http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 9 Oktober 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.


CONTOH ORANG YANG MENYODOKKAN ILMU ANTIQUE DENGAN TUJUAN MELEMAHKAN GAM.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


SEKILAS MENYOROT ORANG YANG MENYODOKKAN ILMU ANTIQUE DENGAN TUJUAN 
MELEMAHKAN GAM.

”Dorongan psychologis yang datang dari luar ini mungkin juga datang dari 
suatu kekuatan untuk tujuan intelligence information, sebab terbukti 100%, 
bahwa semua celotéh dan rahasia GAM yang luahkan lewat web site A. Sudirman 
dibocorkan kepada BAKORTANAS dan BAIS. Dalam hubungan ini, baca keterangan 
Razali Pidie sebelum ini. Menurut kajian psychology, converts A. Sudirman 
pada saatnya nanti  mengalami psychological instability dan bukan hal 
mustahil akan membelasah “anjing Boldok” yang tak waras ini.” (Ria Ananda, 
[EMAIL PROTECTED] , Mon, 9 Oct 2006 04:05:59 -0700 (PDT))

Setelah membaca apa yang ditulis oleh saudara Ria Ananda di Silkeborg, 
Arhus, Denmark yang isinya merupakan suatu tanggapan atas tulisan Ahmad 
Sudirman yang lalu tentang ”Orang yang ikut-ikutan memukul GAM dengan 
memakai sapu lidi merk xenofobi” ( 
http://www.dataphone.se/~ahmad/060923a.htm ) dan tulisan mengenai ”Mereka 
yang menganalisa politik GAM dari ranting-nya dengan memakai ilmu negaholic” 
( http://www.dataphone.se/~ahmad/060821.htm ), ternyata isi tanggapannya 
adalah tidak lebih dan kurang hanyalah sekedar menyodokkan ilmu antique-nya 
saja yang tidak memiliki kekuatan fakta, bukti, hukum dan sejarah yang kuat 
untuk dipakai mematahkan argumentasi yang disajikan ole Ahmad Sudirman dalam 
dua tulisan tersebut.

Coba saja kita perhatikan dan teliti sedikit lebih kedalam tentang apa yang 
telah ditulis oleh saudara Ria Ananda seperti yang dikutip diatas, dimana 
tujuan dari tulisan-tulisan Ahmad Sudirman itu menurut saudara Ria adalah 
merupakan ”intelligence information”, sebab katanya lagi ”terbukti 100%, 
bahwa semua celotéh dan rahasia GAM yang luahkan lewat web site A. Sudirman 
dibocorkan kepada BAKORTANAS dan BAIS.”

Nah, disinilah terbukti memang tanggapan saudara Ria itu isinya adalah tidak 
lebih dan tidak kurang hanya sekedar menyodokkan ilmu antique-nya saja yang 
tidak memiliki kekuatan fakta, bukti, hukum dan sejarah yang kuat. Mengapa ?

Karena saudara Ria tidak menunjukkan adanya korelasi antara tulisan-tulisan 
yang dimuat secara terbuka dalam homepage Ahmad Sudirman dengan intelligence 
information. Kecuali saudara Ria hanya sanggup menyodorkan bukti dalam 
bentuk kalimat yang berbunyi ”terbukti 100%, bahwa semua celotéh dan rahasia 
GAM yang luahkan lewat web site A. Sudirman dibocorkan kepada BAKORTANAS dan 
BAIS.”

Kalau saudara Ria Ananda hanya menyandarkan hasil pemikirannya itu kepada 
apa yang ditulis oleh saudara Rizali Pidie bahwa ”AS membuat CC tulisannya 
ke: [EMAIL PROTECTED] , [EMAIL PROTECTED] , [EMAIL PROTECTED] , 
[EMAIL PROTECTED] , dll.” (Rizali Pidie, [EMAIL PROTECTED] , Rabu 4 
Oktober 2006), maka tempat sandaran saudara Ria tersebut sangatlah lemah. 
Mengapa ?

Karena tulisan-tulisan Ahmad Sudirman yang terbuka itu bukan hanya 
dikirimkan kepada alamat-alamat tersebut saja, melainkan kepada ribuan 
alamat lainnya yang ada diseluruh dunia. Dan juga begitu tulisan tersebut 
dikirimkan, maka disaat itu juga tampil dalam homepage Ahmad Sudirman. Jadi 
tidak ada istilah ”semua celotéh dan rahasia GAM yang luahkan lewat web site 
A. Sudirman dibocorkan kepada BAKORTANAS dan BAIS”, seperti yang ditulis 
oleh saudara Ria Ananda tersebut.

Selanjutnya, saudara Ria dalam tanggapan lainnya tidak memiliki kekuatan 
fakta dan bukti yang kuat atas tulisan Ahmad Sudirman, misalnya ketika Ahmad 
Sudirman menulis bahwa ”kalau Ahmad Sudirman menyatakan sebagai seorang 
pendukung dan penyokong perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan 
Muhammad di Tiro, maka itu artinya dilihat secara politis dan hukum bahwa 
status Ahmad Sudirman dihubungkan dengan GAM adalah tidak sama dengan status 
politik dan hukum "anjing Boldok" seperti yang dinyatakan oleh saudara Ria 
Ananda.” (Ahmad Sudirman, 23 September 2006  )

Nah, pernyataan Ahmad Sudirman tersebut, ternyata tidak bisa dibantah oleh 
saudara Ria dengan argumentasi yang berdasarkan pada fakta dan bukti hukum 
yang kuat, kecuali saudara Ria hanya sanggup memberikan jawaban atau 
tanggapan yang bunyinya “Secara moral, A. Sudirman Karena sudah memenuhi 
syarat dipanggil “anjing Boldok”. Terimalah dengan rela hati pangggilan 
penghormatan Ria ini.”

Coba kita pikirkan secara teliti, apakah memang demikian caranya kalau 
seorang yang menamakan dirinya sebagai ”Pemerhati di Kawasan Konflik”, 
ketika disodorkan suatu masalah yang jelas fakta dan buktinya, lalu 
ditanggapi dengan hanya membuka mulut dan mengetikkan jari tangannya ke atas 
keyboard dengan menuliskan kata-kata ”Terimalah dengan rela hati pangggilan 
penghormatan Ria ini.”

