http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED]
Stockholm, 24 Oktober 2006 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. MASIH ORANG PEMALSU LABEL DR.ZAINI ABDULLAH YANG SUDAH MATI KUTU DI NORTH RYDE NSW, AUSTRALIA. Ahmad Sudirman Stockholm - SWEDIA. ORANG YANG MEMALSUKAN LABEL DR.ZAINI ABDULLAH YANG SUDAH MATI KUTU DI NORTH RYDE NSW, AUSTRALIA DAN TIDAK DITERIMA SEBAGAI PENGUNGSI POLITIK OLEH PEMERINTAH MALAYSIA DAN AUSTRALIA. Memang akhirnya terbukti bahwa orang pemakai bermacam label palsu dari mulai label Warwick Aceh, Puteh Sarong, Teungku Awe Geutah, Salamah Maun, Mustafa Abubakar sampai ke label Dr. Zaini Abdullah yang mengirimkan sumpah serapahnya untuk menghancurkan GAM melalui server internet milik TPG Internet Pty Ltd.[ 202.7.166.169], 65 Waterloo Road, North Ryde NSW 2113, AU telah mati kutu di North Ryde NSW, Australia. Mengapa ? Karena sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya yaitu orang yang memalsukan nama Dr. Zaini Abdullah yang tidak bisa membantahnya adalah yang menyangkut masalah dirinya yaitu: 1. Ia masuk ke Australia bukan sebagai pejuang GAM dibawah Pimpinan Tertinggi Teungku Hasan Muhammad di Tiro. 2. Ia hanya orang biasa di Australia dan bukan pejuang GAM. 3. Ia tidak dikenal oleh Pimpinan Tinggi GAM dan Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro. 4. Ia tidak mendapat perlindungan politik dari pemerintah Kerajaan Malaysia. 5. Ia menikah dengan wanita berkewarganegaraan Malaysia untuk mendapat izin tingggal di Malaysia. 6. Ia memegang pasport bercap burung garuda milik pemerintah RI. 7. Ia keluar masuk wilayah RI, melalui Jakarta, Medan lalu ke Banda Acheh. 8. Ia menumpang kendaraan politik Susilo Bambang Yudhoyono mencoba ikutan menghancurkan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya. 9. Ia dan istrinya masuk ke Australia dengan memakai pasport bercap burung garuda. 10. Ia tidak diberi perlindungan politik oleh pemerintah Australia. 11. Ia menyebarkan cerita sumpah serapahnya dan kafir-mengkafirkan hanya lewat internet di kalangan yang terbatas saja. 12. Ia memakai label Dr. Zaini Abdullah dengan tujuan menghancurkan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya. 13. Ia baru tinggal di Australia kurang lebih dua tahun dan berlindung dibalik istrinya yang berkewarganegaraan Malaysia. Nah, itulah 13 poin yang tidak bisa dibantah dan tidak mampu disanggah oleh orang yang memakai label Warwick Aceh, Puteh Sarong, Teungku Awe Geutah, Salamah Maun, Mustafa Abubakar sampai label Dr. Zaini Abdullah yang untuk sementara ini tinggal disekitar North Ryde NSW, Australia. Ketika orang yang memakai label Warwick Aceh, Puteh Sarong, Teungku Awe Geutah, Salamah Maun, Mustafa Abubakar sampai label Dr. Zaini Abdullah tinggal di Malaysia hanya mendapatkan identity card-nya yang diberikan oleh pihak Kerajaan Malaysia karena kawin dengan perempuan yang berkewarganegaraan Malaysia. Kemudian di Australia sekarang hanya sebagai tukang jual beli kecil-kecilan untuk menyambung hidupnya dengan memakai nama palsu yang berpuluh itu. Jadi, orang yang memakai label Warwick Aceh, Puteh Sarong, Teungku Awe Geutah, Salamah Maun, Mustafa Abubakar sampai label Dr. Zaini Abdullah pandainya hanyalah bicara kosong yang tidak ada isinya. Juga pandainya hanya menipu saja dengan memakai berbagai nama palsu. Mana ada orang Acheh yang percaya kepada orang ini. Karena itu mana berani orang ini secara terbuka meneriakkan sumpah serapahnya kepada umum, paling hanya kepada segelintir orang saja. Semuanya sudah terdetect oleh Ahmad Sudirman perbuatan dan tipu daya orang ini. Tinggal tunggu saja Pemerintah Australia bertindak. Makin ia berteriak-teriak makin kedengaran oleh pihak Penguasa Australia, makin mudah untuk diringkusnya. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ---------- Received: from [202.7.166.169] by web27114.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; Tue, 24 Oct 2006 08:20:08 CEST Date: Tue, 24 Oct 2006 08:20:08 +0200 (CEST) From: "Dr. Zaini Abdullah" [EMAIL PROTECTED] Subject: KENAPA ANJING BOLDOK ITU BERNAMA SUDIRMAN To: Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED] ADA SIAPA YANG TAHU MENGAPA NJING BOLDOK ITU BERNAMA SUDIRMAN? MENGAPA NAMA MONYET LUMPUH DI DALAM HUTAN DI PULAU JAWA YANG DIPUJA-PUJA OLEH IBLIS-IBLIS JAWA DIBERIKAN OLEH AYAH&IBUNYA KEPADA ANJING BOLDOK ITU? ANJING BOLDOK ITU SANGAT BANGGA MENYEBUTKAN KELULUSAN SARJANANYA TANPA DITANYA OLEH DR. ZAINI ABDULLAH DAN ANJING BOLDOK ITU MENYANGKA ORANG LAIN TIDAK BERSEKOLAH. ANJING BOLDOK ITU JUGA AKAN MELIHAT ORANG LAIN YANG PERGI KE LUAR NEGERI SEBAGAI PENGEMIS DAN HANYA ANJING BOLDOK ITU SAHAJALAH YANG MULIA PERGI KE SWEDEN. ANJING BOLDOK ITU SANGAT BANGGA KARENA DIRINYA DIAKUI OLEH DUA ORANG PENGEMIS-MALEK MAHMUD & ZAINI ABDULLAH. ITULAH PEMIMPIN PENGEMIS YANG DIBANGGA-BANGGAKAN OLEH ANJING BOLDOK YANG PERNAH DIBERIKAN DAGING MENTAH OLEH MALEK MAHMUD & ZAINI ABDULLAH. DIA TIDAK TAHU BAHAWA PERJUANGAN BANGSA ACEH BUKAN DI TANGAN DUA ORANG PENGEMIS TERSEBUT. ANJING BOLDOK SUDIRMAN ITU HANYA MEREKA-REKA SEMUA INFORMASI DENGAN BERHUBUNGAN DENGAN ANJING-ANJING BOLDOK JAWA YANG LAIN DAN ANJING-ANJING YANG TELAH MENJADI ANJING BOLDOK JAWA. DIA TIDAK TAHU BAHAWA "DR. ZAINI ABDULLAH" MALAH DILARANG UNTUK MENYERAHKAN KEMBALI I.C. YANG SUDAH DIBERIKAN OLEH PEMERINTAH NEGARA JIRANNYA KARENA "DR. ZAINI ABDULLAH" ADALAH SALAH SEORANG YANG BERPORTENSI UNTUK MENGEMBANGKAN PERNIAGAAN DI SALAH SEBUAH NEGARA JIRAN ACEH. TAPI ITU SEMUA HANYALAH TAKTIK ANJING BOLDOK AMAT SUDIRMAN UNTUK MENDAPAT INFORMASI YANG SEBENARNYA YANG AKAN DISERAHKAN KEPADA ANJING-ANJING BOLDOK TNI/POLRI, KARENA ANJING BOLDOK AMAT SUDIRMAN BEKERJA SEBAGAI MATA-MATA KEPADA ANJING-ANJING BOLDOK TNI/POLRI. ANJING BOLDOK AMAT SUDIRMAN ITU DIPERKERJAKAN OLEH ANJING-ANJING BOLDOK JAWA UNTUK MENGHANCURKAN PERSATUAN PERJUANGAN BANGSA ACEH MELALUI GAM. SEBABNYA IA BUKAN KETURUNAN BANGSA ACEH DAN HANYA SEEKOR ANJING BOLDOK PELIHARAAN. ANJING BOLDOK AMAT SUDIRMAN HANYA MENGELUARKAN KATA-KATA NAJIS UNTUK MENIPU PEMBACA EMAILNYA. KALAULAH "DR. ZAINI ABDULLAH" TIDAK DITERIMA TINGGAL DI LUAR NEGERI OLEH PEMERINTAH LUAR NEGERI, BAGAIMANA IA BOLEH TINGGAL DI LUAR NEGERI DENGAN MELAKUKAN USAHA-USAHA BISNES YANG PROFESIONAL. JADI APA YANG KELUAR DARI MULUT ANJING BOLDOK AMAT SUDIRMAN ADALAH AIR LIUR NAJIS ANJING BOLDOK. BAGI BANGSA ACEH YANG TINGGAL DI SWEDEN, CUBA TUNGGU SI ANJING BOLDOK AMAT SUDIRMAN PERGI KE PASAR, KEMUDIAN KAMU LUDAH DENGAN DAHAK YANG SUDAH DIHASIL MELALUI BATUK SELAMA DUA BULAN KEMUDIAN KAMU AMBIL KACAMATA SI ANJING BOLDOK TUA ITU SUPAYA IA TERJATUH DALAM PARIT YANG TERBUKA DI PASAR SWEDEN. ANJING BOLDOK TUA YANG MULUTNYA BERBUIH AIR LIUR ANJING YANG BERNAJIS. ---------- From: Mustafa Abubakar <[EMAIL PROTECTED]> Reply-To: [EMAIL PROTECTED] To: [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Subject: [IACSF] PHOTO WALI NEGARA ACEH ITU PALSU DAN DIBUAT OLEH SI ANJING BOLDOK AMAT SUDIRMAN Date: Tue, 24 Oct 2006 14:58:53 +0700 (ICT) MIME-Version: 1.0 X-Originating-IP: 206.190.58.159 X-Sender: [EMAIL PROTECTED] Received: from n12a.bullet.sc5.yahoo.com ([66.163.187.155]) by bay0-mc12-f13.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.2444); Tue, 24 Oct 2006 01:00:07 -0700 Received: from [66.163.187.123] by n12.bullet.sc5.yahoo.com with NNFMP; 24 Oct 2006 08:00:07 -0000 Received: from [66.218.66.59] by t4.bullet.sc5.yahoo.com with NNFMP; 24 Oct 2006 08:00:07 -0000 Received: from [66.218.67.94] by t8.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 24 Oct 2006 08:00:07 -0000 Received: (qmail 74912 invoked from network); 24 Oct 2006 08:00:06 -0000 Received: from unknown (66.218.66.218) by m37.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 24 Oct 2006 08:00:06 -0000 Received: from unknown (HELO web55110.mail.re4.yahoo.com) (206.190.58.159) by mta3.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 24 Oct 2006 08:00:05 -0000 Received: (qmail 28307 invoked by uid 60001); 24 Oct 2006 07:58:53 -0000 Received: from [202.7.166.166] by web55110.mail.re4.yahoo.com via HTTP; Tue, 24 Oct 2006 14:58:53 ICT X-Message-Info: LsUYwwHHNt2II3kYmKVwzsPCfE9h/fjCphdsWxo8W+U= Comment: DomainKeys? See http://antispam.yahoo.com/domainkeys DomainKey-Signature: a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws; s=lima; d=yahoogroups.com;b=Gb4GLFcT1yaZfyAvSJ7f6wweyqpR1kG4NLEm7uWKQGv508Kvcq8bCmF8u7moExVSKnhhyHtFEcB3CMl37KW6keLDEs9Q3nLW8KH5sXYlKGwqyGEhidR35J+HjCh1ZXSu; X-Yahoo-Newman-Id: 15440234-m2757 X-Apparently-To: [EMAIL PROTECTED] X-eGroups-Msg-Info: 1:0:0:0 X-Yahoo-Profile: gubernuraceh Mailing-List: list [EMAIL PROTECTED]; contact [EMAIL PROTECTED] Delivered-To: mailing list [EMAIL PROTECTED] List-Id: <IACSF.yahoogroups.com> Precedence: bulk List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]> X-Yahoo-Newman-Property:groups-email-trad Return-Path: [EMAIL PROTECTED] X-OriginalArrivalTime: 24 Oct 2006 08:00:07.0987 (UTC) FILETIME=[6C153830:01C6F742] PHOTO WALI NEGARA ACEH MERDEKA YANG ADA DALAM WEBSITE SI AMAT BULDOK ADALAH FOTO PALSU YANG TELAH DIKUTAK-KATIK OLEH ANJING BOLDOK AMAT SUDIRMAN DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK GRAFIK KOMPUTER: http://www.dataphon e.se/~ahmad/ SI MALEK MAUT & ZAINI ABDULLAH MENGGUNAKAN SI AMAT BOLDOK UNTUK MENULIS TULISAN YANG MENIPU BANGSA ACEH. WALI NEGARA ACEH TEUNGKU MUHAMMAD HASAN DI TIRO SEKARANG DISANDERA OLEH MALEK MAUT & ZAINI ABDULLAH DI SWEDEN. DISEBABKAN WALI SUDAH AGAK UZUR, MAKA WALI TIDAK DIHANTAR MAKAN OLEH KELOMPOK MALIK & ZAINI KALAU WALI BERBICARA KERAS DENGAN MEREKA. APALAGI BELIAU TINGGAL SENDIRI DI RUMAHNYA DI SWEDEN. KALAU TIDAK PERCAYA CUBA BAWA PULANG WALI KE ACEH DAN APA YANG AKAN DIKATAKAN DI DEPAN BANGSA ACEH. BELIAU TETAP UNTUK MEMERDEKAAN ACEH DARI PENJAJAH JAWA. MALAH WALI AKAN MEMAKI MALIK& ZAINI YANG TELAH MENJUAL ACEH DI HELSINKI. SI Justin Davies & Pieter Feith PEMAKAN DAGING BABI DAN PEMINUM MINUMAN KERAS ADALAH DUA ORANG YANG MEMPUNYAI KEPENTINGAN BISNES TERHADAP KEKAYAAN BUMI ACEH DENGAN BEKERJASAMA DENGAN PENJAJAH JAWA INDUNESIA. MEREKA JUGA MEMPUNYAI AGENDA UNTUK MERUSAK AKIDAH DAN KEPERCAYAAN BANGSA ACEH SAMBIL MENDAPAT GAJI BESAR BEKERJA DI ACEH DENGAN DALIH MEMBANTU ACEH. BANGSA ACEH JANGAN PERCAYA DENGAN PENIPUAN DALAM KOMPUTER YANG DILAKUKAN OLEH ANJING BOLDOK AMAT SUDIRMAN. PERJUANGAN KITA BANGSA ACEH UNTUK MERDEKA. TITIK. ======================================================== Stockholm, 19 Oktober 2006 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. PIMPINAN TERTINGGI GAM TEUNGKU HASAN MUHAMMAD DI TIRO TETAP MENENTUKAN PUTUSAN AKHIR. Ahmad Sudirman Stockholm - SWEDIA. OTTO SYAMSUDIN ISHAK TELAH MENGELUARKAN DIRINYA DARI KODE ETIK JURNALISTIK YANG BEBAS DAN BERTANGGUNG JAWAB. âKini kelakuan politik Orde Baru dimunculkan lagi di dalam tubuh GAM. Meski pun Surat Tupe itu menjadi pertanda bahwa berpolitik tanpa moral mulai melanda GAM. Siapakah yang memasukkan kelakuan politik Orde Baru ke dalam tubuh GAM? Di zaman perang, orang yang berada di luar dunia GAM tak mendapat kesempatan untuk mengetahui sejauhmana Hasan Tiro masih berperan dalam mengatur GAM. Karena itu kelakuan memanipulasi menjadi subur sehingga orang Aceh akrab dengan istilah: Peunutoh Wali. Konon, kata Peunutoh Wali sudah terpikirkan untuk diperlakukan seperti Surat Tupe oleh salah satu tim calon kandidat yang berupaya bertumpu pada kaki GAM. Namun, karena persaingan bersifat internal, maka Peunutoh Wali tak bisa digunakan. Para pihak pesaing sama-sama memahami bahwa tidak ada lagi Peunutoh Wali sejak tahun 2000â¦Zaman sudah berubah. Demokrasi Tupe sudah berlalu. Namun, mengapa ada faksi di dalam tubuh GAM yang masih begitu terpesona dengan Surat Tupe yang pernah mendapat dukungan dari Abu Yus PPP itu?â (Otto Syamsuddin Ishak, 17 Oktober 2006) Setelah membaca tulisan berjudul TUPE yang ditulis oleh saudara Otto Syamsuddin Ishak yang dipublikasikan di koran Acehkita pada tanggal 17 Oktober 2006, ternyata isinya hanya berupa tuduhan kepada pihak GAM khususnya kepada Pimpinan Tinggi dan Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang tanpa disertakan fakta dan bukti. Misalnya tuduhan yang tidak memiliki fakta dan bukti hukum yang kuat yang dilontarkan oleh saudara Otto Syamsuddin Ishak yaitu âKini kelakuan politik Orde Baru dimunculkan lagi di dalam tubuh GAM. Meski pun Surat Tupe itu menjadi pertanda bahwa berpolitik tanpa moral mulai melanda GAM. Siapakah yang memasukkan kelakuan politik Orde Baru ke dalam tubuh GAM?â Nah, disini saudara Otto Syamsuddin Ishak secara langsung menuduh pihak Pimpinan Tinggi GAM yang melakukan politik gaya Orde Baru dengan politik tanpa moral melalui pembuatan surat palsu yang dikirimkan oleh Pimpinan Tinggi GAM Teungku Malik Mahmud kepada Ketua KPA saudara Muzakkir Manaf tertanggal 28 Agustus 2006 yang isinya sesuai dengan hasil keputusan rapat Panglima-panglima KPA seluruh Acheh, Gubernur-gubernur Wilayah dan anggota-anggota eks Lybya dengan Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri GAM serta Pimpinan-pimpinan GAM yang ada di Acheh pada hari Selasa, 22 Agustus 2006 di Wisma Daka Banda Acheh yang isinya adalah âKami selaku Ketua KPA Pusat dan seluruh anggota KPA Wilayah di seluruh Acheh menyokong paket Humam Hamid dan Hasbi Abdullah dalam Pemilihan Kepala Pemerintahan Acheh yang akan datangâ. Dimana surat palsu yang disebarluaskan itu hanya diganti yang asalnya tertulis âmenyokong paket Humam Hamid dan Hasbi Abdullahâ menjadi âmenyokong paket Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazarâ Nah rupanya saudara Otto Syamsuddin Ishak ketika menulis TUPE tanpa dicek kembali kebenaran fakta dan bukti hukumnya, langsung saja melambungkan pikirannya yang berupa tuduhan bahwa pihak GAM dalam hal ini Pimpinan Tinggi GAM yang memalsukan surat tersebut dengan tuduhan GAM berpolitik tanpa moral model Orde Baru. Sebenarnya kalau saudara Otto Syamsuddin Ishak yang berkecimpung dalam media massa seharusnya sudah mengetahui bagaimana cara menyampaikan berita yang seimbang, artinya kebenaran fakta dan bukti dari berita itu harus dicek kembali, apakah memang benar pihak Pimpinan Tinggi GAM telah menjalankan politik tanpa moral model Orde Baru melalui penyebaran surat palsu yang oleh saudara Otto Syamsuddin Ishak disebut dengan Surat Tupe itu. Tetapi, disini kelihatannya saudara Otto Syamsuddin Ishak yang notabene adalah salah seorang yang aktif dalam koran Acehkita yang secara langsung merupakan yang bertanggung jawab atas kebebasan jurnalistik, ternyata dalam pelaksanaannya justru menjalankan kebijaksanaan kode etik jurnalistik yang menyimpang. Artinya, hanya model main tuduh tanpa fakta dan bukti hukum yang kuat. Atau dengan kata lain saudara Otto Syamsuddin Ishak dengan tulisan TUPE-nya itu hanyalah merupakan hasil dorongan subjektifitasnya saja yang gersang dari fakta dan bukti hukum yang kuat dengan melemparkan batu dalam bentuk formulasi ungkapan pura-pura bertanya âSiapakah yang memasukkan kelakuan politik Orde Baru ke dalam tubuh GAM?â. Karena dalam dalam kalimat sebelumnya saudara Otto Syamsuddin Ishak sudah mematok bahwa âKini kelakuan politik Orde Baru dimunculkan lagi di dalam tubuh GAM. Meski pun Surat Tupe itu menjadi pertanda bahwa berpolitik tanpa moral mulai melanda GAMâ. Jadi, kalau sudah mematok langsung begitu, sebenarnya tidak perlu lagi saudara Otto Syamsuddin Ishak pura-pura bertanya untuk melepaskan tangan. Kalau saudara Otto Syamsuddin Ishak mau jujur dan mau menjalankan kode etik jurnalistik yang baik, jujur dan adil, maka sebelum menulis TUPE itu, terlebih dahulu harus dicek dan diteliti kebenarannya siapa yang menjadi sumber dari lahir dan menyebarnya surat palsu tersebut. Jadi jangan langsung saja menuduh GAM telah menjalankan politik tanpa moral model Orde Baru melalui penyebaran surat palsu. Selanjutnya saudara Otto Syamsuddin Ishak dengan menulis: âAndaikan orang yang baru melakukan perjalanan ke Swedia, lalu ia berkata: âSudah mendapat Peunutoh Wali!â Senyatanya bahwa ia hanya mendapatkan peunutoh dari Malek Mahmud atau Zaini Abdullah. Karena itu, Surat Tupe yang muncul di tubuh GAM saat ini bukanlah Peunutoh Wali, tetapi Surat Tupe yang ditandatangani (atau tidak) oleh Malek Mahmud. Namun, hal yang pasti bahwa Surat Tupe bukan bagian dari tradisi berpolitik GAM. Apalagi Surat Tupe merupakan budaya politik hitam yang dikembangkan dari aksi Surak Tupe. Maklum, Tupe merupakan binatang pengerat yang menjadi hama bagi para petani kelapa, durian dan langsat.â Nah, disini kelihatan saudara Otto Syamsuddin Ishak sudah menuduh lagi bahwa Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro sudah tidak dilibatkan dan diikutsertakan dalam pengambilan kebijaksanaan politik GAM. Jelas tuduhan saudara Otto Syamsuddin Ishak terhadap Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro tanpa disertakan fakta dan bukti hukumnya yang kuat. Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Kabinetnya adalah satu. Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro tetap terus mengikuti dan menerima laporan dari Kabinetnya. Contohnya saja misalnya ketika Ketua AMM Pieter Feith yang didampingi oleh Kepala Staf AMM Justin Davies berkunjung ke Stockholm dan langsung bertemu dengan Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Kabinetnya di tempat Kedudukan Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro pada hari Rabu, 11 Oktober 2006. Jadi, tidak ada fakta dan bukti hukum kuat kalau saudara Otto Syamsuddin Ishak menyatakan bahwa âSenyatanya bahwa ia hanya mendapatkan peunutoh dari Malek Mahmud atau Zaini Abdullah. Karena itu, Surat Tupe yang muncul di tubuh GAM saat ini bukanlah Peunutoh Wali, tetapi Surat Tupe yang ditandatangani (atau tidak) oleh Malek Mahmudâ. Pernyataan saudara Otto Syamsuddin Ishak adalah pernyataan yang asal tebak dan asal tulis saja yang isinya kosong. Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro tetap memegang komando. Teungku Malik Mahmud dan Dr. Zaini Abdullah adalah sebagai Kabinetnya. Mereka bertanggung jawab kepada Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Mereka berdua tidak bisa menjalankan kebijaksanaan politik dan pemerintahan GAM tanpa persetujuan Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Ketua AMM Pieter Feith ketika bertemu dengan Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro langsung melaporkan apa yang telah dan sedang berjalan di Acheh. Jadi Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro mengetahui dengan pasti apa yang sedang terjadi di Acheh. Karena itu kalau saudara Otto Syamsuddin Ishak menyatakan dalam tulisan TUPE-nya bahwa âSenyatanya bahwa ia hanya mendapatkan peunutoh dari Malek Mahmud atau Zaini Abdullahâ, maka pernyataan saudara Otto Syamsuddin Ishak sudah bukan lagi bagian dari kode etik jurnalistik yang bertangung jawab, melainkan sudah jauh menyimpang kearah propaganda tanpa fakta dan bukti hukum yang kuat yang ingin mengahancurkan GAM dibawah Pimpinan Tertinggi Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Ahmad Sudirman menyarankan kepada saudara Otto Syamsuddin Ishak, sebagai seorang yang berkecimpung dalam media massa perlu dijaga kode etik jurnalistik yang bebas dan bertanggung jawab agar supaya tidak jatuh kedalam perangkap propaganda yang bisa menjatuhkan saudara Otto Syamsuddin Ishak sendiri nantinya. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ---------- Pieter Feith called on GAM leadership in Stockholm. Pieter Feith, the Head of the Aceh Monitoring Mission (AMM), accompanied by AMM Chief of Staff Justin Davies, paid a courtesy call on Tengku Hasan di Tiro in Stockholm, Sweden, on Wednesday 11 October 2006. The visit provided a timely opportunity to review the latest developments in Aceh and to meet with Malik Mahmud and Zaini Abdullah to discuss a few outstanding issues in relation to the continued peace process. The meeting was part of AMMâs wider mandate in supporting the implementation of the MoU signed in Helsinki on 15 August 2005. ---------- T U P E Oleh: Otto Syamsuddin Ishak KELAKUAN politik tidak segera berubah, sekalipun tahun politik beralih. Kelakuan politik tidak otomatis berubah, meski sistem politiknya sudah diubah. Kelakuan politik lawan suatu saat bisa mewujud melalui dirinya dengan tanpa disadari. Tahun 2000, Tgk Abdullah Syafei bisa berkata bahwa GAM tak ada urusan dengan suksesi gubernur. Panglima itu menyatakan GAM tetap berada di luar hiruk pikuk demokrasi ala Indonesia di Orde Baru. Bahkan Tgk Lah mengingatkan kaum politikus itu untuk menghormati Jeda Kemanusiaan melampaui kasak-kusuk pencarian dukungan politik. Pikiran Tgk Lah dilanjutkan oleh Abu Razak di wilayah Pidie.Bahwa tidak ada pihak yang menjual nama AGAM sehubungan dengan urusan politik. Bahkan Abu Razak menjadi palang pintu yang menghalangi para kaki-tangan kandidat yang berupaya mendapat (surat) dukungan dari Panglima AGAM. Di zaman itu, gubernur bukanlah pilihan rakyat. Gubernur Aceh adalah pilihan kaum politikus dari berbagai partai nasional yang nongkrong di DPRD. Itulah mengapa ada jarak antara Pemerintah Aceh dan rakyat Aceh, yakni di antaranya berdiri kaum politikus parnas. Reformasi 1998 tak mengubah sistem politik Orde Baru yang buruk. Di zaman itu, dukungan politik bukanlah dicari dari rakyat, melainkan dari para tokoh. Abu Yus merupakan salah seorang politikus dari PPP yang menopang budaya politik yang disebut: Surat Tupe. Dalam nalar Abu Yus, Surat Tupe merepresentasikan dukungan sejumlah pihak pada calon kandidat. Para calon kandidat membentuk tim suksesi yang kerjanya mereproduksi Surat Tupe. Besarnya dukungan kepada calon kandidat dihitung dari banyaknya jumlah Surat Tupe. Kelakuan politik demikian terang benderang dalam alam pikiran Abu Yus dari PPP. Kini kelakuan politik Orde Baru dimunculkan lagi di dalam tubuh GAM. Meski pun Surat Tupe itu menjadi pertanda bahwa berpolitik tanpa moral mulai melanda GAM. Siapakah yang memasukkan kelakuan politik Orde Baru ke dalam tubuh GAM? Di zaman perang, orang yang berada di luar dunia GAM tak mendapat kesempatan untuk mengetahui sejauhmana Hasan Tiro masih berperan dalam mengatur GAM. Karena itu kelakuan memanipulasi menjadi subur sehingga orang Aceh akrab dengan istilah: Peunutoh Wali. Konon, kata Peunutoh Wali sudah terpikirkan untuk diperlakukan seperti Surat Tupe oleh salah satu tim calon kandidat yang berupaya bertumpu pada kaki GAM. Namun, karena persaingan bersifat internal, maka Peunutoh Wali tak bisa digunakan. Para pihak pesaing sama-sama memahami bahwa tidak ada lagi Peunutoh Wali sejak tahun 2000. Andaikan orang yang baru melakukan perjalanan ke Swedia, lalu ia berkata: âSudah mendapat Peunutoh Wali!â Senyatanya bahwa ia hanya mendapatkan peunutoh dari Malek Mahmud atau Zaini Abdullah. Karena itu, Surat Tupe yang muncul di tubuh GAM saat ini bukanlah Peunutoh Wali, tetapi Surat Tupe yang ditandatangani (atau tidak) oleh Malek Mahmud. Namun, hal yang pasti bahwa Surat Tupe bukan bagian dari tradisi berpolitik GAM. Apalagi Surat Tupe merupakan budaya politik hitam yang dikembangkan dari aksi Surak Tupe. Maklum, Tupe merupakan binatang pengerat yang menjadi hama bagi para petani kelapa, durian dan langsat. Tupe melompat ke pohon sana-sini di dalam kebun. Tupe berkejaran. Tupe bermain di atas dedaunan. Tupe ujung-ujungnya memakan buah kelapa atau langsat. Ketika tupe berjumlah besar, maka tupe pun menjadi hama. Muncul kearifan di kalangan kaum petani yang disebut Surak Tupe (meneriak bajing). Sebuah teknik mengusir tupe (lawan politik). Mereka memasang bunyi-bunyian yang terhubung satu dengan lainnya pada sejumlah dahan. Bunyi-bunyian bisa terbuat dari belahan bambu (tokoh informal) atawa kaleng-kaleng bekas (mantan pejabat). Ketika gerombolan tupe masuk ke kebunnya, maka sang petani menarik-narik tali tersebut sehingga menimbulkan bunyi-bunyian yang menerbitkan rasa takut pada gerombolan tupe itu. Dalam budaya politik tupe dan sistem demokrasi tupe, maka surat tupe sangatlah penting. Karena begitu kandidat lain mulai berlompatan di kebun politik, maka surat tupe itu bisa dikipas-kipaskan untuk mengusir aksi politik lawan. Zaman sudah berubah. Demokrasi Tupe sudah berlalu. Namun, mengapa ada faksi di dalam tubuh GAM yang masih begitu terpesona dengan Surat Tupe yang pernah mendapat dukungan dari Abu Yus PPP itu? http://www.acehkita.net/koran/beritadetail.asp?Id=1661&Id2=&berita=Bandar ---------- Mustafa Abubakar <[EMAIL PROTECTED]> menulis: USAHA JAWA UNTUK MENGHANCURKAN ACEH 1. Mengirim transmigrasi jawa untuk menguasai Aceh melalui jumlah penduduk. Jawa akan berusaha untuk memasukkan keturunan jawa ke Aceh dalam jumlah yang melebihi Bangsa Aceh sehingga Bangsa Aceh menjadi jumlah minoriti di negaranya sendiri; 2. Cara lain yang digunakan ialah dengan melakukan "genocide" iaitu dengan membunuh secara beramai-ramai Bangsa Aceh melalui operasi militer secara terang-terangan dan penghilangan. dengan cara ini diharapkan Bangsa Aceh dapat dihapus dari negeri Aceh, seperti yang pernah berlaku di Champa dan bahkan nama Aceh akan diusahakan untuk dihapus dari peta dunia seperti Champa. Cara yang sekarang diusahakan adalah dengan memecah kesatuan negeri Aceh dalam berbagai bentuk propinsi gaya jawa; 3. Menempatkan lebih ramai keturunan jawa di dalam semua badan-badan pemerintahan jawa di Aceh. Termasuk pengiriman kuntoro dan bawahannya dari pulau jawa dan penerimaan keturunan-keturunan jawa yang telah menetap di Aceh untuk bekerja di BRR dan berbagai pusat administrasi jawa yang lain di Aceh; 4. Menghancurkan tradisi dan budaya Aceh dengan memasukkan berbagai budaya jawa yang karut-marut dengan menggunakan kekuatan serdadu TNI/POLRI jawa. Salah satunya yang nyata sekarang ini adalah dengan membangun bangunan di Aceh yang bercirikan jawa, contohnya pembangunan pintu gerbang Markas Mapolda jawa di Aceh dengan bentuk stupa yang menjadi kebanggaan jawa kejawen; 5. Mencuci otak Bangsa Aceh sehingga mengaku dirinya golongan laknat "Bangsa Indonesia" dan menjadikan sikap Bangsa Aceh yang merasa dirinya bangga dengan menyebut dirinya orang indonesia dan berperangai dengan budaya indonesia dan berbahasa indonesia sebagai alat penipuan yang diperkenalkan oleh jawa soekarno; 6. Bangsa Aceh yang telah bodoh dan dapat dibodohkan oleh laknat jawa, dengan serta merta akan mengaku dirinya orang indonesia dan sangat bangga berbahasa dengan bahasa indunesia. Ingat bahawa Bangsa Aceh yang telah mengaku dirinya orang indonesia adalah mereka yang termasuk golongan yang hina dan sama tarafnya dengan kasta paling rendah di India dan hanya patut menjadi "abdi dalem" jawa; 7. Ramai keturunan jawa yang berusaha untuk dapat bercampur dengan Bangsa Aceh melalui kawin atau kumpul kebo untuk melahirkan keturunan yang lemah dan aib untuk perjuangan Bangsa Aceh ke hadapan, dan bahkan keturunan campur ini menjadi kekuatan untuk memusnahkan perjuangan Bangsa Aceh mencapai Aceh Merdeka. 8. Bangsa Aceh juga akan dihina dengan menggunakan Islam. Contohnya Pilkada jawa yang dibuat di Aceh akan disyaratkan kepada calon untuk lulus membaca Al-Quran. Ini semua sebagai taktik sebab para jawa tahu bahawa ramai orang Aceh sekarang yang sudah mengikut jawa dan meninggalkan Islam dalam hidupnya sehari-hari termasuk membaca Al-Quran dengan benar. Padahal kalau kita suruh SBY & jawa-jawa lain membaca Al_Quran sudah tentu lintang pukang dibacanya. Bahkan ia tidak mampu menyebut "Allah" dengan benar. Ia akan menyebutnya dengan sebutan "Aloh". Apalagi kalau disuruh baca Al-Quran. Ini semua tidak disedari oleh semua calon Pilkada pengkhianat perjuangan Aceh Merdeka yang sudah gila pangkat yang dijanjikan oleh jawa dan meninggal amanah perjuangan untuk memerdekakan negeri Aceh dari gerombolan penjajah jawa indunesia. Semua Bangsa Aceh yang pernah mengaku dirinya anggota atau pemimpin GAM dan sekarang sudah terlibat dengan Pilkada, mereka ini adalah pengkhianat perjuangan Gerakan Aceh Merdeka. Ini termasuk Bangsa Aceh yang rela dirinya hidup di bawah sistem pemerintahan kafir penjajah laknat jawa. Fikirkan wahai Bangsa Aceh semua. Kronologi Syahid Tgk. Ishak Daud Minggu, 05 September 2004. *Kalau kita menerima OTONOMI buat aceh berarti kita telahpun mengakui pengekalan status kita sebagai bangsa terjajah" Panglima Operasi Gerakan Aceh Merdeka Wil Peureulak Tgk Ishak Daud Sekitar 5.000-an personil TNI plus 16 unit kenderaan lapis baja Tank Amphibi (diantaranya; 4 unit Tank TNI pos PLN Kampung Aluë Batèë-Peudawa, 4 unit Tank TNI pos Kampung Beusa-Peureulak Barat, 3 unit Tank TNI pos Timbangan Peureulak (LLAJR), 2 unit Tank TNI pos di rumah pak Balah TNI Kavaleri di Kampung Seuneubôk Pidië-Peureulak Barat dan 3 unit Tank dari pos TNI lainnya, serta sejumlah Helikopter juga ikut patroli melalui udara), mereka melakukan operasi militer secara besar-besaran ke perkampungan penduduk di beberapa kecamatan di Acheh Timur. Berikut urutan pertempuran dari hari ke hari: Selasa, 07 September 2004 pukul 09:00. Terjadi pertempuran pertama antara pasukan TNA vs TNI Kampung Babah Kruëng-Peureulak Timur, Acheh Timur. Ada korban di pihak TNI. 1 personil TNA syahid, 1 pucuk pistol Revolver dan 1 pucuk GLM rakitan milik TNA dirampas TNI. Selasa, 07 September 2004 pukul 20:30. Terjadi pertempuran kedua antara pasukan TNA vs TNI Kampung Paya Kambuëk-Rantau Peureulak, Acheh Timur. Ada korban di pihak TNI. Pasukan TNA semuanya selamat. Rabu, 08 September 2004 pukul 11:00. Pasukan TNI menembak 2 perempuan hingga tewas, Cut Rostina, 26 th, (isteri Ishak Daud) warga Kampung Panggôi-Muara Dua, Acheh Utara. Keduanya ditembak hingga syahid di sebuah rumah warga di Lorong 5 Kampung Seuneubok Lapang, Aluë Niréh-Peureulak, Acheh Timur. Terdapat 7 lubang bekas tembakan di tubuhnya, Korban terus menerus ditembak TNI walaupun korban sudah syahid. Korban bukan ditembak dalam pertempuran. Korban ditembak tanpa perlawanan, tidak ada senjata atau barang bukti lainnya pada korban. Seorang lagi korban belum diketahui identitasnya. Rabu, 08 September 2004 pukul 12:20. Terjadi pertempuran ketiga antara 20-an personil TNA (pasukan Ishak Daud) vs TNI di Teuladan Ateuëh Kampung Aluë Ãn-Peureulak Timur, Acheh Timur. Pertempuran sengit berlangsung selama satu jam lebih, diketahui 14 personil TNI tewas dan sejumlah lainnya luka-luka parah. Ishak Daud beserta 8 personil TNA lainnya syahid dalam pertempuran tersebut, 8 pucuk senjata laras panjang milik TNA disita TNI. Rabu, 08 September 2004 pukul 13:50. Terjadi pertempuran keempat antara pasukan TNA vs TNI di Kampung Tualang Paténg-Peureulak Timu, Acheh Timur. Ada korban di pihak TNI. Pasukan TNA semuanya selamat. Rabu, 08 September 2004 pukul 21:00. Terjadi pertempuran kelima antara pasukan TNA vs TNI di Bukét Batèë Kampung Aluë Rambông-Peureulak Kota, Acheh Timur. Pertempuran berlangsung ½ jam lebih. Ada korban di pihak TNI. Pasukan TNA semuanya selamat. Kamis, 09 September 2004 pukul 09:30. Terjadi pertempuran keenam antara pasukan TNA vs TNI di Bukét Garôt Simpang Palang-Rantau Peureulak, Acheh Timur. Pertempuran berlangsung 1 jam lebih. Ada korban di pihak TNI. Pasukan TNA semuanya selamat. JumÂat, 10 September 2004 pukul 11:00. Terjadi pertempuran ketujuh selama 1 jam lebih di Kampung Aluë Rambông-Peureulak, Acheh Timur. Kronologi: Pasukan TNI masuk ke kawasan tempat persembunyian TNA/GAM di Kampung Aluë Rambông-Peureulak, Acheh Timur. Seorang Danton TNI (diketahui bernama Abubakar) dan 2 personil TNI lainnya yang berada di garis depan terperogok dengan Syukri bin Aji (alias Kondang) 38 th, (Ulèë Opeurasi Bintara Wilayah Peureulak). Kondang yang sedang bersembunyi bersama sejumlah personil TNA lainnya di semak-semak berhasil menembak tewas ketiga personil TNI tersebut, Kondang bersama personil TNA lainnya merebut 3 pucuk senjata laras panjang dan menyita seluruh perlengkapan ketiga TNI tersebut. "Hakikat OTONOMI hana laén nibak tapeusah droë teutap djeuët keu aneuk djadjahan gob" Almarhum Sjahid Tgk Ishak Daud Lalu puluhan personil TNI lainnya mengepung lokasi tersebut, kembali terjadi pertempuran, semua rekan-rekan Kondang yang lainnya berhasil lolos ikut membawa ketiga pucuk senjata dan perlengkapan yang telah disita dari TNI, namun Kondang tidak bisa bergerak lagi karena sudah terkepung oleh TNI, sehingga Kondang terpaksa menghabiskan peluru senjatanya yang masih tersisa. Kondang akhirnya juga syahid tertembak TNI dan senjata AK-47 miliknya dirampas TNI. JumÂat, 10 September 2004 pukul 15:00. Pasukan TNI mengambil 3 jenazah (2 laki-laki dan 1 perempuan) di Kampung Aluë Ãn-Peureulak Timur, Acheh Timur, lalu ketiga mayat tersebut dibawa ke pos liar TNI PLN di Kampung Aluë Batèë-Peudawa, Acheh Timur. Sedangkan 10 mayat lainnya masih dikumpulkan di Kampung Aluë Ãn-Peureulak Timur. Sabtu, 11 September 2004 pukul 11:00. Mayat Ishak Daud diserahkan ke pihak keluarganya di Kampung Teupin Nyaréng-Idi Rayek, Acheh Timur. Ribuan warga ikut melaksanakan shalat jenazahnya. Kemudian dikebumikan di sana. Sabtu, 11 September 2004 pukul 09:00. Terjadi pertempuran antara pasukan TNA vs TNI di Aluë Rambông-Peureulak, Acheh Timur. Belum diketahui eksesnya. Genocide in Liberia Former Liberian president Charles Taylor, April 2006, has flown from Freetown to the Netherlands where he will stand trial for war crimes (AFP/File) Geonocide in Bosnia Trial of Slobodan Milosevic in Den Haag ____________ _ Salah saboh cell teumpat tinggai Charles Taylor dan Milosovic di den Haag. (Ho ka urg tjarong2 dan njang haraih2 droë peumimpin Atjèh atji ba SBY, Wiranto, dll keunoe uléh seubab peuë njang djipeulaku ateuëh bgs atjèh silama 30 thôn) Genocide in Acheh Penjahat2 Prang di bekas Jugoslavia, Afrika Barat, Burundi-Rwanda telah dibawa ke Mahkamah International. Bagaimana dengan "Algojo2" Indonesia ??? Wiranto Cs Susilo Cs A mass grave has been unearthed "The darkest chapter in Indonesia's history" Grim evidence of the army's campaign against separatism in Aceh is only now being uncovered. Only now can the real grieving begin. The BBC's Jonathan Head: A family returns to its burned-out house by Indonesian military Indonesian troops shot dead up to 60 people and wounded 10 last Friday in two villages in Beutong Ateuh of West Aceh. And the bodies were thrown into an abandoned well Investigators have found a number of mass graves in Acheh committed by the Indonesian regime "BEUGI KEUTURÃNAN ATJÃH, HUDÃP ATEUÃH RHUÃNG DÃNJA NJOà KON ASAI NA HUDÃP MANTONG; GEUTANJOà LEUBÃH DJROH MATà NIBAK HUDÃP HINA DIMIJUB PEURINTAH BANSA GOB! WN KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh Massacred in KNPI Lhokseumawe, 60 civilians were brutally butchered by Indonesian Occupation Forces Massacred in Simpang KKA, 250 villagers were brutally butchered by Indonesian Occupation Forces The Victims tortures before they kills KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh Local police chief Said Huseini said three "separatist rebels" were shot dead Saturday on the outskirts of the provincial capital Banda Aceh. A civilian was killed in the crossfire, he said. MASYARAKAT ACEH BERBARING DI TANAH PADA SAAT TNI AD MELEPASKAN TEMBAKAN PERINGATAN PADA RIBUAN PENGUNJUK RASA DI LHOKSEUMAWE, PROPINSI ACEH 21 APRIL 1999. DUA ORANG PENDUDUK TEWAS SETELAH POLISSI DAN TENTARA MEMBUBARKAN UNJUK RASA RIBUAN PELAJAR SEKOLAH YANG MEMINTA DILEPASKANNYA 300 ORANG PELAJAR YANG TERTANGKAP SAAT UNJUK RASA MENDUKUNG KEMERDEKAAN ACEH BEBERAPA HARI SEBELUMNYA. (en/str: REUTERS) Seorang ibu menangis setelah anak kandungnya dibunuh secara sangat kejam dan keji oleh babi jawa Seorang anak dan ibunya kembali kerumah yang baru saja dibakar oleh anjing jawa Setelah dibunuh Anjing TNI menyuruh masyarakat kampung untuk mengambilnya KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh, Kamis, 9 Augustus 2001, Avdelning 4, PT Bumi Flora, Desa Alue Rambôt, Kec. Bandar Alam Aceh Timur Just In One Day, Over 100 Unarmed Achehnese Civilianswere Unlawfully Killed by TNI KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh Men in Aceh are questioned by Indonesian soldiers KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh BABI-BABI JAWA MENGADAKAN PEMERIKSAN KEPADA SETIAP KENDARAAN YANG AKAN MENUJU KOTA BANDA ACEH TEMPAT DI ADAKANNYA SIDANG RAYA RAKYAT ACEH UNTUK KEDAMAIAN, 10 NOVEMBER 2000. TINDAKAN KERAS APARAT KEPADA MASYARAKAT YANG AKAN MENGHADIRI SIDANG ITU MENGAKIBATKAN BELASAN ORANG MENINGGAL DUNIA. (AP Photo/Ismael) Seorang student berdiri didepan rumah sekolahnya yang baru saja dibakar hangus oleh anjing-anjing TNI Salah seorang masyarakat biasa yg dibunuh secara begitu keji dan kejam oleh babi dan anjing jawa-TNI di Kecamatan Nilam, Aceh Utara Press Release To News Editors July 21, 1999 For Immediate Release ACEH REBEL LEADER CALLS INDONESIAN RULE ABSURD In a rare interview from his exile in Sweden, the leader of the movement fighting for independence in Indonesia's northernmost province of Aceh, Hasan di Tiro, says Indonesia has no right to govern Aceh. The exclusive interview with the FAR EASTERN ECONOMIC REVIEW appears in its July 29 issue, published Thursday, July 22. The uncompromising di Tiro calls Indonesia another name for the Dutch East Indies with new rulers, Javanese instead of Dutch. Di Tiro, who declared Aceh's independence in 1976 but fled to Sweden three years later, dismisses Indonesia's new autonomy legislation as irrelevant. The notion of Indonesia is absurd, he says. He also ridicules the Bahasa Indonesia language as "pidgin Malay" and calls the Javanese "barbaric and uncivilized. " Di Tiro puts the overall strength of separatist forces operating in Aceh at around 5,000. Asked what sort of message would he send to a new Indonesian government, perhaps one headed by Megawati Sukarnoputri whose party won the largest number of votes in June's parliamentary elections, Di Tiro says: "No message. They're all the same. Uneducated fools." The REVIEW obtained the interview amid mounting concern that Aceh may be posing a serious challenge to Indonesian unity. The REVIEW reports Indonesian military concerns that outside support makes Aceh's rebels much more dangerous than the ragtag, poorly armed independence fighters of East Timor and Irian Jaya. Two battalions of troops--backed by 1,700 paramilitary police from Jakarta--have renewed operations in Aceh response to a wave of ambushes, assassinations and arson attacks in recent weeks. In one of the worst incidents so far, guerrillas killed five soldiers and wounded 20 in a July 19 ambush on a military convoy. More than 70,000 refugees have scattered across Aceh. For further information, please contact: Michael Vatikiotis Far Eastern Economic Review Tel 852 2508 4420 Fax 852 2503 1530 The death of the charismatic Syafii, 54, his wife Fatimah alias Aisyah and five bodyguards were killed in the head and chest on Tuesday during fierce battle. Indonesia accused of treachery over Syafii's killing. (AT) The remains of great and charismatic Abdullah Syafei (L), 54, his wife Fatimah alias Aisyah (R) were taken to their house after verification of identities by his brother Zakaria at Sigli hospital on 24 January 2002. Abdullah Syafei was the Free Acheh Movement (GAM)' s War Commander who was killed by Indonesian troops on 22 January. GAM has accused Indonesian military of treachery over Syafii's killing. (AT) Almarhum Sjahid Jafar Siddiq Hamzah, murdered by Indonesian regime "KEBIADABAN KAFIR indonesia jawa tidak akan kita maafkan oleh kita Bangsa Aceh. Lihat dalam foto, bagaimana kafir laknat penjajah indonesia jawa membunuh anak2 Bangsa Aceh di depan ibu2 mereka yang telah tua. Kemudian kafir laknat indonesia jawa itu telah mengikat tangan2 ibu mereka.....Demi Allah, kita Bangsa Aceh wajib terus memerangi kafir laknat penjajah indonesia jawa penyembah berhala burung garuda dan pancasila. KITA BANGSA ACEH JANGAN SEKALI-KALI PATAH SEMANGAT dalam memerangi kafir laknat indonesia jawa yang biadab itu. Wassalam, Puteh Sarong ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ ____ *Pada hakikatnya OTONOMI buat aceh hanyalah pengekalan status kita sebagai bangsa terjajah" I D ------------ --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- -------- --------------------------------- Apakah Anda Yahoo!? Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! --------------------------------- Apakah Anda Yahoo!? Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! _________________________________________________________________ Lyssna obegränsat på musik! http://www.msn.se/music Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)... beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Salam perjuangan. -------------- ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!! **UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK: kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED] http://lantak.cjb.net *PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Lantak/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
