Omar Putéh menulis:
Sepatutnja apa yang telah dianjurkan oleh Tengku Dr Ahmad Sudirman, salah
seorang think-tank, yang butir-butir analisanya sangat dicermati dan
dicernaki dengan teliti oleh banyak kalangan pengamat politik dan sosiologi
Acheh dan Indonesia, termasuk Irwandi Yusuf, yang sekarang telah menjabat
jabatan Gubernur Achèh, Nanggroë Darussalam, agar perjuangan Achèh dilakukan di
Achèh, bukan lagi di luar negeri atau terbaca juga pandangan dari
Sisingamahraja agar perjuangan Achèh hari ini, dilakukan lewat "Jalan darat",
sebuah bahasa sandi untuk maksud yang sama seperti yang dianjurkan oleh Tengku
Ahmad Sudirman itu.
Tetapi mengapa mereka-mereka dari MB-GAM/MP-GAM/KPA-MD tidak lagi mau mengubah
jalan pikiran mereka yang semua konyol itu.
Semua orang telah diberitahukan bahwa, kalau mana-mana organisasi perjuangan
kemerdekaan di Nusantara, yang akan terus memperjuangkan cita-cita perjuangan
kemerdekaannya, maka perlu mendalami ideologi perjuangan seperti yang
telah pernah ditanamkan Dr Tengku Hasan di Tiro kedalam benak bangsa Achèh
seketika dulu, yang perjuangannya bukan saja didalam negeri ( lewat "Jalan
darat") malahan juga diluar negeri (lewat "laut dan lewat lintasan
angin/udara") terus tertanam disana, sehingga MoU Helsinki, Findlandia
disepakati dan ditanda tangani, antara Negara Achèh Sumatra/ASNLF (GAM) dengan
NKRI (GOI).
Hari ini, mereka dikehendaki membangun Achèh dengan segala upaya yang ada
(funds and forces), agar Achèh itu maju dan jaya, dengan menjauhi segala jenis
bentuk praktek korupsi yang sangat dikutuk oleh tamandun!
Maka dikehendakilah kepada seluruh bangsa Achèh yang berada di Achèh dan di
luar negara, agar memberikan sosial partisipasi/sosial kontrol dengan kosisten
penuh.
Kita lihat dari kalangan NKRI (GOI) telah selalu saja menuduh dan menyimplak
yang GAM/KPA tidak pancasilais dan tidak nasionalis degan tidak henti-hentinya
pula mengembel-embelkannya dengan "seperatis", sedangkan mereka-merka yang
pertuduhan dan penyimplakan itu sendiri dipastikan mutlak, tidak tahu persis
apa itu nasionalis, apa itu panca silais dan apa itu seperatis!!!
Jadi kalau mereka dari kalangan MB-GAM/MP-GAM/KPA-MD benar-benar telah pernah
tertanam ideologi dari Dr Tengku Hasan, tentunya bisa membantu menjawabkan atau
menjelaskankan, bagaimana menjawab dan menjelaskan, ketika datang tuduhan dan
simplakan seperti diatas.
Saudara Zakaria Saman dan Ibrahim Syamsuddin/Ibrahim KBS telah pernah mencoba
atau terpaksa menjawabnya, tetapi mereka itu sendiri tidak pernah persis
tahu dalam penjawaban dan penjelasannya, sehingga seorang anak muda Vande
Charba, diantaranya pernah menyentil Ibrahim Syanmsuddin atau Ibrahim KBS
sebagai orang yang tidak tahu apa itu nasionalisme....................
dst-nya!
Sepatutnya kalian dari MB-GAM/MP-GAM/KPA-MD bisa menolong membantu menjawab dan
menjelaskan, kalau kalian sememangnya orang-orang atau kumpulan yang masih
tertanam kukuh didalam benak ideologi dari Dr Tengku Hasan di Tiro, terhadap
mereka yang sedang baru mencoba mengasimilasikan diri atau mereka-merekayang
tidak persis tahu apa itu nasionalisme.................... dst-nya, kedalam
nasionalisme Indonesia atau menjadikan diri mereka terserap kedalam warna
elemen panca silais!
Saya akan menjelaskan dilain kesempatan, tetapi saya mau kalian dari kalangan
MB-GAM/MP-GAM/KPA-MD yang mengirim tulisan: Orang Yang Paling Bahaya Di Aceh
dan gambar Dr Tengku Hasan sedemikian rupa, diharapkan mendahuluinya, kalau
kalian sememangnya paham papa itu "ideologi brialiant" dari Dr Tengku Hasan di
Tiro yang telah melangkahi ideologi nasionalisme-nya dari model Prof Dr Ruslan
Abdul Gani.
Dari tulisan dibawah ini, tulisan dari Bungông Tari: Alah hai MPGAM,,,bibit
hana djra keuh leeeeeeeeeeeeeeeeee eeeeeeee.,
maka dapatlah disimpulkan bahwa, mereka-mereka dari kalangan
MB-GAM/MP-GAM/KPA-MD, telah dipastikan tidak pernah tahu apa sebenarnya
ideologi brilliant dari Dr Tengku Hasan di Tiro itu, tetapi coba menghinanya
dengan kesadaran penuh atau berpura-pura tidak berkesadaran penuh/setengah
penuh!!!
Kami yang penah menuliskan apakah itu yang dimaksudkan dengan Jawa Penjajajah
(exploitation de l'hom par l'hom dan exploitation de nation par
nation) terhadap orang-orang Jawa yang dijajah di Pulau Jawa dan terhadap
orang-orang Melayu diluar Pulau Jawa untuk maksud menjelaskan akan
tulisan-tulisan Dr Tengku Hasan di Tiro seperti dimaksudkan keatas Jawa
(Penjajah) dan Jawa (yang sedang terus dijajah sejak zaman Mpu Sendok sehingga
hari ini).
Malah penjelasan ini pernah dijelaskan langsung didepan mendiang Daud Husein
atau Daud Paneuk, suatu ketika dulu di Selayang, Kuala Lumpur, Malaysia, apa
itu Jawa Penjajah dan Jawa yang dijajah.
Kami menjelaskan apa itu Jawa Penjajah dan apa itu Jawa yang dijajah mengikut
penjelasan Dr Tengku Hasan di Tiro khususnya kepada As-sjahid Tengku Dr Zubir
Tengku Mahmud MD dan kepada umumnya kepada jema'ah Menteri Kabinet Pertama
Negara Achèh Sumatra/ASNLF bahwa, (semua orang) Jawa punya segala hak hidup
yang sama dengan bangsa Achèh, yang senantiasa dilindungi oleh Islam dan PBB.
Dan mendiang Daud Husein atau Daud Paneuk, menjelaskannya atas dasar historia
bentuk anugrah kehormatan yang pernah diberikan oleh As-sjahid Tengku Dr
Mochtar Tengku Hasbi MD, kepada orang-orang Jawa, yang pernah membantu
perjuangan ASNLF/GAM di Wilayah Paséë, Achèh, sehingga beliau berpegang dan
berpendirian menolak anggapan Jawa adalah musuh. Sama agaknya pegangan dan
pendirian mendiang Daud Husein atau Daud Husein itu, dengan pegangan dan
pendirian saudara Zakaria Saman yang menolak tidak perlu ada larangan, keatas
orang-orang Jawa, masuk menghadiri persidangan ASNLF/GAM suatu ketika dulu.
Untuk pendirian dan pegangan dari mendiang Daud Husein atau Daud Paneuk dan
saudara Zakaria Saman itu, telah diberikan penjelasannya sebagaimana tercatat
dalam sejarah Perang Pacific antara Amerika dan Jepang, terhadap etnis Jepang
di Hawai, California dan seluruh wilayah Amerika Serikat atau seperti perang
yang sedang berlangsung sekarang ini diseluruh dunia oleh Barat terhadap
siapa-siapa jenis musuh mereka.
Kita sangat marah dengan kiriman tulisan: Orang Yang Paling Bahaya Di Aceh dan
gambar dari Dr Tengku Hasan, yang telah dimodified sedemian rupa, yang telah
dilakukan oleh mereka-mereka dari kalangan MB-GAM/MP-GAM/KPA-MD, selain tidak
pernahnya mereka menjelaskan bahwa ucapan tulisan Dr Tengku Hasan di Tiro
adalah terhadap Jawa sesungguhnya ditujukan kepada Jawa Penjajah bukan kepada
orang-orang Jawa, sebagaimana telah diterangkan diatas, yang Dr Tengku Hasan di
Tiro telah memperjelaskannya sejak 33 (tiga puluh tiga) tahun yang lalu, sejak
sebelum lagi berlangsungnya proklamasi kemerdekaan atas bangsa Achèh dan Negara
Achèh Sumatra, 4 Desember, 1976!
Jadi kalau pihak mereka dari kalangan MB-GAM/MP-GAM/KPA-MD mau terus
menggunakan ucapan tulisan Dr Tengku Hasan di Tiro, maka hendaknya
menjelaskannyalah penjelasan tambahan, seperti yang kami maksudkan atau seperti
yang Dr Tengku Hasan di Tiro, maksudkan sendiri.
Dr Tengku Hasan di Tiro dan seluruh bangsa Achèh/ASNLF/GAM, yang pernah ikut
meperjuangkan kemerdekaan bangsa Achèh dan Negara Achèh Sumtara, yang telah
menerima janji damai Helsinki, Findlandia, sudah tentu tidak ada lagi kuasa
melarang atas apa bentuk ideologi perjuangan kemerdekaan yang dilakukan oleh
MB-GAM/MP-GAM/KPA-MD, walaupun mereka telah memanipulir atau mempolitisirnya!
Omar Putéh
Meunasah Reudeuep
Achèh Rajeuk
--- On Sun, 4/12/09, nurra markoliyo <[email protected]> wrote:
From: nurra markoliyo <[email protected]>
Subject: SV: [Lantak] ORANG YANG PALING BAHAYA DI ACEH
To: [email protected]
Date: Sunday, April 12, 2009, 11:54 AM
Alah hai MPGAM,,,bibit hana djra keuh leeeeeeeeeeeeeeeeee eeeeeeee.
--- Den sön 2009-04-12 skrev Acheh Watch <rajaba...@yahoo. com>:
Från: Acheh Watch <rajaba...@yahoo. com>
Ämne: [Lantak] ORANG YANG PALING BAHAYA DI ACEH
Till: freea...@yahoogroup S.COM
Datum: söndag 12 april 2009 10.31
Peukara njang paléng bahaja di atjèh:
http://www.youtube. com/watch? v=Gbjb04wKWow
Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
http://www.youtube. com/watch? v=H7wcl7m8xp8&feature=related
Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
http://www.youtube. com/watch? v=H8mbiUwHpIY&feature=related
Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
http://www.youtube. com/watch? v=sbJsJtdDFE8
Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh
(Pengkhianat) !
http://www.youtube. com/watch? v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa
keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg
atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu
bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan
peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
http://www.youtube. com/watch? v=Gbjb04wKWow&feature=related
"Udép geutanjoë hana juëm meusaboh aneukmanok meunjo hana tapeutheun peuë njang
ka geukeubah lé éndatu. Udép sibagoë lamiët dan djadjahan gob njan hana juëm
meu-sikeuëh ! Meunjo tateupuë(peuë) arti keumuliaan! UREUENG-UREUENG LAGÈË LÔN
1000 X ( SIRIBÈË GO ) LEUBÈH GOT MATÉ NIBAk DIDJADJAH LÉ DJAWA !!!
Kheun Tgk Hasan di Tiro
http://www.youtube. com/watch? v=oqJYGoF0SMQ
============ ========= ========= ========= ========= =====
Går det långsamt? Skaffa dig en snabbare bredbandsuppkopplin g.
Sök och jämför priser hos Kelkoo.