Nah disinilah, ternyata terbukti bahwa saudara Ria Ananda dalam memberikan 
tanggapannya atas tulisan-tulisan Ahmad Sudirman tersebut memang tidak 
memiliki dasar argumentasi yang kuat yang memiliki kekuatan fakta dan bukti 
hukum, melainkan hanya sekedar main ping-pong saja. Atau dengan kata lain 
apa yang ditampilkannya itu adalah hanyalah merupakan hasil perasan pikiran 
yang kosong saja.

Kemudian lagi saudara Ria Ananda berusaha untuk menjungkir balikkan ilmu 
psikologi dengan mencoba menampilkan situasi atau keadaan ”Dari sudut 
psychology, selagi perasaan ego bersemi, selama itu pula ketagihan rasa 
disanjung, apalagi lahan tersedia. Nilai tawar kejiwaan A. Sudirman tidak 
lagi ditentukan oleh standard moral yang normal, melainkan ditentukan oleh 
penyimpangan/kelainan kejiwaan (psychological of deviation) yang lebih 
populer dengan sebutan senèwèn atau sinting.”

Nah, ternyata yang tadinya saudara Ria Ananda berusaha untuk menyeruduk 
dengan sodokan ilmu antique-nya yang ditaburi dengan campuran 
ego-nya-Sigmund Freud yang nama kecilnya Sigismund Schlomo Freud, tetapi 
saudara Ria dalam cara menguraikannya yang diarahkan kepada Ahmad Sudirman 
ternyata salah sasaran dan salah kaprah. Mengapa ? Karena gaya dan jurus 
ego-nya-Sigmund Freud tidak mengenal istilah ”psychological of deviation 
yang lebih populer dengan sebutan senèwèn atau sinting”, seperti yang 
ditulis saudara Ria, melainkan yang dimajukan oleh Freud adalah masalah 
neurosis atau gangguan perkembangan individu yang diakibatkan oleh adanya 
mekanisme pertahanan dalam usaha untuk mengontrol rasa cemas dan khawatir. 
Nah kalau jurus neurosis dikenakan kepada Ahmad Sudirman, maka jelas jurus 
tersebut tidak mengena. Jadi, kalau saudara Ria Ananda mencoba untuk 
menyodokkan jurus ”kejiwaan A. Sudirman tidak lagi ditentukan oleh standard 
moral yang normal, melainkan ditentukan oleh penyimpangan/kelainan 
kejiwaan”, maka sudah pasti jurus saudara Ria model antique dengan taburan 
ego-Freud-nya untuk melemahkan Ahmad Sudirman adalah tidak berhasil. Atau 
dengan kata lain usaha saudara Ria Ananda untuk melemahkan Ahmad Sudirman 
dari segi kejiwaan dengan model Freud adalah sangat lemah dan tidak memiliki 
kekuatan yang ampuh untuk dipakai sebagai fakta dan bukti hukum.

Terakhir, kalau saudara Ria Ananda mengajukan argumentasi bahwa Ahmad 
Sudirman ”ketinggalan kereta” karena telah membongkar dan meruntuhkan 
pemakaian istilah negaholic dan xenofobi yang oleh saudara Ria dikenakan 
kepada pihak GAM, maka argumentasi yang dimajukan oleh saudara Ria untuk 
melumpuhkan pendapat dan argumentasi dalam dua tulisan Ahmad Sudirman yang 
lalu itu adalah merupakan sekedar usaha konpensasi saja dari saudara Ria 
Ananda yang diformulasikan kedalam gaya astronomi dengan planet, bintang, 
matahari dan jarak-nya, juga model awal terbentuknya universum dengan gaya 
big-bang-nya, dengan praduga bahwa Ahmad Sudirman tidak mengerti dan tidak 
memahami tentang universum dan fisika-nya.

Saran Ahmad Sudirman untuk saudara Ria Ananda, yaitu lain kali sebelum 
saudara memberikan tanggapan atas tulisan Ahmad Sudirman, terlebih dahulu 
perlu diteliti dan ditelaah secara mendalam, jangan hanya sekedar menulis 
yang mengambang, misalnya hanya dengan menampilkan istilah antique yang 
dikenakan kepada Ahmad Sudirman. Jelas itu hasilnya adalah salah fatal.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada 
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu 
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang 
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel 
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

Date: Mon, 9 Oct 2006 04:05:59 -0700 (PDT)
From: Ria Ananda <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected], [email protected], [EMAIL PROTECTED]
Subject: "A. Sudiman: An Antique Man"

"A. Sudirman: Aan Antique Man"

Menyikapi jawaban dangkal A. Sudirman atas artikel Ria: “GAM Political 
Negaholic” dan “GAM Xenofobi” adalah sia-sia. Pasalnya, jawaban yang 
diberikan asal-asalan, seruduk-sana seruduk- sini, tak lebih dari percikan 
air liur yang meleleh dari mulut “anjing Boldok” milik bpk. Malik Mahmud & 
bpk. Zaini Abdullah. Misalnya: tentang keadaan di Aceh yang Ria informasikan 
bahwa: GAM tidak memiliki kekuatan dan kuasa apapun fasca MoU Helsinki. Mana 
ada anggota GAM jadi kepala lorong, Lurah, Camat dan Bupati di Aceh 
sekarang. Ini fakta. Anggota GAM yang goblok aja yang yakin bener akan 
propaganda bahwasanya: “Dalam masa peralihan (tahun 2006–sampai Pilkada), 
Aceh di tangan GAM, hanya kuasa Polisi dan militer aja dipegang Indonesia, 
selainnya dikuasai GAM dan Kantor KPA seluruh Aceh disewa oleh GAM”. 
Ternyata bohong kan? Ria bilang lagi: 'Semua kantor KPA disewa oleh Pemda'. 
Ini juga fakta. makanya, GAM nganggapin énténg, cuék dan ogah ngamuk waktu 
kantor KPA seluruh Aceh diségél. Orang yang bayarin sewa kok, biarin aja. 
GAM sendiri tidak membantah. Bayangin aja waktu GAM ada bedil dulu, pasti 
ngamuk.

Tentang kerjaan GAM di luar negeri, Ria bilang: “Kantor pusat GAM di luar 
negeri sudah ditutup. Tidak ada lagi diplomasi GAM di luar negeri fasca 
penandatanganan MoU Helsinki. Semua perwakilan negara-negara asing dan EU,  
sudah tahu persis bahwa GAM sudah menerima paket Otonomi khusus dibawah NKRI 
yang diberi nama lain, yakni: “pemerintahan Aceh”. Tlp. resmi 0045 8531 
91275 di rumah Tengku Hasan M. Di Tiro yang sebelumnya bisa dihubungi oleh 
siapa saja, wartawan dalam dan luar negeri, kini sudah dibebukan oleh bpk. 
Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah. Tengku Hasan M. di Tiro berada dalam 
status ‘dirumahkan’ (dikurung) di kawasan Aalby oleh pimpinan GAM di 
Swedia.” Siapa anggota GAM di dalam dan diluar negeri yang berani sanggah? 
Atau, kalau Ria nyebarin fitnah yang bukan-bukan, bilang yang bener. Cuma 
”anjing Boldok” Malik Mahmud & Zaini Abdullah aja yang cuap-cuap dan repot 
mengonggong. Ria beri informasi yang benar, biar anggota GAM di dalam dan 
luar negeri jangan terus menjadi korban. Kan Sayang, udah goblok, 
ditakut-takuti dan dibodoh-bodohi lagi.

Terus terang aja, dalam issue Aceh, Web site A. Sudirman dah jadi ajang 
propaganda GAM, pasalnya operator web site ASNLF, Teuku Hadi dah jadi buruh 
BRR di Aceh. Pemimpin Redaksi, Yusra Habib Abd Gani dah tak nongol, tak ada 
beritanya lagi. Tinggal artikel Yusra Habib aja yang numpuk dalam ASNLF. 
com. Maka bpk. Malik Mahmud & Zaini Abdullah memakai Web site A. Sudirman 
untuk media propaganda dan  membodohi anggota GAM itu sendiri. Mediator tak 
bersikap arif dan bijak kalau ada peserta diskusi bertengkar. A. Sudirman 
tidak lagi bertindak sebagai pemerhati, penulis dan pengulas yang bijak, 
melainkan telah menempatkan dirinya sebagai “anjing Boldok” bpk. Malik 
Mahmud & Zaini Abdullah. Kerjanya: “menggonggong dan menyalak, bahkan jika 
perlu menggigit semua orang atau bayang-bayang yang melintas di depannya 
...” Secara moral, A. Sudirman Karena sudah memenuhi syarat dipanggil 
“anjing Boldok”. Terimalah dengan rela hati pangggilan penghormatan Ria ini.

Tingkat moral A. Sudirman.

Dalam kajian psychology, moralitas A. Sudirman, terbentuk karena adanya 
dorongan psychologis yang datang dari luar dan muncul dari dalam jiwa. 
Dorongan psychologis yang merangsang dari luar tadi terasa hembusannya, 
ketika orang mulai menilai bahwa A. Sudirman lebih derajat keilmuan 
ketimbang mereka, baik dalam issue: Aceh, agama, kekhalifahan, psychology, 
computer, nasionalisme Indonesia, gerakan kemerdekaan, dll. Makanya 
orang-orang tertentu (yang goblok-goblok) merujuk kepadanya. Akibatnya, 
muncul ta’assuf karena tidak tahu apapun, kecuali tidak tahu apa-apa. Apa 
saja yang diterangkan, yang datang dari dirman ini, terlepas dari salah atau 
benar, ilmiah atau tidak, dianggap suatu kebenaran final. Misalnya, 
pen-definisi-an terhadap suatu istilah yang sudah kolot (out of date)–pun 
dibilang up to date. Jika dirman bilang, pengirim e-mail seseorang dituduh 
sebagai sipolan-sipulin, orang tertentu percaya aja. Padahal, kerjaan kayak 
gini, udah bergubel orang tahu, cuma enggak cuap-cuap macam dirman. 
Takut-takut, kalau air liur "anjing Boldok” ini dianggap obat kurap dan ada 
orang yang menjilatnya.

Dorongan psychologis yang datang dari luar ini mungkin juga datang dari 
suatu kekuatan untuk tujuan intelligence information, sebab terbukti 100%, 
bahwa semua celotéh dan rahasia GAM yang luahkan lewat web site A. Sudirman 
dibocorkan kepada BAKORTANAS dan BAIS. Dalam hubungan ini, baca keterangan 
Razali Pidie sebelum ini. Menurut kajian psychology, converts A. Sudirman 
pada saatnya nanti  mengalami psychological instability dan bukan hal 
mustahil akan membelasah “anjing Boldok” yang tak waras ini.

Dorongan jiwa dari dalam akan menggumpal rasa “ke-aku-an”. A. Sudirman 
merasa dirinya diperlukan. Gejala kejiwaan seperti ini dianggap proses yang 
wajar dan tak wajar, tergantung dari efek yang ditimbulkannya. Sekarang, A. 
Sudirman pasien kita pengidap penyakit jiwa. Sewaktu tinggal di Garut, Jawa 
Barat dan di negeri Fir’aun, tidak ada lahan menanam rasa ego-nya. Dari 
sudut psychology, selagi perasaan ego bersemi, selama itu pula ketagihan 
rasa disanjung, apalagi lahan tersedia. Nilai tawar kejiwaan A. Sudirman 
tidak lagi ditentukan oleh standard moral yang normal, melainkan ditentukan 
oleh penyimpangan/kelainan kejiwaan (psychological of deviation) yang lebih 
populer dengan sebutan senèwèn atau sinting. Artinya, abnormal. Lihat 
ciri-cirinya: A. Sudirman selamanya menolak argumentasi orang lain 
berdasarkan subjective assessment, semua tulisan orang invalid dalam 
penilaiannya, Tidak pernah mengakui fakta. Contoh, artikel Ria.  GAM saja 
tidak akan berani membantah, tapi A. Sudirman berani menyanggahnya. Bukankah 
streotipe ini hanya milik “Anjing Boldok”? Semua tulisan orang salah kafrah 
dalam kerangka berpikir A. Sudirman, semua artikel orang dinilai keliru 
besar. Yang benar adalah jawaban anda sendiri. Nasehat orang tak berguna dan 
diacuhkan. Akhirnya, siapa yang mau dialog secara ilmiah dengan “Anjing 
Boldok”? Kau sakit jiwa, air liurmu najis, bukan obat!

Si Dirman Ketinggalan Kereta.

Psychology merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang tak pernah 
berhenti bergerak. Kecepatan geraknya mengalahkan daya pikir manusia. Lihat, 
masalah-masalah sosial dan kejiwaan, selamanya hadir lebih awal ketimbang 
cara penanggulangan. [Itu sebabnya, banyak kasus dalam Al-qur’an mempunyai 
asbabun-nuzul].

