Stockholm, 29 September 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

Terimakasih saudara Yusuf Daud alias saudara Paya Bujok di ROMATOR AB 
[62.95.3.43] Mekanisk verkstad, Bandhagen,Stockholm dan dan saudara Paya 
Bujok Telianet 195.252.42.4. alias saudara Anwar dan saudara Yahya di Fitja, 
Norsborg, Swedia.

Soal nama Yahya atau Anwar tidak muncul itu secara khusus bisa diterima, 
karena hukum di Swedia menerima kalau nama itu mau dirahasiakan. Nama 
saudara Yusuf Daud saja dirahasiakan. Tetapi tentu saja, soal nama itu mudah 
dilacak, misalnya melalui tempat bekerja atau tempat lainnya atau dari 
tempat server internet dimana misalnya saudara Yusuf Daud berlangganan 
internet dengan memberitahukan IP-adresnya. Begitu juga dengan saudara Yahya 
atau saudara Anwar (Taleb di Hallefors?) bisa dilacak dengan melihat IP 
adres 195.252.42.4. milik Telia Net di Stockholm.

Jadi saudara Yusuf Daud soal nama itu bukan soal yang pelik. Hanya yang 
tetap masih terus diselidiki adalah penjeratan saudara Yahya atau saudara 
Anwar (Taleb?) yang memakai nama samaran Paya Bujok <[EMAIL PROTECTED]> 
195.252.42.4 dengan server TeliaNet-nya. Karena kalau saudara Yusuf itu 
adalah sudah pasti bisa dibuktikan secara fakta bukti hukum adalah salah 
seorang pemakai nama samaran Paya Bujok <[EMAIL PROTECTED]> dengan 
memakai server COMHEM 83.251.22.188 & 83.251.22.17 dan server ROMATOR AB 
62.95.3.43.

Kemudian soal tulisan saudara yang memakai nama samaran Usman Harun dari 
[EMAIL PROTECTED] [85.166.159.160] dari Jorpeland, Rogaland, Norway dan 
yang jawabannya dari Ahmad Sudirman itu sudah diketahui secara umum dan juga 
oleh pihak yang berwenang.

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

--- In [email protected], Yusuf Daud <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>From [EMAIL PROTECTED] Thu Sep 28 14:12:07 2006
Return-Path: <[EMAIL PROTECTED]>
X-Sender: [EMAIL PROTECTED]
X-Apparently-To: [email protected]
Received: (qmail 6742 invoked from network); 28 Sep 2006 21:06:39 -0000
Received: from unknown (66.218.66.218)
by m39.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 28 Sep 2006 21:06:39 -0000
Received: from unknown (HELO web26710.mail.ukl.yahoo.com) (217.146.176.73)
by mta3.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 28 Sep 2006 21:06:38 -0000
Received: (qmail 70511 invoked by uid 60001); 28 Sep 2006 21:05:13 -0000
Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
Received: from [83.251.22.17] by web26710.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; Thu, 
28 Sep 2006 23:05:13 CEST
Date: Thu, 28 Sep 2006 23:05:13 +0200 (CEST)
To: [email protected]
In-Reply-To: <[EMAIL PROTECTED]>
MIME-Version: 1.0
Content-Type: multipart/alternative; 
boundary="0-1468222890-1159477513=:69760"
Content-Transfer-Encoding: 8bit
X-Originating-IP: 217.146.176.73
X-eGroups-Msg-Info: 1:0:0:0
From: Yusuf Daud <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: 
=?iso-8859-1?q?SV:=20=ABPPDi=BB=20Re:=20SV:=20[IACSF]=20Re:=20PPDi=BB=20K?=
=?iso-8859-1?q?ekuatan=20hukum,=20fakta=20dan=20bukti=20Ahmad=20Sudirman?=
=?iso-8859-1?q?=20seorang=20munafik?=
X-Yahoo-Group-Post: member; u=137048038

--0-1468222890-1159477513=:69760
Content-Type: text/plain; charset=iso-8859-1
Content-Transfer-Encoding: 8bit

>
>Pak Ahmad,
>      1. Tidak ada warga Aceh yang namanya "Yahya" atau "Anwar" yang 
>tinggal di Fittja, Norsborg. Ini bisa di cek langsung ke Kommun
>      2. Tolong dicek sekali lagi darimana email yang dikirim "Yahya" dan 
>"Anwar" itu datang! Mungkin komputer pak Ahmad sudah kenak virus?
>      3. Kalau pak Ahmad yakin bahwa tulisan
>Usman Harun dengan memakai email [EMAIL PROTECTED] [85.166.159.160] dari 
>Norway distir dari Fitja, Norsborg, Swedia, silakan pak Ahmad terjemah 
>seluruh isinya kedalam bahasa Swedia untuk memudahkan team penyidik dan 
>polisi Swedia nanti.
>      Thanks
>
>
>
>Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]> skrev:
>   Stockholm, 28 September 2006
>
>Bismillaahirrahmaanirrahiim.
>Assalamu'alaikum wr wbr.
>
>Terimakasih saudara Yusuf Daud alias saudara Paya Bujok di ROMATOR AB 
>[62.95.3.43] Mekanisk verkstad, Bandhagen, Stockholm dan dan saudara Paya 
>Bujok Telianet 195.252.42.4. alias saudara Anwar dan saudara Yahya di 
>Fitja, Norsborg, Swedia.
>
>Kelihatan itu tulisan yang dilambungkan oleh saudara yang bernama samaran 
>Usman Harun dengan memakai email [EMAIL PROTECTED] [85.166.159.160] dari 
>Jorpeland, Rogaland, Norway yang dikirimkan pada 14 augusti 2006 17:41:18 
>adalah distir dari Fitja, Norsborg, Swedia.
>
>Sebenarnya itu tulisan hasil lambungan saudara Usman Harun yang distir dari 
>Fitja, Norsborg, Swedia sudah dijawab oleh Ahmad Sudirman dalam tulisan 
>"Mereka hanya menafsirkan tulisan-tulisan Ahmad Sudirman ditingkat kulitnya 
>saja" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/060815.htm ). Tetapi terus saja 
>diulang-ulang oleh saudara Abu Meulaboh [EMAIL PROTECTED] [213.212.1.52] dari 
>Internet Cafe's (Internet Points) Sidewalk Express di Drottninggatan 81, 
>111 60 Stockholm.
>
>Disini kelihatan saudara Paya Bujok Telianet 195.252.42.4. alias saudara 
>Anwar dan saudara Yahya di Fitja, Norsborg, Swedia hanya ikut-ikutan saja 
>pada saudara Yusuf Daud alias saudara Paya Bujok COMHEM 83.251.22.18 untuk 
>sekedar memanaskan suhu di Stockholm yang sudah masuk musim gugur ini. 
>Karena saudara Paya Bujok Telianet 195.252.42.4. alias saudara Anwar dan 
>saudara Yahya adalah daya pemikirannya masih belum sampai ketingkat yang 
>bisa diharapkan untuk memperjuangkan Acheh. Misalnya untuk menuliskan nama 
>"Norsborg" saja ditulisnya dengan istilah "Norsbork". Atau nama "Fitja" 
>dituliskan dengan nama "Fifya" (Lihat tulisan saudara Anwar atau Yahya 
>alias saudara Paya Bujok Telianet 195.252.42.4.,10 september 2006 21:15:53 
>"Mana fakta dan bukti nya dia perawan?. bisa tunjukkan sama kelompak Fifya, 
>Norsbork,Swedia? Haloo Ahmad Sudirman gila babi mulut busuk dan lidah 
>bercabang gertaksambal belacanmu tidak termakan oleh kami tidak laku juga 
>pada Paya Bujok, Paya bujok siap tempur!! untuk melawan munafikun seperti 
>Sunda Gila Ahmad Sudirman, UUD Negara Swedia bukan mamak dan bapak engkou 
>punja,Kami Bangsa Atjeh bisa juga menuduh kamu telah mencemar nama baik 
>Perjuagan dan Bangsa kami." Paya Bujok 195.252.42.4,[email protected] 
>,10 september 2006 21:15:53)
>
>Jadi saudara Anwar dan saudara Yahya alias saudara Paya Bujok Telianet 
>195.252.42.4.ini memang ia tidak mengerti dan tidak menguasai secara baik 
>bahasa swedia. Juga ia tidak menguasai bahasa melayu dengan baik, apalagi 
>bahasa inggris. Karena itu kalau saudara Anwar atau saudara Yahya alias 
>saudara Paya Bujok Telianet 195.252.42.4.memberikan komentar yang keluar 
>dari hasil olahan pikirannya hanyalah kata-kata yang tidak memiliki makna 
>atau arti sedikitpun yang bisa dipakai untuk menunjang perjuangan Acheh, 
>apalagi perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.
>
>Terakhir, mana bisa Acheh diperjuangkan dengan memakai kata-kata yang tidak 
>mempunyai makna atau arti, paling menjadi barang sampah saja. Karena itu 
>komentar-komentar yang keluar dari hasil pikiran saudara Anwar atau saudara 
>Yahya alias saudara Paya Bujok Telianet 195.252.42.4. ini adalah hanya 
>berupa angin lalu yang tidak memberikan manfaat sedikitpun bagi perjuangan 
>Acheh.
>
>Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
>memohon petunjuk, amin *.*
>
>Wassalam.
>
>Ahmad Sudirman
>
>http://www.dataphone.se/~ahmad
>[EMAIL PROTECTED]
>----------
>
>http://www.dataphone.se/~ahmad
>[EMAIL PROTECTED]
>
>Stockholm, 15 Agustus 2006
>
>Bismillaahirrahmaanirrahiim.
>Assalamu'alaikum wr wbr.
>
>
>MEREKA HANYA MENAFSIRKAN TULISAN-TULISAN AHMAD SUDIRMAN DITINGKAT KULITNYA 
>SAJA.
>Ahmad Sudirman
>Stockholm - SWEDIA.
>
>
>CONTOH ORANG YANG HANYA MENAFSIRKAN TULISAN-TULISAN AHMAD SUDIRMAN 
>DITINGKAT KULITNYA SAJA.
>
>“Untuk membuktikan secara hukum dan fakta bahwa Ahmad Sudirman seorang 
>munafik anda tidak perlu pusing pusing untuk memaparkan buktinya. Kalau 
>saja anda membaca sebagian tulisan2nya yg disimpan dalam homepage: 
>http://www.dataphone.se/~ahmad , anda akan mengetahui langsung bahwa 
>mulutnya Ahmad Sudirman sangat berlawanan dengan hati nuraninya – alias 
>munafik.” ( Mirah Pati, [EMAIL PROTECTED] ,4 augusti 2006 17:41:18)
>
>Terimakasih saudara Usman Harun di Jorpeland, Rogaland, Norway.
>
>Setelah membaca tanggapan yang disampaikan oleh saudara Usman Harun atas 
>tulisan ”Mengupas dan menguliti Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik” 
>( http://www.dataphone.se/~ahmad/060809a.htm ), makin kelihatan dengan 
>jelas dan gamlang bahwa saudara Usman Harun yang kelihatannya menampilkan 
>dirinya sebagai pembela organisasi atau perkumpulan sosial dan budaya yang 
>mengadopsi nama Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik yang ilegal 
>karena tidak dibenarkan dan tidak diakui secara politik baik oleh 
>Pemerintah di Amerika ataupun di Australia, Swedia, Norwegia, Malaysia dan 
>Afrika Selatan ketika membaca tulisan-tulisan Ahmad Sudirman yang ditulis 
>tahun 80-an dan 90-an tingkatan pengertian dan pemahamannya belum sampai 
>ketingkat yang memadai, sehingga akhirnya ketika saudara Usman mengambil 
>kesimpulan terjerumus kejurang kesempitan dan keterbatasan.
>
>Mari kita bersama teliti secara seksama, bagaimana saudara Usman Harun 
>ketika mencoba mengupas isi tulisan-tulisan Ahmad Sudirman tersebut hanya 
>sampai ketingkat kulitnya saja.
>
>Nah, ketika dalam tulisan ”ABRI hanya penjaga keamanan dan ketertiban” ( 
>http://www.dataphone.se/~ahmad/980524.htm ), Ahmad Sudirman menyinggung 
>penghapusan atau penghilangan dwi fungsi ABRI, maka itu artinya adalah ABRI 
>atau yang sekarang disebut dengan TNI plus Polri harus kembali ke fungsi 
>utamanya yaitu hanya bekerja dan bertugas dalam bidang pertahanan dan 
>keamanan saja, tidak melibatkan kedalam dunia politik, seperti ikut dalam 
>lembaga legislatif, seperti MPR dan DPR.
>
>Jadi, dengan dituliskannya penghapusan dwi fungsi ABRI tersebut adalah 
>bukan berarti Ahmad Sudirman ”mengakui tidak memusuhi ABRI” sebagaimana 
>yang dianggap oleh saudara Usman, melainkan ABRI akan menjadi musuh utama 
>rakyat di RI termasuk di Acheh, selama dwi fungsi ABRI tidak dihapus dan 
>dibuang. Nah, itulah inti yang utama mengapa Ahmad Sudirman menentang dwi 
>fungsi ABRI dalam tulisan tersebut.
>
>Selanjutnya, kalau Ahmad Sudirman membahas tentang Daulah Islam Rasulullah 
>(DIR) dengan UUMadinah-nya (UUM), itu berarti seratus persen apabila ingin 
>mendirikan dan menjalankan negara yang mengacu pada DIR dengan UUM-nya, 
>maka tidak ada tertuang apa yang dinamakan negara-negara yang berbentuk 
>kesukuan atau kekabilahan. Dan bentuk DIR dari sejak pertama kali didirikan 
>dan dijalankan oleh Rasulullah saw pada tahun 1 H atau tahun 622 M sampai 
>abad ke 19, yaitu ketika Dinasti Utsmaniyah di Turki diruntuhkan, ternyata 
>tidak ada dibenarkan adanya dua kepala negara atau khalifah dalam bangunan 
>DIR tersebut.
>
>Nah, kalau Ahmad Sudirman mengupas bentuk dan struktur kenegaran yang 
>mengacu kepada DIR dengan UUM-nya, maka memang benar dasar ikatan negara 
>dan rakyatnya adalah aqidah dan ukhuwah islamiyah, bukan dasar-dasar 
>lainnya. Karena itu memang tidak ada contohnya kalau dalam DIR dengan 
>UUM-nya ada berbagai negara bagian yang memiliki dasar dan asas yang 
>berbeda selain aqidah Islam dan ukhuwah islamiyah.
>
>Nah, karena itulah ketika Ahmad Sudirman menyatakan dalam tulisan 
>”Penyelesaian Aceh ditinjau dari UUM” ( 
>http://www.dataphone.se/~ahmad/990728.htm ) bahwa kalau dibawah DIR dengan 
>UUM-nya, bukan NKRI dengan pancasila-nya, maka tidak ada istilah dua 
>kepemimpinan. Artinya, hanya ada satu kepala negara atau satu khalifah. 
>Jadi, poin-poin yang dimajukan oleh Ahmad Sudirman dalam tulisan tersebut 
>adalah mengacu kepada DIR dengan UUM-nya.
>
>Juga ketika diterangkan dalam tulisan ”Membangun kembali satu Daulah Islam 
>Rasulullah yang berpusat apakah di Sunda, di Makasar, di Riau, di Lampung, 
>di Padang atau di Aceh, jadi bukan membangun Daulah Kesukuan yang 
>bercerai-berai”
>( http://www.dataphone.se/~ahmad/990408.htm ), itu semuanya didasarkan 
>kepada DIR dengan UUM-nya, bukan didasarkan pada NKRI dengan UUD 1945 dan 
>pancasila-nya. Karena itu mengapa dalam tulisan tersebut menekankan kepada 
>aqidah dan ukhuwah islam, bukan kepada kesukuan yang diwujudkan dalam 
>bentuk negara-negara. Jadi, karena negara yang akan didirikan dan 
>dijalankan diacukan pada DIR dengan UUM-nya, maka lahirlah pernyataan 
>”Membangun kembali satu Daulah Islam Rasulullah yang berpusat apakah di 
>Sunda, di Makasar, di Riau, di Lampung, di Padang atau di Aceh, jadi bukan 
>membangun Daulah Kesukuan yang bercerai-berai”. Itulah konsepi kenegaraan 
>dan struktur pemerintahan yang ada dalam DIR dengan UUM-nya.
>
>Nah, dengan lahirnya konsepsi DIR dengan UUM-nya, itu bukan berarti ”kodok 
>Ahmad Sudirman yang anti perjuangan kemerdekaan di Aceh, Papua Barat, 
>Maluku dll” sebagaimana yang dianggap oleh saudara Usman, melainkan bahwa 
>DIR dengan UUM-nya tidak mengenal adanya perbedaan asas, sifat dan tujuan 
>negara.
>
>Begitu juga ketika Ahmad Sudirman menulis ”Menuju kesatuan ummat dengan 
>misi menegakkan amar ma'ruf nahi munkar guna memelihara kesatuan dan 
>keutuhan bangsa”
>( http://www.dataphone.se/~ahmad/990525.htm ) adalah isinya mengacu kepada 
>DIR dengan UUM-nya, bukan mengacu pada NKRI dengan UUD 1945-nya dan 
>pancasila-nya. Dimana dalam tulisan tersebut dinyatakan bahwa ”menerapkan 
>visi persatuan, keadilan, amanah dan perdamaian, dengan misi membangun 
>kembali satu masyarakat muslim dan non muslim didalam satu kekuasaan 
>pemerintahan Islam dimana Allah yang berdaulat, yang menerapkan musyawarah 
>dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan adil dalam naungan Daulah Islam 
>Rasulullah dengan Undang Undang Madinah-nya, yang berdasarkan akidah Islam 
>yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras dengan 
>tujuan untuk beribadah dan bertakwa kepada Allah SWT.”
>
>Nah, dengan mengacu kepada DIR dengan UUM-nya yang sebagiannya menekankan 
>pada ”akidah Islam yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan 
>dan ras dengan tujuan untuk beribadah dan bertakwa kepada Allah SWT”, itu 
>artinya bukan ”Ahmad Sudirman merupakan musuhnya bangsa2 diluar Jawa yang 
>ingin memperjuangkan kemerdekaannya”, tetapi dalam DIR dengan UUM-nya tidak 
>dikenal istilah nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras, yang ada adalah 
>adanya kesaman aqidah Islam. Jadi, adanya kesamaan aqidah itu bukan berarti 
>bahwa ”Ahmad Sudirman merupakan musuhnya bangsa2 diluar Jawa yang ingin 
>memperjuangkan kemerdekaannya” sebagaimana yang ditafsirkan oleh saudara 
>Usman.
>
>Begitu juga selanjutnya apa yang ditulis dalam tulisan ”Aceh dilema besar 
>bagi rezim Gus Dur-Mega“ ( http://www.dataphone.se/~ahmad/991111a.htm )
>
>Jelas, terbaca dengan terang dalam tulisan tersebut bahwa ”Langkah 
>referendum yang dikehendaki oleh rakyat Aceh adalah sebagai salah satu 
>jalan keluar untuk menentukan sikap apakah ingin tetap bergabung dengan 
>Daulah Pancasila atau memilih berdiri sendiri sebagai suatu Daulah yang 
>merdeka. Nah disini, Gus Dur menurut pandangan saya adalah belum memahami 
>benar keinginan rakyat Aceh, dengan mengatakan bahwa, "Saya sendiri 
>mengatakan proreferendum. Dua juta itu belum separo (yang ikut pawai 
>referendum), jika sudah referendum apakah Aceh lalu lepas dari Indonesia. 
>Saya tahu rakyat Aceh". Saya melihat justru, baik dari pihak ulama, 
>pelajar, mahasiswa, rakyat biasa, GAM/AGAM, mereka semua walaupun ada 
>perbedaan konsepsi kenegaraan (misalnya GAM/AGAM tidak ingin menjadikan 
>Aceh sebagai negara Islam, sedang dari pihak Ulama menghendaki negara yang 
>berdasarkan dan menerapkan syariah), tetapi sebenarnya mereka adalah satu 
>yaitu ingin melakukan referendum.”
>
>Dengan menampilkan pernyataan diatas, Ahmad Sudirman melihat dan memahami 
>bahwa karena dalam NKRI yang berasas pancasila dan ber-UUD 1945 dan tidak 
>sesuai dengan rakyat Acheh yang ingin menentukan nasibnya sendiri melalui 
>cara referendum, maka Ahmad Sudirman mendukungnya. Apalagi setelah digali 
>secara lebih mendalam dimana menurut fakta, bukti, sejarah dan hukum 
>menunjukkan bahwa memang benar Acheh adalah hasil penganeksasian Soekarno 
>kedalam tubuh NKRI-nya melalui Sumatera Utara.
>
>Jadi, kalau Ahmad Sudirman menyatakan hal tersebut diatas bukan berarti 
>”bahwa ”kepedulian” Ahmad Sudirman terhadap Aceh bukan atas dasar 
>keikhlasan atau simpati karena bangsa Aceh Islam yg dizalimi, tetapi lebih 
>cenderung kepada ketakutannya yg luar bisa terhadap lepasnya Aceh dari 
>Indonesia” seperti yang dinyatakan oleh saudara Usman Harun, melainkan 
>memang secara fakta, bukti, sejarah dan hukumnya pihak NKRI tidak 
>dibenarkan untuk tetap menguasai Acheh, karena dimasukannya Acheh kedalam 
>NKRI adalah secara ilegal atau tidak sah, artinya tidak melalui jalur hukum 
>seperti penentuan pendapat seluruh rakyat yang ada di Acheh.
>
>Nah sekarang, setelah meneliti secara seksama apa yang dilambungkan oleh 
>saudara Usman Harun atas tulisan-tulisan Ahmad Sudirman, ternyata apa yang 
>ditafsirkan dan dikupasnya itu adalah hanya sebatas tingkat kulitnya saja. 
>Karena itu, sekarang sudah bisa diambil garis lurus-nya yaitu saudara Usman 
>Harun masih harus banyak belajar dan mendalami apa yang ditulis Ahmad 
>Sudirman, terutama yang menyangkut masalah kenegaraan dan pemerintahan yang 
>ada kaitannya dengan Negara Islam pertama yang didirikan dan dijalankan 
>oleh Rasulullah saw dengan Undang-Undang Madinah-nya.
>
>Terakhir, inilah tanggapan dari Ahmad Sudirman atas semua tanggapan yang 
>disampaikan oleh saudara Usman Harun. Semoga saudara Usman bekerja keras 
>untuk kembali mendalami masalah-masalah yang ada kaitannya dengan sejarah 
>Acheh dan hubungannya dengan jalur proses pertumbuhan dan pekembangan RI, 
>juga masalah-masalah yang menyangkut negara Islam pertama yang dibangun 
>oleh Rasulullah saw dengan UUM-nya.
>
>Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada 
>[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk 
>membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang 
>Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel 
>di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
>
>Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
>memohon petunjuk, amin *.*
>
>Wassalam.
>
>Ahmad Sudirman
>
>http://www.dataphone.se/~ahmad
>[EMAIL PROTECTED]
>----------
>
>From: mirah pati [EMAIL PROTECTED]
>Date: 4 augusti 2006 17:41:18
>To: [email protected], [email protected], [EMAIL PROTECTED]
>Subject: «PPDi» Kekuatan hukum, fakta dan bukti Ahmad Sudirman seorang 
>munafik
>
>
>Kekuatan hukum, fakta dan bukti Ahmad Sudirman seorang munafik
>
>
>Pembaca yg budiman,
>
>Assalamualaikum wr.wb,
>
>Untuk membuktikan secara hukum dan fakta bahwa Ahmad Sudirman seorang 
>munafik anda tidak perlu pusing pusing untuk memaparkan buktinya. Kalau 
>saja anda membaca sebagian tulisan2nya yg disimpan dalam homepage: 
>http://www.dataphone.se/~ahmad, anda akan mengetahui langsung bahwa 
>mulutnya Ahmad Sudirman sangat berlawanan dengan hati nuraninya – alias 
>munafik.
>
>AHMAD SUDIRMAN DAN INDONESIANYA
>
>Kalau dilihat sepintas lalu Ahmad Sudirman adalah seorang yg anti Indonesia 
>yang selalu menyerang dan memaki maki pemerintah Indonesia dalam hal apa 
>saja. Tetapi kalau mandalami tulisan2nya dengan cermat, akan jelas ia 
>seorang yg paling nasionalis atau lebih tepat lagi “indonesialist” yg 
>mati2an mempertahankan keutuhan bangsa Indonesia melebihi daripada 
>perjuangannya terhadap Islam yg ditonjol-tonjolkan selama ini.
>
>Sebelum Ahmad Sudirman melanglangbuana ke Aceh, ia telah banyak menulis 
>tentang Indonesia yg disimpan rapi dalam homepagenya 
>http://www.dataphone.se/~ahmad, dimana tulisan awal awalnya selalu dimulai 
>dengan judul: INDONESIA TANAH AIRKU, yg ditulis tgl 15, 17, 19, 20 Mei 1998 
>dll, menjelang jatuhnya Suharto. Ahmad Sudirman mengkritisi dwifungsi ABRI 
>tetapi tetap mempertahankan keutuhan ABRI yg menurutnya sebagai tulang 
>pungungnya Indonesia yang telah memerdekakan Indonesia, menumpas komunis 
>dan mempertahankan negara dari musuh (baca: gerakan2 pemisah). Ahmad 
>Sudirman juga mengakui tidak memusuhi ABRI selama tugas Abri terbatas 
>menjaga ketertiban dan keamanan negara Indonesia yg ia cintainya. Dibawah 
>ini cuplikan kata2 Ahmad Sudirman sendiri yang ditulis tgl. 24 Mei, 1998, 
>dengan rubriknya:
>
>ABRI HANYA PENJAGA KEAMANAN DAN KETERTIBAN
>
>
>”Saya akui, bahwa ABRI tulang punggung Indonesia, tanpa ABRI tidak mungkin 
>Indonesia lepas dari penjajahan Belanda, tanpa ABRI tidak mungkin gerakan 
>komunis Indonesia dapat dihancurkan, namun, hal ini tidak menjadi suatu 
>alasan untuk menjadikan ABRI sebagai faktor yang menentukan dalam 
>pemerintahan.
>
>”Saudara-saudaraku di tanah air. Saya tidak menentang ABRI, tetapi saya mau 
>melihatABRI bekerja sesuai dengan fungsinya yaitu menjaga keamanan dan 
>ketertiban serta membela dan mempertahankan negara dari ancaman musuh *.*”
>
>Dalam tulisan awal2 yang dikutip diatas, Ahmad Sudirman tidak begitu 
>spesifik dengan ” mempertahankan negara dari ancaman musuh”, tapi kala kita 
>berjingkrak jauh kedepan, yang dimaksud dengan ”musuh” tersebut adalah 
>gerakan2 pejuang kemerdekaan diluar pulau Jawa.
>
>Setelah Suharto jatuh, Sudirman mulai menulis tentang negeri kayangannya 
>Daulah Islamiyah Rasulullah (DIR) dengan Undang Undang Madinahnya (UUM). 
>Dalam kampanye DIRnya, nasionalisme Indonesia Ahmad Sudirman semakin 
>bertambah kental. Tanpa spesifik referensi untuk Aceh, Timtim dan Papua 
>Merdeka yg sedang berusaha melepaskan diri dari penjajah Indonesia kala 
>itu, Ahmad Sudirman dengan terang terangan menulis bahwa persoalan yang 
>dihadapi Indonesia sekarang tidak dapat diselesaikan atas dasar “sukuisme“, 
>dengan membiarkan lahirnya Daulah2 seperti Daulah Aceh, Daulah Jawa, Daulah 
>Pasundan, Daulah Bugis dls. Dengan kata lain, kodok Ahmad Sudirman yang 
>anti perjuangan kemerdekaan di Aceh, Papua Barat, Maluku dll sudah mulai 
>terbuka dan ciri ciri kemunafikinnya dalam membela Aceh terlihat sejak dari 
>sini. Dalam tulisannya tgl 8 April, 1999 untuk ummat Islam di Indonesia, 
>Ahmad Sudirman menghimbau, dengan judulnya:
>
>MEMBANGUN KEMBALI SATU DAULAH ISLAM RASULULLAH YANG BERPUSAT APAKAH DI 
>SUNDA, DI MAKASAR, DI RIAU, DI LAMPUNG, DI PADANG ATAU DI ACEH, JADI BUKAN 
>MEMBANGUN DAULAH KESUKUAN YANG BERCERAI-BERAI.
>
>“Untuk kaum Muslimin dan Muslimat yang tinggal di Indonesia.
>
>“Suatu kerugian yang besar apabila kaum Muslimin yang tinggal dan hidup di 
>Indonesia dipecah belah menjadi beberapa kelompok Daulah Kesukuan, seperti 
>Daulah Sunda, Daulah Riau, Daulah Padang, Daulah Lampung, Daulah Sulawesi, 
>Daulah Kalimantan, Daulah Aceh, Daulah Ambon, Daulah Bali, Daulah Irian 
>Jaya, Daulah Jawa dsb.
>
>„Bagi seorang Muslim menegakkan suatu Daulah adalah diatas dasar akidah 
>Islam dan ukhuwah Islam, bukan kesukuan, kebangsaan, nasionalitas atau ras. 
>Dengan akidah Islam dan ukhuwah Islam inilah yang akan menjadi tali 
>pengikat kesatuan ummat yang tergabung dalam satu naungan Daulah Islam 
>Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya. Dalam Islam tidak memandang 
>nasionalitas, kesukuan, kebangsaan, warna kulit, ras, melainkan yang 
>dipandang adalah akidah Islam dan ukhuwah Islam.
>
>„Suatu kebodohan apabila kaum muslimin membangun Daulah Islamnya 
>berdasarkan kepada kesukuan atau kebangsaan atau nasionalitas-nya. yang 
>berdasarkan akidah Islam yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, 
>kesukuan dan ras dengan tujuan untuk beribadah dan bertakwa kepada Allah 
>SWT. „
>
>Nah, dari petikan diatas tadi kelihatan dengan jelas sekali bahwa Ahamad 
>Sudirman merupakan musuhnya bangsa2 diluar Jawa yang ingin memperjuangkan 
>kemerdekaannya. Bukan itu saja, double standard atau kemunafikin Ahmad 
>Sudirman lebih terang disini: ia paling anti kebangsaan, kesukuan, dan 
>nasionalitas tetapi selalu mengagung-agungkan dan mempertahannkan 
>nasionalitas Indonesianya. Dalam sekian banyak tulisannya Ahmad Sudirman 
>hampir tidak pernah lupa mengingati pembacanya tentang “ kesatuan ummat dan 
>keutuhan bangsa Indonesia“ , seperti dalam judul tulisan dibawah ini.
>
>MENUJU KESATUAN UMMAT DENGAN MISI MENEGAKKAN AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR GUNA 
>MEMELIHARA KESATUAN UMMAT DAN KEUTUHAN BANGSA, Stockholm, 25 Mei 1999, dan
>
>=== message truncated ===
>




Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke