Free Acheh News Network (FANN): Laporan Milad ke-30
---------------------------------
Masjarakat Atjèh di Skandinavia berkumpul di Hällefors, Sweden: " Keikhlasan
dan kekompakan merupakan salah satu hal yang sangat dituntut agar kemerdekaan
yang kita idamkan selama ini dapat terwujud secepatnya".
WN Cs di Gunong Atjèh, 1976: Kamoë, Bansa Atjèh, Sumatra, ateuëh neuduëk Hak
bak peuteuntèë nasib droë lagèë bansa-bansa laén, dan ateuëh neuduëk Hak kamoë
bak peulindông tanoh pusaka éndatu, deungon njoë kamoë peunjata droë kamoë
meurdéhka dan lheuëh nibak bandum ikatan keukusaan politék nibak peumeurintah
aséng di Djakarta, Djawa. (Surat Peunjata)
Komite Laksanakan MILAD Re-proklamasi Kemerdekaan Acheh ke-30
Bendera Bintang Buleun (Bulan Sabit Bintang) tetap berkibar pada Senin 4
Desember 2006 kemarin. Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik telah sukses
melaksanakan perayaan Milad atau Ulang tahun Re-proklamasi Acheh Merdeka ke-30
yang di pusatkan di dua tempat, yaitu di kawasan Hallefors, Sweden dan sebuah
Negara di kawasan semenanjung, Asia Tenggara.
Di semenanjung, upacara di hadiri sejumlah anggota Komite baik yang
berdomisili di kawasan itu maupun yang sengaja datang dari beberapa Wilayah di
Negara Acheh, seperti Tgk. Hafizzul Madjid, Aiman Zulkarnaen dan Jaffaniel
Alamsyah. Para peserta upacara telah bergerak ke lapangan upacara pada jam 6.00
AM setetalah sembayang subuh. Meski jalan ke tempat berlangsungnya upacara
sedikit susah dilalui, namun tidak mengurangkan semangat seluruh peserta dan
para representative Komite untuk memperingati salah satu hari sakral ini.
Dengan antusias yang tinggi upacara diawali dengan pembukaan oleh Tgk .
Lahmudin. Protokol oleh Tgk. Hafizzul Majid. Kemudian dilanjutkan dengan
pembacaan Alqur-an oleh salah seorang bekas panglima sago TNA di Acheh Barat
yang baru beberapa bulan tiba di Malaysia.
Hening dan khidmatnya suasana semakin terasa kala suara azan berkumandang
sambil bendera Bintang Beuleun dinaikkan perlahan ke angkasa oleh anggota
pasukan khusus pengibar bendera yang sigap dan bersemangat. Re-proklamasi
Kemerdekaan Acheh di bacakan oleh rekan kami Tgk. Aiman Zulkarnaen dengan
semangat membara dan suara beliau yang sangat menggema, sehingga mengingatkan
kita akan semangat perjuangan para pendahulu kita dalam meraih cita-cita bangsa
Acheh yang hakiki secara menyeluruh. Tgk. Jaffaniel Alamsyah dipercayakan untuk
membaca Deklarasi Komite 15 January 2006.
Amanat Milad ke-30 disampaikan oleh Drs. Tgk. Lahmuddin Pang Teh yang pada
intinya beliau mengulas tentang peristiwa kekhilafan Malik beserta
rekan-rekannya dalam memaknai amanat Bangsa Acheh selama ini. Di mana pada saat
tertandatanganinya MoU Helsinki 15 Agustus 2005, bersamaan dengan itu pula
kedaulatan nanggroe Acheh kembali tergadai. Untuk itu, menurut salah seorang
senior dalam gerakan ini, kita harus merebut kembali kedaulatan Negara Acheh
tersebut.
âKita tidak boleh tingal diam dengan membiarkan kesalahan kolompok Malik cs
tersebutâ, ucapnya yang diiring dengan tepukan dukungan yang serta merta dari
para peserta upacara dan para hadirin membuat suasana makin meriah.
Pada Akhir dari amanat, beliau mengajak kita semua untuk melanjutkan
cita-cita bangsa Acheh supaya lepas dari cengkraman penjajah Indonesia.
Keikhlasan dan kekompakan merupakan salah satu hal yang sangat dituntut agar
kemerdekaan yang kita idamkan selama ini dapat terwujud secepatnya.
Penutupan upacara tersebut diakhiri dengan doâa yang dibacakan oleh Tgk.
Hafizzul Madjid dengan penuh khusuk, seakan para peserta meneteskan air mata
dengan penuh harap kehadirat Allah SWT.(Free Acheh News Network)
---------------------------------
Preparatory Committee of The Free Acheh Democratic
Secretariats:
New York, United States, tel/fax +1 718 3378843
Stockholm, Scandinavia tel + 46 739 756532
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website: http://www.freeacheh.info
---------------------------------
Any questions? Get answers on any topic at Yahoo! Answers. Try it now.