Pen-definisi-an dan penafsiran intensive terhadap “Negaholic” dan “Xenofobi” 
dalam psychology sudah mengalami kemajuan. Kedua istilah psychology yang Ria 
kenalkan, sudah jauh melangkah dalam masalah sosial-politik dan kejiwaan 
yang semakin komplex. Ulasan tentang “Political Negaholic” yang berhubung 
dengan kepemimpinan (kekuasaan), bisa dijumpai dalam literatur (buku) 
tentang politik modern, terutama di Europah dan USA. Artikel: “GAM Political 
Negaholic” mengacu kepada pen-definisi-an terbaru dari negaholic. Begitu 
juga artikel: “GAM Xenofobi”. Pen-definisi-an “Xenofobi” yang Ria tulis, 
sudah diperkenalkan secara umum dan tidak asing lagi dalam masyarakat 
modern. Hanya A. Sudirman yang katanya lulusan fakultas psychology 
“Universitas Fir’aun”, jauh ketinggalan kereta mengikuti perkembangan 
psychology modern; terutama dalam memahami dan memberi arti, definisi atau 
menafsirkan suatu istilah dalam psychology. Adalah wajar, kalau “anjing 
Boldok” ini menggonggongi Ria siang-malam, yang menuduh ‘salah memberi arti’ 
atas istilah psychology itu. Ria enngak akan terkejut, sebab tahap daya 
pikir dan nalar “anjing Boldok” memang demikian. Yang ganjil, ada saja orang 
tanpa rasa malu, minta “Anjing Boldok” ini mencari istilah dalam psychology 
yang jitu untuk mematahkan ulasan Ria.

Arti “Negaholic” dan “Xenofobi” tidak perlu A. Sudirman ajar, sebab secara 
harfiyah, arti kedua istilah itu mudah didapati dalam kamus, yang sudah 
dikenal secara meluas sejak ribuan tahun SM di Greek. Munculnya phenomena 
baru dalam masyarakat yang semakin komplex-lah, yang menuntut perlunya 
pen-definisi-an baru. Hal ini,  bukan saja terjadi dalam bidang psychology, 
tetapi juga dalam sociology, Anthropology, hukum, physics, astronomi dan 
revolusi tanpa mengurangi arti asal. Dalam dunia revolusi misalnya, dikenal 
istilah “quisling”. Secara harfiyah, “quisling” tidak bisa di-definisi-kan 
sebagai pengkhianat bangsa, sebab istilah itu berasal dari nama seseorang, 
yakni: Vidkun Quisling (1887-1945), Menteri Pertahanan Norwegia dari partai 
buruh, yang secara rahasia telah melicinkan invasi German ke Norwegia semasa 
perang Dunia ke-II. Mengapa dipilih Vidkun Quisling sebagai simbul 
pengkhianat bangsa? Padahal dalam sejarah dunia, banyak orang sekaliber 
Quisling berkhianat. Di Aceh misalnya: Pang Tibang; Abdurrahman Zahir, 
Menteri Luar negeri Aceh dan Teuku Panglima Polém, Perdana Menteri Aceh 
1873-1907. Setelah perang Dunia ke-II usai, baru muncul pen-definisi-an baru 
bahwa Quisling identik dengan (pengkhianat bangsa) dalam khazanah ilmu 
pengetahuan umum. Ria tak punya qualifition dalam hal ini.

Oleh GAM, istilah Quisling ini pernah diberi definisi yang ketat sekali, 
layaknya seperti pukat ikan bilis, yang mampu menjaring mulai dari ikan 
bilis sampai kepada kerang, ikan kakap dan ikan lumba-lumba. Pen-definisi-an 
ini adalah batas atau pagar yang menjaga kemurnian aqidah perjuangan, agar 
anggota GAM jangan bermain tali di atas garis dan melompat pagar dari garis 
demarcation GAM ke kawasan Quisling. Definisi Quisling buatan GAM itu, 
menjadi dasar hukum menghalalkan darah untuk membunuh sesiapa yang melompat 
pagar GAM ke padang “Quisling”. Pokoknya ngeri déh! Sejak tahun 1976-1979, 
definisi Quisling yang dirumuskan oleh Dewan Menteri GAM, betul-betul 
berlaku. Semua orang yang dituduh pengkhianat, mesti cukup dengan 
saksi-saksi, baru disidang oleh mahkamah revolusi yang diketuai oleh Menteri 
Keadilan Aceh dan menentukan jenis hukuman (funishment). Dalam perkembangan 
selanjutnya, definisi Quisling versi GAM jadi hamburadul, leluasa seperti 
hukum rimba, tidak terikat dengan ruang dan waktu, berlaku kapan saja, 
kepada siapa saja dan dimana saja.

Sekarang, uji daya jangkau definisi Quisling yang ketat itu. Kalau definisi 
Quisling ditafsirkan secara analogis (takwil qiyas), otomtis semua Juru 
runding GAM di Helsinki masuk dalam pukat (trawl) Quisling Aceh. Mengapa? 
Sebab, jikalau Vidkun Quisling (1887-1945), Menteri Pertahanan Norwegia dari 
partai buruh, yang secara rahasia telah melicinkan jalannya invasi German ke 
Norwegia semasa perang Dunia ke-II. Juru runding GAM telah melicinkan gerak 
intellegence, TNI dan Polri masuk ke Aceh tanpa kendali lewat MoU Helsinki. 
Sejahat-jahat Vidkun Quisling tak sampai membubarkan tentara di Raja 
Norwegia. Tetapi jahatnya Malik Mahmud Cs., sampai kepada  membubarkan 
Tentara Negara Aceh (TNA) pada 27 Desember 2005. TNA diresmikan di 
Stavanger, pada 21 Juli 2002. Bedanya, kalau Vidkun Quisling bersalah secara 
perorangan, karena penyalah-gunaan jabatan,  juru runding GAM bersalah 
secara gerombolan menyalah gunakan kuasa atau jabatan (juru runding) lewat 
MoU Helsinki. Bukankah ini kerja pengkhianat? [Sekedar bandingan: dalam 
sejarah Indonesia pernah ditandatangni MoU antara Indonesia-Belanda, 17 
Januari 1948 di atas kapal ”USS Renville.” Hasil MoU Renville dinilai sangat 
merugikan kedudukan Indonesia. Sebab kekuatan tentara Indonesia dikebiri. 
Parlemen Indonesia menentang isi MoU Renville. Akibatnya sangat fatal. 
Kabinet Amir Syarifuddin yang bertanggungjawab waktu itu jatuh.] Bagaimana 
dengan GAM? Tidak ada parlemen, forum GAM memberi pertanggunganjawab atas 
keputusan politik. Makanya, juru runding GAM bertindak seenak jidatnya di 
Helsinki, tanpa kontrol dari pihak manapun. Mencium bau kalimat ini, sudah 
pasti “Anjing Boldok” A. Sudirman menggonggong: ”wooow, wooow, wooow…., Ria 
salah lagi pakai Istilah dalam revolusi.

Pen-definisi-an baru dalam bidang astronomi. Misalnya, definisi planet yang 
kita ketahui sebelum ini hanya mengakui 9 planet, lengkap dengan nama dalam 
tata surya kita. Tetapi setelah ditemukan planet Gliese, yang jaraknya 33 
tahun cahaya dari bumi dan sesudah Dr. Mike Brown dkk dari California 
Institute of research mengidentifikasi planet Sedna yang jaraknya 3x lebih 
jauh dari Pluto ke Matahari, yang untuk pertama kali nampak 14 Nov 2003, 
satu planet baru yang letaknya berhampiran dengan tata surya kita, 
rencananya menjadi planet ke-sepuluh dalam tata surya kita. Pluto sendiri 
jaraknya 5,9 milyar dari Matahari. Dengan temuan baru ini, para pakar 
astronomi sepakat bahwa definisi planet sebelum ini perlu diperbarui. 
Direncanakan tahun depan (tahun 2007) diadakan Sidang Istimewa yang dihadiri 
oleh 70 negara untuk menentukan definisi baru tentang planet dalam tata 
surya. Kalaulah disepakati ada sepuluh planet, bagi Ria bukan hal yang aneh, 
sebab bukankah lewat mimpi Yusuf putra Ya’cub sudah diidentifikasi adanya 11 
planet + Matahari dan bulan? (Qur’an: surah Yusuf, ayat 4). Hanya saja, 
pen-definisi-an tentang planet dan penamaan belum jelas waktu itu.

Begitu juga dalam physics (ilmu alam) bahwa berdasarkan theori big-bang 
menyatakan bahwa: “The universe was born billions of years ago from a 
rapidly expanding dense and incredibly hot state” Ini definisi terbaru dari 
John C. Mather dan George F. Smoot, pemenang hadiah Nobel dalam bidang 
physics 2006. Ria juga tidak terlalu terkejut dengan theori baru ini. 
Pasalnya, Anaximander yang hidup 3000 tahun SM, sudah mengatakan: “Alam 
semesta ini terbentuk dari asap tebal dan air.” Bahkan dalam: “Al-Qur’an, 
Bibel dan Sains modern", Maurice Buocille, sudah memaparkan tentang 
penciptaan alam semesta dari air dan uap berdasarkan fakta identik dalam 
Kitab Suci. Hanya saja bagi komisi penguji hadiah Nobel Swedia tahun 2006, 
menilai bahwa temuan John C. Mather dan George F. Smoot dari USA sangat 
menarik dalam dunia physics.  Mungkin perkataan “sab’a samawati wal ardh” 
bisa menyibak tirai dalam dunia astronomi dan physics, bahwa kosa kata 
“sab’a” dalam bahasa Arab tidak selamanya berarti [7], tetapi juga berarti 
[tidak terhingga] dan pernyataan: "Penciptaan langit dan bumi dalam masa 
enam hari", tidak bisa ditasirkan secara harfiyah [6 hari] dalam ukuran 
waktu sekarang, sebab satu hari waktu itu sama dengan 50.000 tahun waktu 
sekarang. A. Suidrman, belum sampai kajiannya ke tahap ini. I think, Swedish 
is one of the antique people (Saya rasa, Swedia adalah salah satu bangsa 
kolot. Sudah tentu A. Sudirman. []

Ria Ananda
*Pemerhati di Kawasan Konflik
----------

From: abu meulaboh <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED], [email protected],  
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],  
[EMAIL PROTECTED], [email protected],  
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],  
[EMAIL PROTECTED]
Subject: [IACSF] Re: [Fundamentalist] KAMPANYE KPAMD MODEL PERJUANGAN TANPA 
KEKERASANNYA MARTIN LUTHER KING & MAHATMA
Date: Sun, 15 Oct 2006 08:21:35 -0700 (PDT)
MIME-Version: 1.0
X-Originating-IP: 216.252.111.218
X-Sender: [EMAIL PROTECTED]
Received: from n18b.bullet.sc5.yahoo.com ([66.163.187.185]) by 
bay0-mc1-f2.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.2444); Sun, 15 
Oct 2006 08:33:06 -0700
Received: from [66.163.187.121] by n18.bullet.sc5.yahoo.com with NNFMP; 15 
Oct 2006 15:28:46 -0000
Received: from [66.218.69.4] by t2.bullet.sc5.yahoo.com with NNFMP; 15 Oct 
2006 15:28:46 -0000
Received: from [66.218.67.97] by t4.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 15 Oct 
2006 15:28:46 -0000
Received: (qmail 66015 invoked from network); 15 Oct 2006 15:28:22 -0000
Received: from unknown (66.218.66.172)  by m40.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 
15 Oct 2006 15:28:22 -0000
Received: from unknown (HELO web57202.mail.re3.yahoo.com) (216.252.111.218)  
by mta4.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 15 Oct 2006 15:28:22 -0000
Received: (qmail 36504 invoked by uid 60001); 15 Oct 2006 15:21:36 -0000
Received: from [213.212.1.52] by web57202.mail.re3.yahoo.com via HTTP; Sun, 
15 Oct 2006 08:21:35 PDT
X-Message-Info: LsUYwwHHNt3660MmjhEvYg2f34OAemlKtU9j2Z7TuGo=
Comment: DomainKeys? See http://antispam.yahoo.com/domainkeys
DomainKey-Signature: a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws; s=lima; 
d=yahoogroups.com;b=EFfMu9PxVaG7pgmu0NsMNaXL8azZd+nAl/BLmrfJcX7RzrG9FXpo9jNHdWFzd/J9QfdPtl1NEVTREc9Iniwa5IecZo6uEVB25akk5rIG1Vrr+5gEO+uDx+GsiNsOwQRP;
X-Yahoo-Newman-Id: 15440234-m2544
X-Apparently-To: [EMAIL PROTECTED]
Mailing-List: list [EMAIL PROTECTED]; contact 
[EMAIL PROTECTED]
Delivered-To: mailing list [EMAIL PROTECTED]
List-Id: <IACSF.yahoogroups.com>
Precedence: bulk
List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
X-Yahoo-Newman-Property:groups-email-trad
Return-Path: 
[EMAIL PROTECTED]
X-OriginalArrivalTime: 15 Oct 2006 15:33:06.0603 (UTC) 
FILETIME=[361527B0:01C6F06F]

