http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 19 Oktober 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

Untuk Teungku Husaini Daud.

Setelah diperhatikan, diteliti, dianalisa, dipahami ternyata Teungku Husaini 
memang masih mentah dalam hal ilmu Pengikut Ali atau Syiah Ali tersebut. 
Teungku Husaini memang kelihatan masih mentah dan tidak menguasai materi 
permasalahan yang didiskusikan. Selalu meloncat-loncat dari materi inti yang 
dibicarakan. Tidak mengerti dan tidak memahami yang ditulis dan hanya 
mem-pastekan tulisan berbuntel-buntel sehingga kelihatan Teungku Husaini 
hanyalah melampirkan tulisan-tulisan orang lain saja, tanpa menguasai 
permasalahan inti yang menjadi topik pembicaraan.

Dengan alasan itulah Ahmad Sudirman melihat diskusi dengan teungku Husaini 
hanya membuang-buang waktu saja. Diharapkan Ahmad Sudirman dapat menemukan 
seseorang yang benar-benar menguasai permasalahan Pengikut Ali atau Syiah 
Ali sehingga ia tidak meloncat kesana-kesini dan hanya sekedar melambungkan 
segudang tulisan yang isinya tidak menunjang pada apa materi yang 
dibicarakan dan didiskusikan.

Sekali lagi saran Ahmad Sudirman untuk Teungku Husaini Daud adalah coba 
pelajari dan gali ilmu tentang Pengikut Ali atau Syiah Ali dengan 
benar-benar, bukan hanya membeo dan mengikut saja pada apa yang dituliskan 
oleh orang lain, apalagi kalau tidak mengerti dan tidak memahami dari apa 
yang dituliskannya itu.

Untuk sementara ini dicukupkan dahulu sampai disini, sampai waktu terbaik 
untuk muncul lagi, setelah melihat Teungku Husaini masak dalam hal ilmu  
Pengikut Ali atau Syiah Ali ini.

Selamat menjalankan ibadah puasa kepada Teungku Husaini Daud, semoga ibadah 
puasa kita semua diterima Allah SWT, amin.

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

From: Muhammad al qubra <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected], [EMAIL PROTECTED],  
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],  
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],  
[EMAIL PROTECTED], [email protected], [EMAIL PROTECTED],  
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Subject: DIALOG HAMPA ANTARA ORANG INI DAN ORANG ITU 2
Date: Thu, 19 Oct 2006 05:27:35 +0200 (CEST)
MIME-Version: 1.0
Received: from web86907.mail.ukl.yahoo.com ([217.12.13.59]) by 
bay0-mc5-f7.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.2444); Wed, 18 
Oct 2006 20:27:37 -0700
Received: (qmail 70378 invoked by uid 60001); 19 Oct 2006 03:27:36 -0000
Received: from [83.108.173.102] by web86907.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; 
Thu, 19 Oct 2006 05:27:35 CEST
X-Message-Info: LsUYwwHHNt2lyGyZ5YL3iRRszf+FJ9KL+S4GKdZENu4=
DomainKey-Signature: a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws;  s=s1024; d=yahoo.no;  
h=Message-ID:Received:Date:From:Subject:To:In-Reply-To:MIME-Version:Content-Type:Content-Transfer-Encoding;
 
  
b=6afudOd7EG5U74oiX3tRNv3/a5TPV/tu8664NmCt7YxRLWQmpbZsJrip7qgEakdDUwgAc/gNo+8zF0LVm8vNTIRHUkAs9EP3A/wd1WZq7grwqUJC4MIOTQWByj4W1vS6Vut6K4bpJgGYCYoXEXfSOGXhtVAeMYs2Kh5tZSZ62V8=
 
  ;
Return-Path: [EMAIL PROTECTED]
X-OriginalArrivalTime: 19 Oct 2006 03:27:37.0361 (UTC) 
FILETIME=[8648F010:01C6F32E]

"Karena, dalam satu butiran yang tertuang dalam isi perjanjian Hudaibiyah 
tersebut disepakati bahwa  menurut klausul nomor 5 dinyatakan ”Bila ada 
orang Mekkah yang ingin tingggal di Madinah, kaum muslimin harus 
menyerahkannya kembali kepada mereka, tetapi bila ada orang Islam yang ingin 
tinggal di Mekkah, pihak Mekkah tidak harus mengembalikannya ke 
Madinah.”(Ahmad Sudirman)

   Orang itu terlampau membesar-besarkan kejadian yang menyangkut Abu Jundal 
agar dapat meyakinkan pembaca untuk membenarkan Umar bin Khattab mengajukan 
pertanyaan syaknya kepada Rasulullah. Padahal kejadian sepereti itu sudah 
diperhitungkan Rasulullah sendiri sebelum beliau menandatangani surat 
perjanjian tersebut, menyangkut point nomor 5.

   Justru point nomor 5 sangat menguntungkan Islam secara idiologis. Hal ini 
dapat dipahami oleh pengikut Rasulullah yang benar-benar beriman (Bila ada 
orang Mekkah yang ingin tingggal di Madinah, kaum muslimin harus 
menyerahkannya kembali kepada mereka, tetapi bila ada orang Islam dari 
Madinah yang ingin tinggal di Mekkah, pihak Mekkah tidak harus 
mengembalikannya ke Madinah). Konsekwensinya kalau pihak mekkah menuntut 
orang-orangnya yang pergi untuk menetap di Madinah, pastinya orang itu orang 
yang sudah meyakini kebenaran Islam sejakin-yakinnya, hingga berdaya upaya 
untuk dapat tinggal di Madinah. Kalau orang yang sudah beridiologi yang 
demikian kuat dikembali lagi ke Makkah, pastinya mereka berdaya upaya untuk 
melawan pihak Mekkah. Sebaliknya kalau ada orang madinah yang pergi untuk 
menetap dimakkah, pastinya mereka itu bukan orang Islam. Andaikata mereka 
itu mengaku Islam, pastinya orang tersebut Munafik, justru itu buat apa 
dipertahankan untuk tinggal di Madinah dalam
  Komuditas Islam yang masih memiliki musuh di Mekkah.  Jadi poit nomor 5 
itu justru merupakan filter dimana  orang-orang yang beriman pasti dapat 
menerimanya. Andaikatapun mereka belum begitu memahami poit tersebut mereka 
juga mustahil menentang Rasulullah sebagaimana yang diperlihatkan Umar yang 
memang sudah menjadi tabiatnya untuk menentang Rasulullah, dimana senantiasa 
mendapat sokongan dan pembelaan oleh orang-orang itu yang keliru jalan 
agamanya. Sementara yang namanya orang-orang beriman senantiasa "sami'na wa 
ata'na terhadap keputusan Rasulullah".

   Demikianlah para pembaca sekalian semoga Allah memberi hidayah kepada 
kita sekalian sehingga tidak mengalami nasib yang sial ketika menghadapi 
sakratul maut sebagaimana dialami Abubakar dan Umar cs. Aamin ya Rabbal 
‘alamain,-

   Billahi fi sabililhaq
   Muhammad Al Qubra
   [EMAIL PROTECTED]
   Sandnes, Norwegia



Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]> skrev:             
http://www.dataphone.se/~ahmad
   [EMAIL PROTECTED]

   Stockholm, 18 Oktober 2006

   Bismillaahirrahmaanirrahiim.
   Assalamu'alaikum wr wbr.


   MASIH MENGGALI TENTANG UMAR BIN KHATTAB RA DIHUBUNGKAN DENGAN PERJANJIAN 
HUDAIBIYAH.
   Ahmad Sudirman
   Stockholm - SWEDIA.


   MASIH MENYOROT UMAR BIN KHATTAB RA TENTANG PERJANJIAN HUDAIBIYAH DILIHAT 
DARI SUDUT SAHIH MUSLIM.

   Rupanya orang-orang yang masih belum mengerti dan belum memahami situasi 
dan keadaan pasca penandatanganan perjanjian Hudaibiyah tetap berusaha 
menampilkan pertanyaan-pertanyaan Umar bin Khattab ra terhadap Rasulullah 
saw dalam usaha untuk menggiring Umar bin Khattab ra kearah syah, keraguan, 
ketidak-percayaan, ketidak-yakinan kepada Rasulullah saw dan kerasulannya, 
juga beruasa membawa kearah kemunafikan.

   Nah, agar supaya kita semua memahami situasi dan keadaan pasca 
penandatanganan perjanjian Hudaibiyah ini, perlu kembali dituliskan disini 
bahwa isi perjanjian Hudaibiyah ini adalah menyangkut:

   1.Kaum Muslimin tahun ini harus pulang tanpa melaksanakan ibadah umrah.

   2.Mereka boleh datang tahun depan untuk melaksanakan haji, tetapi tidak 
boleh tinggal di Mekkah lebih dari tiga hari.

   3.Mengunjungi kota suci tidak boleh membawa senjata, hanya pedang yang 
boleh dibawa, tetapi harus tetap disarungnya.

   4.Orang Islam Madinah tidak boleh mengambil kembali orang Islam yang 
tinggal di Mekkah, juga tidak boleh menghalangi siapapun dari orang Islam 
yang ingin tinggal di Mekkah.

   5.Bila ada orang Mekkah yang ingin tingggal di Madinah, kaum muslimin 
harus menyerahkannya kembali kepada mereka, tetapi bila ada orang Islam yang 
ingin tinggal di Mekkah, pihak Mekkah tidak harus mengembalikannya ke 
Madinah. Suku-suku bangsa di Arab, bebas untuk bersekutu dengan kelompok 
manapun yang mereka kehendaki. (Majid ‘Ali Khan, Muhammad The Final 
Messenger, 1980, hal. 197-198)

   Nah bagi orang yang tidak mengerti dan tidak memahami tentang 
kebijaksanaan politik dan pemerintahan serta Negara Islam pertama yang 
dipimpin oleh Rasulullah saw, maka ketika membaca isi butiran-butiran 
perjanjian Hudaibiyah tersebut akan timbul sikap dan tindakan yang negatif 
atas isi perjanjian tersebut. Mengapa ? Karena, isinya memang menghinakan  
Islam dan merugikan kaum muslimin.
   Nah, sikap yang demikianlah yang timbul dalam pikiran sebagian pasukan 
Rasulullah saw termasuk Umar bin Khattab ra, yang menganggap bahwa isi 
perjanjian Hudaibiyah adalah menghinakan Islam dan merugikan kaum muslimin 
dan Negara Islam pertama.

   Sekarang, keadaan dan situasi yang panas diantara para sahabat dan 
pasukan Rasulullah saw pasca penandatanganan perjanjian Hudaibiyah makin 
menjadi panas situasi dan keadaannya, ketika tiba-tiba muncul Abu Jundal, 
putra Suhail bin ‘Amar utusan Quraisy  meminta bergabung dengan Rasulullah 
saw (Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyyah, Jil. II, hal.318) sambil 
menunjukkan bekas-bekas luka akibat siksaan yang ditimpakan oleh Quraisy. 
Kemudian, Rasulullah saw mencoba mencari perkecualian agar Abu Jundal dapat 
diselamatkan, tetapi pihak Suhail bin ‘Amar menolaknya. Lalu Abu Jundal 
ditangkap kembali, dipukul dan diseretnya untuk dibawa kembali ke Mekkah. 
Abu Jundal berteriak meminta tolong (Ibnu Jarir ath-Thabari, Tarikhur Rasul 
wal Muluk, Jil.II, hal.635), tetapi tidak ada yang berani menolongnya. 
Bahkan perasaan para sahabat dan para pasukan Rasulullah saw pada saat itu 
sangat tersayat hatinya, tetapi Rasulullah saw tetap berusaha dengan sabar 
dan tetap memegang teguh isi
  perjanjian Hudaibiyah yang baru saja ditandatangani. Bahkan Rasulullah saw 
meminta kepada Abu Jundal untuk tetap bersabar, kemudian Abu Jundal ditahan 
dan dibawa kembali ke Mekkah. (Majid ‘Ali Khan, Muhammad The Final 
Messenger, 1980, hal. 198)

   Nah dalam saat-saat situasi dan keadaan yang menyayat hati inilah yang 
disaksikan mata langsung oleh Umar Bin Khattab ra yang membuatnya menjadi 
murung, lalu berkata kepada Rasulullah saw: “Bukankah engkau benar-benar 
utusan Allah? Bukankah apa yang kita miliki sesuatu yang benar?” (Syibli 
Nu’mani, Siratun Nabi, Jil I, hal.457) Kemudian Rasulullah saw menjawab 
dengan tegas dan berkata bahwa ia lakukan semua ini semata-mata mengikuti 
petunjuk Allah. (Majid ‘Ali Khan, Muhammad The Final Messenger, 1980, hal. 
198)

   Nah ternyata Umar bin Khattab ra ketika melihat situasi dan keadaan yang 
menimpa Abu Jundal yang disiksa dan diserert didepan mata Rasulullah saw, 
para sahabat dan para pasukan Rasulullah saw, dimana tidak ada seorangpun 
yang berani menolongnya, Rasulullah saw sendiri tidak bisa menolongnya, maka 
disaat dan dalam keadaan situasi yang demikianlah timbul dorongan dari diri 
Umar bin Khattab ra yang ditampilkan dalam pertanyaan “Bukankah engkau 
benar-benar utusan Allah? Bukankah apa yang kita miliki sesuatu yang benar?” 
yang langsung diarahkan kepada Rasulullah saw. Yang dijawab oleh Rasulullah 
saw dengan tegas bahwa apa yang dilakukannya adalah semata-mata mengikuti 
petunjuk Allah SWT.

   Sekarang yang dipertanyakan, apakah timbulnya sikap Umar bin Khattab ra 
yang diungkapkan dalam bentuk pertanyaan kepada Rasulullah saw tersebut 
merupakan sikap yang syak, ragu-ragu, tidak percaya, tidak yakin kepada 
Rasulullah saw sebagai rasul? Dan apakah sikap Umar bin Khattab ra itu 
merupakan sikap orang munafik?

   Nah, untuk menjawabnya adalah harus ditelaah, diteliti, dianalisa dari 
apa yang terjadi pada saat situasi dan keadaan terjadinya pasca 
penandatanganan perjanjian Hudaibiyah dan ketika Abu Jundal yang disiksa dan 
diseret untuk dibawa kembali ke Mekkah. Mengapa Rasulullah saw tidak mau 
menolong dan menyelamatkan Abu Jundal yang berteriak minta tolong dan 
kesakitan?

   Jawabannya adalah Rasulullah saw tidak mau menghianati perjanjian 
Hudaibiyah yang baru saja ditandatangani. Inilah yang tidak dimengerti dan 
tidak dipahami oleh sebagian pasukan Rasulullah saw termasuk oleh Umar bin 
Khattab ra.

   Bagaimana jadinya, kalau Rasulullah saw dengan langsung sambil pedang 
dihunus siap menyelamatkan Abu Jundal dari orang-orang Quraisy yang sedang 
berusaha menyiksanya itu? Maka konsekuensinya adalah Rasulullah saw secara 
sadar telah menghianati perjanjian Hudaibiyah yang basru saja 
ditandatangani. Mengapa?


   Karena, dalam satu butiran yang tertuang dalam isi perjanjian Hudaibiyah 
tersebut disepakati bahwa  menurut klausul nomor 5 dinyatakan ”Bila ada 
orang Mekkah yang ingin tingggal di Madinah, kaum muslimin harus 
menyerahkannya kembali kepada mereka, tetapi bila ada orang Islam yang ingin 
tinggal di Mekkah, pihak Mekkah tidak harus mengembalikannya ke Madinah.”

   Nah, karena Abu Jundal orang Mekkah yang ingin mendapat perlindungan di 
Madinah dibawah pemerintah Negara Islam pertama di Madinah, dan ingin 
tinggal di Madinah, maka kaum muslimin harus menyerahkannya kembali kepada 
mereka.

   Inilah klausul dari isi perjanjian Hudaibiyah yang telah mengikat 
Rasulullah saw dan seluruh kaum muslimin. Dan karena klausul inilah 
Rasulullah saw tidak ingin menghianati perjanjian Hudaibiyah yang baru saja 
ditandatangani.

   Nah, disinilah perbedaannya antara Rasulullah saw dan para sahabatnya, 
termasuk Umar bin Khattab ra. Umar bin Khattab ra tidak mengerti dan tidak 
memahami serta tidak menyadari konsekuensi yang bisa menimpa Rasulullah saw 
dan kaum muslimin apabila menghianati perjanjian Hudaibiyah yang baru saja 
ditandatangani itu.

   Jadi, dorongan yang besar dari dalam diri Umar bin Khattab ra yang 
diluapkan dalam bentuk sikap dan diformulasikan dalam pertanyaan “Bukankah 
engkau benar-benar utusan Allah?” kehadapan Rasulullah saw adalah bukan 
diakibatkan oleh adanya rasa munafik dalam diri Umar bin Khattab ra, ataupun 
rasa syak, ragu-ragu, tidak yakin dan tidak pecaya kepada Rasulullah saw dan 
kerasulan, melainkan semata akibat oleh dorongan perasaan yang ditimbulkan 
oleh adanya penyiksaan dan penganiayaan terhadap Abu Jundal, dimana 
Rasulullah saw tidak berdaya dan tidak mampu untuk menolongnya, karena tidak 
mau menghianati perjanjian Hudaibiyah yang baru saja ditandatangani.

   Keadaan dan situasi inilah yang tidak dimengerti dan tidak juga dipahami 
oleh sebagian orang yang membaca hadist sahih Muslim, sejarah Rasulullah 
karya Ibnu Jarir ath-Thabari, Syibli Nu’mani, Majid ‘Ali Khan dan yang 
lainnya dihubungkan dengan pertanyaan yang disampaikan oleh Umar bin Khattab 
ra kehadapan Rasulullah saw, sehingga disimpulkan bahwa Umar bin Khattab ra 
telah munafik dan tidak percaya lagi kepada Rasulullah saw dan kerasulannya.

   Terakhir, dengan berdasarkan apa yang dijelaskan diatas, maka kita sudah 
dapat mengambil kesimpulan bahwa pertanyaan yang dikemukakan oleh Umar bin 
Khattab ra “Bukankah engkau benar-benar utusan Allah?” kehadapan Rasulullah 
saw adalah bukan karena kemunafikan atau adanya rasa syak, ragu-ragu, tidak 
yakin dan tidak pecaya kepada Rasulullah saw dan kerasulan, melainkan semata 
akibat oleh dorongan perasaan yang ditimbulkan oleh adanya penyiksaan dan 
penganiayaan terhadap Abu Jundal, dimana Rasulullah saw tidak berdaya dan 
tidak mampu untuk menolongnya, karena tidak mau menghianati perjanjian 
Hudaibiyah yang baru saja ditandatangani.

   Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada 
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu 
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang 
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel 
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

   Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*

   Wassalam.

   Ahmad Sudirman

   http://www.dataphone.se/~ahmad
   [EMAIL PROTECTED]
   ----------

No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.408 / Virus Database: 268.13.4/480 - Release Date: 2006-10-17

_________________________________________________________________
Dags att flytta till större? http://sokbostad.msn.se



Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke