http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED]
Stockholm, 26 Oktober 2006 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. MASIH PEMALSU LABEL DR.ZAINI ABDULLAH MENGAKU BISNISMEN DI MALAYSIA DAN DI NORTH RYDE NSW, AUSTRALIA TERNYATA TERORIS. Ahmad Sudirman Stockholm - SWEDIA. MASIH TENTANG PEMALSU LABEL DR.ZAINI ABDULLAH YANG MENGAKU BISNISMEN DI MALAYSIA DAN DI NORTH RYDE NSW, AUSTRALIA TERNYATA TERORIS. Nah akhirnya terbaca dan terlihat dengan jelas orang yang memakai bermacam label palsu Warwick Aceh alias Puteh Sarong alias Teungku Awe Geutah alias Salamah Maun alias Mustafa Abubakar alias Dr. Zaini Abdullah yang memakai internet milik TPG Internet Pty Ltd.[ 202.7.166.169], 65 Waterloo Road, North Ryde NSW 2113, Australia sudah menggelupur, tidak ada seorangpun yang berani maju dan menolongnya, sebentar lagi ia akan menggelupur di daerah sekitar North Ryde NSW 2113, Australia dibekuk oleh pihak keamanan Pemerintah Australia. Mengapa? Karena orang yang memakai bermacam label palsu Warwick Aceh alias Puteh Sarong alias Teungku Awe Geutah alias Salamah Maun alias Mustafa Abubakar alias Dr. Zaini Abdullah adalah memang termasuk kelompok yang dilarang di Malaysia. Tidak akan ada seorangpun yang akan berani dekat dan menolong orang penipu dan pemalsu nama Dr. Zaini Abdullah ini. Pihak Pemerintah Australia sudah mencium kegiatan terorismenya orang pemalsu nama Dr. Zaini Abdullah di Malaysia dan di Australia. Tidak ada orang Acheh dan bangsa Acheh yang terlibat gerakan terorisme di Malaysia dan di Australia, kecuali orang ini yang pura- pura memperjuangkan Acheh. Rakyat dan bangsa Acheh di Acheh mengetahui kegiatan kelompok yang dilarang atau diharampakan di Malaysia ini sudah menyusup ke Acheh dan keluar Malaysia, termasuk ke Australia. Mana berani orang penipu dan pemalsu nama Dr. Zaini Abdullah ini menyatakan dirinya yang sebenarnya kepada rakyat dan bangsa Acheh bahwa ia benar dan jujur membela rakyat dan bangsa serta negeri Acheh. Namanya saja memakai nama palsu, bagaimana orang dan bangsa Acheh percaya kepadanya. Nah, karena orang penipu dan pemalsu nama Dr. Zaini Abdullah ini adalah termasuk salah seorang teroris dan termasuk salah seorang dari kelompok yang diharamkan di Malaysia, maka tidak berani secara terbuka dan jujur menyatakan dirinya dihadapan seluruh rankyat dan bangsa Acheh. Paling hanya teriak-teriak dengan meludahkan kata-kata kafir biadab saja, dari sejak tahun 2000 dulu sampai detik sekarang ini. Rakyat dan bangsa Acheh baik yang ada di Acheh ataupun diluar Acheh, mana percaya kepada orang penipu dan pemalsu nama Dr. Zaini Abdullah ini. Di Australia saja memakai nama palsu dan pura-pura sebagai bisnismen sebagai alat penutup diri dan kedok mukanya saja. Padahal kegiatannya adalah kegiatan terorisme dan terus mengkafir-kafirkan orang Islam dan orang lainnya, persis kelakuan kelompok yang dilarang atau diharamkan di Malaysia itu. Nah sekarang, tidak ada lagi yang bisa dilakukan dan disembunyikannya lagi oleh orang penipu dan pemalsu nama Dr. Zaini Abdullah ini, selain hanya berteriak-teriak yang tidak ada gunanya. Semua orang Acheh yang ada didekatnya di Australia tidak akan ada yang berani mendekatnya karena takut dicap dan dianggap sebagai teroris oleh pihak Pemerintah Australia. Dan tentu saja, segala kegiatan orang penipu dan pemalsu nama Dr. Zaini Abdullah ini diawasi dan dibuntuti oleh pihak Keamanan Pemerintah Australia. Kemudian, soal saudara Otto Syamsuddin Ishak yang menulis TUPE pada 17 Oktober 2006 di Koran Acehkita yang menuduh kepada Pimpinan Tinggi GAM dan Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang tanpa fakta dan bukti hukum kuat sudah ditanggapi dalam tulisan "Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro tetap menentukan putusan akhir" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/061019.htm ) dan dipublikasikan di beberapa media massa elektronik, termasuk di Acehkita.com. Ternyata saudara Otto Syamsuddin Ishak tidak mampu untuk menanggapi balik atas tuduhan yang tanpa fakta dan bukti hukum kuat itu. Jadi, kalau orang penipu dan pemalsu nama Dr. Zaini Abdullah ini memakai alasan dan argumentasi tulisan TUPE yang dikarang oleh saudara Otto Syamsuddin Ishak, maka argumentasi yang dipakainya itu adalah argumentasi yang paling lemah dan paling keropos. Lihat saja fakta dan bukti hukumnya, mana ada lagi tanggapan balik yang dilambungkan oleh saudara Otto Syamsuddin Ishak atas tulisan "Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro tetap menentukan putusan akhir", karena memang saudara Otto Syamsuddin Ishak hanyalah sekedar ingin menjatuhkan dan menghancurkan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya. Terakhir, dengan telah menggelupurnya orang penipu dan pemalsu nama Dr. Zaini Abdullah yang adalah salah seorang teroris dan salah seorang anggota kelompok yang dilarang di Malaysia, maka apapun yang diteriakkannya di mimbar bebas ini tidak lebih dan tidak kurang adalah hanya merupakan tiupan bau mulutnya saja yang tidak memiliki isi dan kekuatan sedikitpun juga. Dan tentu saja setiap rakyat dan bangsa Acheh tidak akan berani mendekatinya karena akan dicap sebagai anggota kelompok terlarang di Malaysia dan di Australia. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ---------- Received: from [202.7.166.169] by web27113.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; Thu, 26 Oct 2006 03:09:28 CEST Date: Thu, 26 Oct 2006 03:09:28 +0200 (CEST) From: "Dr. Zaini Abdullah" [EMAIL PROTECTED] Subject: ANJING BOLDOK AMAT SUDIRMAN SUDAH HABIS BAHAN To: Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Anjing boldok amat sudirman sudah habis bahan menulis, dengan mengulang-ngulang dan memforwards isi emailnya yang sama. Anjing boldok amat sudirman itu sudah kehilangan akal untuk menipu Bangsa Aceh yang masih kuat hatinya untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Aceh. Anjing boldok amat sudirman juga sudah sangat merasa kecewa, karena Bangsa Aceh tidak terpengaruh dengan tipu dayanya yang diarahkan oleh malek maut & zaini boh labu. Wahai anjing boldok amat sudirman, pernahkah kamu mendengar bait lagu "Pusara Tak Bernama"? Itulah ibaratnya Bangsa Aceh yang berjuang dengan segala kekuatan yang ada padanya dan tidak pernah terikut-ikut atau terpengaruh dengan pengkhianat yang telah menjual maruah dan negara Aceh kepada kafir penjajah indunesia jawa. Kamu wahai anjing boldok amat sudirman adalah anjing yang diberi makan oleh si malik maut & zaini boh labu, sehingga kamu terus menggonggong. Kamu anjing boldok amat sudirman juga bekerja untuk serdadu tni/polri. Wahai anjing boldok amat sudirman, jangan cuba kamu menggertak Bangsa Aceh dengan tulisanmu melalui email. Sudah banyak Bangsa Aceh yang cuba kamu gertak melalui email kamu sebelum ini. Bangsa Aceh yang tidak pernah menjadi pengkhianat hanya berpegang pada prinsipnya "sekali lahir dan sekali mati". Jadi gertak anjing boldok seperti kamu lakukan tidak pernah ditakuti oleh Bangsa Aceh yang kuat prinsipnya. Hanya anjing boldok tua yang menghabiskan sisa hidupnya di pasar- pasar borong Sweden mencari tulang seperti kamu yang takut kepada gertak kerana takut tidak mendapat tulang. Kepada Bangsa Aceh semua supaya dapat menilai si malek maut & zaini abdullah, yang berkawan dengan anjing boldok tua yang sekarang menghabiskan sisa hidupnya di Sweden yang berasal dari pulau jawa, amat sudirman, dengan menggunakan anjing boldok tua itu untuk menentang siapa sahaja Bangsa Aceh yang tidak menerima pengkhianatan yang telah dilakukan oleh malek mahmud & zaini abdullah itu serta konco-konconya yang lain terhadap cita-cita untuk memerdekakan Aceh dari penjajahan indunesia jawa. Kebanyakna mereka yang sudah menjadi pengkhianat ini sekarang hanya mahu memperkaya dirinya dengan mengharap wang yang diberikan oleh penjajah indunesia jawa melalu BRR dan pemberian wang atau proyek secara langsung melalui monyet Hamid Awaluddin dan Yusuf Kalla. Mereka sudah mengkhianati pengorbanan Bangsa Aceh untuk memperjuangkan kemerdekaan. Untuk si anjing boldok tua amat sudirman, diharapkan supaya terus menghabiskan sisa tuanya di pasar-pasar borong Sweden untuk mencari tulang-tulang yang tumpah dari tong sampah di sana. Kalau kamu pulang ke rumah mertua kamu di Sumatra Utara katanya akan disiang oleh orang- orang Mandailing dijadikan makanan anjing, sebab kamu telah memalukan Bangsa Mandailing dari keluarga isterimu itu, dengan cara membela anjing2 penjajah jawa dan pengikutnya. ---------- --- In [email protected], Mustafa Abubakar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > BANGSA ACEH SEMUA, > > Malik Maut & Zaini sudah takut pada bayang-bayangnya sendiri. Terutamanya setelah Otto Syamsuddin menulis dan menerangkan tentang "surat tupe" yang selalu dimainkan oleh kedua pengkhianat perjuangan suci Bangsa Aceh. > > Sehingga dipergunalah anjing boldok tua amat sudirman untuk mengcounter tulisan tersebut dengan menerbitkan gambar-gambar palsu dua pengkhianat itu dan dua orang lagi pemakan daging babi dan peminum minuman keras yang sedang mencari kekayaan di Ace, melalu photo yang sedang duduk dan berdiri bersama Wali Negara Teungku Muhammad Hasan Di Tiro. Kalaupun photo itu betul, maka photo itu adalah Malek Maut & Zaini Abdullah memaksa dan mengancan Wali Negara yang sudah uzur dengan mengatakan bahawa kalau beliau tidak mahu duduk dan berdiri berphoto bersama mereka, maka utusan mereka yang menghantar makanan kepada Wali negara setiap hari, tidak akan lagi menghantar makanan dan keperluan ubat-ubatannya. Ini Bangsa Aceh semua perlu memahami apa yang sedang berlaku terhadap kehidupan Wali Negara di Sweden sekarang ini. Mereka telah mempergunakan Wali Negara yang telah uzur untuk kesenangan dan harapan mereka mendapat pangkat dan harta dari penjajah jawa. > > Zaini Abdullah sangat takut pada bayang-bayangnya sendiri kalau- kalau ia gagal mengorbit adiknya untuk meraih pangkat dan harta yang dijanjikan oleh jawa penjajah. > > Si anjing buldok amat sudirman pula, juga takut pada bayang- bayangnya sendiri. Anjing buldok ini mengatakan bahawa setiap orang yang menentang malek maut & zaini abdullah adalah orang-orang yang tidak dikenal oleh pengkhianat malek maut & zaini abdullah atau pemimpin tertinggi KPA (bukan GAM). Akan tetapi si amat boldok itu sangat takut dengan tulisan yang ditulis oleh orang yang konon tidak dikenal itu. Sehingga walaupun si amat boldok yang tua itu dengan kacamatanya yang tebal seperti punggung botol limun masih juga berusaha menopang matanya dengan batang korek api untuk menulis untuk melawan tulisan yang dibuat oleh orang yang katanya tidak terkenal itu. Ini menunjukkan si amat anjing boldok itu takut pada bayang- bayangnya sendiri. Kalau katanya tidak dikenal dan terkenal, mengapa sibuk-sibuk dan takut membalasnya. > > Agaknya si amat boldok memahami bahawa "tulisan itu sama dengan pedang". > > Wahai amat anjing boldok, jangan kamu sangka perjuangan Bangsa Aceh untuk memerdekakan negeri Aceh tergantung di tangan dua orang pengkhianat itu. Bangsa Aceh tidak akan pernah mengikut ekor pengkhianat. > > Sebelum si malek maut & zaini abdullah menyatakan secara terang untuk berundur dari berkompromi dengan penjajah jawa dan seterusnya menyatakan perjuangan untuk memperjuangkan kemerdekaan negeri Aceh, maka penulis yang kamu katakan tidak dikenal oleh pemimpin pengkhianat itu akan terus menulis sehingga bergetar peler pengkhianat itu. Atau penulis yang kamu kata tidak dikenal oleh pemimpin pengkhianat itu, akan rela uzlah dibunuh syahid. > > Jadi jangan kamu anjing boldok cuba menggertak Bangsa Aceh yang bukan pengkhianat perjuangan. > > Hari ini saya ingin menyampaikan kepada semua Bangsa Aceh, bahawa si pengkhianat malek maut & zaini abdullah hanya mencari kesenangan hidupnyanya semata-mata. Paling kurang seramai 16 orang lagi pejuang GAM masih meringkuk dalam tahanan penjajah indunesia jawa, termasuk Tgk. Ismuhadi dan Irwan. Ini oleh si malek maut & zaini abdullah sudah tidak lagi dihiraukan dan bahkan ia telah bersetuju dengan si Hamid Awaluddin wakil jawa dengan melebel tahanan ini sebagai "kriminal". Inilah permainan pengkhianat dan penjajah yang rela membiarkan mereka yang masih disiksa dalam penjara oleh gerombolan penjajah. > > Bagi penjajah jawa indunesia, semua Bangsa Aceh yang menentang penjajahan mereka akan dianggap kriminal. Bermakna malek maut & zaini abdullah juga golongan yang sama dengan indunesia jawa. Kalaupun mereka hanya berpegang pada MoU yang telah ditandatanganinya di Helsinki, semua tahanan penjajah jawa dari Bangsa Aceh wajib dilepaskan. Akan tetapi 16 orang dari mereka masih belum dilepaskan. Bangsa Aceh wajib berfikir, apa yang telah dan sedang dibuat oleh malek mahmud & zaini abdullah dan konco-konconya? Hanyalah mengemis wang, kenderaan, rumah, dll dari penjajah jawa di atas darah dan penderitaan Bangsa Aceh. > > Ingat hai amat anjing boldok, gertakmu tidak akan mampu menggoncangkan penulis yang kamu kata tidak dikenal oleh pemimpin pengkhianat itu, sehingga kamu semua mengaku semua kesalahan dan kesilapanmu dan berundur dari perbuatanmu semua untuk mencari kesenangan di atas darah, nyawa dan penderitaan Bangsa Aceh. > > PENJAJAH JAWA WAJIB KELUAR DARI BUMI ACEH > ACEH WAJIB DIMERDEKAKAN > TIDAK ADA PILKADA > TIDAK ADA GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA DI ACEH > ACEH AKAN DIPIMPIN SENDIRI OLEH BANGSA ACEH > DI BAWAH NEGARA ACEH MERDEKA > ANJING BOLDOK TETAP ANJING BOLDOK (AMAT SUDIRMAN) > > Mustafa Abubakar <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > TAPUMARDEKA DJIWA DJOH GOHLOM TAPU MARDEKA FIZIK > > Assalamualaikum wrt. wbt. > > Bismillahirrahmanirrahim. > > RANUEB SIGAPU > > Awai phon that lon utjap seulamat keupada mandum geutanjoe njang ka siuroe tapeuleupah puasa geutanjoe. Tameulakei bak Po beuseuleusoe tapeuabeh puasa bak buleun sutji njoe, Insja Allah. > > Teuma lon tuan lakei meuah sjit beu rajok that sabab ka dua uroe njang ka u likot ka hana lon tuan peutroh haba sapue pih keu mandum sjeudara rakan mansaboh donjan dalam donjan maja njoe. Njoe sabab âkeyboardâ computer ulon tuan kana masalah batjut lam dua uroe njan. Aleh kareuloh bak gram teuh tateumuleh tateugon teuga-teuga that. Alhamdulillah njoe ka normal keulai. > > Watei tadjak saweu rakan-rakan mandum rata sagoe, djeut takalon bahwasadjih rajok that seumangat mandum sjeudara geutanjoe njan keu mardeka nanggroe geutanjoe Atjeh meutuah njan. Hana meusidroe pih njang peugah hana galak keu mardeka nanggroe geutanjoe dari iblih si- pai djawa. Mungken njang djaweub hana galak keu mardeka nanggroe Atjeh meutuah geutanjoe, mungken keulompok njang ka djipeutamong iblih si-pai djawa lam tuboh djih. Atawa djeuneh njang ka djipeutamong iblih si-pai djawa njan, lam tuboh djih kadjiduek iblih- iblih rata sagoe tuboh rakan iblih njan. Djitjako matjam tjara. Djipeugah djibri pangkat lek iblih si-pai djawa, djipeugah djibri beulandja lek iblih si-pai djawa, djipeugah djibrie keuseunangan hudep lek iblih si-pai djawa, djipeujakin lek iblih si-pai djawa, bahawa deungon djimeurakan ngon iblih si-pai djawa keuh baro djeut djimeuudep ateuh rhueng donjan njoe. Djipeugah lek iblih si-pai djawa, meunjoe hana djimeurakan ngon iblih si-pai djawa, djih akan > deuk, keuluarga djih akan deuk sjit, hana peng ngon djipeusikula aneuk djih, hana peng ngon djibloe moto mangat, hana peng ngon djipeugot rumoh geudong mangat bak djiduek. Matjam peukara dum djitjako lek iblih si-pai djawa njan bak geulunjueng djih. Njan keulompok njang kadjitamong iblih si-api djawa lam tuboh djih. > > MEUNJOE DJIWA HANTOM MARDEKA HANA PUE HARAP FIZIK MARDEKA > > Saboh lagei lom teuma djeh njang rajok that seumangat nanggroe Atjeh beumardeka dari iblih si-pai djawa. Meukeusud djih nanggroe Atjeh bu bibeuh dari iblih si-pai djawa. Iblih si-pai djawa njan mandum beudjibeuâot gaki mandum dari nanggroe Atjeh. Njoe lon tuan boh nan deungon âMardeka Fizikâ. > > Saboh peasan laen takalon bak laen sagoe njang kadjeut keu peunjaket njang kadjiduek bak keulompok njan teuma. Njoe di keulompok njoe teuma seumangat untok mardeka fizik dari iblih si-pai djawa kadjipeutalo lek sipheut mardeka djiwa. Pue makna âMardeka Djiwaâ? Njoe njang hana djimuphom atawa djipeukeurabei lek keulompok njoe. Atawa di keulompok njoe hana troh djiseumike traoh bak peukara njoe. Atawa sabab katrep that djirhah ulei (brain washing) lek iblih si-pai djawa, seuhinggai di keulompok njoe hana troh le djiseumike keunan. > > Pue peukara njang djeut keu masalah teuma di raakan njoe mandum? Meunjoe taakalon silapeh njang tipeh, sang-sang peukara njoe handjeut keu masalah. Tapih meunjoe takalon dan taseumike deungon tjara njang tjukop lhok, seubeunar djih njoe keuh njang djeut keu peukara njan Nanggroe Atjeh meutuah njan hana mardeka-mardeka seutjara fizik. > > Pue tjonto teuma njang tameukeusud deungon hana mardeka djiwa? Pue sabab njan tjonto-tjonto lagei njan djeut keu peungaroh njang rajok njang djeut keu saboh beunteung (constrain) keu mardeka Nanggroe Atjeh seutjara fizik? > > Mungken lo njang hana seutudju meunjoe tatjeurita tjonto-tjonto njoe mandum. Djeh sabab utak katrep that djirhah lek filsafat hudep lek iblih si-pai djawa. Sipheut, darah, asoe, tjara hudep, norma- norma hudep, tjara tapuphom agama, kabeh djitamong dan djipeukuto ngon pue njang djipeuruneo lek iblih si-pai djawa lawet njoe. Pue tjonto-tjonto njan teuma? > > Njoe watei lon tuan tjeurita meungeunai tjonto-tjonto njoe dum, tji maseng-maseng geutanjoe tanjong bak droe teuh, pue keuh tjonto- tjonto njang lon tuan seubot njoe pue keuh na djiduek lam badan geutanjoe, na taamai lam hudep geutanjoe, na peungaroh teurhadap hudep keuluarga geutanjoe? Njan tji tilek maseng-maseng keudroe! > > Watei tapeugah droe teuh bahawa geutanjoe get that meuseumangat bak taneuk djak pumardeka Nanggroe Atjeh meutuah bak djaroe iblih si- pai djawa, pue keuh seutjara âdjiwaâ geutanjoe ka mardeka? > > Gadoh tapeugah droe teuh galak teuh that dan meuseumangat that untok tapumardeka (seutjara fizik) Nanggroe Atjeh, tapih ho njang tadjak njan iblih si-pai djawa tapasoe lam bhep atawa lam kantong teuh. Pue miseu? Njan handjeut sagai geutanjoe soh bhep teuh meunjoe hana meuasoe ngon rukok Dji Sam Sue, Panamas, Gudang Garam, atawa merek njang laen-laen lam kantong teuh. Meunjoe kon merek njan sjit hana meurasa bak abah teuh. Meunjoe ka merek njan sjhit kamangat meurasa watei tapeudjahoi asap djih meugumpai-gumpai. Bahkan lheuh seumajang pih pajah hirup atra njan dilei meusikhan. Meunjoe han sang seumajang-seumajang njang kalheuh tapubuet hana seumpurna. Oh lheuh njan meutaapeusosah droe teuh teuk, tapeugah pakon Nanggroe Atjeh meutuah njoe hana mardeka-mardeka? Pane mardeka teuma, droe teuh digeutanjoe handjeut tapeudjioh sagai ngon peukara njang na hubongan ngon iblih si-pai djawa. Kakeuh di iblih si-pai djawa njan sabe lam tuboh geutanjoe. Meunjoe duek di lua nanggroe, > njan sjhit kaleungkap informasi, pat keude iblih si-pai djawa njang meukat ek linot njan. Atawa meunjoe na rakan woe u nanggroe, njan ek linot njan ilei peusan me meudua boh pak. > > Meunjoe tapeutrang seutjara kreuh batjut, seubeunar djih di endatu geutanjoe djameun get that geudjaga peukara njoe mandum. Geupeudjioh droe geuh atawa hana geudjak peugalak droe geuh keu peukara njang na meuhubongan ngon kaphe atawa ngon peundjadjah njang geuprang dari Nanggroe Atjeh. Sang meusilop tjupang kaphe atawa peundjadjah njan handjeut geukalon. Digeutanjoe djinoe kon lagei njan, malah tabri sokongan lom ngon tabri sumber modal keu kaphe atawa peundjadjh njan untok djiprang geutanjoe. Di geutanjoe djinoe pih meunjoe na ureung djak me ajat ngon hadih bak geutanjoe, njan ureung-ureung njan taaalakei sunjok lam mon tuha. Djeh sabab pue njang katapubuet njan kadjeut keu lazat hudep teuh. > > Meunan sjit meunjoe tadjak bak keude tadjak beulandja di lua nanggroe miseu djih. Njan meukon bak keude keuturunan iblih si-pai djawa atawa iblih njan meungaku droe iblih indonesia njan handjeut sagai. Padahai keude laen dum punoh ngon barang njan djeut tabloe lek geutanjoe. Njoe pue sabab? Sabab taanggap keuturunan iblih si-pai djawa atawa iblih indonesia njan saboh nanggroe teuh, saboh bansa teuh, saboh bahasa teuh, saboh nek tu teuh. Djeh tapike watei troh tadjak bak keude djih kadjeut tapeugah haba, âHallo Mas, apa khabar Masâ. Njan kadjeut tapeugah haba njan meusigeutu ngon âMasâ njan. Oh lheuh njan âindo mieâ , âstrop mamehâ, âkitjap ABCâ produksi iblih si-pai djawa atawa iblih indonesia pih kadjeut tabloe di sinan. Handjeut sagai tapeudjioh tuboh teuh bak tasumpai ngon barang njang djipeugot lek iblih si-pai djawa njan. Kakeuh uroe- uroe digeutanjoe handjeut tameuudep meunjoe hana tapasoe lam darah teuh barang njang djipeugot lek iblih si-pai > djawa njan. > > Njoe meunjoe lon tuan tuleh kreuh batjut lagei njoe, euntreuk tjhit kana rakan njan bantah hana seutudju. Pane seutudju teuh teuma, djeh kataanggap njan keuturunan iblih si-pai djawa atawa iblih indonesia njan sjhit sjeudara atawa kaom nek tu teuh. Teuma pakriban taneuk djak surak Nanggroe Atjeh bu mardeka? Adak tapeugot abeh keureutah lam donja njoe matjam bagoe peurnjataan untok tapeugah droe teuh galak atawa meuseumangat untok mardeka, sampoe kiamat donja Nanggroe Atjeh han mardeka. Kakeuh tatjet ladju langet tutong. > > Meunan sjit meunjoe tatinggai takeuridja di lua nanggroe, meunjoe kon bak âaccountantâ, âsolicitorâ njang meuasai dari indonesia atawa laen-laen profesi njang meuasai dari indonesia untok talakei bantuan nasihat djih, njan handjeut atawa hana mangat badan teuh. Asai beuna asai dari indonesia, sangkilat keuh, keuturunan iblih si-pai djawa keuh, atawa iblih-iblih laen njang meungaku droe iblih indonesia, njan keunan tadjak tadjo. Teuma padjan ek tapumardeka Nanggroe Atjeh seutjara fizik, djeh djiwa geutanjoe keudroe hana lom mardeka! > > Meunan sjit, meunjoe tatinggai di lua nanggroe taneuk djak ikot lam keugiatan olah raga. Pat-pat njang na golongan njang meungaku droe iblih indonesia, keunan tadjak peusaho droe teuh. Pakon han tadjak meurakan ngon bansa-bansa laen keudeh. Pue meunjoe kon tadjak lam golongan njang meungaku iblih indonesia njan, handjeut tadjak ikot lam keugiatannya? Atawa geutanjoe tarasa minder atawa hana keumampuan untok tameurakan ngon bansa laen seulaen njang meungaku droe iblih indonesia? > > Meunan sjhit aneuk ngon inong keuluarga geutanjoe, meunjoe kon sadjan njang meungaku droe iblih indonesia handjitem meurakan. Atawa njoe sabab hana keumampuan untok djak meurakan ngon bansa laen njang kon kumpolan njang meungaku droe iblih indonesia? Bahkan djak seumajang pih, djeh keudeh bak âmeuseudjid tempeâ keudeh djak meukiblat droe. Pue handjeut tadjak keudeh bak laen meuseudjid njang kon meungaku droe golongan iblih indonesia? > > Di nanggroe sjhit kahana pue tapeugah le. Di aneuk muda Atjeh meunjoe hana peugah haba lagei gaja iblih si-pai djawa atawa iblih njan meungaku droe iblih indonesia sjhit hana hebat djipeugah atawa djianggap droe djih. Pakaian pih kaikot iblih-iblih njang meungaku droe iblih indonesia. Malah meungaku droe lom ho njang djak iblih indonesia. Tjara hudep pih kalagei tjara hudep iblih njang meungaku droe iblih indonesia. Asai ka djianggap droe djih kaja, ka bob ngon ureung gasien. Ureung gasien lam gampong kahangeudjeut meupeugah haba pih ngon iblih njan. Malah iblih njan keudroe kahana djitem le peugah haba ngon ureung gasien lam nanggroe. Meunjoe tapeugah tajue djak bantu ureung gasien lam nanggroe, njan ladju djidjaweub lagei âSaâlabahâ djaweub, watei Nabi ngon sahabah geulakei beunantu dari wase kameng njang kadjimeuaneuk pineuk njang asai phon geudjok lek Nabi. Djadi bek tahireun pakon lagei musibah tsunami geupeuteuka lek Allah Taala u Nanggroe Atjeh? Njan > tapike-pike keudroe teuh atawa taakalon di seukeulileng droe teuh! > > Njang kahudep bak ikot iblih si-pai djawa tawa iblih indonesia di nanggroe njan pih saboh peasan. Asai kapeugah droe djak meurumpok iblih-iblih di pulau djawa, njan baho djiek leupah ulei. Meunan sjhit, pakat djak lom iblih si-pai djawa atawa iblih indonesia njan djak reusmi matjam keugiatan di Atjeh. Djeh meunjoe kon iblih njan njang koh pita reusmi keugiatan njan, njan hana hebat djikira. Mumat djaroe lom meuwa-wa ngon iblih njan dum. Njoe pue sabab? Njan di iblih-iblih di Atjeh njan na pue harap bak iblih njang teuka dari pulau djawa njan dum. Hana djisadari lek iblih-iblih di Atjeh njan dum bahawa iblih-iblih dari pulau djawa njan dum djimeuudep ngon djipadjoh bangke Bansa Atjeh dan djidjep darah Bansa Atjeh. Njang leubeh hajeu lom, njang ladom meungaku droe ulama di Atjeh tapih kameutuka ruman kadjeut keu iblih, djak djok lom bungong djaroe atawa peunghargaan keu iblih-iblih djawa atawa iblih-iblih indonesia. > > Keu baih agama pih hana pue le tatjeurita. Watei tapeugah lek geutanjoe, tjarong didjih bak peugah batja meukheurot Qurâan ngon kitab kuneng. Tapih bak duek dikeu geutanjoe, njan ulei-ulei teuot lagei mata geulungku ateuh geutanjoe. Njang inong Atjeh ladom pih meunan. Peugah haba kon le teuh. Han talo mubatjut pih. Arah droe hideh di rumoh droe di Batavia na lamiet si-pai djawa meusiploh droe di rumoh. Njan meunjoe taneuk nasihat bek sok pakaian lagei lamiet si- pai djawa, tatakot kaahana djimeurakan le ngon geutanjoe. Pue teuma djisok? Djeh badjei oblong ngon siluwei Levis djeut djimeutuka-tuka ngon lakoe djih. âKalau celana Levis abang tidak kering, pakai saja celana Levis adik!â. Njan keuh miseu hai tapeugah. > > Teuma njoe keuh tjonto taneuk djak peuseumangat droe teuh Nanggroe Atjeh bagah mardeka dari djaroe iblih si-pai djawa? Meunjoe lagei njoe adak kageujup sangka kala lek malaikat, Nanggroe Atjeh hana mardeka. > > Seubab lagei njoe keuh, maka handjeut keuhireun teuh. Djeh ladom njang meungaku droe peumimpen peurdjuangan pih ek djipeuramah lek iblih si-pai djawa âdjak padjoh boh khuldiâ keudeh u Helsinki. > > Njoe pue sabab? Djeh seumangat pumardeka Nanggroe Atjeh seutjara fisik hana djiikot seutjara seuimbang uleh seumangat pumardeka Nanggroe Atjeh seutjawa djiwa atawa spirit. > > PEUNUTOH > > Meunjoe geutanjoe Bansa Atjeh mandum rajok that tjita-tjita untok djak pumardeka Nanggroe Atjeh seutjara fizik, maka wadjeb geutanjoe mandum tapumardeka djiwa droe teuh bek le meusangkot paot deungon sigala djeuneh atawa rupa njang na hubongan deungon peukara njang boh naan droe iblih indonesia atawa iblih si-pai djawa. > > Njoe keuh keu âtazkirahâ buleun Ramadhan njang djeut dan na keumampuan batjut bak ulon tuan. Meunjoe keupeukara djak proh masalah baih Qurâan njan pajah lon tuan akui bahawa ureung droe neuh mandum leubeh tjarong bak neuteurang meukheurot ngon hukom djih mandum. Sampoe djeut neuteurangkan âwaw ek lheukâ pakriban beuntok djih. Malah ladom ureung droe neuh pih tjukop mahe bak neupuliek on kitab kuneng sambe neuseupet rukok Panamas, Dji Sam Sue atawa Gudang Garam ngon dua neuk aneuk djaroe wie neuh. > > Wassalam. > > > > > Aceh Watch <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > Kronologi Syahid Tgk. Ishak Daud > Minggu, 05 September 2004. > > > *Kalau kita menerima OTONOMI buat aceh berarti kita telahpun mengakui pengekalan status kita sebagai bangsa terjajah" > > > Panglima Operasi Gerakan Aceh Merdeka Wil Peureulak > Tgk Ishak Daud > Sekitar 5.000-an personil TNI plus 16 unit kenderaan lapis baja Tank Amphibi (diantaranya; 4 unit Tank TNI pos PLN Kampung Aluë Batèë-Peudawa, 4 unit Tank TNI pos Kampung Beusa-Peureulak Barat, 3 unit Tank TNI pos Timbangan Peureulak (LLAJR), 2 unit Tank TNI pos di rumah pak Balah TNI Kavaleri di Kampung Seuneubôk Pidië-Peureulak Barat dan 3 unit Tank dari pos TNI lainnya, serta sejumlah Helikopter juga ikut patroli melalui udara), mereka melakukan operasi militer secara besar-besaran ke perkampungan penduduk di beberapa kecamatan di Acheh Timur. > Berikut urutan pertempuran dari hari ke hari: > > Selasa, 07 September 2004 pukul 09:00. > > Terjadi pertempuran pertama antara pasukan TNA vs TNI Kampung Babah Kruëng-Peureulak Timur, Acheh Timur. Ada korban di pihak TNI. 1 personil TNA syahid, 1 pucuk pistol Revolver dan 1 pucuk GLM rakitan milik TNA dirampas TNI. > > Selasa, 07 September 2004 pukul 20:30. > > Terjadi pertempuran kedua antara pasukan TNA vs TNI Kampung Paya Kambuëk-Rantau Peureulak, Acheh Timur. Ada korban di pihak TNI. Pasukan TNA semuanya selamat. > > Rabu, 08 September 2004 pukul 11:00. > > Pasukan TNI menembak 2 perempuan hingga tewas, Cut Rostina, 26 th, (isteri Ishak Daud) warga Kampung Panggôi-Muara Dua, Acheh Utara. Keduanya ditembak hingga syahid di sebuah rumah warga di Lorong 5 Kampung Seuneubok Lapang, Aluë Niréh-Peureulak, Acheh Timur. Terdapat 7 lubang bekas tembakan di tubuhnya, Korban terus menerus ditembak TNI walaupun korban sudah syahid. Korban bukan ditembak dalam pertempuran. Korban ditembak tanpa perlawanan, tidak ada senjata atau barang bukti lainnya pada korban. Seorang lagi korban belum diketahui identitasnya. > > Rabu, 08 September 2004 pukul 12:20. > > Terjadi pertempuran ketiga antara 20-an personil TNA (pasukan Ishak Daud) vs TNI di Teuladan Ateuëh Kampung Aluë ÃÂ"n- Peureulak Timur, Acheh Timur. Pertempuran sengit berlangsung selama satu jam lebih, diketahui 14 personil TNI tewas dan sejumlah lainnya luka-luka parah. Ishak Daud beserta 8 personil TNA lainnya syahid dalam pertempuran tersebut, 8 pucuk senjata laras panjang milik TNA disita TNI. > > Rabu, 08 September 2004 pukul 13:50. > > Terjadi pertempuran keempat antara pasukan TNA vs TNI di Kampung Tualang Paténg-Peureulak Timu, Acheh Timur. Ada korban di pihak TNI. Pasukan TNA semuanya selamat. > > Rabu, 08 September 2004 pukul 21:00. > > Terjadi pertempuran kelima antara pasukan TNA vs TNI di Bukét Batèë Kampung Aluë Rambông-Peureulak Kota, Acheh Timur. Pertempuran berlangsung ý jam lebih. Ada korban di pihak TNI. Pasukan TNA semuanya selamat. > > Kamis, 09 September 2004 pukul 09:30. > > Terjadi pertempuran keenam antara pasukan TNA vs TNI di Bukét Garôt Simpang Palang-Rantau Peureulak, Acheh Timur. Pertempuran berlangsung 1 jam lebih. Ada korban di pihak TNI. Pasukan TNA semuanya selamat. > > JumÃÂ'at, 10 September 2004 pukul 11:00. > > Terjadi pertempuran ketujuh selama 1 jam lebih di Kampung Aluë Rambông-Peureulak, Acheh Timur. > > Kronologi: > > Pasukan TNI masuk ke kawasan tempat persembunyian TNA/GAM di Kampung Aluë Rambông-Peureulak, Acheh Timur. Seorang Danton TNI (diketahui bernama Abubakar) dan 2 personil TNI lainnya yang berada di garis depan terperogok dengan Syukri bin Aji (alias Kondang) 38 th, (Ulèë Opeurasi Bintara Wilayah Peureulak). Kondang yang sedang bersembunyi bersama sejumlah personil TNA lainnya di semak- semak berhasil menembak tewas ketiga personil TNI tersebut, Kondang bersama personil TNA lainnya merebut 3 pucuk senjata laras panjang dan menyita seluruh perlengkapan ketiga TNI tersebut. > "Hakikat OTONOMI hana laén nibak tapeusah droë teutap djeuët keu aneuk djadjahan gob" > > > Almarhum Sjahid Tgk Ishak Daud > Lalu puluhan personil TNI lainnya mengepung lokasi tersebut, kembali terjadi pertempuran, semua rekan-rekan Kondang yang lainnya berhasil lolos ikut membawa ketiga pucuk senjata dan perlengkapan yang telah disita dari TNI, namun Kondang tidak bisa bergerak lagi karena sudah terkepung oleh TNI, sehingga Kondang terpaksa menghabiskan peluru senjatanya yang masih tersisa. Kondang akhirnya juga syahid tertembak TNI dan senjata AK-47 miliknya dirampas TNI. > > JumÃÂ'at, 10 September 2004 pukul 15:00. > > Pasukan TNI mengambil 3 jenazah (2 laki-laki dan 1 perempuan) di Kampung Aluë ÃÂ"n-Peureulak Timur, Acheh Timur, lalu ketiga mayat tersebut dibawa ke pos liar TNI PLN di Kampung Aluë Batèë- Peudawa, Acheh Timur. Sedangkan 10 mayat lainnya masih dikumpulkan di Kampung Aluë ÃÂ"n-Peureulak Timur. > > > Sabtu, 11 September 2004 pukul 11:00. > > Mayat Ishak Daud diserahkan ke pihak keluarganya di Kampung Teupin Nyaréng-Idi Rayek, Acheh Timur. Ribuan warga ikut melaksanakan shalat jenazahnya. Kemudian dikebumikan di sana. > > Sabtu, 11 September 2004 pukul 09:00. > > Terjadi pertempuran antara pasukan TNA vs TNI di Aluë Rambông-Peureulak, Acheh Timur. Belum diketahui eksesnya. > > > Genocide in Liberia > > Former Liberian president Charles Taylor, April 2006, has flown from Freetown to the Netherlands where he will stand trial for war crimes (AFP/File) > > > > > > > Geonocide in Bosnia > Trial of Slobodan Milosevic in Den Haag > _____________ > > Salah saboh cell teumpat tinggai Charles Taylor dan Milosovic di den Haag. (Ho ka urg tjarong2 dan njang haraih2 droë peumimpin Atjèh atji ba SBY, Wiranto, dll keunoe uléh seubab peuë njang djipeulaku ateuëh bgs atjèh silama 30 thôn) > > Genocide in Acheh > > > > > > > Penjahat2 Prang di bekas Jugoslavia, Afrika Barat, Burundi-Rwanda telah dibawa ke Mahkamah International. Bagaimana dengan "Algojo2" Indonesia ??? > > > > Wiranto Cs > > Susilo Cs > > > > > > A mass grave has been unearthed > "The darkest chapter in Indonesia's history" Grim evidence of the army's campaign against separatism in Aceh is only now being uncovered. Only now can the real grieving begin. The BBC's Jonathan Head: > > > > > A family returns to its burned-out house by Indonesian military > > > > > Indonesian troops shot dead up to 60 people and wounded 10 last Friday in two villages in Beutong Ateuh of West Aceh. And the bodies were thrown into an abandoned well > > > > Investigators have found a number of mass graves in Acheh committed by the Indonesian regime > > > > "BEUGI KEUTURÃÂ"NAN ATJÃÂH, HUDÃÂP ATEUÃÂH RHUÃÂNG DÃÂ"NJA NJOàKON ASAI NA HUDÃÂP MANTONG; GEUTANJOàLEUBÃÂH DJROH MATàNIBAK HUDÃÂP HINA DIMIJUB PEURINTAH BANSA GOB! WN > > KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh > > Massacred in KNPI Lhokseumawe, 60 civilians were brutally butchered by Indonesian Occupation Forces > > > Massacred in Simpang KKA, 250 villagers were brutally butchered by Indonesian Occupation Forces > > > The Victims tortures before they kills > > > > > KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh > > KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh > > KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh > > KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh > > KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh > > > KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh > > > > Local police chief Said Huseini said three "separatist rebels" were shot dead Saturday on the outskirts of the provincial capital Banda Aceh. A civilian was killed in the crossfire, he said. > > > > MASYARAKAT ACEH BERBARING DI TANAH PADA SAAT TNI AD MELEPASKAN TEMBAKAN PERINGATAN PADA RIBUAN PENGUNJUK RASA DI LHOKSEUMAWE, PROPINSI ACEH 21 APRIL 1999. DUA ORANG PENDUDUK TEWAS SETELAH POLISSI DAN TENTARA MEMBUBARKAN UNJUK RASA RIBUAN PELAJAR SEKOLAH YANG MEMINTA DILEPASKANNYA 300 ORANG PELAJAR YANG TERTANGKAP SAAT UNJUK RASA MENDUKUNG KEMERDEKAAN ACEH BEBERAPA HARI SEBELUMNYA. (en/str: REUTERS) > > > Seorang ibu menangis setelah anak kandungnya dibunuh > secara sangat kejam dan keji oleh babi jawa > > > Seorang anak dan ibunya kembali kerumah yang baru saja dibakar oleh anjing jawa > > Setelah dibunuh Anjing TNI menyuruh masyarakat kampung untuk mengambilnya > > > KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh, Kamis, 9 Augustus 2001, Avdelning 4, PT Bumi Flora, Desa Alue Rambôt, Kec. Bandar Alam Aceh Timur > > > > > > > > > > > > Just In One Day, Over 100 Unarmed Achehnese Civilianswere Unlawfully Killed by TNI > > KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh > > KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh > > > KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh > > > KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh > > KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh > > > KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh > > KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh > > KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh > > > KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh > > Men in Aceh are questioned by > Indonesian soldiers > > KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh > > > BABI-BABI JAWA MENGADAKAN PEMERIKSAN KEPADA SETIAP KENDARAAN YANG AKAN MENUJU KOTA BANDA ACEH TEMPAT DI ADAKANNYA SIDANG RAYA RAKYAT ACEH UNTUK KEDAMAIAN, 10 NOVEMBER 2000. TINDAKAN KERAS APARAT KEPADA MASYARAKAT YANG AKAN MENGHADIRI SIDANG ITU MENGAKIBATKAN BELASAN ORANG MENINGGAL DUNIA. (AP Photo/Ismael) > > > Seorang student berdiri didepan rumah sekolahnya yang baru saja dibakar hangus oleh anjing-anjing TNI > > Salah seorang masyarakat biasa yg > dibunuh secara begitu keji dan kejam oleh babi dan anjing jawa-TNI di Kecamatan Nilam, Aceh Utara > > > > Press Release > To News Editors > July 21, 1999 > For Immediate Release > ACEH REBEL LEADER CALLS INDONESIAN RULE ABSURD In a rare interview from his exile in Sweden, the leader of the movement fighting for independence in Indonesia's northernmost province of Aceh, Hasan di Tiro, says Indonesia has no right to govern Aceh. The exclusive interview with the FAR EASTERN ECONOMIC REVIEW appears in its July 29 issue, published Thursday, July 22. The uncompromising di Tiro calls Indonesia another name for the Dutch East Indies with new rulers, Javanese instead of Dutch. Di Tiro, who declared Aceh's independence in 1976 but fled to Sweden three years later, dismisses Indonesia's new autonomy legislation as irrelevant. The notion of Indonesia is absurd, he says. He also ridicules the Bahasa Indonesia language as "pidgin Malay" and calls the Javanese "barbaric and uncivilized." Di Tiro puts the overall strength of separatist forces operating in Aceh at around 5,000. Asked what sort of message would he send to a new Indonesian government, perhaps > one headed by Megawati Sukarnoputri whose party won the largest number of votes in June's parliamentary elections, Di Tiro says: "No message. They're all the same. Uneducated fools." The REVIEW obtained the interview amid mounting concern that Aceh may be posing a serious challenge to Indonesian unity. The REVIEW reports Indonesian military concerns that outside support makes Aceh's rebels much more dangerous than the ragtag, poorly armed independence fighters of East Timor and Irian Jaya. Two battalions of troops-- backed by 1,700 paramilitary police from Jakarta--have renewed operations in Aceh response to a wave of ambushes, assassinations and arson attacks in recent weeks. In one of the worst incidents so far, guerrillas killed five soldiers and wounded 20 in a July 19 ambush on a military convoy. More than 70,000 refugees have scattered across Aceh. > > For further information, please contact: > Michael Vatikiotis > Far Eastern Economic Review > Tel 852 2508 4420 > Fax 852 2503 1530 > > > > > > > > > > The death of the charismatic Syafii, 54, his wife Fatimah alias Aisyah and five bodyguards were killed in the head and chest on Tuesday during fierce battle. Indonesia accused of treachery over Syafii's killing. (AT) > > The remains of great and charismatic Abdullah Syafei (L), 54, his wife Fatimah alias Aisyah (R) were taken to their house after verification of identities by his brother Zakaria at Sigli hospital on 24 January 2002. Abdullah Syafei was the Free Acheh Movement (GAM)' s War Commander who was killed by Indonesian troops on 22 January. GAM has accused Indonesian military of treachery over Syafii's killing. (AT) > > > > > Almarhum Sjahid Jafar Siddiq Hamzah, murdered by Indonesian regime > > "KEBIADABAN KAFIR indonesia jawa tidak akan kita maafkan oleh kita Bangsa Aceh. Lihat dalam foto, bagaimana kafir laknat penjajah indonesia jawa membunuh anak2 Bangsa Aceh di depan ibu2 mereka yang telah tua. Kemudian kafir laknat indonesia jawa itu telah mengikat tangan2 ibu mereka.....Demi Allah, kita Bangsa Aceh wajib terus memerangi kafir laknat penjajah indonesia jawa penyembah berhala burung garuda dan pancasila. KITA BANGSA ACEH JANGAN SEKALI-KALI PATAH SEMANGAT dalam memerangi kafir laknat indonesia jawa yang biadab itu. > Wassalam, > Puteh Sarong > > > > ______________________________________________________________________ _________ > *Pada hakikatnya OTONOMI buat aceh hanyalah pengekalan status kita sebagai bangsa terjajah" I D > -------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- > > > > > --------------------------------- > All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster. > > > > > > --------------------------------- > Apakah Anda Yahoo!? > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > --------------------------------- > Apakah Anda Yahoo!? > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > > > > --------------------------------- > Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. > --------------------------------- > Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. > > > > > > > > --------------------------------- > Apakah Anda Yahoo!? > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > > --------------------------------- > Apakah Anda Yahoo!? > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > > > > > --------------------------------- > Apakah Anda Yahoo!? > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)... beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Salam perjuangan. -------------- ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!! **UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK: kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED] http://lantak.cjb.net *PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Lantak/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