Topik: A.Sudirman" Boldok"Bapak Malik Mahmud
10 Oktober 2006 dari Banta Ali
"A. Sudirman: Aan Antique Man"

Menyikapi jawaban dangkal A. Sudirman atas artikel Ria: “GAM Political 
Negaholic” dan “GAM Xenofobi” adalah sia-sia. Pasalnya, jawaban yang 
diberikan asal-asalan, seruduk-sana seruduk- sini, tak lebih dari percikan 
air liur yang meleleh dari mulut “anjing Boldok” milik bpk. Malik Mahmud & 
bpk. Zaini Abdullah. Misalnya: tentang keadaan di Aceh yang Ria informasikan 
bahwa: GAM tidak memiliki kekuatan dan kuasa apapun fasca MoU Helsinki. Mana 
ada anggota GAM jadi kepala lorong, Lurah, Camat dan Bupati di Aceh 
sekarang. Ini fakta. Anggota GAM yang goblok aja yang yakin bener akan 
propaganda bahwasanya: “Dalam masa peralihan (tahun 2006–sampai Pilkada), 
Aceh di tangan GAM, hanya kuasa Polisi dan militer aja dipegang Indonesia, 
selainnya dikuasai GAM dan Kantor KPA seluruh Aceh disewa oleh GAM”. 
Ternyata bohong kan? Ria bilang lagi: 'Semua kantor KPA disewa oleh Pemda'. 
Ini juga fakta. makanya, GAM nganggapin énténg, cuék dan ogah ngamuk waktu 
kantor KPA seluruh Aceh diségél.
  Orang yang bayarin sewa kok, biarin aja. GAM sendiri tidak membantah. 
Bayangin aja waktu GAM ada bedil dulu, pasti ngamuk.

Tentang kerjaan GAM di luar negeri, Ria bilang: “Kantor pusat GAM di luar 
negeri sudah ditutup. Tidak ada lagi diplomasi GAM di luar negeri fasca 
penandatanganan MoU Helsinki. Semua perwakilan negara-negara asing dan EU, 
sudah tahu persis bahwa GAM sudah menerima paket Otonomi khusus dibawah NKRI 
yang diberi nama lain, yakni: “pemerintahan Aceh”. Tlp. resmi 0045 8531 
91275 di rumah Tengku Hasan M. Di Tiro yang sebelumnya bisa dihubungi oleh 
siapa saja, wartawan dalam dan luar negeri, kini sudah dibebukan oleh bpk. 
Malik Mahmud & bpk. Zaini Abdullah. Tengku Hasan M. di Tiro berada dalam 
status ‘dirumahkan’ (dikurung) di kawasan Aalby oleh pimpinan GAM di 
Swedia.” Siapa anggota GAM di dalam dan diluar negeri yang berani sanggah? 
Atau, kalau Ria nyebarin fitnah yang bukan-bukan, bilang yang bener. Cuma 
”anjing Boldok” Malik Mahmud & Zaini Abdullah aja yang cuap-cuap dan repot 
mengonggong. Ria beri informasi yang benar, biar anggota GAM di dalam dan 
luar negeri jangan terus
  menjadi korban. Kan Sayang, udah goblok, ditakut-takuti dan dibodoh-bodohi 
lagi.

Terus terang aja, dalam issue Aceh, Web site A. Sudirman dah jadi ajang 
propaganda GAM, pasalnya operator web site ASNLF, Teuku Hadi dah jadi buruh 
BRR di Aceh. Pemimpin Redaksi, Yusra Habib Abd Gani dah tak nongol, tak ada 
beritanya lagi. Tinggal artikel Yusra Habib aja yang numpuk dalam ASNLF. 
com. Maka bpk. Malik Mahmud & Zaini Abdullah memakai Web site A. Sudirman 
untuk media propaganda dan membodohi anggota GAM itu sendiri. Mediator tak 
bersikap arif dan bijak kalau ada peserta diskusi bertengkar. A. Sudirman 
tidak lagi bertindak sebagai pemerhati, penulis dan pengulas yang bijak, 
melainkan telah menempatkan dirinya sebagai “anjing Boldok” bpk. Malik 
Mahmud & Zaini Abdullah. Kerjanya: “menggonggong dan menyalak, bahkan jika 
perlu menggigit semua orang atau bayang-bayang yang melintas di depannya 
...” Secara moral, A. Sudirman Karena sudah memenuhi syarat dipanggil 
“anjing Boldok”. Terimalah dengan rela hati pangggilan penghormatan Ria ini.

Tingkat moral A. Sudirman.
Dalam kajian psychology, moralitas A. Sudirman, terbentuk karena adanya 
dorongan psychologis yang datang dari luar dan muncul dari dalam jiwa. 
Dorongan psychologis yang merangsang dari luar tadi terasa hembusannya, 
ketika orang mulai menilai bahwa A. Sudirman lebih derajat keilmuan 
ketimbang mereka, baik dalam issue: Aceh, agama, kekhalifahan, psychology, 
computer, nasionalisme Indonesia, gerakan kemerdekaan, dll. Makanya 
orang-orang tertentu (yang goblok-goblok)merujuk kepadanya. Akibatnya, 
muncul ta’assuf karena tidak tahu apapun, kecuali tidak tahu apa-apa. Apa 
saja yang diterangkan, yang datang dari dirman ini, terlepas dari salah atau 
benar, ilmiah atau tidak, dianggap suatu kebenaran final. Misalnya, 
pen-definisi-an terhadap suatu istilah yang sudah kolot (out of date)–pun 
dibilang up to date. Jika dirman bilang, pengirim e-mail seseorang dituduh 
sebagai sipolan-sipulin, orang tertentu percaya aja. Padahal, kerjaan kayak 
gini, udah bergubel orang tahu, cuma enggak
  cuap-cuap macam dirman. Takut-takut, kalau air liur "anjing Boldok” ini 
dianggap obat kurap dan ada orang yang menjilatnya.
Dorongan psychologis yang datang dari luar ini mungkin juga datang dari 
suatu kekuatan untuk tujuan intelligence information, sebab terbukti 100%, 
bahwa semua celotéh dan rahasia GAM yang luahkan lewat web site A. Sudirman 
dibocorkan kepada BAKORTANAS dan BAIS. Dalam hubungan ini, baca keterangan 
Razali Pidie sebelum ini. Menurut kajian psychology, converts A. Sudirman 
pada saatnya nanti mengalami psychological instability dan bukan hal 
mustahil akan membelasah “anjing Boldok” yang tak waras ini.

Dorongan jiwa dari dalam akan menggumpal rasa “ke-aku-an”. A. Sudirman 
merasa dirinya diperlukan. Gejala kejiwaan seperti ini dianggap proses yang 
wajar dan tak wajar, tergantung dari efek yang ditimbulkannya. Sekarang, A. 
Sudirman pasien kita pengidap penyakit jiwa. Sewaktu tinggal di Garut, Jawa 
Barat dan di negeri Fir’aun, tidak ada lahan menanam rasa ego-nya. Dari 
sudut psychology, selagi perasaan ego bersemi, selama itu pula ketagihan 
rasa disanjung, apalagi lahan tersedia. Nilai tawar kejiwaan A. Sudirman 
tidak lagi ditentukan oleh standard moral yang normal, melainkan ditentukan 
oleh penyimpangan/kelainan kejiwaan (psychological of deviation) yang lebih 
populer dengan sebutan senèwèn atau sinting. Artinya, abnormal. Lihat 
ciri-cirinya: A. Sudirman selamanya menolak argumentasi orang lain 
berdasarkan subjective assessment, semua tulisan orang invalid dalam 
penilaiannya, Tidak pernah mengakui fakta. Contoh, artikel Ria. GAM saja 
tidak akan berani membantah, tapi A.
  Sudirman berani menyanggahnya. Bukankah streotipe ini hanya milik “Anjing 
Boldok”? Semua tulisan orang salah kafrah dalam kerangka berpikir A. 
Sudirman, semua artikel orang dinilai keliru besar. Yang benar adalah 
jawaban anda sendiri. Nasehat orang tak berguna dan diacuhkan. Akhirnya, 
siapa yang mau dialog secara ilmiah dengan “Anjing Boldok”? Kau sakit jiwa, 
air liurmu najis, bukan obat!

Si Dirman Ketinggalan Kereta.
Psychology merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang tak pernah 
berhenti bergerak. Kecepatan geraknya mengalahkan daya pikir manusia. Lihat, 
masalah-masalah sosial dan kejiwaan, selamanya hadir lebih awal ketimbang 
cara penanggulangan. [Itu sebabnya, banyak kasus dalam Al-qur’an mempunyai 
asbabun-nuzul].

Pen-definisi-an dan penafsiran intensive terhadap “Negaholic” dan “Xenofobi” 
dalam psychology sudah mengalami kemajuan. Kedua istilah psychology yang Ria 
kenalkan, sudah jauh melangkah dalam masalah sosial-politik dan kejiwaan 
yang semakin komplex. Ulasan tentang “Political Negaholic” yang berhubung 
dengan kepemimpinan (kekuasaan), bisa dijumpai dalam literatur (buku) 
tentang politik modern, terutama di Europah dan USA. Artikel: “GAM Political 
Negaholic” mengacu kepada pen-definisi-an terbaru dari negaholic. Begitu 
juga artikel: “GAM Xenofobi”. Pen-definisi-an “Xenofobi” yang Ria tulis, 
sudah diperkenalkan secara umum dan tidak asing lagi dalam masyarakat 
modern. Hanya A. Sudirman yang katanya lulusan fakultas psychology 
“Universitas Fir’aun”, jauh ketinggalan kereta mengikuti perkembangan 
psychology modern; terutama dalam memahami dan memberi arti, definisi atau 
menafsirkan suatu istilah dalam psychology. Adalah wajar, kalau “anjing 
Boldok” ini menggonggongi Ria
  siang-malam, yang menuduh ‘salah memberi arti’ atas istilah psychology 
itu. Ria enngak akan terkejut, sebab tahap daya pikir dan nalar “anjing 
Boldok” memang demikian. Yang ganjil, ada saja orang tanpa rasa malu, minta 
“Anjing Boldok” ini mencari istilah dalam psychology yang jitu untuk 
mematahkan ulasan Ria.

Arti “Negaholic” dan “Xenofobi” tidak perlu A. Sudirman ajar, sebab secara 
harfiyah, arti kedua istilah itu mudah didapati dalam kamus, yang sudah 
dikenal secara meluas sejak ribuan tahun SM di Greek. Munculnya phenomena 
baru dalam masyarakat yang semakin komplex-lah, yang menuntut perlunya 
pen-definisi-an baru. Hal ini, bukan saja terjadi dalam bidang psychology, 
tetapi juga dalam sociology, Anthropology, hukum, physics, astronomi dan 
revolusi tanpa mengurangi arti asal. Dalam dunia revolusi misalnya, dikenal 
istilah “quisling”. Secara harfiyah, “quisling” tidak bisa di-definisi-kan 
sebagai pengkhianat bangsa, sebab istilah itu berasal dari nama seseorang, 
yakni: Vidkun Quisling (1887-1945), Menteri Pertahanan Norwegia dari partai 
buruh, yang secara rahasia telah melicinkan invasi German ke Norwegia semasa 
perang Dunia ke-II. Mengapa dipilih Vidkun Quisling sebagai simbul 
pengkhianat bangsa? Padahal dalam sejarah dunia, banyak orang sekaliber 
Quisling berkhianat. Di Aceh
  misalnya: Pang Tibang; Abdurrahman Zahir, Menteri Luar negeri Aceh dan 
Teuku Panglima Polém, Perdana Menteri Aceh 1873-1907. Setelah perang Dunia 
ke-II usai, baru muncul pen-definisi-an baru bahwa Quisling identik dengan 
(pengkhianat bangsa) dalam khazanah ilmu pengetahuan umum. Ria tak punya 
qualifition dalam hal ini.

Oleh GAM, istilah Quisling ini pernah diberi definisi yang ketat sekali, 
layaknya seperti pukat ikan bilis, yang mampu menjaring mulai dari ikan 
bilis sampai kepada kerang, ikan kakap dan ikan lumba-lumba. Pen-definisi-an 
ini adalah batas atau pagar yang menjaga kemurnian aqidah perjuangan, agar 
anggota GAM jangan bermain tali di atas garis dan melompat pagar dari garis 
demarcation GAM ke kawasan Quisling. Definisi Quisling buatan GAM itu, 
menjadi dasar hukum menghalalkan darah untuk membunuh sesiapa yang melompat 
pagar GAM ke padang “Quisling”. Pokoknya ngeri déh! Sejak tahun 1976-1979, 
definisi Quisling yang dirumuskan oleh Dewan Menteri GAM, betul-betul 
berlaku. Semua orang yang dituduh pengkhianat, mesti cukup dengan 
saksi-saksi, baru disidang oleh mahkamah revolusi yang diketuai oleh Menteri 
Keadilan Aceh dan menentukan jenis hukuman (funishment). Dalam perkembangan 
selanjutnya, definisi Quisling versi GAM jadi hamburadul, leluasa seperti 
hukum rimba, tidak terikat
  dengan ruang dan waktu, berlaku kapan saja, kepada siapa saja dan dimana 
saja.

Sekarang, uji daya jangkau definisi Quisling yang ketat itu. Kalau definisi 
Quisling ditafsirkan secara analogis (takwil qiyas), otomtis semua Juru 
runding GAM di Helsinki masuk dalam pukat (trawl) Quisling Aceh. Mengapa? 
Sebab, jikalau Vidkun Quisling (1887-1945), Menteri Pertahanan Norwegia dari 
partai buruh, yang secara rahasia telah melicinkan jalannya invasi German ke 
Norwegia semasa perang Dunia ke-II. Juru runding GAM telah melicinkan gerak 
intellegence, TNI dan Polri masuk ke Aceh tanpa kendali lewat MoU Helsinki. 
Sejahat-jahat Vidkun Quisling tak sampai membubarkan tentara di Raja 
Norwegia. Tetapi jahatnya Malik Mahmud Cs., sampai kepada membubarkan 
Tentara Negara Aceh (TNA) pada 27 Desember 2005. TNA diresmikan di 
Stavanger, pada 21 Juli 2002. Bedanya, kalau Vidkun Quisling bersalah secara 
perorangan, karena penyalah-gunaan jabatan, juru runding GAM bersalah secara 
gerombolan menyalah gunakan kuasa atau jabatan (juru runding) lewat MoU 
Helsinki. Bukankah ini kerja
  pengkhianat? [Sekedar bandingan: dalam sejarah Indonesia pernah 
ditandatangni MoU antara Indonesia-Belanda, 17 Januari 1948 di atas kapal 
”USS Renville.” Hasil MoU Renville dinilai sangat merugikan kedudukan 
Indonesia. Sebab kekuatan tentara Indonesia dikebiri. Parlemen Indonesia 
menentang isi MoU Renville. Akibatnya sangat fatal. Kabinet Amir Syarifuddin 
yang bertanggungjawab waktu itu jatuh.] Bagaimana dengan GAM? Tidak ada 
parlemen, forum GAM memberi pertanggunganjawab atas keputusan politik. 
Makanya, juru runding GAM bertindak seenak jidatnya di Helsinki, tanpa 
kontrol dari pihak manapun. Mencium bau kalimat ini, sudah pasti “Anjing 
Boldok” A. Sudirman menggonggong: ”wooow, wooow, wooow…., Ria salah lagi 
pakai Istilah dalam revolusi.

Pen-definisi-an baru dalam bidang astronomi. Misalnya, definisi planet yang 
kita ketahui sebelum ini hanya mengakui 9 planet, lengkap dengan nama dalam 
tata surya kita. Tetapi setelah ditemukan planet Gliese, yang jaraknya 33 
tahun cahaya dari bumi dan sesudah Dr. Mike Brown dkk dari California 
Institute of research mengidentifikasi planet Sedna yang jaraknya 3x lebih 
jauh dari Pluto ke Matahari, yang untuk pertama kali nampak 14 Nov 2003, 
satu planet baru yang letaknya berhampiran dengan tata surya kita, 
rencananya menjadi planet ke-sepuluh dalam tata surya kita. Pluto sendiri 
jaraknya 5,9 milyar dari Matahari. Dengan temuan baru ini, para pakar 
astronomi sepakat bahwa definisi planet sebelum ini perlu diperbarui. 
Direncanakan tahun depan (tahun 2007) diadakan Sidang Istimewa yang dihadiri 
oleh 70 negara untuk menentukan definisi baru tentang planet dalam tata 
surya. Kalaulah disepakati ada sepuluh planet, bagi Ria bukan hal yang aneh, 
sebab bukankah lewat mimpi Yusuf
  putra Ya’cub sudah diidentifikasi adanya 11 planet + Matahari dan bulan? 
(Qur’an: surah Yusuf, ayat 4). Hanya saja, pen-definisi-an tentang planet 
dan penamaan belum jelas waktu itu.
Begitu juga dalam physics (ilmu alam) bahwa berdasarkan theori big-bang 
menyatakan bahwa: “The universe was born billions of years ago from a 
rapidly expanding dense and incredibly hot state” Ini definisi terbaru dari 
John C. Mather dan George F. Smoot, pemenang hadiah Nobel dalam bidang 
physics 2006. Ria juga tidak terlalu terkejut dengan theori baru ini. 
Pasalnya, Anaximander yang hidup 3000 tahun SM, sudah mengatakan: “Alam 
semesta ini terbentuk dari asap tebal dan air.” Bahkan dalam: “Al-Qur’an, 
Bibel dan Sains modern", Maurice Buocille, sudah memaparkan tentang 
penciptaan alam semesta dari air dan uap berdasarkan fakta identik dalam 
Kitab Suci. Hanya saja bagi komisi penguji hadiah Nobel Swedia tahun 2006, 
menilai bahwa temuan John C. Mather dan George F. Smoot dari USA sangat 
menarik dalam dunia physics. Mungkin perkataan “sab’a samawati wal ardh” 
bisa menyibak tirai dalam dunia astronomi dan physics, bahwa kosa kata 
“sab’a” dalam bahasa Arab tidak selamanya berarti
  [7], tetapi juga berarti [tidak terhingga] dan pernyataan: "Penciptaan 
langit dan bumi dalam masa enam hari", tidak bisa ditasirkan secara harfiyah 
[6 hari] dalam ukuran waktu sekarang, sebab satu hari waktu itu sama dengan 
50.000 tahun waktu sekarang. A. Suidrman, belum sampai kajiannya ke tahap 
ini. I think, Swedish is one of the antique people (Saya rasa, Swedia adalah 
salah satu bangsa kolot. Sudah tentu A. Sudirman. []

Ria Ananda
*Pemerhati di Kawasan Konflik






---------------------------------
Get your email and more, right on the  new Yahoo.com




Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke