From: Hanakaru Hokagata [EMAIL PROTECTED], Date: 12 september 2006 11:10:44 To: "Ahmad Sudirman" [EMAIL PROTECTED] Cc: [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],[email protected], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] | | Subject: Re: REFRESENTATIF GAM DI AMM, IRWANDI YUSUF PERLU SEGERA DITARIK DARI AMM.
| | | | | | | | Kang Ahmad Sudirman, Anda kenal dengan saya dan saya pun kenal dengan Anda. Kita bertemu di Stockholm pada acara peresmian perkawinan anak Dr. Zaini. Ketika Anda ngomong KPA, seolah-olah Anda lah yang paling tahu KPA. Saya adalah pejabat teras KPA yang oleh karena itu saya ditunjuk untuk menjadi Wakil Senior GAM (TNA) untuk AMM. Untuk Anda ketahui, saya tinggal serumah dengan
Muzakkir Manaf. Saya juga yang mendeklarasikan berdirinya KPA sesaat setelah saya membubarkan TNA dalam kapasitas saya sebagai Senior Representative to AMM. Jadi saya tahu persis apa yang terjadi terhadap Muzakkir Manaf. Satu lagi yang ingin saya sampaikan biar Anda tahu dan agar Anda terhindar dari menjadi tukang fitnah, adalah: TIDAK pernah ada yang namanya KOMITMEN politik GAM dengan partai politik PPP. Baiklah saya uraikan disini tragedi Muzakkir Manaf dukung H2O:
1.Rapat tanggal 21 Agustus: Para ulama diundang rapat dengan tim sukses H2O yang terdiri dari Muhammad Lampoh Awe (kerabat dekat Hasbi Abdullah), Zakaria Saman, dan Ilyas Abed. Rapat itu dihadiri juga oleh Dr. Zaini (abang kandung Hasbi) dan Meuntroe Malik. Keputusan rapat: Ulama menolak mendukung H2O karena mereka menggunakan kenderaan parpol nasional dan karena Humam adalah
salah seorang sponsor atau penandatangan DOM di masa lalu. 2.Tidak berhasil dengan para ulama, tim sukses menggelar rapat dengan seluruh Panglima TNA dari beberapa wilayah yang intinya meminta agar mereka memberi dukungan kepada H2O. Rapat ini pun gagal memperoleh dukungan para panglima, bahkan yang terjadi adalah panglima panglima wilayah mengkritik pedas keputusan tim sukses yang melibatkan pimpinan untuk mendukung H2O.
| | Irwandi Yusuf Mereka ada yang berteriak "Tigapuluh tahun kita berperang dan puluhan ribu nyawa sudah terkorban apakah
untuk mensukseskan PPP yang dulu sewaktu darurat militer mencap kita sebagai Bughat?" Rapat berakhir pada pukul 1230 dengan kekecewaan bagi yang mengundang dan yang diundang. Setelah para peserta rapat meninggalkan arena, yang tertinggal disana adalah tim sukses H2O, Meuntroe Malek, dan Dr. Zaini, plus beberapa wartawan yang kebingungan. Muzakkir Manaf pun sudah pulang ke rumahnya. Tapi tim sukses belum putus asa. Ilyas Abed lalu mengambil inisiatif menulis press statement DUKUNGAN KPA dengan mengatasnamakan Muzakkir Manaf. Setelah press statement selesai ditulis tangan, Kamaruddin alias Abu Razak disuruh menjemput Muzakkir Manaf dari rumahnya dengan alasan ada rapat penting dengan pimpinan. Sesampainya di sana, Muzakkir disodori oleh Ilyas Abed press statement utk dibacakan di depan wartawan. Muzakkir menolak keras. Zakaria Saman mengambil alih tugas membujuk Muzakkir tapi tetap gagal
juga. Setelah 1 jam bujuk membujuk itu berlangsung, akhirnya Ilyas Abed mengambil naskah tersebut dan diberikan kepada Meuntroe Malek untuk menyuruh Muzakkir membacanya di depan wartawan. Meuntroe Malek memanggil Muzakkir dan memintanya agar mau membaca.Muzakkir yang malang kena skak, dan ia pun membaca press statement itu di depan wartawan. Esok hari hebohlah seantero Aceh.
| | Setelah Muzakkir membacanya di depan wartawan, Muzakkir sempat berucap kepada tim sukses dan pimpinan: "Lakukanlah sesuka kalian, saya tidak mau perduli lagi." Malamnya kami bertemu di rumah. Muzakkir berkata kepada saya bahwa dirinya tadi dijebak. Dia mempersilakan saya tetap maju dan jangan bergeming. Esok harinya Muzakkir terbang ke Medan dan bertemu dengan Sofyan Dawod di sana. Kepada Sofyan
Dawod dia meminta agar dapat menyejukkan suasana di lapangan dan mengizinkan Sofyan Dawod untuk membuat Counter Press Statement. Tanggal 26 Agustus Sofyan Dawod menggelar press statement di Kantor KPA Banda Aceh. Jadi, Kang Dirman, saya harap Anda jangan asal rewel saja. Mau fakta, datanglah ke Aceh dan bertanyalah kepada rakyat Aceh serta anggota2 KPA. Info yang Anda dapat dari sahabat Anda yang bernama Ustadz Muzakkir Hamid (red: adik kandung Istri Dr.Zaini Abdullah) di Alby adalah sangat tendensius, mengelabui, dan mengabaikan fakta. Secara pribadi, saya menyayangkan Kang Ahmad Sudirman yang rela menanggung dosa karena omongkan sesuatu yang tidak diketahuinya secara jelas. Dalam usianya yang sudah sepuh ini mestinya Kang Ahmad Sudirman sudah harus lebih banyak mawas diri dan lebih banyak
berzikir. Politik praktis, apalagi berfungsi dalam fitnah chain of command sudah sangat tidak pantas lagi buat Kang Ahmad Sudirman. Kang Sudirman, jika Anda terus berpartisipasi dalam urusan fitnah dan sebagai penyebar kebencian, do it on your own risk di akhirat nanti.
Wassalam. --------- | ----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Irwandi-Nazar Didukung Pimpinan GAM Selasa, 29/08/2006, 04:00pm (GMT+7) BANDA ACEH-SIRA. Pasangan Kepala dan Wakil Kepala Pemerintahan Aceh dari jalur independen, DrH Tgk Irwandi Yusuf, MSc dan Muhammad Nazar secara resmi dideklarasikan di Kantor Komite Peralihan Aceh (KPA), Lamdingin, Banda Aceh, 27/8 untuk bertarung dalam Pilkapa, 11 Desember mendatang. Pasangan yang diberi nama kandidat Perjuangan dan Perdamaian ini akan menggunakan Seuramoe Irwandi Nazar (SINAR) sebagai wadah untuk menampung aspirasi masyarakat dan mengajak masyarakat untuk memilih pasangan ini. Sebelumnya, pasangan ini akan dideklarasikan pada tanggal 28/8 seperti hasil dari Rakor Pimpinan SIRA beberapa waktu lalu di Wisma
Cendana, namun karena situasi politik yang semakin panas, maka pasangan ini lebih cepat dideklarasikan dari rencana semula. Kandidat yang sama-sama alumni dan pernah mendekam di LP Keudah ini diduga akan mendapatkan dukungan dari para mantan anggota GAM dan juga simpatisan SIRA. Menurut Sofyan Dawood, yang membacakan pernyataan deklarasi menyatakan bahwa pasangan ini akan didukung secara penuh oleh masyarakat Aceh khususnya di daerah yang menjadi basis GAM dan SIRA. Deklarasi ini atas permintaan masyarakat yang menghendaki ada personel GAM dan SIRA maju dalam pemilihan mendatang, jelas Juru Bicara KPA Sofyan Dawood yang membaca naskah yang ditandatangani oleh 33 anggota Majelis GAM, panglima wilayah, serta mantan juru bicara GAM. Meski saat deklarasi itu tidak nampak mantan panglima TNA, Muzakkir
Manaf, tapi Sofyan mengaku, kalau pasangan Irwandi Nazar mendapat dukungan dari Muzakkir Manaf. Munawarliza, deputi Juru Bicara GAM, dalam satu kesempatan menyatakan bahwa Muzakkir Manaf ditekan untuk membacakan pernyataan dukungan kepada HUmam Hamid dan Hasbi Abdullah. "Tgk Muzakkir sama sekali tidak mengetahui sebelumnya apa isi teks tersebut." Pasangan ini juga mendapat dukungan penuh dari Tgk Bakhtiar Abdullah yang mengirimkan surat dukungan secara pribadi, dan berharap pasangan dapat memenangkan pilkada dan memimpin rakyat Aceh mewujudkan cita-cita mereka. (*) | |