Omar Putéh menulis:
   
  Apapun bentuk dan caneknya tulisan dibuat tentang perkataan ISLAM PROTESTAN 
yang katanya telah dicetuskan oleh Fuad Marthadilah itu, adalah sangat-sangat 
disesalkan.  Apalagi kalau "orang-orangan" yang terlibat masih suka mengatakan 
dirinya sebagai orang-orang Achèh.
   
  Islam itu tidak bisa dengan segampang itu, untuk disama-samakan dengan agama 
lain didunia ini, walaupun dari bentuk rautan tajam sudut pandang filsafat 
bodoh dan gila anda dan anda sekalian yang seidea! 
   
  Sudah cukup terluka dan terduka Islam itu sendiri, dengan sebutan ISLAM 
FUNDAMENTALIS!
   
  Biarkanlah Marthin Luther mem-"protes" sejarah kehidupan sosial-religious 
dimasanya sedemikian rupa, tetapi tidaklah perlu anda dan anda sekalian 
menyebeng-nyebeng pula perkataan itu, lantas dipungut sebagai suatu ilustrasi 
istilah "ilmiah". 
   
  Karl Mark sendiripun sudah mem-"protes" sejarah kehidupan sosial-religious 
ketika itu, dengan melabelkan dengan label gravitasi pilihannya: Racun!
   
  Saudara Fuad Marthadilah, jangan anda dan anda sekalian yang seidea, juga 
ikut coba meracuni Islam itu lagi!
   
  

HELB <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Saya sendiri sebelumnya membiarkan istilah ISLAM PROTESTAN yang di 
cetus Fuad Mardhatillah ini berkembang di kalangan kawan-kawan milis Aceh 
Institute, namun belakangan tertarik untuk menarik diskusi ini pada kutub yang 
netral dan tidak taken for granted. Semangat Protestan memang ingin mendobrak, 
tetapi pemikiran ini sendiri masih menjadi perdebatan dikalangan sosiolog.

Yang menarik bagi saya setidaknya adalah bagaimana pola pengadopsian istilah 
ini yang serta merta dipakai dalam konteks sekarang. Karena artikel tidak bisa 
menjelaskan bagaimana perkembangan dan transformasi istilah ini, saya hanya 
ingin mengajak pembaca untuk lebih 'berhati-hati' dalam menggunakan istilah 
yang tidak jelas latar belakang sejarahnya.(Kamaruzzaman-BA)

Anda bisa memberikan pandangan, ulasan tajam di bawah tulisan 'APA ITU ISLAM 
PROTESTAN' (AI/27/03/07) karya Kamaruzzaman Bustaman-Ahmad yang kami angkat 
kembali sebagai diskusi menarik minggu ini. 

Untuk itu Anda bisa mengklik URL dibawah ini dan selamat memberikan komentar 
kritis dibawah tulisan.

  

http://web.acehinstitute.org/OPINI/AGAMA-DAN-BUDAYA/174.html

Kalau ada istilah yang baru, kita harus 'bertanggungjawab' untuk menjelaskan, 
setidaknya tahu bagaimana latar belakang istilah tersebut.(Kamaruzzaman)
    
---------------------------------
  Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it 
now.   

                         



       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke