Dengan kejadian ini, kita ingin melihat bagaimana dapartement terkait bisa
bertindak dengan adil. tidak hanya mengatakan ini tidak etis, itu perlu
penyelidikan, yang lain menganjurkan jangan terpropokasi. Kita ingin tindakan
hukum dan pengadilan. kita ingin hukum itu tegak dan berlaku kepada siapa saja,
walaupun dia kristen dan budha. Sebab pengalaman kita hanya ummat ummat islam
dan agama islam yang selalu teranianya.
Demi Islam, kita diwajibkan berjihat, sampai kita membunuh musuh Islam atau
terbunuh olehnya.
Maka, dalam hal QurĂ¡n di Gayo Luwes, selain penerbit buku tersebut juga
penegedarnya adalah musuh-musuh Islam yang dengan sengaja telah menghina Agama
kita. Maka, kalau polisi tidak menindak dengan tegas, menghukum kereka dengan
hukum rajam atau cambuk, maka kewajiban ummat Islam untuk menghunus pedang
membela kesucian Agama Islam.
Kita tidak boleh lemah dan terpengaruh demi terciptanya situasi kondusif di
Aceh, lalu Agama Islam diinjak-injak dan dihina. Ingat, bahwa Indatu kita
berjuang dan berperang karena mempertahankan Agama Islam dan tanah pusaka, Aceh
Mulia. Demikian juga para pejuang kita sampai hari ini dan seterusnya.
Ingat, bahwa kita tidak memulai, kita tidak menghina mereka dan mrendahkan
mereka. Mereka yang memulai dan merekan menghina kita.
Wajib bagi kita untuk membela diri an Agama kita, Islam.
Hidup Islam dan kaum muslimin.
Hidup Perdamaian dan bangsa Acheh.
wassalam,
bustami arifin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Warga Gayo Lues Heboh Ditemukannya Tulisan Sesat Di Dalam Al-Quran
Blangkejeren, Gayo Lues WASPADA Online 09 Mar 07 14:20 WIBSua sana Kabupaten
Gayoe Lues, Nanggroe Aceh Darussalam, heboh. Hal itu terjadi setelah
ditemukannya tulisan yang sangat mengganggu di dalam Al Quran di balik tulisan
Asmaul Husna. Tulisan itu berbunyi "Tiada yang lebih indah selain mengikut
Yesus karena kuasa-Nya membebaskan saya dari penyakit kanker". Akibatnya
beberapa pemuka agama, tokoh adat dan masyarakat setempat berang dan mengutuk
keras perbuatan tersebut.
Dalam rapat antara MPU, Dinas Syariat Islam, Departemen Agama dan tokoh agama
serta polisi/TNI di Masjid Taqwa Gayo Lues, Kamis (8/3) menyimpulkan dan
mengartikan tulisan itu sebagai tindak pidana pelecehan terhadap agama Islam.
Tulisan itu sengaja dibuat karena sebelum dicetak tentunya penerbit terlebih
dahulu memeriksa dan tulisan itu dimaknakan bahwa yang menganut agama Islam
orang-orang yang berpenyakitan atau tidak sehat otaknya," kata Kasim Dundung,
Ketua MPU Gayo Lues.
Selain Kasim, salah seorang tokoh agama menyebutkan agama Kristen sejak
puluhan tahun lalu ingin mengkristenkan warga Aceh, namun tidak pernah
berhasil. "Mereka (umat Kristen) tidak akan henti-hentinya mengkristenkan orang
Aceh dengan berbagai cara. Contohnya, usai tsunami ratusan anak Aceh dibawa
keluar Aceh dan ditempatkan di rumah orang-orang Kristen," katanya.
Informasi yang dihimpun, tulisan pertama kali ditemukan di SMUN 1
Blangkejeren, dan Kepsek sekolah tersebut, M. Nuh, Spd keesokan harinya
melaporkan hal itu ke Depag Gayo Lues. "Tulisan itu pertama kali kita temukan
berdasarkan dari hasil laporan seorang murid kepada wali kelasnya dan keesokan
harinya kita laporkan kepada Departemen Agama," katanya.
Tulisan itu jelas M. Nuh ditemukan di dalam Al Quran berkulit warna biru yang
diterbitkan tahun 2004 oleh PT Madu Jaya Makbul Surabaya dengan no izin:
P.III/TL.02.I/190/777/94. "Tulisan yang ditemukan ada dua, di sisi kanan "Tiada
yang lebih indah selain mengikut Yesus. Kuasa-Nya bebaskan saya dari penyakit
kanker ganas" dan di sebelah kiri "Marantha Ambon, kena mortar, pedang Yesus
tidak porak-poranda," katanya. Selain ditemukannya tulisan itu, Depag yang
bekerjasama dengan dinas Syariat Islam, MPU dan TNI/Polri juga menemukan
tulisan yang berbau porno dibalik Al Quran lainnya yang sama tahun terbitannya.
Kesimpulan dari beberapa komponen, hal ini akan dilaporkan kepada Kanwil NAD,
dan Al Quran akan ditarik dari peredaran serta diinformasikan melalui khutbah
Jumat dan disosialisasikan lewat media cetak dan radio.
Menanggapi hal itu Dinas Syariat Islam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam,
meminta komponen terkait di Gayo Lues untuk menyelidiki penemuan itu.Kadis
Syariat Islam Aceh, Prof Dr Alyasa Abubakar menuturkan kejadian yang ditemukan
di Kabupaten Gayo Lues itu tidak etis dilakukan, apalagi memasukkan unsur satu
agama ke kitab suci agama lain. "Ini tidak etis dilakukan," ujar kepada
Waspada, Kamis (8/3) malam.
Terkait dengan masalah tersebut, Kadis Syariat Islam minta warga agar tidak
terprovokasi sebelum menyelidiki lebih dulu. Siapa tahu ada orang yang tidak
senang dengan kondisi Aceh yang sudah aman, sehingga mereka ingin mengganggu
dengan cara lain," Alyasa mengi
---------------------------------
Looking for earth-friendly autos?
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.
---------------------------------
Looking for earth-friendly autos?
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.