| Otopsi: Titik Belok - Skenario Impunity http://www.acehkita.net/koran/beritadetail.asp?Id=1468&Id2=&berita=Liputan%20utama | | | | | | | | Secara normal, perlu izin keluarga sebelum otopsi mayat dilakukan. Tapi, hukum juga mengatur,keluarga korban dapat dipaksa merelakan kuburan Muslem digali. Otopsi dilakukan, meski perasaan keluarga korban tercabik-cabik karenanya. USAI membongkar kuburan Muslem, pekan lalu, jenazah yang masih terbungkus kafan itu dibaringkan di meja operasi, dibawah tenda. Tim forensik dari Universitas Indonesia serta ahli pathologi internasional yang disiapkan AMM, segera melaksanakan prosesi otopsi. Sekeliling lokasi beratapkan tenda itu diblokade pasukan Brimob dengan pagar betis. Kain putih dibentangkan, untuk halangi masyarakat melihat proses otopsi. Tapi, juru bicara GAM Bakhtiar Abdullah, wakil GAM wilayah Pase untuk AMM kantor perwakilan Aceh Utara, Doly, turut menyaksikan
kinerja tim otopsi yang bekerja cekatan selama hampir setengah jam. Pelaksanaan otopsi jenazah dipimpin Khunying Porntip Rojana Sunan dari AMM. Menurut juru bicara AMM Faye Belnis, Khunying Porntip Rojana Sunan adalah ahli pathologi internasional dari Central Institute of Forensic Science. Tidak ada peluru, tidak ditemukan peluru, ungkap Abdul Munim Idris, ahli forensik yang terbiasa membedah mayat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Munim juga menyebutkan, tidak ada serpihan. Lalu, apa penyebab kematian korban? Musti dilihat laporan yang di rumah sakit. Keberhasilan pengungkapan kasus tergantung beberapa hal; saat pemeriksaan, semakin cepat makin baik; terus keaslian barang bukti, jangan diutik-utik, jangan diacakacak, ya. Teknis pemeriksaannya,
tepat koordinasi. Anda mesti gabung itu, jelas Munim panjang lebar. Penjelasan Munim sangat standar, dan mirip dengan penjelasan yang ia berikan untuk kasus almarhum Fathurroman Al-Ghozi yang ditembak di Filipina dalam tindak terorisme (Oktober 2003). Bahkan Munim berdalih bahwa proses otopsi mendapat kesulitan karena jasad telag di formalin. Kena mata perih, dalihnya. Tapi, keluarga korban protes, tak setuju otopsi dilakukan. Kalau saya juga sebagai orang tua, keberatan. Karena ini proses akhir pembuktian, di dalam suatu proses penyidikan, kita sudah berusaha seminimal mungkin menghindari adanya suatu | | Masyarakat PayaBakong kekeliruan-kekeliruan, khususnya perasaan keluarga, ungkap Kapolda Aceh Irjen Polisi Bachrumsyah Kasman, di sela-sela prosesi otopsi. Dengan adanya pemeriksaan itu, lanjutnya, penyebab kematian korban dapat diketahui. Cuma itu aja. Setelah nanti kita ketahui, prosesnya kita kembalikan lagi kepada AMM, untuk ditindak-lanjuti, ungkap polisi senior itu. Kegiatan pembongkaran kuburan dan otopsi mayat itu, tidak dikendalikan AMM. Artinya, aktivitas itu adalah kehendak pemerintah Indonesia. Sedangkan polisi yang ada di sini, hanya memfasilitasi supaya pembongkaran bisa terlaksana, ya, sesempurna mungkin, katanya. Pelaksanaan otopsi yang diinginkan pihak serdadu, lalu menjadi kehendak Pemerintah Indonesia, dan akhirnya menjadi kebijakan AMM, antara lain, untuk membuktikan apakah korban mati karena ditembak dan untuk membuktikan siapa pelakunya. Tapi menurut saya, otopsi bukan hal yang seharusnya dilakukan, kata Direktur Aceh Judicial Monitoring Institute (AJMI) Hendra Budian. Alasan Hendra, kalau para pihak punya itikad dan tanggung jawab untuk penegakan HAM, maka tidak perlu otopsi. Bukti-bukti sudah lebih, ada saksi, korban dan pelaku. Otopsi bukan solusi akhir, tegasnya.
Bakhtiar Abdullah seusai otopsi memasrahkan semuanya kepada AMM. Dalam hai njoe manteng teungeh tapeujak. Njeemeunurot tim dokter autopsi meunoe, hana jiteumee sapeu lom. Kesnjoe akan geupeujak cit lom ukeu. Geutanjoe tabi keupeucayaan untuk jak sidik dilee, beu pah dan ta harap akan na hasil beujroh. Leubeh bak njan han jeut lon komentar, njan keuh tapulang bak AMM, ungkap salah satu petinggi GAM itu. Sedang pihak keluarga, sejak awal tidak setuju otopsi dilakukan. Karena dari awal kejadian mereka sudah bawa korban ke rumah sakit. Jadi, mengapa setelah sampai dua bulan kemudian baru diotopsi. Ini pun dipaksa, kata Yusuf, abang Muslem, | | seusai otopsi. Kami melihat, meski ada tuntutan tapi tidak ada proses. Apalagi, kami masyarakat awam. Kalau pun ada hukum, yang pegang hukum nggak adil, tambahnya. Direktur Operasional KontraS Aceh Hendra Fadhli menyebutkan bahwa pihak penyelidik memang bisa saja memaksa keluarga korban untuk mengizinkan otopsi. Cuma yang sedikit unik dalam kasus ini, katanya, kenapa proses-proses awal sebelum otopsi, tidak dilakukan secara serius dan terbuka. Misalnya, apa hasil keterangan saksi langsung di lapangan, keterangan korban, keterangan masyarakat sekitar, reka ulang yang tidak melibatkan korban dan saksi-saksi di lapangan. Ini yang kita dorong agar dilakukan lebih imparsial. Tidak hanya berpegang pada hasil otopsi semata, ungkapnya.
Nampaknya, AMM tidak mengenal dan tidak mempelajari kultur politik Indonesia dalam kaitannya dengan pelanggaran HAM berat. Kasus Munir adalah contoh yang ide Untunglah jasad Munir langsung diotopsi di Belanda. Bahkan organ tubuh Munir tetap disimpan di Belanda. Mengapa? Padahal Pemerintah terus mendesakkan untuk melakukan otopsi ulang. Bahkan bertekak hasil otopsi dokter di Belanda tak akurat. Ada agenda politik apa? Menurut keterangan sumber acehkita di TPF Munir, mereka meragukan kredibilitas Munin untuk kasus yang berpotensi pelanggaran HAM berat. Karena itu mereka menolak pengusulannya sebagai anggota TPF. Meskipun, jalur sindikasi lain menghantarkan Munin menjadi salah seorang anggota TPF.
Para aktivis HAM Jakarta telah menyimpan catatan tersendiri terhadap ahli forensik ini. Sumber acehkita itu memberi beberapa contoh. Munim menangani kasus penembakan mahasiswa Trisakti 1998. Namun, hasilnya otopsinya malah kabur. Untuk kasus pemerkosaan dan pembunuhan dalam peristiwa reformasi 1998, malah diklaim sebagai akibat pergaulan bebas. Jadi, mengapa otopsi dipaksakan, sedangkan tempat kejadian jelas dan para saksi ada? Agaknya, memang sudah ada skenario untuk menggunakan otopsi sebagai titik untuk membelokkan kasus eksekusi kilat di Paya Bakong.[] ary/irman/razi 18-9-2006 | 6:06 WIB | Genocide in Liberia![]() Former Liberian president Charles Taylor, April 2006, has flown from Freetown to the Netherlands where he will stand trial for war crimes (AFP/File) | | Genocide in Acheh
Penjahat2 Prang di bekas Jugoslavia, Afrika Barat, Burundi-Rwanda telah dibawa ke Mahkamah International. Bagaimana dengan "Algojo2" Indonesia ??? | ![]() Wiranto Cs Susilo Cs | | | | | | | KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh | Massacred in KNPI Lhokseumawe, 60 civilians were brutally butchered by Indonesian Occupation Forces
![]() Massacred in Simpang KKA, 250 villagers were brutally butchered by Indonesian Occupation Forces
![]() The Victims
tortures before they kills
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN,
KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh![]() KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh Local police chief Said Huseini said three "separatist rebels" were shot dead Saturday on the outskirts of the provincial capital Banda Aceh. A civilian was killed in the crossfire, he said. MASYARAKAT ACEH BERBARING DI TANAH PADA SAAT TNI AD MELEPASKAN TEMBAKAN PERINGATAN PADA RIBUAN PENGUNJUK RASA DI LHOKSEUMAWE, PROPINSI ACEH 21 APRIL 1999. DUA ORANG PENDUDUK TEWAS SETELAH POLISSI DAN TENTARA MEMBUBARKAN UNJUK RASA RIBUAN PELAJAR SEKOLAH YANG MEMINTA DILEPASKANNYA 300 ORANG PELAJAR YANG TERTANGKAP SAAT UNJUK RASA MENDUKUNG KEMERDEKAAN ACEH BEBERAPA HARI SEBELUMNYA. (en/str: REUTERS)
Seorang ibu menangis setelah anak kandungnya dibunuh secara sangat kejam dan keji oleh babi jawa Seorang anak dan ibunya kembali kerumah yang baru saja dibakar oleh anjing jawa ![]() Setelah dibunuh Anjing TNI menyuruh masyarakat kampung untuk mengambilnya KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh, Kamis, 9 Augustus 2001, Avdelning 4, PT Bumi Flora, Desa Alue Rambôt, Kec. Bandar Alam Aceh Timur
| | ![]() Just In One Day, Over 100 Unarmed Achehnese Civilianswere Unlawfully Killed by TNI
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh![]() KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh
![]() KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh
![]() KEBIADABAN, KEGANASAN,
KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh ![]() KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh ![]() Men in
Aceh are questioned by Indonesian soldiers KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh
BABI-BABI JAWA MENGADAKAN PEMERIKSAN KEPADA SETIAP KENDARAAN YANG AKAN MENUJU KOTA BANDA ACEH TEMPAT DI ADAKANNYA SIDANG RAYA RAKYAT ACEH UNTUK KEDAMAIAN, 10 NOVEMBER 2000. TINDAKAN KERAS APARAT KEPADA MASYARAKAT YANG AKAN MENGHADIRI SIDANG ITU MENGAKIBATKAN BELASAN ORANG MENINGGAL DUNIA. (AP Photo/Ismael)
Seorang student berdiri didepan rumah sekolahnya yang baru saja dibakar hangus oleh anjing-anjing TNI Salah seorang masyarakat biasa yg dibunuh secara begitu keji dan kejam oleh babi dan anjing jawa-TNI di Kecamatan Nilam, Aceh Utara Press Release To News Editors July 21, 1999 For Immediate Release ACEH REBEL LEADER CALLS INDONESIAN RULE ABSURD In a rare interview from his exile in Sweden, the leader of the movement fighting for independence in Indonesia's northernmost province of Aceh, Hasan di Tiro, says Indonesia has no right to govern Aceh. The exclusive interview with the FAR EASTERN ECONOMIC REVIEW appears in its July 29 issue, published Thursday, July 22. The uncompromising di Tiro calls
Indonesia another name for the Dutch East Indies with new rulers, Javanese instead of Dutch. Di Tiro, who declared Aceh's independence in 1976 but fled to Sweden three years later, dismisses Indonesia's new autonomy legislation as irrelevant. The notion of Indonesia is absurd, he says. He also ridicules the Bahasa Indonesia language as "pidgin Malay" and calls the Javanese "barbaric and uncivilized." Di Tiro puts the overall strength of separatist forces operating in Aceh at around 5,000. Asked what sort of message would he send to a new Indonesian government, perhaps one headed by Megawati Sukarnoputri whose party won the largest number of votes in June's parliamentary elections, Di Tiro says: "No message. They're all the same. Uneducated fools." The REVIEW obtained the interview amid mounting concern that Aceh may be posing a serious challenge to Indonesian unity. The
REVIEW reports Indonesian military concerns that outside support makes Aceh's rebels much more dangerous than the ragtag, poorly armed independence fighters of East Timor and Irian Jaya. Two battalions of troops--backed by 1,700 paramilitary police from Jakarta--have renewed operations in Aceh response to a wave of ambushes, assassinations and arson attacks in recent weeks. In one of the worst incidents so far, guerrillas killed five soldiers and wounded 20 in a July 19 ambush on a military convoy. More than 70,000 refugees have scattered across Aceh. For further information, please contact: Michael Vatikiotis Far Eastern Economic Review Tel 852 2508 4420 Fax 852 2503 1530
| The death of the charismatic Syafii, 54, his wife Fatimah alias Aisyah and five bodyguards were killed in the head and chest on Tuesday during fierce battle. Indonesia accused of treachery over Syafii's killing. (AT) The remains of great and charismatic Abdullah Syafei (L), 54, his wife Fatimah alias Aisyah (R) were taken to their house after verification of identities by his brother Zakaria at Sigli hospital on 24 January 2002. Abdullah Syafei was the Free Acheh Movement (GAM)' s War Commander who was killed by Indonesian troops on 22 January. GAM has accused Indonesian military of treachery over Syafii's killing. (AT)
| | ![]() ![]() Almarhum Sjahid Jafar Siddiq Hamzah, murdered by Indonesian regime ![]() "KEBIADABAN KAFIR indonesia jawa tidak akan kita maafkan oleh kita Bangsa Aceh. Lihat dalam foto, bagaimana kafir laknat penjajah indonesia jawa membunuh anak2 Bangsa Aceh di depan ibu2 mereka yang telah tua. Kemudian kafir laknat indonesia jawa itu telah mengikat tangan2 ibu mereka.....Demi Allah, kita Bangsa Aceh wajib terus memerangi kafir laknat penjajah indonesia jawa penyembah berhala burung garuda dan pancasila. KITA BANGSA ACEH JANGAN SEKALI-KALI PATAH SEMANGAT dalam memerangi kafir laknat indonesia jawa yang biadab itu. Wassalam, Puteh Sarong
| | | | | |