| Oleh: Otto Syamsuddin Ishak http://www.acehkita.net/koran/beritadetail.asp?Id=1661&Id2=&berita=Bandar | ![]()
![]() Otto Syamsuddin "Di zaman perang, orang yang berada di luar dunia GAM tak mendapat kesempatan untuk mengetahui sejuhmana Hasan Tiro masih berperan dalam mengatur GAM. Karena itu kelakuan memanipulasi menjadi subur sehingga orang Aceh akrab dengan istilah: Peunutoh Wali" | KELAKUAN politik tidak segera berubah, sekalipun tahun politik beralih. Kelakuan politik tidak
otomatis berubah, meski sistem politiknya sudah diubah. Kelakuan politik lawan suatu saat bisa mewujud melalui dirinya dengan tanpa disadari. Tahun 2000, Tgk Abdullah Syafei bisa berkata bahwa GAM tak ada urusan dengan suksesi gubernur. Panglima itu menyatakan GAM tetap berada di luar hiruk pikuk demokrasi ala Indonesia di Orde Baru. Bahkan Tgk Lah mengingatkan kaum politikus itu untuk menghormati Jeda Kemanusiaan melampaui kasak-kusuk pencarian dukungan politik. Pikiran Tgk Lah dilanjutkan oleh Abu Razak di wilayah Pidie.Bahwa tidak ada pihak yang menjual nama AGAM sehubungan dengan urusan politik. Bahkan Abu Razak menjadi palang pintu yang menghalangi para kaki-tangan kandidat yang berupaya mendapat (surat) dukungan dari Panglima AGAM. Di zaman itu, gubernur bukanlah pilihan rakyat. Gubernur Aceh adalah pilihan kaum politikus dari berbagai partai nasional yang nongkrong di DPRD. Itulah
mengapa ada jarak antara Pemerintah Aceh dan rakyat Aceh, yakni di antaranya berdiri kaum politikus parnas. Reformasi 1998 tak mengubah sistem politik Orde Baru yang buruk. Di zaman itu, dukungan politik bukanlah dicari dari rakyat, melainkan dari para tokoh. Abu Yus merupakan salah seorang politikus dari PPP yang menopang budaya politik yang disebut: Surat Tupe. Dalam nalar Abu Yus, Surat Tupe merepresentasikan dukungan sejumlah pihak pada calon kandidat. Para calon kandidat membentuk tim suksesi yang kerjanya mereproduksi Surat Tupe. Besarnya dukungan kepada calon kandidat dihitung dari banyaknya jumlah Surat Tupe. Kelakuan politik demikian terang benderang dalam alam pikiran Abu Yus dari PPP. Kini kelakuan politik Orde Baru dimunculkan lagi di dalam tubuh GAM. Meski pun Surat Tupe itu menjadi pertanda bahwa berpolitik tanpa moral mulai melanda GAM. Siapakah yang memasukkan
kelakuan politik Orde Baru ke dalam tubuh GAM? Di zaman perang, orang yang berada di luar dunia GAM tak mendapat kesempatan untuk mengetahui sejauhmana Hasan Tiro masih berperan dalam mengatur GAM. Karena itu kelakuan memanipulasi menjadi subur sehingga orang Aceh akrab dengan istilah: Peunutoh Wali. Konon, kata Peunutoh Wali sudah terpikirkan untuk diperlakukan seperti Surat Tupe oleh salah satu tim calon kandidat yang berupaya bertumpu pada kaki GAM. Namun, karena persaingan bersifat internal, maka Peunutoh Wali tak bisa digunakan. Para pihak pesaing sama-sama memahami bahwa tidak ada lagi Peunutoh Wali sejak tahun 2000. ![]() | "Andaikan orang yang baru melakukan perjalanan ke Swedia, lalu ia berkata: Sudah mendapat Peunutoh Wali! Senyatanya bahwa ia hanya mendapatkan peunutoh dari Malek Mahmud atau Zaini Abdullah. Karena itu, Surat Tupe yang muncul di tubuh GAM saat ini bukanlah Peunutoh Wali, tetapi Surat Tupe yang ditandatangani (atau tidak) oleh Malek Mahmud"
| Andaikan orang yang baru melakukan perjalanan ke Swedia, lalu ia berkata: Sudah mendapat Peunutoh Wali! Senyatanya bahwa ia hanya mendapatkan peunutoh dari Malek Mahmud atau Zaini Abdullah. Karena itu, Surat Tupe yang muncul di tubuh GAM saat ini bukanlah Peunutoh Wali, tetapi Surat Tupe yang ditandatangani (atau tidak) oleh Malek Mahmud. Namun, hal yang pasti bahwa Surat
Tupe bukan bagian dari tradisi berpolitik GAM. Apalagi Surat Tupe merupakan budaya politik hitam yang dikembangkan dari aksi Surak Tupe. Maklum, Tupe merupakan binatang pengerat yang menjadi hama bagi para petani kelapa, durian dan langsat. Tupe melompat ke pohon sana-sini di dalam kebun. Tupe berkejaran. Tupe bermain di atas dedaunan. Tupe ujung-ujungnya memakan buah kelapa atau langsat. Ketika tupe berjumlah besar, maka tupe pun menjadi hama. Muncul kearifan di kalangan kaum petani yang disebut Surak Tupe (meneriak bajing). Sebuah teknik mengusir tupe (lawan politik). Mereka memasang bunyi-bunyian yang terhubung satu dengan lainnya pada sejumlah dahan. Bunyi-bunyian bisa terbuat dari belahan bambu (tokoh informal) atawa kaleng-kaleng bekas (mantan pejabat). Ketika gerombolan tupe masuk ke kebunnya, maka sang petani menarik-narik tali tersebut sehingga menimbulkan
bunyi-bunyian yang menerbitkan rasa takut pada gerombolan tupe itu. Dalam budaya politik tupe dan sistem demokrasi tupe, maka surat tupe sangatlah penting. Karena begitu kandidat lain mulai berlompatan di kebun politik, maka surat tupe itu bisa dikipas-kipaskan untuk mengusir aksi politik lawan. Zaman sudah berubah. Demokrasi Tupe sudah berlalu. Namun, mengapa ada faksi di dalam tubuh GAM yang masih begitu terpesona dengan Surat Tupe yang pernah mendapat dukungan dari Abu Yus PPP itu? =========================== ...................................................................................................................................
Genocide in Liberia![]() Former Liberian president Charles Taylor, April 2006, has flown from Freetown to the Netherlands where he will stand trial for war crimes (AFP/File) | | Genocide in
Acheh
Penjahat2 Prang di bekas Jugoslavia, Afrika Barat, Burundi-Rwanda telah dibawa ke Mahkamah International. Bagaimana dengan "Algojo2" Indonesia ??? | ![]() Wiranto Cs Susilo Cs | | | | | | | KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN JAWA terhadap Bangsa Aceh |
Massacred in KNPI Lhokseumawe, 60 civilians were brutally butchered by Indonesian Occupation Forces
![]() Massacred in Simpang KKA, 250 villagers were brutally butchered by Indonesian Occupation Forces
![]() The Victims tortures before they kills
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN,
KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN JAWA terhadap Bangsa Aceh![]() KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN JAWA terhadap Bangsa Aceh Local police chief Said Huseini said three "separatist rebels" were shot dead Saturday on the outskirts of the provincial capital Banda Aceh. A civilian was killed in the crossfire, he said.
MASYARAKAT ACEH BERBARING DI TANAH PADA SAAT TNI AD MELEPASKAN TEMBAKAN PERINGATAN PADA RIBUAN PENGUNJUK RASA DI LHOKSEUMAWE, PROPINSI ACEH 21 APRIL 1999. DUA ORANG PENDUDUK TEWAS SETELAH POLISSI DAN TENTARA MEMBUBARKAN UNJUK RASA RIBUAN PELAJAR SEKOLAH YANG MEMINTA DILEPASKANNYA 300 ORANG PELAJAR YANG TERTANGKAP SAAT UNJUK RASA MENDUKUNG KEMERDEKAAN ACEH BEBERAPA HARI SEBELUMNYA. (en/str: REUTERS)
Seorang ibu menangis setelah anak kandungnya dibunuh secara sangat kejam dan keji oleh babi jawa Seorang anak dan ibunya
kembali kerumah yang baru saja dibakar oleh anjing jawa ![]() Setelah dibunuh Anjing TNI menyuruh masyarakat kampung untuk mengambilnya KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh, Kamis, 9 Augustus 2001, Avdelning 4, PT Bumi Flora, Desa Alue Rambôt, Kec. Bandar Alam Aceh Timur
| | ![]() Just In One Day, Over 100 Unarmed Achehnese Civilianswere Unlawfully Killed by TNI
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN JAWA terhadap Bangsa Aceh
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN JAWA terhadap Bangsa Aceh![]() KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN JAWA terhadap Bangsa Aceh
![]() KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN JAWA terhadap Bangsa Aceh
![]() KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan
KEBUASAN JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN JAWA terhadap Bangsa Aceh KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN JAWA terhadap Bangsa Aceh ![]() KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN JAWA terhadap Bangsa Aceh ![]() Men in Aceh are questioned by Indonesian soldiers KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN JAWA terhadap Bangsa Aceh
BABI-BABI JAWA MENGADAKAN PEMERIKSAN KEPADA SETIAP KENDARAAN YANG AKAN MENUJU KOTA BANDA ACEH TEMPAT DI ADAKANNYA SIDANG RAYA RAKYAT ACEH UNTUK KEDAMAIAN, 10 NOVEMBER 2000. TINDAKAN KERAS APARAT KEPADA MASYARAKAT YANG AKAN MENGHADIRI SIDANG ITU MENGAKIBATKAN BELASAN ORANG MENINGGAL DUNIA. (AP Photo/Ismael)
Seorang student berdiri didepan rumah sekolahnya yang baru saja dibakar hangus oleh anjing-anjing TNI Salah seorang masyarakat biasa yg dibunuh secara begitu keji dan kejam oleh babi dan anjing jawa-TNI di Kecamatan Nilam, Aceh Utara Press Release To News Editors July 21, 1999 For Immediate Release ACEH REBEL LEADER CALLS INDONESIAN RULE ABSURD In a rare interview from his exile in Sweden,
the leader of the movement fighting for independence in Indonesia's northernmost province of Aceh, Hasan di Tiro, says Indonesia has no right to govern Aceh. The exclusive interview with the FAR EASTERN ECONOMIC REVIEW appears in its July 29 issue, published Thursday, July 22. The uncompromising di Tiro calls Indonesia another name for the Dutch East Indies with new rulers, Javanese instead of Dutch. Di Tiro, who declared Aceh's independence in 1976 but fled to Sweden three years later, dismisses Indonesia's new autonomy legislation as irrelevant. The notion of Indonesia is absurd, he says. He also ridicules the Bahasa Indonesia language as "pidgin Malay" and calls the Javanese "barbaric and uncivilized." Di Tiro puts the overall strength of separatist forces operating in Aceh at around 5,000. Asked what sort of message would he send to a new Indonesian government, perhaps one headed by Megawati
Sukarnoputri whose party won the largest number of votes in June's parliamentary elections, Di Tiro says: "No message. They're all the same. Uneducated fools." The REVIEW obtained the interview amid mounting concern that Aceh may be posing a serious challenge to Indonesian unity. The REVIEW reports Indonesian military concerns that outside support makes Aceh's rebels much more dangerous than the ragtag, poorly armed independence fighters of East Timor and Irian Jaya. Two battalions of troops--backed by 1,700 paramilitary police from Jakarta--have renewed operations in Aceh response to a wave of ambushes, assassinations and arson attacks in recent weeks. In one of the worst incidents so far, guerrillas killed five soldiers and wounded 20 in a July 19 ambush on a military convoy. More than 70,000 refugees have scattered across Aceh. For further information, please contact: Michael
Vatikiotis Far Eastern Economic Review Tel 852 2508 4420 Fax 852 2503 1530
| The death of the charismatic Syafii, 54, his wife Fatimah alias Aisyah and five bodyguards were killed in the head and chest on Tuesday during fierce battle. Indonesia accused of treachery over Syafii's killing. (AT) The remains of great and charismatic Abdullah Syafei (L), 54, his wife Fatimah alias Aisyah (R) were taken to their house after verification of identities
by his brother Zakaria at Sigli hospital on 24 January 2002. Abdullah Syafei was the Free Acheh Movement (GAM)' s War Commander who was killed by Indonesian troops on 22 January. GAM has accused Indonesian military of treachery over Syafii's killing. (AT)
| | ![]() ![]() Almarhum Sjahid Jafar Siddiq Hamzah, murdered by Indonesian regime ![]() "KEBIADABAN KAFIR indonesia jawa tidak akan kita maafkan oleh kita Bangsa Aceh. Lihat dalam foto,
bagaimana kafir laknat penjajah indonesia jawa membunuh anak2 Bangsa Aceh di depan ibu2 mereka yang telah tua. Kemudian kafir laknat indonesia jawa itu telah mengikat tangan2 ibu mereka.....Demi Allah, kita Bangsa Aceh wajib terus memerangi kafir laknat penjajah indonesia jawa penyembah berhala burung garuda dan pancasila. KITA BANGSA ACEH JANGAN SEKALI-KALI PATAH SEMANGAT dalam memerangi kafir laknat indonesia jawa yang biadab itu. Wassalam, Puteh Sarong | | | _______________________________________________________________________________ *Pada hakikatnya OTONOMI buat aceh hanyalah pengekalan status kita sebagai bangsa terjajah" | | | ![]() | |