YA APA BOLEH BUAT MEMANG KAMU KETURUNAN KLÉNG
KAMU TIDAK BOLEH MEMBALIK FAKTA.¨
SEMUA BANGSA ATJÉH DI DUNIA UMUMNYA DAN DI
ATJÉH KHUSNYA SUDAH TAU SIAPA SI LIPAYA......
ADALAH SALAH SEORANG PENGKHIANAT BANGSA DAN
BUDAK PELIARAAN ANJING JAWA...SAMA SEPERTI
MEREKA...OMAR PUTEH LIPAYA BIAR APAPUN NAMA
NYA DI GANTI ORANG TETAP MENGENAL NYA...OMAR HITAM
OMAR KUNING, OMAR HIJOE ..TAPI ORANG MELIHAT NYA
TETAP SESOSOK TUBUH KURUS PANJANG HITAM ANAK KLÉNG
DARI LANGSA. AWAK TJÓK OTONOMI...
YA ALLAH BERIKANLAH DIA JALAN SEMOGA MEMATUHI PETUNJUK
MU YA ALLAH. JANGAN TUTUPI HATI DAN HAWANAFSUNYA, DAN
BUKAKANLAH PINTU TOBAT BUAT NYA.
JAUH KANLAH BISIKAN SYEITAN DI HATINYA,DAN JANGAN MALU
DIMENGAKU KALAU DIA KETURUNAN KLÉNG.
AMIN YARABBAL ÁLAMIN.
--- omar puteh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Omar Putéh menulis: Tidak mengapa. Tapi yang
> mengherankan mengapakah kamu, dengan email:Bias
> Agam/"Merdeka": 2002 dan 2007 yang badannya besar
> macam badak Jawa, kulit itam macam babi hutan,
> berjalan membungkuk dengan lekuk hidup anjlok
> kedalam macam gorilla dari Kenya, tetapi selalu
> membahasakan diri sebagai babi peliharaan, sehingga
> dipanggil orang kini sebagai bangsa babi
> pelihararaan. Dan dalam versi lain mebahasakan diri
> email: Paya Bujok, dengan membahsakan diri sebagai
> biawak, sehingga kamu dipanggil orang kini sebagai
> bangsa Biawak.
>
> Hormatilah diri kedua orang tuamu, jangan dikira
> orang seperti anak yang keluar dari pokok pisang.
> Cukuplah si Alauddin Ziyadovich Umarov seorang yang
> mengatakan dirinya terlahir karena kehendak alam.
>
> Bertaubatlah kamu dari membahasakan dirimu sebagai
> bangsa babi peliharaan dan sebagai bangsa biawak,
> walaupun kamu di Halleførs, Fitya, Norsborg, Swedia,
> telah diketahui oleh seluruh bangsa Achèh di Achèh,
> di Skandinavia, di Findlandia, di Belanda, di
> Jerman, di Canada, di USA,di Australia, di New
> Zealand, di Malysia dan di Indonesia sebagi orang
> yang lari dari tugas National Service, sebagai orang
> Kayoë!
>
> BIAS AGAM <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> SETAU KAMI OMAR PUTEH YG BUKAN BANGSA ATJÉH
> DIA BERASAL DARI KETURUNAN INDIA KLÉNG...
> TIDAK PERCAYA LIHAT ORANG NYA .SEPERTI KATA
> ORANGTUA RIMUÉNG HANJIBOEH KURÉNG GAJAH HAN
> JIBOÉH GADENG. DIA TIDAK BOLEH BERSEMBUNYI
> DI BAWAH WAJAH YG DIBERIKAN OLEH ALLAH SWT.
> DIA JUGA ADA HUBUNGAN WAJAH DENGAN OM MAKNU
> LIHAT WAJAH PENJUAL ACEH....
> SETELAH PULANG BERLANCONG KE MEKAH DIA SEKARANG
> SUDAH ADA NAMA TAMBAHAN BAPAH HANJI PKI JAWA.
> KABAR NYA DIA SESEKALIMASIH MEMAKAI TAHI LANGÉNG
> DIDAHI NYA, DIA TIDAK DAPAT MEMBUANG ADAT-ADAT
> BUDHA DAN HINDU NYA MUNGKINBJUGA DIA MASIH MENYEMBAH
> SYETAN SEPERTI NENEK-NENEK NYA LIHAT DIBAWAH INI...
>
> I. Pendahuluan
>
> Perkembangan kebudayaan di pulau Sumatra tidak
> terlepas dari pengaruh kebudayaan India. Yang masuk
> ke
> Langsa dan Berbagai kelompok masyarakat dari anak
> benua India telah datang ke Sumatra sejak masa
> pra-sejarah. Karena itu, seperti dikatakan Duta
> Besar
> India, HK Singh untuk Indonesia, Rakyat India dan
> Indonesia memiliki ikatan batin yang kuat. Sebab,
> mereka saling mempengaruhi dalam aneka ragam bidang
> kehidupan, baik kepercayaan, ideologi keagamaan,
> kebudayaan, kesenian, bahasa maupun filsafat. Hal
> ini
> diawali dengan adanya hubungan wilayah-wilayah yang
> dihuni orang Melayu dengan India (terutama India
> Selatan) sejak masa Hindu, kemudian Budha, dan
> akhirnya Islam tidak pernah putus baik dagang maupun
> budaya. Sejak abad ke-13 M, sebagian India selatan
> (terutama malabar) sudah memeluk agama islam dan
> bermazhab sama dengan orang melayu, yaitu mazhab
> Syafei. Tidak hanya Islam, menurut dosen arkeologi
> UI
> Agus Aris Munandar, Indonesia mewarisi Hinduisme,
> Buddhisme, bahkan Islam, dari India. Warisan
> agama-agama ini masih tersisa di beberapa tempat di
> Sumatera. Selain itu di beberapa tempat, tampak
> sisa-sisa keturunan dan kebudayaan masyarakat India
> yang telah berbaur dengan masyarakat di Sumatra.
>
> Dengan apa yang diuraikan di muka, saya berusaha
> menerangkan pengaruh kebudayaan asal India,
> khususnya
> India Selatan yang banyak berkembang di pulau
> Sumatra.
> Karena, teringat kembali pada kata-kata Prof.Veth
> kira-kira satu abad yang lalu. Ia mengatakan
> bahwa,kita tidak usah selalu saja berfikir bahwa
> arus
> pengaruh kebudayaan Hindu itu harus datang dari
> pulau
> Jawa. Hal ini saya anggap penting karena sering
> dilupakan orang. Semenjak munculnya kudayaan Hindu
> Jawa-Bali,semua perhatian banyak tertuju ke sana.
> Hampir terlupakan sebuah penetrasi lain yang berasal
> dari India Selatan. Masuk melalui suatu kota
> pelabuhan
> di Sumatra Utara yang dulu mungkin merupakan salah
> satu kota dagang tertua, terbesar dan paling
> internasional dibandingkan dengan kota pelabuhan
> lain
> di Nusantara.
>
> II. PEMBAHASAN
>
> a.Bahasa
>
> Sejak abad ke-4 dan ke-5, pengaruh budaya India
> menjadi semakin jelas. Bahasa Sansekerta digunakan
> dalam berbagai prasasti. Namun sejak abad ke-7,
> huruf
> India semakin sering dipergunakan untuk menulis
> bahasa-bahasa setempat yang kini sudah mengandung
> banyak kata pinjaman bukan saja dari bahasa
> Sansekerta, tetapi juga dari berbagai prakrit dan
> bahasa-bahasa Dravida.
> Sampai saat ini, kitab-kitab aksara yang masih
> sering
> di gunakan di masyarakat, Lampung,dan Batak berasal
> dari aksara Pallava yang di terima oleh nenek moyang
> kita dari hasil berinteraksi dengan pendatang dari
> india yang dinasionalisasikan. Beberapa ahli
> berpendapat bahwa orang Batak Karo (marga besar
> Sembiring) dianggap sebagai keturunan Tamil yang
> hingga sekarang paling banyak memperlihatkan
> pengaruh
> kebudayaan dari india Selatan itu. Banyak nama marga
> atau sub-marga rumpun Sembiring seperti
> Pandia,Meliala,dan Cholia berasal dari bahasa Tamil.
>
> Selain itu, Pengaruh kebudayaan ini (terutama
> bahasanya) juga melebar di Minangkabau dan beberapa
> daerah di bagian tengah pulau sumatra. Menurut
> seorang
> ahli bahasa Prof.Van Ronkel,kata-kata
> seperti,gudang,kuli,suasa,kodi,kolam,peti,
> niaga,bedil,dan tembaga,berasal dari Tamil. Begitu
> juga kata-kata sehari-hari seperti
>
marapulai,kuli,pualam,cemeti,jodoh,gundu,badai,kolam,belenggu,dahaga,kanji,
> mahligai,maupun nama kue-kue lezat khas minang
> seperti
> talam,onde-onde,apam,dan serabi.
>
> b.Kesenian
>
> Mendu atau mungkin asalnya bernama main hindu adalah
> jenis teater tradisional melayu,karena lahirnya
> diilhami oleh wayang farsi yang dibawa mula-mula
> oleh
> orang India ke jajahan Ingris di Penang dan
> Singapura
> dalam kurun 1870-an. Mula-mula wayang farsi memakai
> bahasa india (Gargi,1962:154-161). Mendu membawakan
> cerita dari Persia dan Timur Tengah lainnya, yang
> ceritanya seperti Hikayat Dewa Mendu, dipenggal
> menjadi delapan episode yang tamat kurang-lebih dua
> bulan. Meskipun cerita yang dibawakan masih cerita
> dewa-dewa pengaruh hindu, sedah ditutupi oleh
> pengaruh
> islam dengan pemimpin permainan yang disebut syekh.
> Mendu juga populer di Riau sampai sekarang dan di
> Sumatra Timur pada awal abad ke-20. Semua teater
> tradisional itu bertemakan:
>
> 1.Pengalaman seorang pangeran yang mengalami
> penderitaan dan akhirnya dengan bantuan pihak ketiga
> (jin atau dewa) berhasil mencapai kemenangan dan
> memperoleh putri yang cantik sebagai istri.
>
> 2.Benturan antara baik dan buruk dengan kemenangan
> pada pihak yang baik.
>
> 3.mengekalkan tatanan sosial istana dan para
> bangsawan
> selaku pelindung rakyat dan sebagai panutan
> peradaban
> serta tradisi.
>
> Dari Mendu ini, dengan pengaruh barat (opera) lahir
> teater yang bersifat peralihan ke teater
> modern,yaitu
> Bangsawan. Di Palembang, Jambi dan Kalimantan teater
> ini lebih populer dengan nama Dul Muluk. Bangsawan
> sudah berbentuk dua dimensi, sudah berpanggung dan
> berlayar banyak dan diiringi pemain-pemain musik.
> Berbeda dengan struktur indianisasi Jawa-Bali,
> tipologi peran dalam rumpun Sumatra lebih
> berdasarkan
> jenis makhluk dan kedudukan (raja,mentri,jin,
> putri,dll), sedangkan pada rumpun Jawa-Bali
> menekankan
> pada watak manusia.
>
> Berbagai raga musik India Selatan juga berpengaruh
> pada lagu senandung Melayu. Seperti musik Pesta
> Boria
> yang memperingati terbunuhnya cucu Nabi yaitu Hasan
> dan Husin di padang Korbala. Lalu, Calti yang kini
> populer disebut Pop Melayu (dangdut) yang juga
> menyebar ke seluruh penjuru indonesia, merupakan
> hasil
> perpaduan antara dua budaya itu.
>
> c. Makanan
>
>
=== message truncated ===
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping