BAGAIMANA INI  IRNA ? PUE BUTOI LAGEI JIPEUGAH LE SI GAM NYOE ? NEUTANGGAPLAH MANGAT GLAH KEU URUNG MANDUM.

Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 8 September 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.


MEMAKAI KEDOK DEMOKRASI UNTUK MENGHANCURKAN KPA DAN GAM.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


MAKIN KELIHATAN SIAPA YANG BERUSAHA UNTUK MENGHANCURKAN GAM DAN KPA DI
ACHEH.

”Tidak ada personil GAM aktif yang mencalonkan diri. Humam Hamid dan Hasbi
Abdullah dicalonkan oleh partai politik Jakarta (PPP). Humam Hamid bukan
anggota GAM. Hasbi Abdullah adalah anggota GAM yang sudah lama sekali tidak
aktif dan tidak terlibat samasekali dalam perkembangan GAM (oleh karena itu,
beliau dapat hidup dengan nyaman dan makmur selama Operasi Darurat Militer
dan tidak pernah dicari apalagi ditangkap oleh aparat Indon sementara ribuan
anggota GAM lainnya ditangkap ataupun dibunuh). Hasbi Abdullah hanya
kebagian kursi calon wakil gubernur. Pimpinan GAM tidak pernah merubah
keputusan di atas, yakni GAM tetap tidak mencalonkan diri secara institusi.
Ada pimpinan GAM yang memberikan dukungan diam-diam kepada Humam-Hasbi namun
ini tidak dapat dianggap sebagai keputusan GAM. Ini adalah keinginan pribadi
para elit GAM. Jika ada yang mengaku bahwa GAM secara resmi mendukung
Humam-Hasbi (H2O), maka dapat dianggap sebagai pengingkaran terhadap
keputusan Pimpinan GAM sendiri. Jika ada elit Pimpinan GAM yang mendukung
H2O secara pribadi, ini adalah salah satu bentuk demokrasi. Jika ada elit
Pimpinan GAM yang mengatasnamakan GAM mendukung pihak manapun, ini adalah
anti demokrasi, mendurhakai keputusan bersama yang telah diambil, serta
cendrung kepada pemenuhan kepentingan pribadi.” (Hanakaru Hokagata,
[EMAIL PROTECTED] , 8 september 2006 10:34:25)

Membaca apa yang disampaikan oleh saudara Hanakaru Hokagata atau saudara
Irwandi Yusuf di Banda Acheh, yang isinya merupakan pernyataan politik
dengan memakai kedok demokrasi model pancasila-nya mpu Tantular untuk
dipakai sebagai alat pembersihan dan penghantaman secara langsung kepada GAM
dan KPA.

Setelah dipelajari secara seksama dan lebih mendalam ternyata ditemukan
beberapa poin dari apa yang disampaikan oleh saudara Irwandi Yusuf tersebut
yang mengarah secara langsung dan disadari kepihak GAM yang diformulasikan
dalam bentuk jurus demokrasi ala pancasila-nya ”Jika ada elit Pimpinan GAM
yang mengatasnamakan GAM mendukung pihak manapun, ini adalah anti demokrasi,
mendurhakai keputusan bersama yang telah diambil, serta cendrung kepada
pemenuhan kepentingan pribadi.”

Jurus demokrasi ala pancasila-nya mpu Tantular yang dipakai oleh saudara
Irwandi Yusuf inilah yang ditampilkan dan diarahkan kepada pihak GAM ketika
Ketua Komite Peralihan Acheh (KPA) Muzakkir Manaf di Banda Acheh pada hari
Selasa tanggal 22 Agustus 2006 menyatakan bahwa “Kami selaku Ketua Komite
Peralihan Acheh (KPA) Pusat dan seluruh KPA wilayah, mendukung paket Humam
Hamid dan Hasbi Abdullah, walaupun secara institusi GAM tidak ikut dalam
Pilkada. Tetapi secara personal GAM dibolehkan untuk mencalonkan diri dan
dicalonkan. Di pihak KPA tetap memberikan sokongan kepada Humam dan
pasangannya” (Ketua Komite Peralihan Acheh (KPA) Muzakkir Manaf, Banda Aceh,
Selasa 22 Agustus 2006)

Lahirnya sikap dari saudara Muzakkir Manaf sebagai Ketua Komite Peralihan
Acheh (KPA) bukan tanpa alasan politik dan bukan tanpa kekuatan hukum.
Lahirnya pernyataan Ketua Komite Peralihan Acheh (KPA) Muzakkir Manaf adalah
setelah GAM pada tanggal 22 Agustus 2006 mengadakan komitmen politik dengan
partai politik lain, dalam hal ini Partai Persatuan Pembangunan di Banda
Acheh dimana kedua belah pihak komitmen bahwa menyokong Humam Hamid sebagai
calon Kepala Pemerintah Acheh dan Hasbi Abdullah sebagai calon wakil Kepala
Pemerintah Acheh. Dimana komitmen politik yang disepakati oleh pihak GAM dan
Partai Persatuan Pembangunan dalam hal penyokongan Humam Hamid dan Hasbi
Abdullah sebagai calon Kepala dan wakil Kepala Pemerintah Acheh adalah
komitmen politik yang sah secara politik dan hukum.

Lahirnya sokongan politik dari pihak KPA dan GAM kepada pihak Humam Hamid
dan Hasbi Abdullah melalui komitmen politik dengan pihak Partai Persatuan
Pembangunan di Banda Acheh tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk
lahirnya pernyataan saudara Irwandi Yusuf yang berbunyi: ”Jika ada elit
Pimpinan GAM yang mengatasnamakan GAM mendukung pihak manapun, ini adalah
anti demokrasi, mendurhakai keputusan bersama yang telah diambil, serta
cendrung kepada pemenuhan kepentingan pribadi.”

Nah, disinilah Ahmad Sudirman melihat dan memperhatikan bahwa saudara
Irwandi Yusuf masih terlalu dangkal untuk membawa dan memakai kedok
demokrasi model pancasila-nya mpu Tantular ini untuk dijadikan senjata guna
menghancurkan GAM dan KPA.

GAM sesuai dengan status politik dan hukumnya yang diterapkan dalam jalur
proses politik dan hukum untuk mewujudkan pemerintahan rakyat Acheh melalui
jalur proses demokratis dan adil, maka GAM sesuai dengan status politik dan
hukumnya baik melalui partai politik lokal tersendiri, ataupun melalui
dengan kerjasama dengan partai politik lain atau melalui penyokongan jalur
independen bisa mewujudkan pemerintahan rakyat Acheh.

Jadi, kalau saudara Irwandi Yusuf yang lantang menyatakan bahwa ”Jika ada
elit Pimpinan GAM yang mengatasnamakan GAM mendukung pihak manapun, ini
adalah anti demokrasi, mendurhakai keputusan bersama yang telah diambil,
serta cendrung kepada pemenuhan kepentingan pribadi”, maka sebenarnya
saudara Irwandi Yusuf tidak memahami dan tidak mengerti apa yang tertuang
dalam MoU Helsinki dan sekaligus tidak memahami perjuangan GAM dibawah
pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro itu sendiri.

Nah, terbukti dengan adanya ketidakmatangan dalam menghayati perjuangan GAM
dan tidak mengerti dan tidak memahaminya MoU Helsinki itu sendiri, maka
lahirlah apa yang dilambungkan oleh Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA)
Sofyan Dawood di markas KPA hari Sabtu tanggal 26 Agustus 2006 yaitu
“Irwandi Yusuf, yang berpasangan dengan Muhammad Nazar, secara resmi maju
sebagai kandidat calon gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)
Desember nanti. Mereka maju dengan menggunakan jalur independen. GAM secara
organisasi tidak akan maju dalam Pilkada. Ini atasnama perorangan personal
GAM. Tapi GAM mendukung kadernya secara penuh yang maju melalui jalur
independen. Sebenarnya bukan Hasbi saja yang kita lawan, calon lain juga.”
(Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Sofyan Dawood, di markas KPA, Sabtu
26 Agustus 2006)

Inilah, suatu fakta dan bukti bahwa saudara Irwandi Yusuf yang ditunjang
secara penuh oleh saudara Sofyan Dawood telah memakai lembaga atau institusi
KPA untuk kepentingan pribadinya guna mencapai kursi kedudukan Kepala
Pemerintah Acheh dengan memakai kedok demokrasi ala pancasila-nya mpu
Tantular.

Nah, justru kalau Ahmad Sudirman memperhatikan, membaca, mendalami,
menganalisa dan menyimpulkan, maka sebenarnya yang telah menghancurkan
fondasi perjuangan GAM dan KPA dengan memakai kedok demokrasi model
pancasila-nya mpu Tantular adalah saudara Irwandi Yusuf dengan memakai
dukungan Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Sofyan Dawood yang secara
sadar mempergunakan lembaga atau institusi KPA menjadi wadah resmi mendukung
penuh saudara Irwandi Yusuf untuk mencapai kursi kekuasaan Kepala Pemerintah
Acheh.

Jadi, bukan pihak pimpinan tinggi GAM dan pihak Ketua Komite Peralihan Acheh
(KPA) Muzakkir Manaf yang ”anti demokrasi, mendurhakai keputusan bersama
yang telah diambil, serta cendrung kepada pemenuhan kepentingan pribadi”,
melainkan saudara Irwandi Yusuf dan saudara Sofyan Dawood yang telah dengan
sengaja memakai lembaga atau institusi KPA secara resmi dipakai alat untuk
meraih kursi kekuasaan Kepala Pemerintah Acheh tanpa adanya persetujuan dan
kesepakatan dari pimpinan tinggi GAM.

Kemudian, saudara Irwandi Yusuf dengan secara terang-terangan melakukan
tindakan yang mengarah kepada bentuk konfrontasi total yang horizontal
kepada pihak pimpinan tinggi GAM dan Ketua Komite Peralihan Acheh (KPA)
dengan menyatakan bahwa ”Ada pimpinan GAM yang memberikan dukungan diam-diam
kepada Humam-Hasbi namun ini tidak dapat dianggap sebagai keputusan GAM. Ini
adalah keinginan pribadi para elit GAM.”

Pernyataan saudara Irwandi Yusuf diatas itu dimaksudkan dan diarahkan kepada
komitmen politik antara pihak GAM dengan pihak Partai Persatuan Pembangunan
dalam hal penyokongan Humam Hamid dan Hasbi Abdullah.

Nah, disinilah alasan politik dan alasan hukum yang dipakai oleh saudara
Irwandi Yusuf akhirnya yang bisa menjungkirbalikkan saudara Irwandi Yusuf
sendiri. Coba saja perhatikan dan teliti, ketika pihak pimpinan tinggi GAM
dan Ketua Komite Peralihan Acheh (KPA) secara politis terang-terangan
menyatakan bahwa komitmen politik menyokong pihak Humam Hamid dan Hasbi
Abdullah, ternyata oleh saudara Irwandi Yusuf disebut dengan ”Ada pimpinan
GAM yang memberikan dukungan diam-diam kepada Humam-Hasbi namun ini tidak
dapat dianggap sebagai keputusan GAM.”

Yang menjungkirbalikkan saudara Irwandi Yusuf adalah akibat pengambilan
sikap dan kebijaksanaan politik yang sempit terhadap apa yang telah
dilakukan oleh pimpinan tinggi GAM dan Ketua Komite Peralihan Acheh (KPA),
dengan cara menjadikan lembaga atau institusi KPA sebagai lembaga resmi
dibawah GAM untuk mensahkan dan mendeklarkan dirinya sebagai calon
independen dari anggota GAM sebagai calon kepala Pemerintah Acheh dalam
pemilihan kepala pemerintah Acheh mendatang.

Nah, saudara Irwandi Yusuf dengan sikap dan tindakan politiknya yang
menjadikan KPA dan kedudukan KPA sebagai alat resmi untuk dijadikan sebagai
kendaraan politik pencapaian kursi kekuasaan kepala Pemerintah Acheh, maka
menjadilah saudara Irwandi Yusuf sebagai salah seorang yang dengan
terang-terangan menghancurkan KPA dan GAM.

Selanjutnya, alasan saudara Irwandi Yusuf yang menyatakan bahwa ”Hasbi
Abdullah adalah anggota GAM yang sudah lama sekali tidak aktif dan tidak
terlibat samasekali dalam perkembangan GAM (oleh karena itu, beliau dapat
hidup dengan nyaman dan makmur selama Operasi Darurat Militer dan tidak
pernah dicari apalagi ditangkap oleh aparat Indon sementara ribuan anggota
GAM lainnya ditangkap ataupun dibunuh). Hasbi Abdullah hanya kebagian kursi
calon wakil gubernur” adalah pernyataan yang bersifat politis yang tidak
bisa dijadikan sebagai dasar atau alasan hukum yang kuat untuk menjadikan
KPA sebagai alat dan kendaraan politik bagi saudara Irwandi Yusuf untuk
mencapai kursi kekuasaan kepala Pemerintah Acheh.

Nah, komitmen politik dengan sokongan kepada pihak Hasbi Abdullah yang
dinyatakan oleh Ketua Komite Peralihan Acheh (KPA) telah mempertimbangkan
dengan berbagai pertimbangan politik, artinya masalah-masalah yang
menyangkut Hasbi Abdullah sebagaimana yang dinyatakan oleh sauadar Irwandi
Yusuf itu telah juga dipertimbangkan secara politis oleh pihak pimpinan GAM
dan Ketua Komite Peralihan Acheh (KPA). Sejauh yang namanya pertimbangan
politis yang dijadikan sebagai alasan, maka masalah yang menyangkut ideologi
perjuangan GAM masih tetap bisa diselamatkan. Artinya, selama Hasbi Abdullah
tidak melakukan tindakan penghancuran kepada KPA dan GAM dari dalam.

Begitu juga, mengenai komitmen politik atas sokongan kepada pihak Humam
Hamid bukan anggota GAM yang dimajukan oleh pihak Partai Persatuan
Pembangunan. Selama pihak Humam Hamid tidak melakukan tindakan yang secara
terang-terangan menentang dan menghancurkan KPA dan GAM, maka selama itu
pihak Humam Hamid masih bisa diajak bicara dan berjalan dibawah naungan
kebijaksanaan politik GAM.

Jadi, alasan yang disampaikan oleh saudara Irwandi Yusuf yang menyatakan
bahwa Humam Hamid bukan anggota GAM, kemudian dijadikan sebagai alasan untuk
memakai KPA dan tempat KPA sebagai alat kendaraan politik guna meraih kursi
kekuasaan kepala Pemerintah Acheh, maka alasan dan argumen saudara Irwandi
Yusuf adalah secara langsung merupakan senjata untuk menghancurkan KPA dan
GAM.

Nah, itulah yang disebut oleh Ahmad Sudirman bahwa alasan dan argumentasi
yang dilambungkan oleh saudara Irwandi Yusuf akhirnya yang bisa
menjungkirbalikkan saudara Irwandi Yusuf sendiri.

Saran Ahmad Sudirman kepada saudara Irwandi Yusuf cs, jangan menjadikan
kedok demokrasi ala pancasila-nya mpu Tantular dipakai sebagai alat untuk
menghancurkan KPA dan GAM.

Terakhir, perjuangan GAM yang dipimpin oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro
sejak 30 tahun yang lalu adalah untuk penentuan nasib sendiri di Acheh,
bukan dipakai alat sebagaimana yang dijalankan oleh saudara Irwandi Yusuf
untuk meraih kursi kekuasaan kepala Pemerintah Acheh dalam pilkapa yang
fondasi dan payung hukumnya UU NO.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh
masih harus direvisi karena banyak yang bertentangan dengan MoU Helsinki.
Perjuangan GAM bukan dijadikan sebagai alat perjuangan pribadi sebagaimana
yang dijalankan oleh saudara Irwandi Yusuf cs di Acheh, hanya sekedar untuk
meraih kursi kekuasaan kepala Pemerintah Acheh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

Hanakaru Hokagata <[EMAIL PROTECTED]>wrote:

PUTUSAN PIMPINAN GAM dalam Rapat ban Sigom Donya di Banda Aceh:

1.Tgk. Nashiruddin yang menang konvensi untuk Calon Gubernur telah
mengundurkan diri.
2.GAM memutuskan untuk tidak mencalonkan siapapun sebagai wakil GAM secara
institusional.
3.GAM mempersilahkan anggota GAM untuk mencalonkan diri secara bebas tapi
bukan atas nama institusi GAM.
4.Pimpinan GAM akan bersikap netral tidak memihak siapapun.

Apa yang terjadi setelah itu:
1.Tidak ada personil GAM aktif yang mencalonkan diri.
2.Humam Hamid dan Hasbi Abdullah dicalonkan oleh partai politik Jakarta
(PPP).
3.Humam Hamid bukan anggota GAM. Hasbi Abdullah adalah anggota GAM yang
sudah lama sekali tidak aktif dan tidak terlibat samasekali dalam
perkembangan GAM (oleh karena itu, beliau dapat hidup dengan nyaman dan
makmur selama Operasi Darurat Militer dan tidak pernah dicari apalagi
ditangkap oleh aparat Indon sementara ribuan anggota GAM lainnya ditangkap
ataupun dibunuh).
4.Hasbi Abdullah hanya kebagian kursi calon wakil gubernur.
5.Pimpinan GAM tidak pernah merubah keputusan di atas, yakni GAM tetap tidak
mencalonkan diri secara institusi.
6.Ada pimpinan GAM yang memberikan dukungan diam-diam kepada Humam-Hasbi
namun ini tidak dapat dianggap sebagai keputusan GAM. Ini adalah keinginan
pribadi para elit GAM.
7.Jika ada yang mengaku bahwa GAM secara resmi mendukung Humam-Hasbi (H2O),
maka dapat dianggap sebagai pengingkaran terhadap keputusan Pimpinan GAM
sendiri.
8.Jika ada elit Pimpinan GAM yang mendukung H2O secara pribadi, ini adalah
salah satu bentuk demokrasi.
9.Jika ada elit Pimpinan GAM yang mengatasnamakan GAM mendukung pihak
manapun, ini adalah anti demokrasi, mendurhakai keputusan bersama yang telah
diambil, serta cendrung kepada pemenuhan kepentingan pribadi.

Harus DIINGAT bahwa perjuangan GAM adalah untuk kepentingan RAKYAT ACHEH,
bukan untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan elit tertentu. Haram
menggunakan GAM untuk kepentingan pribadi dan keluarga serta kelompok.

Hanakaru Hokagata

[EMAIL PROTECTED]
Banda Acheh, Acheh.
----------




Demi objektifitas, berita yang dikirim harap disertai keterangan sumber penulisan.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/achehnews/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/achehnews/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min. __._,_.___

Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan.
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED]





SPONSORED LINKS
Asia business Asia Region mortgage company
Regions mortgage inc Regions mortgage


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke