah Acheh.

Jadi, dalam hal ini GAM sebagai lembaga pengemban dan pemangku perdamaian 
dengan segala status hukum dan politiknya kalau dihubungkan dengan ”tekad 
untuk menciptakan kondisi politik dan hukum untuk terwujudnya pemerintahan 
rakyat Acheh melalui jalur proses demokratis dan adil”, maka GAM bisa 
mendirikan kekuatan partai politik lokal tersendiri ataupun bisa bekerjasama 
dengan partai politik lain atau bisa juga melalui penyokongan jalur 
independen.

Sekarang, GAM yang didalamnya terdiri dari pimpinan tertinggi GAM (Wali 
Negara), Eksekutif GAM (Kabinet), Majelis GAM dan KPA (hasil perubahan 
status TNA) adalah merupakan satu kesatuan lembaga  pengemban dan pemangku 
perdamaian serta faktor penjaga keseimbangan jalannya roda perdamaian di 
Acheh.

Nah, karena GAM sesuai dengan status politik dan hukumnya yang diaplikasikan 
dalam bentuk penciptaan  politik dan hukum untuk terwujudnya pemerintahan 
rakyat Acheh melalui jalur proses demokratis dan adil, maka GAM baik melalui 
partai politik lokal tersendiri, ataupun melalui dengan kerjasama dengan 
partai politik lain atau melalui penyokongan jalur independen bisa 
mewujudkan pemerintahan rakyat Acheh.

Jadi, kalau GAM dalam pertemuan GAM sedunia pada tanggal 21-23 Mei 2006 di 
Gedung AAC Dayan Dawood telah bersepakat untuk mewujudkan pemerintahan 
rakyat Acheh melalui penampilan calon kepala dan wakil kepala Pemerintah 
Acheh untuk diajukan kehadapan seluruh rakyat Acheh melalui proses pemilihan 
kepala Pemerintah Acheh yang bebas dan rahasia, maka tindakan politik dan 
hukum dari pihak GAM itu memang sesuai dengan status politik dan hukum GAM 
sebagaimana yang tertuang dalam MoU Helsinki.

Hanya, karena produk hukum MoU Helsinki yang berbentuk Undang-Undang Tentang 
Pemerintahan Acheh belum ditetapkan dan belum disahkan pada tanggal 21-23 
Mei 2006, maka secara hukum hasil musyawarah pemilihan calon kepala dan 
wakil kepala Pemerintah Acheh dalam pertemuan GAM sedunia belum bisa 
dinyatakan secara legal dan sah serta terbuka kepada umum.

Ternyata dalam proses perkembangan selanjutnya, calon kepala Pemerintah 
Acheh, dalam hal ini Teungku Nashiruddin bin Ahmed, hasil musyawarah GAM 
sedunia itu, seminggu kemudian, yaitu pada tanggal 29 Mei 2006 menyatakan 
mengundurkan diri dari kedudukan calon kepala kepala Pemerintah Acheh 
dihadapan Majelis GAM di Hotel Rajawali Banda Acheh.

Nah, terlepas dari alasan pengunduran diri yang disampaikan oleh Teungku 
Nashiruddin bin Ahmed, kelihatan dengan jelas dan terang bahwa pihak GAM 
sesuai dengan status politik dan hukumnya, yang belum secara resmi dan sah 
menyatakan secara terbuka didepan umum bahwa Teungku Nashiruddin bin Ahmed 
adalah calon resmi GAM untuk pemilihan kepala Pemerintah Acheh yang bebas 
dan rahasia, maka ketika GAM  pada tanggal 29 Mei 2006 memutuskan GAM 
sebagai lembaga tidak mencalonkan secara resmi calon kepala dan wakil kepala 
Pemerintah Acheh dalam pemilihan kepala Pemerintah Acheh yang bebas dan 
rahasia itu menunjukkan secara politis dan hukum GAM adalah tepat dan benar.

Dalam perkembangan selanjutnya ternyata kelihatan bahwa pihak GAM secara 
lembaga tidak memajukan calon kepala dan wakil kepala Pemerintah Acheh dalam 
pemilihan kepala Pemerintah Acheh, tetapi GAM secara lembaga dapat menyokong 
calon lain.

Inilah  taktik dan strategi GAM yang baik. Mengapa ? Karena, tujuan politik 
GAM bukan untuk menguasai dan menduduki kursi Kepala atau wakil Kepala 
Pemerintah Acheh, melainkan tujuan perjuangan GAM adalah sebagaimana yang 
telah diredeklarasikan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro adalah untuk 
penentuan nasib sendiri.

Ketika GAM pada tanggal 22 Agustus 2006 mengadakan komitmen politik dengan 
partai politik lain, dalam hal ini Partai Persatuan Pembangunan di Banda 
Acheh dimana kedua belah pihak komitmen bahwa menyokong Humam Hamid sebagai 
calon Kepala Pemerintah Acheh dan Hasbi Abdullah sebagai calon wakil Kepala 
Pemerintah Acheh. Dimana hasil komitmen politik ini dinyatakan oleh Ketua 
Komite Peralihan Acheh (KPA) Muzakkir Manaf: ”Kami selaku Ketua Komite 
Peralihan Acheh (KPA) Pusat dan seluruh KPA wilayah, mendukung paket Humam 
Hamid dan Hasbi Abdullah, walaupun secara institusi GAM tidak ikut dalam 
Pilkada. Tetapi secara personal GAM dibolehkan untuk mencalonkan diri dan 
dicalonkan. Di pihak KPA tetap memberikan sokongan kepada Humam dan 
pasangannya” (Ketua Komite Peralihan Acheh (KPA) Muzakkir Manaf, Banda Aceh, 
Selasa 22 Agustus 2006)

Nah, komitmen politik yang disepakati oleh pihak GAM dan Partai Persatuan 
Pembangunan dalam hal penyokongan Humam Hamid dan Hasbi Abdullah sebagai 
calon Kepala dan wakil Kepala Pemerintah Acheh adalah komitmen politik yang 
sah secara politik dan hukum.

Hanya, tentu saja, ada diantara orang-orang dalam tubuh GAM yang memang 
merasa dan menganggap bahwa “Humam Hamid dan Hasbi Abdullah naik memakai 
kendaraan Partai Persatuan Pembangunan. Kemudian Humam Hamid adalah bunglon 
politik, karena pernah menclok di Golkar dan PAN serta sekarang di Partai 
Persatuan Pembangunan. Humam Hamid turut tanda tangan untuk meminta DOM, dan 
3 kali menolak datang ke pertemuan civil society-GAM 2 kali di Swedia dan 
sekali di KL karena alasan takut dituduh mendukung GAM.”

Nah, anggapan sebagian orang-orang yang ada dalam tubuh GAM ini ternyata 
melahirkan sikap dan tindakan politik yang sangat jauh, yaitu dengan 
melahirkan deklarasi pencalonan resmi Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar 
sebagai calon Kepala atau wakil Kepala Pemerintah Acheh dalam pemilihan 
kepala Pemerintah Acheh dengan memakai KPA lewat Juru Bicara Komite 
Peralihan Aceh (KPA) Sofyan Dawood. Dimana deklarasi pencalonan resmi 
Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar sebagai calon Kepala atau wakil Kepala 
Pemerintah Acheh tidak mendapat persetujuan dari pimpinan tinggi GAM dan 
pimpinan tertinggi GAM teungku Hasan Muhammad di Tiro. Nah, inilah yang 
sangat membahayakan eksistensi GAM dan memang keadan inilah yang sangat 
ditunggu-tunggu oleh pihak-pihak yang menginginkan GAM hancur.

Kalau dibandingkan antara anggapan orang-orang dalam tubuh GAM tentang Humam 
Hamid, maka tidak sebanding dengan tindakan politik yang dilakukan oleh  
Irwandi Yusuf, Muhammad Nazar, Sofyan Dawood, Reyza Zain dan yang lainnya.

Tindakan mereka itu adalah sudah merupakan tindakan penghancuran GAM. 
Mengapa ? Karena tindakan politik mereka itu sebelumnya tidak dibicarakan 
secara matang dengan pimpinan tinggi GAM dan tidak mendapat restu dari 
pimpinan tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Kedua, mereka telah 
menjadikan KPA sebagai tempat penghancuran GAM. Artinya, GAM yang secara 
lembaga saja ketika melakukan komitmen politik dengan pihak Partai Persatuan 
Pembangunan dalam hal penyokongan Humam Hamid dan Hasbi Abdullah sebagai 
calon Kepala dan wakil Kepala Pemerintah Acheh tidak memakai KPA dan tempat 
kedudukan KPA sebagai tempat resmi. Tetapi Irwandi Yusuf, Muhammad Nazar, 
Sofyan Dawood, Reyza Zain dan yang lainnya secara terang-terangan telah 
menjadikan KPA dan tempat kedudukan KPA sebagai tempat penghancuran GAM 
melalui deklarasi pencalonan resmi Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar sebagai 
calon Kepala atau wakil Kepala Pemerintah Acheh pada tanggal 27 Agustus 
2006.

Sekarang, Humam Hamid yang dituduh mereka dengan berbagai tuduhan politik, 
tetapi mereka lupa bahwa tindakan politik Humam Hamid itu tidak sebanding 
dengan apa yang dilakukan pihak Golkar, PDI-P, PKB dan partai-partai politik 
lainnya yang secara bersama-sama sewaktu Soeharto dan pasca Soeharto dan 
TNI-nya menghancurkan rakyat Acheh. Termasuk sekarang Golkar dan PDI-P dan 
juga PKB akan menghancurkan GAM. Caranya dengan menghancurkan dan 
memporakporandakan KPA.

Nah, taktik dan strategi yang sedang dilancarkan oleh Golkar, PDI-P, PKB dan 
partai politik lainnya terhadap GAM melalui KPA tidak disadari oleh kelompok 
Irwandi Yusuf, Muhammad Nazar, Sofyan Dawood, Reyza Zain dan yang lainnya. 
Karena pertama, mereka telah menjadikan alasan tuduhan terhadap Humam Hamid 
yang masih berupa tuduhan politik yang masih dipertanyakan kekuatan hukumnya 
untuk dijadikan sebagai alasan tindakan politik pendeklarasian Irwandi Yusuf 
dan Muhammad Nazar sebagai calon Kepala dan wakil Kepala Pemerintah Acheh 
pada tanggal 27 Agustus 2006. Kedua, mereka tidak sadar bahwa dengan 
diporakporandakan KPA, maka GAM akan hancur. Ketiga, mereka hanyalah 
bertujuan untuk mendapatkan kedudukan kursi kekuasaan Kepala dan wakil 
Kepala Pemerintah Acheh. Keempat, mereka tidak tidak melihat Golkar, PDI-P 
dan PKB serta Partai politik lainnya akan menghancurkan GAM. Kelima, mereka 
tidak peduli kalau GAM hancur, yang penting kursi kekuasaan Kepala dan wakil 
Kepala Pemerintah Acheh. Keenam, mereka tidak mendapat persetujuan dari 
petingi GAM dan pimpinan tertinggi GAM teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Sekarang, KPA telah dipecahkan oleh mereka, padahal pihak GAM bersama KPA 
dibawah Ketua Komite Peralihan Acheh (KPA) Muzakkir Manaf telah melakukan 
komitmen politik dalam hal penyokongan  Humam Hamid dan Hasbi Abdullah 
sebagai calon Kepala dan wakil Kepala Pemerintah Acheh dengan pihak Partai 
Persatuan Pembangunan.

Dan tentu saja, kalau Ahmad Sudirman membaca, meneliti, mempelajari, 
menganalisa dan memahami bahwa SIRA dibawah saudara Muhammad Nazar tidak 
peduli kalau GAM hancur, karena tujuan dan cita-cita antara SIRA dan GAM 
jauh sekali. Disamping itu SIRA telah dijadikan alat untuk sekedar 
mendapatkan kursi kekuasaan Wakil Kepala Pemerintah Acheh.

Terakhir, sekarang kelihatan dengan jelas siapa orang-orang yang memakai 
tubuh GAM untuk meraih kekuasaan dalam bentuk kursi Kepala dan wakil Kepala 
Pemerintah Acheh. Inilah suatu sikap dan tindakan politik mereka yang seumur 
jagung. Mereka lupa pada GAM dan mereka lupa pada Teungku Hasan Muhammad di 
Tiro yang telah membangun dan memimpin GAM selama 30 tahun. Mereka lupa pada 
cita-cita perjuangan GAM. Yang kelihatan didepan mata mereka sekarang 
hanyalah kursi kekuasaan yang seumur jagung itu.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada 
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu 
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang 
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel 
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

From: \"Napoleon Bonaparte\" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 28 augusti 2006 21:49:39
To: [email protected], [email protected]
Subject: «PPDi» H2O adalah kelompok balak 8

Balak-6

Sikap politik GAM berjalan-jalan dari Darussalam ke Hotel Rajawali dan, ke 
Wisma Daka. Hal yang mencerminkan sikap elite GAM yang berubah-ubah. Lam si 
uroe, ka lhee go leuho. Mengapa mereka tak bisa bersikap seteguh sebelumnya?

Massa yang besar di Mesjid Raya Baiturrahman, tampaknya menohok elite GAM. 
Arus massa menjebak mereka untuk semakin memperjelas sikap politiknya, yakni 
pada politek bidjeh. Itulah mengapa hasil Konvensi Darussalam pada 21-23 Mei 
2006 lalu dibatalkan. Pasalnya sepele saja, bahwa kandidat politek bidjeh 
kalah. Lalu, muncul rumor politik, ada elite yang mendesak Tgk Nashiruddin 
untuk mundur.

Surat Tgk. Nash menjadi landasan bagi mereka untuk mengambil sikap politik 
Rajawali bahwa secara institusi GAM tidak mengajukan calon Gubernur.Namun, 
GAM mempersilahkan anggotanya untuk maju menjadi kandidat.

Buah dari sikap itu bila dahulu para elite GAM menyatakan dirinya bak dara 
baro yang banyak mengundang pinangan, maka sekarang menjadi rontok. Hasbi 
hanya memiliki nilai politik sebagai wakil, baik di mata Humam maupun PPP. 
Inilah buah dari kefanatikan terhadap politek bidjeh.

Massa yang besar pada 15 Agustus 2006, merupakan konsekuensi lain dari sikap 
politik pro-bidjeh. Yakni melahirkan aras politek massa di dalam GAM, di 
samping politek bidjeh. Mereka mendukung pasangan Irwandi dan Nazar (IRNA).

Anehnya, sikap politik sekelompok elite GAM justru semakin fanatik terhadap 
H2O. Mereka membuat pernyataan politik Daka. Lahirlah sikap politik 
dualistik. Di satu sisi, KPA mendukung pasangan H2O. Di lain sisi, Muzakkir 
tetap menegaskan GAM tidak ikut pilkada. Ada kesan Muzakkir Manaf dijebak 
oleh elite untuk membacakan konsep yang ditulis oleh Ilyas Abed. Sebuah trik 
elite menjaga citra. Segala instrument politik GAM digunakan. Akibatnya 
terjadi kontradiksi di dalam diri Muzakkir sehingga konsep tersebut 
dirobeknya. Politek Citra yang digunakan oleh elite GAM yang beraliran 
politek bidjeh untuk menjaga marwah justru semakin menyeret GAM ke dalam 
lembah politik primordial. Mereka bergeser dari Rajawali ke Daka menjauhi 
pusat Lamdingen. GAM digeser menjauh dari massa untuk mendekat ke H2O. Bila 
H2O mendeklarasikan dirinya di Bireuen yang jauh dari Lamdingen, maka IRNA 
mendeklarasikan dirinya di Lamdingen dengan massa yang berdatangan jauh dari 
Lamdingen. Apakah ini pertanda yang menunjukkan seberapa besar karat GAM di 
dalam H2O dan IRNA?

Konon, ada upaya untuk membendung pendeklarasian IRNA di Lamdingen. Akan 
tetapi massa telah mengkudeta sehingga IRNA bisa mendeklarasikan dirinya di 
kantor KPA. Kontradiksi terjadi lagi. Di satu sisi, KPA mendukung H2O 
berdasarkan pernyataan politik Daka (22/8) yang dihadiri oleh kelompok 
elite. Di sisi lain, IRNA yang justru menggunakan kantor KPA sebagai titik 
anjak politiknya (27/8), justru diramaikan oleh massa aras bawah. Dualitas 
aras politik telah membeda dengan tegas. Sekelompok elite mendukung H2O. 
Massa mendukung IRNA.

Andaikan sikap politik elite diterus-teruskan maka mereka ibarat memegang 
balak-6 dalam permaianan gaple. Sekalipun menang, mereka tetap tak bisa dua 
kepala Hasbi tetap berposisi kedua. Kalau terjadi perbenturan, maka mereka 
menanggung kekalahan, karena memegang nilai yang maksimal. Resiko 
politiknya, marwah hilang dihadapan massa. Karena itu kelompok elite GAM 
yang mendukung H2O panstas disebut sebagai kelompok Balak-8.Kalau menang tak 
maksimal, kalau diadu pasti kalah.[]
----------


>From: abu meulaboh <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [email protected]
>To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
>[email protected],  [EMAIL PROTECTED], 
>[EMAIL PROTECTED],  [EMAIL PROTECTED], 
>[EMAIL PROTECTED],  [EMAIL PROTECTED], 
>[email protected],  [EMAIL PROTECTED], 
>[EMAIL PROTECTED]
>Subject: «PPDi» Malik dan Zaini dihajarin GAM dari Aceh
>Date: Tue, 29 Aug 2006 09:57:06 -0700 (PDT)
>MIME-Version: 1.0
>X-Originating-IP: 216.252.111.217
>X-Sender: [EMAIL PROTECTED]
>Received: from n21b.bullet.sc5.yahoo.com ([66.163.187.188]) by 
>bay0-mc9-f3.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.2444); Tue, 29 
>Aug 2006 10:01:49 -0700
>Received: from [66.163.187.121] by n21.bullet.sc5.yahoo.com with NNFMP; 29 
>Aug 2006 16:59:43 -0000
>Received: from [66.218.69.6] by t2.bullet.sc5.yahoo.com with NNFMP; 29 Aug 
>2006 16:59:43 -0000
>Received: from [66.218.67.96] by t6.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 29 Aug 
>2006 16:59:43 -0000
>Received: (qmail 26715 invoked from network); 29 Aug 2006 16:58:11 -0000
>Received: from unknown (66.218.67.36)  by m39.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 
>29 Aug 2006 16:58:11 -0000
>Received: from unknown (HELO web57201.mail.re3.yahoo.com) (216.252.111.217) 
>  by mta10.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 29 Aug 2006 16:58:11 -0000
>Received: (qmail 56418 invoked by uid 60001); 29 Aug 2006 16:57:06 -0000
>Received: from [213.80.9.150] by web57201.mail.re3.yahoo.com via HTTP; Tue, 
>29 Aug 2006 09:57:06 PDT
>X-Message-Info: LsUYwwHHNt2WFNRXi4zEbzIvwEYwc2UH59qvFYR/bzI=
>Comment: DomainKeys? See http://antispam.yahoo.com/domainkeys
>DomainKey-Signature: a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws; s=lima; 
>d=yahoogroups.com;b=ZRztikg8rPyXaJt1epRDxPEo8kS2XdYSk0HrVOD7+lCBFB8yKUKi1mfRiujf2gpF0TTUVL1NyqUPYBxj+p4+LlpYrO5Mx70XwvkCTFz+7WN/TFpo3xFuDehQTNl4aX2M;
>X-Yahoo-Newman-Property: groups-email
>X-Yahoo-Newman-Id: 2530892-m14496
>X-Apparently-To: [email protected]
>X-eGroups-Msg-Info: 1:0:0:0
>Mailing-List: list [email protected]; contact [EMAIL PROTECTED]
>Delivered-To: mailing list [email protected]
>List-Id: <PPDi.yahoogroups.com>
>Precedence: bulk
>List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>Return-Path: 
>[EMAIL PROTECTED]
>X-OriginalArrivalTime: 29 Aug 2006 17:01:49.0481 (UTC) 
>FILETIME=[D159A190:01C6CB8C]
>
>http://www.acehkita.com/?dir=message
>
>   Topik: SI KREK DUA DARI PEU INGAT !!!!!!!
>27 Agustus 2006 dari dari masyarakat biasa
>
>WATEI TJOEK PEUNEUTOEH DI HELSINKI HANA MISI UNTUK TJOEK KURSI TAPI WATEI 
>TROEH BAK TGK HASBI DAN HUMAN HAMID KA DEUH MEUHEUT BAK DUEK ATEUH KURSI.
>
>ASSALAMUALAIKUM WR WB .
>
>BISMILLAHIRAHMANNIRAHHIM :
>
>SIKREK DUA NARIET PEU INGAT KEU PEUMIMPIN DAN STAFNJA NJANG KA GEU PEUCAYA 
>LEE URUENG ATJEH KHUSUDJIEH BAK MASA WATEI LHEUH TEKEN MOU DI HELSINKI .
>
>Alhamdulillah berkat rahmat Allah njang maha kuasa dan kebijakan para 
>pemimpin Atjeh dan stafnya di seluruh dunia , tepat bak tanggai 15 Agustus 
>2005 di Helsinki , ka terjadi saboeh perubahan njang luar biasa di tanoeh 
>atjeh khusudjieh keu perjuangan suci bansa atjeh (GAM) .
>
>Disinoe that peureulei sikap kompak dan hati hati sabe sabee keudroe , 
>khusudjieh urueng urueng njang ka rela hate untuk peudjak buet PEU NJANG KA 
>NEUTJOEK PEUNEUTOEH DI HELSINKI NJAN UNTUK BANSA , PERJUANGAN SERETA TANOEH 
>IE TEUH NJANG MANTOENG PANJANG DAN LEE RINTANGAN , meuseubab musoeh (Sipaii 
>) njang han di tem sagai turoet lagei peu njang ka meutuleh , Maka djieh di 
>sinoe geutanjoe khusuih djieh keu peumimpin Atjeh dan pengikut setia njang 
>ka lheuh ta meudjanji setia keu perjuangan bak peudjak buet , njang that 
>geuhoen dan brat njoe , bek sagai sagai salah langkah dan roeh meukasad keu 
>peukara peukara negatif njang djeut keu beban dan masalah keudroe teuh , 
>NJAN PAYAH TA INGAT SABEE .
>
>Kamoe khusudjieh (masyarakat atjeh) that seudeh dan weuh weuh watei 
>takaloen nariet peunjata dari pihak peumimpin njang ka kamoe peumulia dan 
>teu angkei dan rela ta ikoet peu mantoeng kebijakan untuk masa ukeu , 
>teunjata lee that peukara peukara njang beda dan hana sapeu kheun , 
>beuneutepeu lee urueng droenneuh bahwa kamoe rayeuk harapan dan anggapan 
>saban setia dan sapeu kheuen dalam dumpeu peukara bak peudjak buet watei 
>lheuh teken di Helsinki !!!! .
>
>Ternjata hoe treb hoe deuh laju pernjataan pernjataan njang that meutentang 
>sabe sabee keu droe , njoe that seudeh dan weuh weuh kamoe , watei teu 
>ingat pakoen sampee djeut lagei njan !!!!
>
>Kamoe that meuharap bak urueng urueng droenneuh njang tu'oeh (CAROENG LEE 
>IELEMEI )dan ka neutem tjoek tanggoeng djaweub bak peudjak buet njoe ( 
>peumimpin ) untuk peutentei nasib bansa atjeh masa ukeu , njang ka kamoe 
>rela seubagoe urueng djak di keu , teunjata hoe treb hoe deuh peukara 
>peukara hana djroeh , ureueng droen bek sagai tuwoe dasar dan niet suci 
>para sjuhada njang ka geutinggai geutanjoe , koen peukara mita kedudukat 
>atawa pangkat , tapi beu neu ingat lee urueng droenneuh bahwa para sjuhada 
>njang ka geudjak njan , nakeuh untuk peubibeuh bansa teuh bak taloe 
>peunjajah indonesia djawa (Merdeka !!!!!!!!!!!!!!!!!! ).
>
>Neu peutepat peu njang hana butoi neu ploeh peu njang hana glah bek neu 
>peudoeng hudjah sabee sabee keu droe droe , beuneutepeu uleh droenneuh 
>bahwa peukara njang teungoeh neu peulaku njan nakeuh koen peukara mita 
>pangkat dan seb ngoen njan !!! neu meuduek dan neu musyawarah , watei watei 
>na peukara peukara njang patoet dan peunteng .
>
>Neu peudeuh keu setiaan dan keu jujuran neuh , supaya meunjoe mangat neu 
>meupakat dan neutjoek peuneutoeh !!! beuna sikap salieng peutjaya , bek 
>sagai na niet njang koen koen dalam hatee neuh , meuseubab njan djeut keu 
>beban dan masalah rayeuk keudroeteuh , seuhingga handjeut ta musyawarah dan 
>ta meupakat lee ( KATIMOEH NIET ATAWA MISI NJANG MEUSOEM DAN NIET HANA 
>DJROEH TEUH DALAM HATEE MASENG MASENG ).
>
>Neutuloeng koreksi laju seugolom teulat dan neu meu'angku laju seugoeloem 
>ata njan djeut keu beban dan halangan rayeuk bak masa ukeu khusuih djieh 
>keu bansa teuh , neu peudeuh kesetiaan dan niet suci bak kamoe dan KEU 
>GAREH PERJUANGAN NJANG LEE THAT KA KURBEUEN BANSA ATJEH .
>
>Neutjie ingat kiban akan nasib kamoe meunjoe urueng droenneuh njang ka 
>kamoe peumulia seubagoe urueng di keu , mantoeng na peukara peukara pribadi 
>dan niet niet jeuheut seuhingga djeut keu saboeh peukara rayeuk seuhingga 
>musoeh njang tahadapi akan mudah bak di peu'antjoe dan di peureulhoh 
>geutanjoe sabe sabee keudroe teuh !!!!!!!!!!!.REULHOEH PERJUANGAN SERETA 
>GADOEH MARTABAT BANSA TEUH NJANG KA LEE THAT YUEM ATAWA NJAWOENG BANSA TEUH 
>SJAHDI DI BUMOE ATJEH NJAN .
>
>TANGGOENG DJAWEUB SEUREUTA HARAPAN TERAKHEE KAMOE (MASYARAKAT BIASA ) BAK 
>PEUMIMPIN NJANG KA KAMOE PEUMULIA MULAI AWAI PHOEM WATEI TEUDOENG 
>PERJUANGAN SAMPEE SAAD NJOE NAKEUH :
>
>KAMOE MEUHARAP BEK NA LEE DUA BOEH SUE NJANG MEUTENTANG SABEE SABEE KEU 
>DROE DROE .
>
>KAMOE MEUHARAP SIKAP DAN MUSYAWARAH SABE SABEE KEU DROE KHSUSDJIEH 
>PEUMIMPIN DAN URUENG URUENG NJANG GEU PEUTJAYA SEUBAGOE URUENG PEUDJAK BUET 
>, PEUKEUH DI LUWA ATAWA DI DALAM BEK NA SAGAI PERBEDAAN SIKAP ATAWA NIET 
>NJANG HANA DJROEH .
>
>KAMOE MEUHARAP KHUSDJIEH BAK MANDUEM PEUMIMPIN NJANG KA NEU MEUSEUTIA BAK 
>TJOEK KEUPUTUSAN HELSINKI , BEK SAGAI NEU SUROET DAN PLUENG DARI PEU NJANG 
>KA NEU'ANGKEI NJAN .
>
>KAMOE MEUTEPEU PEU NJANG URUENG DROENEUH PUBUET DAN KAMOE MEUPEUMULIA PEU 
>NJANG URUENG DROENNEUH PEULAKU NJAN , TAPI KAMOE THAT SEUDEH MEUNJOE URUENG 
>DROENNEUH , MANTOENG NA SIKAP SIKAP DENGKI DAN KU'EH SABE SABEE KEUDROE 
>DROE .
>
>INGAT !!!!!!!!!!!! KAMOE MEUTEUPEU PEU NJANG TEUNGOEH TEUDJADI DALAM KAWAN 
>URUENG DROENNEUH MANDUEM , MAKA DJIEH KAMOE MEULAKEI ATA NJOE NEU PEUPAIH 
>DAN NEU PEUSEULESOE LADJU BEU BAGAH , MEUNJOE ATA NJOE HAN EK NEU 
>PEUSEULEUSOE MAKA KAMOE SEULAKU URUENG ATJEH NA HAK UNTUK MEU PEUTENTEI 
>SIKAP MEUH TOEH NJANG BUTOI DAN NJANG SALAH DALAM PEUKARA NJOE .
>
>BEK NEU PEU'DEUH UGOEH DAN TJAROENG SERETA HAYEU DROENEUH BAK KAMOE 
>!!!!!!!!! KAMOE MANTOENG NA SIKAP DAN MEU'TUOEH TJIET AKHLAK MANUSIA DJROEH 
>ATAWA HANA . KEPEU MAN ADAK SABEE DEUH BAK KORAN ATAWA BAK MEDIA DENGOEN 
>NARIET NJANG MAMEH DAN MEUDEPLOMAT , SEUMENTARA NIET DAN SIKAP MEUBEDA 
>NIBAK DASAR DAN MEULAWAN NGOEN PEU NJANG KA TA MEUSETIA NIBAK AWAI .
>
>DENGOEN NA NARIET PEU INGAT LAGEI NJOE RUPA SEUMOGA KE INSAFAN TEUKA BAGI 
>UREUENG URUENG NJANG MEMANG KADANG NA KELIRU ATAWA SALAH LANGKAH SERETA 
>HANA SADAR , SUPAYA UKUAH KEBERSAMAAN TERJALIN DAN MUDAH BAK TA PEUDJAK 
>BUET SUCI NJANG MANTOENG PANJANG NJAN .
>
>AMIN YA RABAL ALAMIN SEUMOGA ALLAH NEUBRI RAHMAT DAN KURNIANYA KEU 
>GEUTANJOE MANDUEM .
>
>TTD .
>
>MASYARAKAT BIASA.
>
>
>
>---------------------------------
>How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low  PC-to-Phone call 
>rates.




Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke