http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 20 Oktober 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.


TERJERAT OLEH JARINGNYA SENDIRI DENGAN MENYAMAKAN IDEOLOGI DENGAN AQIDAH.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


AKHIRNYA TERJERAT OLEH JARINGNYA SENDIRI DENGAN MENYAMAKAN IDEOLOGI DENGAN 
AQIDAH.

Nah, disinilah kalau tidak mengerti dan tidak memahami tentang apa yang 
diyakininya dan kalau masih mentah dalam hal apa yang dianutnya akhirnya 
terperangkap oleh jaring yang dipasang sendiri.

Mari kita teliti secara bersama, ketika kita membahas masalah ”aali 
Muhammad“ atau ”ahli keluarga Muhammad”, ternyata Rasulullah saw dalam 
bershalawat ini tidak hanya dikhususkan istilah ”aali Muhammad” (ahli 
keluarga Muhammad) dengan dikhususkan hanya kepada  Ali bin Abi Thalib ra, 
Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi 
Thalib ra. Karena kalau ”aali Muhammad” dikhususkan hanya kepada Ali bin Abi 
Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali 
bin Abi Thalib ra, maka itu tidak ada dasar nash-nya yang kuat dan sahih. 
Dan memang hadits sahih yang mengkhususkan ”aali Muhammad” hanya kepada  Ali 
bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen 
bin Ali bin Abi Thalib ra adalah tidak ada dan tidak pernah diajarkan oleh 
Rasulullah saw.

Rupanya yang dinyatakan diatas itu dianggap tidak betul, yang betul katanya 
”bahwa ”aali” atau keluarga Muhammad tidak dilihat berdasarkan hubungan 
darah dan perkawinan, tapi dilihat secara Idiology atau ”Aqidah”.

Kemudian, ketika dilambungkan bahwa ”ideologi adalah tidak sama dengan 
aqidah. Ideologi adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk 
konsep bersistem yang menjadi dasar atau asas teori yang memberikan arah dan 
tujuan untuk kelangsungan hidup manusia. Sedangkan aqidah adalah bukan lahir 
dari hasil pemikiran manusia, melainkan lahir karena Islam yang diturunkan 
oleh Allah SWT. Kemudian kalau ideologi dan aqidah dihubungkan dengan ”aali 
Muhammad“ atau ”ahli keluarga Muhammad”, maka anggota keluarga Rasulullah 
saw adalah semua umat Islam yang beraqidah Islam dan semua umat Islam yang 
memiliki ideologi Islam, bukan hanya sekedar keluarga yang diikat oleh tali 
perkawinan dan darah keturunan Rasulullah saw saja.

Ternyata dibantahnya, bahwa ”Aqidah adalah bahasa Arab sedangkan Idiology 
adalah bahasa Inggeris, keduanya merupakan flatform atau asas tempat 
seseorang bergantung atau berpijak dalam Hidupnya didunia ini.”

Nah, rupanya bantahannya itu adalah menjerat lehernya sendiri. Mengapa ?

Karena, akhirnya menyimpulkan bahwa ”ahlulbayt Rasulullah itu termasuk 
seluruh orang yang beriman.”. Mengapa seluruh orang beriman, karena  ”aali 
Muhammad” (ahli keluarga Muhammad) dilihat dari ideologi dan aqidah. Hanya 
ditambah dengan aqidah syiah.

Setelah terjerat lehernya oleh pernyataannya sendiri, akhirnya ia kembali 
merobah haluannya lagi yang menjurus kelobang ahlul bait yang empat orang 
saja, yaitu Ali bin Abi Thalib, Fatimah Zahrah, Hasan bin Ali bin Abi Thalib 
dan Husen bin Ali bin Abi Thalib. Padahal ketika mengupas karena  ”aali 
Muhammad” (ahli keluarga Muhammad) dilihat dari ideologi dan aqidah.

Padahal sudah jelas tidak diajarkan dan tidak dicontohkan oleh Rasulullah 
saw ketika membaca shalawat dengan menyebutkan ”Ya Allah, limpahkanlah 
sejahtera kepada Muhammad dan Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan 
bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra, sebagaimana 
Engkau telah melimpahkan kesejahteraan kepada keluarga nabi Ibrahim”

Dan tentu saja, yang namanya ahlul bait itu bukan yang empat orang itu saja, 
melainkan juga termasuk istri-istri Rasulullah saw. Jadi tidak ada dasarnya 
nash yang sahih yang bisa dijadikan sebagai argumentasi untuk menyatakan 
bahwa ahlul bait itu hanyalah Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan 
bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra.

Begitu juga yang dinyatakan dalam ayat 33 surat Al-Ahzab, yang dimaksud 
ahlul bait itu mencakup istri-istri Rasulullah saw sebagaimana yang 
difirmankan dalam ayat-ayat sebelumnya, ayat 28 sampai 32.

Baru Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib 
ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra dimasukkan kedalam ahlul bait ketika 
ayat 33 surat Al-Ahzab diturunkan dirumah Ummu Salamah ra istri Rasulullah 
saw.

Dimana dalam ayat 33 surat Al-Ahzab itu yang artinya:

”dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan 
bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah 
shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya 
Allah bermaksud untuk menghilangkan dosa dari kamu, ahlul bait dan 
membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS Al Ahzab, 33: 33).

Nah dalam ayat 33 diatas tidak menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan ahlul 
bait itu adalah empat orang yaitu Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, 
Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra, melainkan 
istri-istri Rasulullah saw, sebagaimana yang dicantumkan dalam ayat 28-32 
sebelumnya.

Nah, baru yang berempat ini,  Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan 
bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra dimasukkan 
kedalam golongan ahlul bait setelah Rasulullah saw menerima wahyu ayat 33 
surat Al-Ahzab ini dengan cara langsung memanggil Fatimah, Hasan dan Husen 
dan menyelimuti mereka termasuk Ali dengan Kisa. Kemudian berdo’a yang isi 
do’anya adalah mereka (Ali, Fatimah, Hasan dan Husen) adalah juga ahlul 
bait-nya semoga dihilangkan dosa mereka dan dibersihkan sebersih-bersihnya.

Nah, inilah dasar pengklaiman bahwa ahlul bait itu hanyalah empat orang saja 
yaitu Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib 
ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra. Padahal itu tidak ada kekuatan nashnya 
yang sahih.

Nah kemudian, yang makin menyimpangnya itu ketika istri-istri Rasulullah saw 
yang dalam ayat 28-32 digolongkan oleh Allah SWT kedalam ahlul bait, 
disingkirkannya dengan mengajukan argumen bahwa ketika istri Rasulullah saw, 
yaitu Ummu Salamah ra bertanya kepada Rasulullah saw: ”Dan aku bersama 
mereka wahai Nabi Allah?” Kemudian dijawab oleh Rasulullah saw: ”Engkau 
tetap pada kedudukan engkau dan engkau selalu dalam kebaikan.”

Rupanya jawaban Rasulullah saw yang demikian itu ditafsirkan bahwa Ummu 
Salamah ra adalah bukan termasuk ahlul bait. Padahal Ummu Salamah ra 
mengajukan pertanyaan tersebut adalah disebabkan beliau belum mengetahui isi 
dari ayat 33 surat Al-Ahzab, karena Rasulullah saw belum membacakannya 
kehadapan Ummu Salamah ra pada waktu itu.

Nah, jawaban Rasulullah saw tersebut merupakan jawaban yang didasarkan pada 
surat 28 sampai ayat 32 yang diturunkan sebelumnya, dimana Ummu Salamah ra 
adalah istri Rasulullah saw yang termasuk dalam ahlul bait. Jadi Ummu 
Salamah ra adalah memang salah seorang dari ahlul bait. Sedangkan Ali bin 
Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin 
Ali bin Abi Thalib ra adalah tidak dimasukkan kedalam ahlul bait, sebelum 
turunnya ayat 33 surat Al-Ahzab dan Rasulullah saw memanggil Fatimah, Hasan 
dan Husen dan menyelimuti mereka juga Ali dengan Kisa dan berdo’a bahwa 
mereka (Ali, Fatimah, Hasan dan Husen) adalah Ahl al-Bait-nya.

Jadi, sebenarnya justru melalui do’a Rasulullah saw itulah Ali bin Abi 
Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali 
bin Abi Thalib ra masuk kedalam ahlul bait bersama istri-istri Rasulullah 
saw. Dan yang lebih penting lagi bahwa berdasarkan ayat 33 surat Al-Ahzab 
itu ahlul bait adalah tidak maksum. Karena Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah 
Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra 
adalah tidak maksum, mengapa Rasulullah saw mendoa kepada Allah SWT untuk 
membersihkan mereka dengan sebersih-bersihnya. Kalau Ali bin Abi Thalib ra, 
Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi 
Thalib ra adalah maksum, maka tidak perlu Rasulullah saw berdoa agar mereka 
itu dibersihkan sebersih-bersihnya, karena memang mereka sudah bersih dari 
dosa.

Jadi tidak logis dan tidak ada nashnya yang sahih kalau menyebutkan bahwa 
Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, 
Husen bin Ali bin Abi Thalib ra adalah maksum. Itu alasan yang 
diada-adakannya saja.

Kalau Rasulullah saw menyatakan Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah Zahra ra, 
Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, Husen bin Ali bin Abi Thalib ra dengan 
panggilan ahlul bait itu bukan berarti mereka berempat telah dikhususkan 
oleh ayat 33 surat Al-Ahzab, tetapi mereka pada asalnya adalah tergolong 
kedalam keumuman istilah ahlul bait saja.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada 
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu 
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang 
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel 
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

_________________________________________________________________
Börjar bilen krångla? Köp en ny http://motor.msn.se/



Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke