Mala petaka dan derita yang patut direnungkan, mengapa
 
Berita duka dan derita di Sidoarjo akibat banjir lumpur panas bercampur gas terus memudharatkan penduduk tempatan. Republika kemarin melaporkan bahwa semburan lumpur dari jebolnya sumur Banjarpanji 1, milik Lapindo Brantas Inc sudah mengalir sejauh 15 kilometer, memasuki pesisir timur Sidoarjo dan pesisir laut selat Madura melalui Sungai Jatianom dan berakhir ke pesisir pantai. Dengan demikian pesisir Timur Sidoarjo pun ikut tercemar. Smentara, tanggul penahan lumpur Lapindo Brantas Inc jebol lagi. Kali ini lokasi tanggul yang jebol di kolam penampungan lumpur (pond) di Desa Renokenongo. Lokasi persisnya di pinggir jalan tol Surabaya-Gempol Km 39.600 atau 400 meter dari tanggul yang jebol Selasa lalu.
 
Ketinggian lumpur di desa tersebut mencapai 60 cm dan jika tidak diatasi desa itu juga akan ikut tercantum dalam daftar wilayah yang terendam lumpur. Yang lebih meresahkan bagi warga adalah, sawah tempat mereka mengais makanan juga ikut terendam lumpur. Sejauh ini tercatat 60,85 hektar sawah rusak dan yang terancam 34,34 hektar.
 
Perkembangan terbaru adalah reaksi keras dari berbagai kalangan menyusul ijin Yudhoyono kepada Lapindo untuk membuang lumpur yang telah diolah ke laut. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Chalid Muhammad, menilai kebijakan Presiden itu sangat keliru dan gegabah. Ditegaskannya bahwa ini dapat ditafsirkan sebagai 'lampu hijau' oleh Lapindo untuk bisa membuang lumpur ke laut. Alasannya proses pengolahan dan pemisahan lumpur tersebut sulit dilakukan selama semburan lumpur terus berlanjut, sementara rakyat tempatan merasakan sebagai "lampu kuning", kalau tidak dikatakan "lampu merah". 
 
Perkembangan lainnya di Sidoarjo adalah protes dari Walhi Jatim atas pengerahan pasukan TNI dalam jumlah besar dan bersenjata lengkap untuk menangani Lapindo Brantas. Pengerahan tentara itu dinilai sangat meresahkan warga. Demikian ditulis Suara Merdeka. Seandainya pun tentara tersebut betugas membuat tanggul apakah prosesnya memerlukan tentara sebanyak itu apalagi dengan menyandang senjata laras panjang macam mau perang saja.
 
Patut kita renungkan mengapa Indonesia kerap kali mengalami musibah. Hemat saja rejim ini tidak jauh berbeda dengan rejim Suharto yang berbuat semena-mena terhadap rakyat jelata. Malah terkesan lanjutan dari rejim Suharto sendiri.  Lihatlah bagaimana hipokritnya rejim sekarang ini terhadap West Papua, Ambon dan Acheh - Sumatra,
 
Sepatutnya rakyat yang sadarlah yang perlu mengingatkan agar rejim sekarang sudah waktunya untuk menghentikan penipuannya terhadap West Papua, Ambon dan Acheh - Sumatra, kalau dikhawatirkan bahwa mala petaka semburan lumpur panas akan menimpa pulau Jawa dan sekitarnya melebihi dari penderitaan rakyat Acheh. Baik penderitaan akibat kedhaliman TNI/POLRI, maupun akibat keganasan Tsunami.
 
alqbr,-
__._,_.___

Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan.
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED]





SPONSORED LINKS
Asia business Asia Region mortgage company
Regions mortgage inc Regions mortgage


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke