Terlepas dari adanya tanggapan mirip anak-anak, itu
PERNYATAAN SIKAP MAJEULIH GAM DAN ACHEH CENTER DI AMERIKA MENGENAI MARAKNYA
ISSUE PEMEKARAN ACHEH, saya kira tepat sekali dan memang merupakan suara majlis
yang dapat kita banggakaan.
Tinggallagi ada 2 hal yang perlu kita pertanyakan. Pertama andaikata pihak
Indonesia tidak merespon atas 4 desakan tersebut, apa kiranya yang lebih
efectif untuk kita usahakan. Prediksi saya memang yang namanyaa Indonesia itu
terkenal hipokritnya. Yang jelas kita sudah masuk ke 2 kali mendapat tipuan
setelah Acheh - Sumatra dibawah pimpinan Tgk Muhammad Daud di Beureueh, kini
dibawah kepemimpinan Tgk Hasan Muhammad di Tiro yang memang belum final
tipuannya. Artinya masih ada waktu bagi kita untuk berpatah balik dan mencabut
kembali perjanjian yang menjadi permainan Pihak Indonesia hipokrit itu.
Memang kalau kita berbicara untuk berperang kembali ada saja pihak yang
sokmok, dengan dalih Acheh sedang berada di alam damai. Mereak sepertinya
tidak memahami dimana Acheh sekarang kembali seperti sebelum pertempuran,
nyakni berada dalam keamanan di pasung. Bagi orang Acheh yang benar-benar sadar
pastinya macam pernyataan Tgk Hasan Muhammad di Tiro bahwa orang macam beliau
1000 X lebih baik mati daripada berdamai dengan Indonesia. Kenapa beliau
mengatakaan demikian? Jawaabannya brliau taupersis siapa Indonesia itu.
Realitanya sekarang politik devide et empere warisan belanda sudah dimainkan
di ALA dan ABAS, tinggallagi kita menunggu finalnya saja untuk pemecahan Acheh
- Sumatra menjadi 3 bagian agar tidak berkekuatan lagi hingga mudah
ditaklukkan. Di Takengon kemungkinan besar sedikit sekali yang mengikuti Tgk
Ilyas Leube yang benar-benar memahami hakikat perjuangan macam Wali negara
sendiri. Kemungkinan besar kebanyakan mereka menjadi pengikut oposisinya Tgk
Ilyas Leube, nyakni yang menamakan diri sebagai Abu Takengon. Dia itu agak
pintar tapi kloprip alias tidak teguh iman dan tidak memahami idiology Islam
atau Ideology surah Al Kahfi.
Saya kira barisan pelapis Acheh - Mardeka sudah bisa bersiap-siap untuk
memainkan peranannya, andaikata pemecahan acheh sudah dilakukan pihak
Indonesia. Apapun ceritanya kita masih harus memberikan waktu sedikit lagi bagi
PM Malek dan sahabat setianya untuk memprotes Indonesia melalui pihak yang
berwenang di Helsinki. Tunggu apalagi kita setelah penyulapan Self Government
kepada Otonomi yang disambut Irwandi - Nasar dengaan antusiasnya, lalu
dimunculkan UUPA sebagai pagar "kebun Acheh" sebagai milik Indonesia. Untuk
menguatkan pagar ibni pihak Indonesia mulai menjalankan politik kotor devide et
empere warisan Belanda itu dengan ALA dan Abas.
Self Government adalah pemerintah sendiri. Kalau Irwandi - Nazaar berkuasa
dibawah ketiak Yudhoyono, itu bukan self goverentment namanya tapi Otonomi.
Kalau hanya sekedar menerima otonomi buat apa kita musti berperang. Sudah dulu
Acheh dalaam keadaan otonomi tapi pura-pura bukan otonomi benaran. Mengapa
demikia Jawabannya itulah yang namanya penguasa Indonesia, terkenal
kemunafikannya.
Kita telah beralih daari perang benaran kepada perang politik. Yang perlu
digarius bawahi bahwa omong kosong peraang politik jika tidak ada pihak
menengah (baca badan Internasional) yang akan mengembalikan kepada posisinya
yang benar ketika ada pihak yang menyeleweng. Kalau tidak ada pihak menengah
yang jujur dan proaktif, mustahil kita dapat berperang politik. Lihat saja
ketika kita mengandalkan demokrasi, lalu seluruh Acheh -Sumatra menggelar
REFERENDUM di Banda Acheh. Apa yang terjaadi? Tentara daan polisi Indonesia
mencegat referendum priode ke II dengan kalapnya. Kalaubegitu andaikata partai
lokal menang di Acheh lalu DPR Acheh menggelar referendum atau menuntuk merdeka
dengan dalih demokrasi, juga akan mengalami nasib yang sama ketika menggelar
referendum dulu. Makanya sekalilagi tanpa ada pihak yang jujr untuk menjadi
penengah, mustahil untuk meraih kedamaian Acheh melalui perundingan dengan
pihak musuh yang munafiq macam Indonesia. Silakaan buktikan kalau
persepsi saya ini dianggap tidak berarti.
Sebagai penutup, kembali kepernyataan saudara kita di Amerika Serikat,
sebagai pertanyaan kita yang kedua bahwa point nomor 5 itu membuat saya
confused. Apakah kita bersedia untuk berada dalam bingkai Indonesia yang sudah
begitu banyak sepak terjang nya merugikan rakyat jelata? Ini belum lagi kita
berbicara posisi kita dimata Allah yang akan sirna aqidahbnya bergabung dalam
system Taghut yang Dhalim dan Munafiq
Billahi fi sabililhaq
Muhammad al Qubra
di
Ujung Dunia
MTA Aceh <[EMAIL PROTECTED]> skrev:
Bak kukalon nah, ureueng di luwa kabeh saket ulee dum. Lagee manok
ku;uek watee suboh dum. Gadoh meurtoh di luwa nanggroe. Isu nyoe isu jeh,
ureueng mate dum di nanggroe, peugah diplomasi keu perjuangan, rupajih plueng
yak seulamat dum. Han ek tapateh lee haba sineuk riyeun teuk nyan.
Pernyataan lagee2 nyan bah lon kira kabasi, hana lagot. Sang wate geupeugah
droe di Amerika that hayeu dum ka, seakan2 na di ruang sidang PBB keudeh,
rupajih watee tacek meu geudong PBB hana ditupa, paleng2 foto beuraya2 bak
geudong megah2 kirim fia email u nanggroe yak dipeugah "diplomat nanggroe".
Ureueng di luwa nanggroe, taloe keu ieng ngom. Woe keunoe u nanggroe yak
tajak keu uek rame2 di nanggroe.
Salam
"m.nadzar" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
PERNYATAAN SIKAP MAJEULIH GAM DAN ACHEH CENTER DI AMERIKA
MENGENAI MARAKNYA ISSUE PEMEKARAN ACHEH
Sehubungan dengan maraknya issue pemekaran propinsi Nanggroe Aceh Darussalam
( NAD ) untuk dijadikan tiga propinsi oleh pemerintah Indonesia dengan di ikut
sertakan oleh pejabat pejabat elit ALA dan ABAS yang berbuntut pada
pengibaran sepanduk di beberapa wilayah selatan Acheh, telah menimbulkan
kekacauan dan keresahan di dalam masyarakat yang berdampak terusiknya
perdamaian yang telah di rasakan oleh segenap masyarakat Acheh secara
keseluruhan dan khususnya masyarakat Acheh ALA dan ABAS.
Pengibaran sepanduk ini yang menurut perkiraan kami dilakukan oleh elit
politik di meulaboh yang di Bantu oleh beberapa oknum tertentu, dan issue ini
secara jelas dapat menimbulkannya komplik horizontal yang berakibat fatal bagi
kehidupan masyarakat Acheh yang cinta perdamaian.
Issu Pemekaran Nanggroe Aceh Darussalam ( NAD ) ini sengaja di dengungkan
oleh pemerintah Indonesia yang terlihat anti dan menyesali perdamaain yang
telah dirintih sendiri Jakarta dengan GAM di Helsinki , dan ini menjadi
gambaran kepada kita tentang ketidak adanya iktikat baik dari pemerintah
Indonesia didalam berbagai hal dalam memajukan perdamaian Acheh, hal ini juga
terlihat dengan merusakkannya butir-butir MoU Helsinki dalam menyusun dan
mensahkan undang-undang daerah Aceh yang sangat bertentangan dengan semangan
mou Helsinki itu sendiri.
Ketika Isu pemekaran mencuat kembali, kita sebagai masyarakat Acheh teringat
kepada betapa pentingnya kemerdekaan Acheh dari pemerintah Indonesia, karena
apa yang terjadi saat ini bukanlah sebuah jawaban dari perdamaian yang abadi di
Acheh yang telah diperjuangkan dengan sekuat tenaga oleh seluruh bangsa Acheh,
untuk itu kesadaran baru bagi seluruh rakyat Acheh untuk menentukan nasibnya
sendiri perlu terus sama-sama di pertahankan.
Maka untuk menyikapi hal ini kami dari majeulih GAM dan ACHEH CENTER di
America mendesak pemerintah Indonesia :
untuk segera merefisi UUPA ( Undang-Undang Pemerintah Aceh ) yang sangat
bertentangan dengan mou Helsinki
untuk segera mehapuskan issue pemekaran Acheh karena di nilai dapat
menggangu kestabilan politik dan Ekonomi di Acheh dan perpengaruh menimbulkan
complik horizontal di Acheh
dan menegakkan dan melaksanakan semua isi mou Helsinki di Acheh
Meminta kepada semua masyarakat international yang sangat menghargai
nilai-nilai HAM dan Democrasi untuk ambil bagian dalam mempertahankan dan
menyelamatkan perdamain di Acheh
Apabila hal ini tidak di indahkan maka jangan salahkan masyarakat Acheh
kalau kembali kepada tuntan dasar berpisah dari Indonesia.
Demikianlah pernyataan ini semoga pemerintah Indonesia dapat memakluminya
Tertanda
Bustami ibrahim
Muhammad Nurul Alkhalil
Ulee Majeulih GAM Amerika president Acheh Center
Amerika
Mobilee +17176086526
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
---------------------------------
Klaustrofobisk innboks? Få deg en Yahoo! Mail med 250 MB gratis lagringsplass
http://no.mail.yahoo.com