Ria Ananda ini menunjukkan dirinya sebagai ”modell” pembela system Indonesia Hipokrit dan Genocide yang tidak ber hati nurani dan bodoh berlagak sebagai penentang GAM (ASNLF)
 
Pembela System Indonesia Hipokrit dan Genocide yang tidak ber hati nurani dan bodoh menulis: ”Bpk. Malik Mahmud dan bpk. Zaini Abdullah sangat khawatir dan takut kalau masa depan karier politiknya hancur-luluh hanya disebabkan tidak terpilih menjadi Gub+Wa Gub Aceh dalam Pilkada. Keduanya ragu-ragu dan tak yakin akan
dipilih oleh orang Aceh. Keduanya, siang-malam dihantui oleh bayangan ketidak pastian karier masa depan politiknya. Diramalkan, masa depan politik bpk. Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah akan tamat (undoing) sampai disini. Nampak, keduanya adalah sosok pemimpin yang tidak konsisten dengan hasil  rapat Sigom Donja yang memutuskan bahwa anggoata GAM tidak akan bersanding dengan calon dari partai nasional. Di belakang layar, keduanya + Muzakkir Manaf ternyata menyokong Hasbi Abdullah (adik kandung Zaini Abdullah) bersanding dengan Humam Hamid calon resmi partai nasional Indonesia (PPP). PPP adalah juga salah satu partai yang ikut menandatangani kehadiran DOM di Aceh. Bpk Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah adalah biang kerok yang mencetuskan intern conflict GAM, tidak berwibawa dan tidak bisa menyelamatkan masa depan politik GAM. Di Aceh, bpk. Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah sudah kehilangan kepercayaan dari mayoritas anggota GAM, kantor KPA seluruh Aceh sudah diségél (dibekukan) oleh penguasa Indonesia, tinggal kantor KPA di Banda Aceh, itupun sudah di coup’s oleh kelompok muda yang inginkan
reformasi (anti Malik Mahmud & Zaini Abdullah).”
Pembela System Indonesia Hipokrit dan Genocide yang tidak ber hati nurani dan bodoh itu sesungguhnya tidak memahami struktur Gerakan Acheh Merdeka (GAM) atau Acheh Sumatra National Liberation Front (ASNLF) dihubungkan dengan MoU Helsinki.  Bukankah fenomena yang terjadi Di Tanah Rencong itu merupakan sebagai pelintiran yang diaplikasikan pihak Indonesia Hipokrit dan Genocide terhadap Perjanjian Helsinki?  Self Governtment bukan kata yang lain dari pada Otonomi sebagaimana dikatakan oleh Pembela System Indonesia Hipokrit dan Genocide yang tidak ber hati nurani dan bodoh itu. Self Government adalah pemerintah sendiri yang berarti Acheh memiliki kedaulatan sendiri. Itulah makna secara definisi dan itu pula yang dimaksudkan pihak Gerakan Acheh Merdeka (GAM) atau Acheh Sumatra National Liberation Front (ASNLF)
 Disini terbukti bahwa tuan Ria Ananda merupakan Pembela System Indonesia Hipokrit dan Genocide yang tidak ber hati nurani dan bodoh, kenapa?  Sebab tuan Ria Ananda menganggap bahwa Self Government sebagai kata lain daripada Otonomi sebagaimana dimaksudkan Indonesia Hipokrit dan Genocide.  Sementara pihak Indonesia Hipokrit dan Genocide telah ”menyihir” Sefl Government kepada Otonomi. Itulah ciri-ciri khasnya Manusia Hipokrit (Munafiq) Istilah dari Allah dalam Al Qur-an (Q.S. Al Baqarah 8 s/d 20). Persoalan antara orang orang Islam dengan orang-orang Munafiq dan pendukung-pendukungnya baik secara sengaja atau tiudak sengaja yang merupakan akaibat daripada sentiment yang mereka miliki didalam hati busuknya, tidak akan pernah selesai kecuali “Kiamat nya Dunia” lalu mereka yang munafiq itu ditempatkan dalam neraka bersama orang-orang “dhalim” lainnya.(Q.S.2: 6 – 7). Hal itu disebabkan bahwa mereka sama dengan binatang bahkan lebih hina daripada binatang yang memang tidak difasilitasi dengan alat Fikir untuk dapat menerima hasil dari pengamatan telinga, mata dan hati. Hal ini sesuai firman Allah sendiri: "Dan Sesungguhnya kami jadikan untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari golongan jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami ayat-ayat Allah, dan mereka mempunyai mata, tetapi tidak dipergunakan untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga, tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah.Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang yang lalai" (Q.S. Al-A'raf ayat : 179)
 
Jdi akibat pelintiran yang diaplikasikan pihak Indonesiua Hipokrit dan Genocide itulah makanya Perdana Mentri Malek Mahmud, Menteri Luarnegeri Zaini Abdullah, Menteri Keuangan Muhammad Usman Lampohawe, Menteri Pertahanan Zakaria M Saman dan Staf Gerakan Acheh Merdeka (GAM) atau Acheh Sumatra National Liberation Front (ASNLF) tidak melibatkan diri mereka dalam Pilkada sebagai hasil pelintirannya Otonomi. Justru itupula mereka mendukung ”Kuda Liar” PPP untuk dicoba ”jinakkan” sebagai ”Pra” atau sebelum pihak Indonesiua Hipokrit dan Genocide itu merevisi UUPA sesuai dengan perjanjian yang telah mereka tanda tangani di Helsinki.   Jadi tuan tuan Ria Ananda yang merupakan Pembela System Indonesia Hipokrit dan Genocide yang tidak ber hati nurani dan bodoh memang tidak mampu memahami bahwa Para Menteri Gerakan Acheh Merdeka (GAM) atau Acheh Sumatra National Liberation Front (ASNLF) berkedudukan jauh diatas Gubernur yang sedang diperebutkan oleh tuan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar yang didukung oleh tuan Bakhtiar Abdullah, tuan Sofyan Dawood. Masak begitu bodoh itu orang menyamakan Gubernur dengan tingkat Menteri?  Perlu kita pertanyakan kalau tuan Ria Ananda merupakan Pembela System Indonesia Hipokrit dan Genocide yang tidak berhati nurani dan bodoh itu mengatakan bahwa orang-orang Acheh di luar negeri itu bodoh-bodoh. Ternyata ketika kita kritisi justru tuan Ria Ananda itu sendiri yang bodoh. Hal ini menunjukkan bahwa dia ini menimba Ilmu dalam ”Kubang” Indonesia Hipokrit dan Genocide. Realitanya tuan Ria Ananda ini sama angkuhnya sebagaimana angkuhnya Abu Sofyan bin Harb sebagaimana dapat dilihat pada alinia berikut ini:
 
”Ketika Abu sofyan, Abu Lahab dan Abu Jahal menganianya budak-budak yang telah masuk Islam, Rasulullah datang dan mengatakan:  ”Andaikata kalian tabah dan sabar menghadapi ujian ini, kalian akan menjadi pemimpin-pemimpin dunia dimasa yang akan datang”  Ketika itu juga Abu Sofyan menantangnya: ” Muhammad ! Tidak kusangka kalimat itu keluar dari mulutmu, seorang anak yatim yang ketika sudah besar mengawini majikannya”.  Muhammad!  Kaupikir dunia ini sebesar daun kelor ?  Taukah engkau Muhammad bagaimana hebatnya kerajaan Romawi yang memiliki 800 ribu tentara di sayap kanan dan kirinya siap menghadang musuh darimanapun datangnya.  Begitu juga kerajaan Parsi yang memiliki kekuatan 600 ribu disayap kanan dan 600 ribu disayap kiri dan masih menyimpan lagi 700 ribu bala tentara di Isfahan. Sanggupkah engkau melawannya Muhammad ?   Jangan bermimpi Muhammad untuk melawan mereka, melawan kami saja kalian tidak mampu.”(Ahmad Hakim Sudirman Homepage)
 
”Rasulullah hanya senyum saja dan tidak membantah balik argumentasi Abu Sofyan cs. Rasulullah lah namanya yang memahami persis bahwa bagaimanapun Abu Sofyan cs tidak mampu memahami apa yang dikatakan Rasulullah disebabkan mereka telah tertutup mata hati akibat banyaknya kedhaliman yang telah mereka lakukan terhadap kaum dhu’afa sejak dulu hingga sekarang ini terhadap pengikut Rasulullah saww sendiri.  Rasulullah memahami persis bahwa suatu saat nanti kedua negara raksasa itu akan dihancurkan oleh kekuatan Muslim yang berpenampilan sangat sederhana, untuk membebaskan kaum dhu’afa yang menderita didalam kedua system thaghut tersebut.. Abu Sofyan cs mengira bahwa mereka itu lebih mengetahui daripada Nabi Muhammad saww. Mereka menganggap diri pakar tentang pengetahuan dunia. adahal yang sesungguhnya Rasulullahlah yang pakar, malah pakar diatas pakar. Kalau orang-orang biasa menimba ilmu melalui gurunya plus penelitian lapangan dan perpustakaan yang keabsahannya masih harus merujuk kepada Al-Qur-an atau Hadist Rasulullah itu sendiri, Rasulullah menerima langsung pengetahuan itu dari Allah sendiri melalui Ilham ataupun perantaraan Jibril, yang mutlak kebenarannya.”(Ahmad Hakim Sudirman Homepage)
 
Jadi Ilmu yang kalian timba dari ”Kubang” Indonesia Hipokrit dan Genocide itu sama dengan Ilmu yang ada dalam System Abu Sofyan bin Harb yang perlu di uji dengan Ilmu yang datang dari sisi Allah (baca Al Qur-an). Kalau tidak mampu membandingkan dengan Ilmu yang haq, percuma kita dakwahkan kepada kalian yang memposisikan diri kalian sesuai firman Allah dalam Surah Al A'raf diatas: "Dan Sesungguhnya kami jadikan untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari golongan jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami ayat-ayat Allah, dan mereka mempunyai mata, tetapi tidak dipergunakan untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga, tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah.Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang yang lalai" (Q.S. Al-A'raf ayat : 179)
 
Terakhir saya sarankan kepada tuan Ria Ananda agar bertaubat dari kesalan yang telah anda buat melalui tulisan yang konyol itu di bulan Ramadhan ini. Atau memang tuan termasuk orang-orang yang sudah mendarah daging dalam ”Kubang” Indonesia Hipokrit dan Genocide, sehingga mustahil untuk bertaubat. Semoga Tuan tidak termasuk model Basyar-basyar Indonesia Hipokrit dan Genocide yang senantiasa berkaok-kaok ke seluruh penjuru dunia bahwa mereka itu Islam. Realitanya mereka itu Munafiq. Hal ini dapat kita saksikan ketika mereka datang ke Republik Islam Iran, berpura-pura mendukung negara yang sedang menentang Amerika Serikat itu, tetapi mereka bersikap sebaliknya terhadap Gerakan Acheh Merdeka (GAM) atau Acheh Sumatra National Liberation Front (ASNLF). Kemunafikan yang sama mereka perlihatkan juga ketika mereka berhadapan dengan bangsa West Papua dan Ambon.
 
Billahi fi sabililhaq
Muhammad Al Qubra
Sandnes, Norwegia
 
 
 
 
Ria Ananda <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

"GAM XENOFOBI"

Xenofobi berarti sindrom kekhawatiran atau ketakutan seseorang atau suatu
kelompok (organisasi) terhadap tidak pastian (tidak menentunya) masa depan,
hilangnya tanah air dan status kewarganegaraan. Sindrom Xenofobi ini tengah
melanda pimpinnan GAM (Malik Mahmud & Zaini Abdullah) beserta pengikutnya
yang masih saja ngeluyur di luar negeri (Swedia, North Jyland Denmark,
Stavanger Norwegia, USA, Canada, Malaysia, New zaeland, Australia, Belanda
dan German).
Mereka diterima sebagai pelarian politik di luar negeri, karena
terlibat dalam gerakan kemerdekaan, yang terpaksa minggat dari Aceh.
Setelah
tinggal bertahun-tahun di luar negeri, sebagian sudah memperoleh status
warganegara asing, sebagiannya masih memegang pasport Geneve Convention
1951. Sekarang, mereka tengah dilanda sindrom xenofobi yang khawatir dan
takut akan kehilangan masa depan dan tanah air disebabkan tidak menentunya
masa depan politik Aceh fasca penandatanganan MoU Helsinki 15 Agustus 2005.
Kendati MoU
Helsinki membolehkan mereka pulang ke Aceh –kembali kepada pangkuan Ibu
Pertiwi Indonesia (NKRI) – mereka tetap takut pulang untuk hidup kembali
seperti semua, karena tidak memiliki kualitas intelektual dan pengalaman
dalam gelanggang politik dan perniagaan di Indonesia. Dalam bidang politik,
bpk. Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah tidak berani pulang untuk tampil
bertanding dalam Pilkada Aceh desember 2006 tahun ini, kendati obsesi
menjadi pemimpin Aceh tetap bergelora dan belum ada anggota GAM luar negeri
(warganegara asing) yang nyata-nyata melepaskan status kewarganegaraan
asingnya. Dalam bidang perniagaan misalnya, pemimpin dan bekas
panglima-panglima GAM terpaksa menyusu kepada téték Yusuf Kalla dan SBY
–syukur téték Megawati- selamat tak disedot. Yusuf+SBY tengah menghambur
uang kepada anggota GAM, terutama kepada bekas panglima. Lihat saja, kator
KPA seluruh Aceh ternyata disewa oleh Pemda masing-masing.
Bpk T.
Kamaruzzaman (resmi dalam kabinet Kuntor) dan bpk.
Muzakkir Manaf, bpk. Zakarya Saman, bpk. Bazaruddin, bpk. Adi Laweuëng,
dll lagi, kendati tidak resmi masuk dalam kabinet Kuntoro, tapi mereka
diperkerjakan sebagai ”ACEH KONTRAK (AKON)” yang tunduk dibawah ketiak
Kontoro sampai tahun 2009. Jauh berbeda dengan sikap pemimpin Tibet Merdeka
(Dalay Lama), setelah berjuang menuntut merdeka dari penjajahan Cina. Maka,
untuk menamatkan konflik vertikal, ditandatangani MoU (kompromi politik)
antara pejuang Tibet-Cina dimana paket Otonomi khusus (self-government)
untuk Tibet tahun 1951. Dalam realitasnya, self-government di Tibet hanya
tipuan belaka. Setelah sadar, Dalay Lama melarikan diri bersama ribuan
pengikutnya ke India dan menyebar ke beberapa negara Eropah. Entah
bagaimana, dalam rangka memperingati 50 tahun perjuangan Tibet merdeka,
Dalay Lama bersama ribuan pengikutnya, bertekuk-lutut kepada Cina, setelah
ribuan bangsa Tibet mati dan 60% infrastruktur hancur, 40% diantaranya rumah
peribadatan kaum Budhis akibat perang
(menerima kembali paket Otonomi khusus (self-government) pada tahun 2001
atas inisiatif EU dan USA.

Konsekuensinya, Dalay Lama beserta ribuan pengikutnya pulang bersama-sama
memimpin Tibet tahun 2001, walaupun status Tibet tetap sebagai salah satu
Provinsi Cina. Dalay Lama konsekwen dengan keputusan politiknya, rela
melepaskan status kewarganegaraan asing-nya dan memimpin rakyat Tibet.
Mengapa Bpk. Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah tidak berguru kepada Dalay
Lama, kalau memang sudah menandatangani MoU Helsinki yang mengakui Aceh
bagian dari NKRI dan Aceh salah satu provinsi Indonesia? Mengapa Bpk. Malik
Mahmud tidak berani melepaskan kewarganegaraan Singapura-nya dan Bpk Zaini
Abdullah takut melepaskan kewarganegaraan Swedia untuk memimpin Aceh?
Mengapa pengikut fanatik GAM di Swedia, Stavanger Norwegia, North Jyland
Denmark, Canada, USA, Malaysia, New Zaeland, Finland, Australia, Jerman dan
Belanda masih saja berkeliaran dan ngeluyur di luar negeri? Mengapa takut
pulang ke Aceh? Tak ada jawaban, kecuali karena pemimpin GAM dan pengikut
yang fanatik tengah menderita
sindrom Xinofobi.

Bpk. Malik Mahmud dan bpk. Zaini Abdullah sangat khawatir dan takut kalau
masa depan karier politiknya hancur-luluh hanya disebabkan tidak terpilih
menjadi Gub+Wa Gub Aceh dalam Pilkada. Keduanya ragu-ragu dan tak yakin akan
dipilih oleh orang Aceh. Keduanya, siang-malam dihantui oleh bayangan
ketidak pastian karier masa depan politiknya. Diramalkan, masa depan politik
bpk. Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah akan tamat (undoing) sampai disini.
Nampak, keduanya adalah sosok pemimpin yang tidak konsisten dengan hasil
rapat Sigom Donja yang memutuskan bahwa anggoata GAM tidak akan bersanding
dengan calon dari partai nasional. Di belakang layar, keduanya + Muzakkir
Manaf ternyata menyokong Hasbi Abdullah (adik kandung Zaini Abdullah)
bersanding dengan Humam Hamid calon resmi partai nasional Indonesia (PPP).
PPP adalah juga salah satu partai yang ikut menandatangani kehadiran DOM di
Aceh. Bpk Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah adalah biang kerok yang
mencetuskan intern
conflict GAM, tidak berwibawa dan tidak bisa menyelamatkan masa depan
politik GAM. Di Aceh, bpk. Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah sudah
kehilangan kepercayaan dari mayoritas anggota GAM, kantor KPA seluruh Aceh
sudah diségél (dibekukan) oleh penguasa Indonesia, tinggal kantor KPA di
Banda Aceh, itupun sudah di coup’s oleh kelompok muda yang inginkan
reformasi (anti Malik Mahmud & Zaini Abdullah).

Kantor pusat GAM di luar negeri sudah ditutup. Tidak ada lagi diplomasi
GAM di luar negeri fasca penandatanganan MoU Helsinki. Semua perwakilan
negara-negara asing dan EU, sudah tahu persis bahwa GAM sudah menerima
paket Otonomi khusus dibawah NKRI yang diberi nama lain, yakni:
“pemerintahan Aceh”. Tlp. resmi 0045 8531 91275 di rumah Tengku Hasan M. Di
Tiro yang sebelumnya bisa dihubungi oleh siapa saja, wartawan dalam dan luar
negeri, kini sudah dibebukan oleh bpk. Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah.
Tengku Hasan M. di Tiro berada dalam status ‘dirumahkan’ (dikurung) di
kawasan Aalby oleh pimpinan GAM di Swedia. Siapapun tak bisa lagi
menghubungi beliau sekarang, kecuali orang-orang tertentu yang diseleksi.
Syarif Gåran Usman dan Muzakkir Abdul Hamid siap menyergap tamu tak
diundang.

Sindrom Xenofobi yang diderita Bpk. Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah
sukar disembuhkan, kecuali masuk Camp Consentration pemulihan mental dan
jiwa untuk membangun kembali rasa percaya diri. Camp Consentration seperti
ini mudah ditemukan di Swedia dan biayanya gratis. Mengapa dikatakan
demikian? Sebab, kemana saja pergi, keduanya senang kalau dipanggil "PM" dan
"Menlu", walaupun dalam realitasnya, keduanya tidak berani lagi menantangani
surat-menyurat resmi atas nama GAM dengan membubuh jabatan. Sebab itulah
media massa asing dan Indonesia menulis: “Malik Mahmud, bekas perdana
Menteri GAM; ... Zaini Abdullah bekas Menteri Luar negeri GAM, ... bekas
Menteri Keuangan GAM;... Mohd Usman Lampohawé, bekas Menteri Keuangan;...
Muzakkir Mana, bekas Panglima GAM”. Mereka tidak membantah. Secara moral dan
politis berarti mereka akui. Inilah diantara ciri-ciri penderita sindrom
Xenofobi. Berbeda sekali dengan sikap Saddam Husien, Presiden Irak, walaupun
mendekam dalam tahanan
rahasia tentara USA di Irak, tetapi ketika dihadirkan di depan Mahkamah
revolusi Irak yang disponsori USA, dia berkata: “I standing here, I am
President of Irak”.

Yang ganjil, pemimpin GAM memerintahkan anggota GAM yang masih
berkeluyuran di luar negeri mengumpul dana kilat dengan dalih membiayai
operasi perjuangan di Swedia, padahal untuk membiayai kampanye calon
Gub-wakil dari partai PPP (Humam Hamid & Hasbi Abdullah) yang kebetulan adik
kandung Zaini Abdullah.

Yang berlaku di luar negeri ialah: pemimpin GAM menempatkan Ahmad
Sudirman sebagai "anjing Boldok", yang memasok umpan "anjing Boldok" ini
ialah bpk. Muzakkir Hamid (keponakan bpk Zaini Abdullah). "Anjing Boldok"
milik bpk. Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah ini diberi tugas menggonggong
dan menyalak, bahkan jika perlu menggit semua orang atau bayang-bayang yang
melintas di depannya untuk melindungi Tuan-nya yang tengah nadak dengan
sindrom Xenofobi. Ada petugas volunteer (bpk Husaini Daud dan bpk. Razali
Abdullah), yang setia mengelus-ngelus bulunya agar tak berkutu dan
memandikannya, agar suara gonggongan "anjing Boldok" tetap bergema dan
merdu. Karena itu menyuguhi "anjing Boldok" ini dengan minuman air kelapa
muda yang khusus didatangkan dari Seupéng, Pidie dan Paya Budjôk, langsa.
Lihat saja, jika ada artikel atau ulasan media massa yang mengeritik dan
menyerang Tuan-nya, si "andjing Boldok" ini begitu cepat, cerdas tangkas,
garang dan ganas menggonggong dan
menyalaknya sipenulis dan petugas sukarela tadi mmarah, jika ada orang
yang mengganggu "anjing Boldok" ini. Alhamdulillah bpk. Malik Mahmud dan
bpk. Zaini Abdullah bisa menemukan "anjing Boldok" lulusan "FIR'AUN
UNIVERSITY" di Mesir, untuk menjaga saat-saat terkhir nafas karier Tuan-nya.

Selebihnya, anggota GAM luar negeri disérét oleh bpk. Malik Mahmud dan
bpk. Zaini Abdullah untuk memenangkan pasangan ini. Hebat kan? Sayangnya,
rata-rata tingkat pendidikian anggota GAM di luar negeri (khususnya di
Malaysia, Swedia, Stavanger Norwegia, North Jyland Denmark (Eropah), USA,
Canada, New Zealand dan Australia hanya tamat SD dan berasal dari kalangan
pharia Aceh (keluarga kelas bawah dan terbelakang) . Anggota GAM yang
bodoh-bodoh ini menjadi makanan empuk bpk Malik Mahmud & bpk. Zaini
Abdullah. Di luar negeri mereka sudah terbiasa dengan pola pikir (menerima
uang santunan dari negara). Untuk menunjang pendapatan, mereka kerja
overtime malam-malam mencetak baby, semakin banyak anak semakin terbantu
perekonomiannya, mereka berharap uang masuk dari tunjangan anak-anak mereka;
daripada kalau pulang ke Aceh harus bertani, mengayun roti cané dan mengocok
martabak, berdagang ganja dan kuli bangunan. Inilah yang menghantui, hingga
mereka bertahan di luar negeri,
meskipun pemimpin GAM (bpk. Malik Mahmud dan bpk. Zaini Abdullah C.s)
telah menandatangani MoU Helsinki yang membolehkan pulang ke Aceh, namun
mereka tetap saja bertahan di luar negeri. Mengapa? Sebab menderita sindrom
Xenofobi yang khawatir dan takut kalau-kalau masa depan mereka tidak menentu
di Aceh dibawah bendera self-government. Penantian yang tak berujung ini
sangat menggelisahkan dan mempengaruhi jiwa mereka. Mengaku atau tidak
mengaku, anda adalah pederita sindrom Xenofobi.

Ria Ananda
*Pemerhati di kawasan konfik
__._,_.___

Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan.
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED]





SPONSORED LINKS
Asia business Asia Region mortgage company
Regions mortgage inc Regions mortgage

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke