betul sekali saudara Anwar Ali katakan bahwa orang
Pidie pandai dalam segalahal, mungkin juga dari
keturunan bangsawan. Orang Pidie banyak bekas2
Gubernur, petinggi2 Ri. tidak sama seperti orang2
Langsa tempat LIPAYA lahir.
Saudara lupa mengatakan bahwa LIPAYA juga keturunan
bangsawan bukan keturunan Kléng maka nya timbul masa
lah dengan LIPAYA.
Tapi sayang...Orang2 Pidie juga yg menjual Atjéh
kembali ketangan RI, yg menyokoeng penuh OTONOMI
Helsingki. mengapa ?
--- Anwar Ali <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sejatinya dalam melawan penjajah tentu seluruh
> Acheh, malah Acheh bansigom donya. Berubung penulis
> yang menamakan diri teungku Dipeureulak
> mendiskreditkan pidie, wajar kalau saya katakan
> tanpa Pidie Acheh takpernah melawan penjajah. Kalau
> yang saya katakan itu salah, silakan anda bantah dan
> buktikan. Kemudian Pemberontakan pertama digerakkan
> oleh Tgk Muhammad Daud Beureueh (Pidie) Yang ke dua
> sekarang ini digerakkan oleh Tgk Hasan Muhammad
> Ditiro (Pidie). Acheh terkenal dibawah seorang
> pemimpin yang bernama Iskandar Muda (juga orang
> pidie). Andaikata yang saya katakan ini tidak benar,
> silakan anda katakan menurut Lipaya sendiri, untuk
> apa dawa - dawi, cari gara-gara. Andapun dulu
> pernah menghina Pidie tapi saya masih diamkan diri.
> Anda terlalu picik pikirannya, asik mencetuskan
> permusuhan saja hingga banyakn orang mencaci anda.
> Mencaci itu memang tidak baik tapi itu datangnya
> dari tingkah anda sendiri.
>
> Kemudian anda mengatakan hendak menjelaskan filsafah
> Islam, system Islam, Ideology Islam dan Al Qur-an.
> Silakan anda jelaskan, saya sangat ingin untuk
> melihatnya bagaimana buah pikiran anda. Itu lebih
> baik daripada asik meluruskan ekor kucing yang
> sangat tidak bermanfaat.
>
> Tentang Rima yang anda tuduh Alauddin kalau memang
> bukan atau ya, ada urusan apa dengan saya? Kan
> nampak sekali kamu cari-cari sungkek. Kalau benar
> sebagaimana kamu anggap ada urusan apa kamu? Lalu
> kamu katakan saya fitnah kamu? Fitnah atau realita.
> Serangan anda macam anjing gila mengghujat Alauddin
> Umarov hingga menimpa kemuka sendiri, masih
> tersimpan, dimana sudah menjadi kebiasaan kamu
> menyindir orang lain di akhir tulisannya,
> ternyata bagaikan senjata makan tuan. Dengan
> sindiran kamu kepada orang dari Sandnes, ternyata
> kamu jadi murtad, namun masih tidak sadar diri dan
> belum kamu tarik sampai hari ini, hingga membuat
> dirimu macam orang yang sudah busuk hati.
>
> Lon hei Lipaya disebabkan kamu sendiri yang
> mengatakan bahwa itu nama penghormatan, tapi
> ada orang kata Limeureua. Meurua biasadjih
> padjoh bangke. Ingatnjan. . . . . . .
>
>
>
> omar puteh <[EMAIL PROTECTED]> skrev:
>
> Omar Putéh menulis:
>
> Baiklah Drs Hussaini Daud Tobing Sp. Coba baca
> ulang tulisan anda ini:
>
> Renungkanlah dan sadarlah bahwa tanpa pidie, acheh
> tidah pernah melawan penjajah. Insya Allah
> dikesempatan lain akan saya urutkan pemimpin Acheh
> yang berasal dari Pidie agar anda dapat sadar,
> semoga.
> (Anwar - Acheh.
>
> Dan sebelum saya berkesempatan menjelaskan apa itu
> falsafah Islam, apa itu sistem Allah, apa itu
> ideology Islam, apa itu al Quran sebagai pedoman
> hidup yang selalu kamu tulis ulang-berulang dan
> bagaimana kamu mengatakan yang kamu kenal si Rima
> Gulam Pawon atau si Rima Buya Laot sebagai bukan
> Alauddin Ziyadovich Umarov serta yang terakhir
> fitnah terhadap saya.
>
> Maka jawablah dengan segera apa yang Drs Husaini
> Daud Tobing maksudkan dengan tulisan dibawah ini
> dengan catatan jangan lagi melemparkan kepada orang
> lain :
>
> Renungkanlah dan sadarlah bahwa tanpa pidie, acheh
> tidah pernah melawan penjajah. Insya Allah
> dikesempatan lain akan saya urutkan pemimpin Acheh
> yang berasal dari Pidie agar anda dapat sadar,
> semoga.
> (Anwar - Acheh.
>
> Saya sudah cukup dengan kasus ALA dan ABAS atau
> kasus Yusra Habib Abdul Gani!!!!!
>
>
> Anwar Ali <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Hai Li paya!!! Paken han kabaca dilee njeng
> dituleh le si Peureulak2000, bek meuka kadjungkat
> ladju. Dilon meukeusut meusaboh Acheh ban sigom
> donja. Hanmungken talawan Hendon njan meuseue
> geutanjoe dale tameugob-gob sabe keudroe-droe.
> Lipaya, njeng hana meuho grop. Bit hana katusoe
> nandroe, lagee ureueng kabrok ate. Lon hana kumita
> pake tapi katji sampoh mata dilee kabatja sigetreuk
> peue dituleh le Peureulaknjan ken batjut sahotjit
> lagee abu takengon, peubicah Acheh.
>
> omar puteh <[EMAIL PROTECTED]> skrev: Omar
> Putèh menulis: Hai Drs Hussaini Daud Sp, bèk peugot
> Pidiê Group di internet! Enteuek hana meuho grop,
> roh meugrop lam .................
>
> Anwar Ali <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ide anda dalam menolak pikiran jahat Abu
> Takengon sudah oke tapi kenapa anda mencetuskan
> pikiran jahat yang tidak jauh berbeda dengan Abu
> Takengon? Acheh wilayah, Peureulak, Meureuhom jaya,
> Pidie, Meureudu, Alas, Gayo, singkil dan sebagainya
> adalah khasnya nama atau sebutan untuk setiap
> wilayah Acheh - Sumatra. Nama-nama tersebut telah
> dirobah oleh penjajahan Indonesia dengan menggunakan
> nama mata angin: "Timur, Brat, Selatan, Utara,
> Tenggara, Brat daya dan sebagainya). Namun untuk
> wilayah Pidie khususnya, mereka tidak menemukan mata
> angin yang tepat. Itulah sebabnya yang satu itu
> tetap wilayah "Pidie
>
> Renungkanlah dan sadarlah bahwa tanpa pidie, acheh
> tidah pernah melawan penjajah. Insya Allah
> dikesempatan lain akan saya urutkan pemimpin Acheh
> yang berasal dari Pidie agar anda dapat sadar,
> semoga.
> (Anwar - Acheh)
>
> [EMAIL PROTECTED], Wilayah
> Peureulak <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Assalamu,alaikum,wr,wb.
> > Kalau kita bicarakan tentang penindasan,kami di
> acheh timur penuh
> dengan penindasan elit-elit politik,baik jakarta
> atau elit GAM
> sendiri.Kalau elit politik Jakarta wajar kami di
> tintas , perempuan2
> di perkosa di bunuh dengan tampa proses hukum,karena
> kami sudah
> menganggap jakarta itu penjajah,penjajah akan
> membuat sesuka hatinya
> atas anak jajahannya.Abu takengon harus ingat,begitu
> perjanjian
> damai RI dan GAM di Helsinki.Malik Mahmud dengan
> heli datang ke
> takengon Acheh tengah.Tetepi kami di Acheh timur,di
> waktu kompanyo
> H2O dia datang untuk kompanyo,padahal basis GAM
> cukup kuat di
> wilayah itu.Sekarang,apa yang keluar dari mulut2 TNA
> bawahan di
> Acheh timur.?Kami TNA bawahan di Acheh timur tidak
> di anggap oleh
> elit-elit politik atasan GAM.yang ada hanyalah
> penghinaan bagi
> kami,datang hanya untuk kompanyo H2O.Saya sendiri
> secara pribadi
> cukup merasakan penghinaan itu dari Malik Mahmud dan
> Zaini Abdullah.
> >
> > Abu Takengon,kalau kita bicara kan tentang
> propinsi baru di
> Acheh,saya setuju dan setuju.Tetapi jangan propinsi
> ALA dan ABAS
> saja.
> > Saya lebih setuju begini.........
> >
> > Propinsi Acheh Tenggara.
> > Propinsi Acheh Selatan.
> > Propinsi Acheh Barat.
> > Propinsi Acheh Besar.
> > Propinsi Pidie,maaf pidie bukan Acheh,barangkali
> pendatang.sampai hari ini tanggal 3/2/08 belum
> diresmikan
> sebagai Acheh pidie.
> > Propinsi Acheh Tengah,Ibukota nya Takengon.
> > Propinsi Acheh Utara.
> > Propinsi Acheh Timur.
> > Propinsi Acheh Teuming.
> >
> > Bagai mana Abu take ngon ???
> > wassalam.
> > Teungku Peureulak.
> >
> > Abu Takengon <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote: Ass,
> >
> > Teruslah maju wahai pejuang-pejuang ALA, jangan
> mundur
> selangkahpun,
> >
> > kalahkan dan hancurkan hegemoni Aceh Pungo, dan
> permalukan
> Irwandi Yusuf
> > di depan mata Dunia International atas
> pernyataannya beberapa
> waktu lalu di Koran Serambi
> > Indonesia yang menyatakan bahwa Aceh tetap Aceh
> dan Ia akan
> melawan sekuat tenaga pemekaran provinsi ALA.
> >
>
=== message truncated ===
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
http://www.yahoo.com/r/hs