Potret kiriman Mr Ali Al Asytar
Omar Puteh menulis:
Baiklah kita terusi diskusi kita, sambilan menjawab pertanyaan anda. Saya
ulangi sebuah simplakkan:
"Ta peugah bodoh, õk teukoh, ta peugah bangai sikula pina",
sarjana lagi, didepan dengan "doktor andeuh" (payah pakèk kaca moto) dan
dibelakang "Sp", sarjana pendidikan, yang kadangkala disangkutkan disebelah
dikiri dan dicanèkkan disebelah kanannya, tetapi tingkahnya, aduuuuuh mintak
ampun.....................................!
Ali Asytar,
Sebaik saja turunnya wahyu dari Allah SWT, Nabi Besar Muhammad SAW tersadar
bahwa: Itulah Allah (SWT), Tuhan yang disembah dengan sebenar sembah, dan
Muhammad (SAW ) adalah Rasulullah!
Kemudiannya kepada seluruh ummatnya, Nabi Besar Muhammad SAW, telah juga
bersabda agar mengucapkan sahadatnya demikian pula, sedemikian rupa,
sebagaimana beliau telah berpegang (saya tidak katakan berpedoman) dan lakukan:
"Tiada tuhan yang disembah, dengan sebenar sembah, selain Allah (SWT) dan
Muhammad (SAW), Rasulullah!"
NB: Kami, tidak pernah menuliskannya seperti yang anda selalu lakukan SAWW.
Satu saja W-nya, bukan dua: WW, sehingga Dunia Islam, tahu yang kami tidak
pernah meuwèwèe dan meuwètwot!).
Saya tahu yang andapun sekarang sedang meuwèwèe dan meuwètwot, karena tidak
pernah mau tahu untuk berjema'ah dengan para jema'ah yang datang dari berbagai
bangsa, yang sesungguhnya anda akan melihatnya disana, ketika mereka, para
jema'ah bersembahyang pada sa'at duduk ditahyat awal dan akhir, dalam
menyebutkan syahadat:
Ash hadualla ila ha illallah, wa ash haduanna Muhammad arrasulullah,
"Tiada tuhan yang disembah, dengan sebenar sembah, selain Allah (SWT) dan
Muhammad (SAW), Rasulullah!"
dengan mengkonsentrasi pandang kearah telunjuk tangan kanan diantara mereka ada
yang menggerak-angkatkan, seperti getaran spiral, ada yang menggerak-angkatkan
jari telunjuk tangan kanannya hanya sekali/sesa'at atau ada yang
menggerak-angkatkan jari telunjuk tangan sebelah kanan dan baru diturunkan
sebaik Imam atau kita hendak memberi salam, sebagai ganti orang Syi'ah
mengkonsentrasikan letak "dahi" mereka, pada sekeping tanah kering sekian cm x
sekian cm!
Kami, dengan khusuk memperhatikan gerak-angkat telunjuk tangan sebelah
kanan, dengan bersumpah-janji dalam hati dan dalam sanubari:
"Tiada tuhan yang disembah, dengan sebenar sembah, selain Allah (SWT) dan
Muhammad (SAW), Rasulullah!",
sebagaimana Nabi Muhammad SAW melakukannya, pada sa'at menerima wahyu dan
terlantik sebagai Pesuruh Allah SWT( Rasulullah).
Kalau anda, Ali Al Asytar sudah mengakui setulus hati, bahwa anda telah
meninggalkan Sunni dikarenakan: (1). Sunni-nya anda itu, anda dapatkan dari
orang tua anda sendiri (sebagai warisan? Ini pengakuan awal anda!). (2). Lewat
Sunni anda dulu itu, anda kemudian mengetahui bahwa, Saidina Ali ra tidak
diangkat sebagai Khalifah Pertama, sebaik Nabi Besar Muhammad SAW, Rasulullah
wafat (Ini pengakuan anda semasa dalam diskusi sedang berlangsung, dalam
memenuhi permintaan pemilis!). Terima kasih atas pengiriman kedua pengakuaan
anda itu.
Kami sedang menunggu pengakuan dari Vande Charba, (No) Vendra Cahaya Bening,
Rima Gulam Pawoun dan atau Syi'ah laten lainnya (yang masih belum menampakkan
diri), yang sangat-sangat kami harapkan, sebagai refrensi perkembangan.
Makanya, akan sangat gembira sekali, kalau sekiranya anda, Ali Ali Asytar dan
atau ahlul bait anda, Muhammad Al Qobra, mau membantu kami dengan
penjelasan/penjawaban dari pertanyaan ini:
Apakah bunyi syahadat Sunni sama dengan bunyi syahadat-nya Syi'ah?
Bunyi syahadat Sunni:
"Tiada tuhan yang disembah, dengan sebenar sembah, selain Allah (SWT) dan
Muhammad (SAW), Rasulullah!"
Nah, bagaimana pula dengan bunyi syahadat Syi'ah Ali Al
Asytar...................................?
Sebagaimana pengakuan anda sendiri, yang telah meninggalkan Sunni dan masuk
Syi'ah, hanya dikarenakan Saidina Ali ra, tidak terpilih sebagai pengganti Nabi
Besar Muhammad SAW, sambilan menghantam Saidina Usman ra, Saidina Abu Bakar dan
Saidina Omar bin Khatab ra, maka Al Quran nul Karim-lah yang akan menghukum dan
menghakamkannya
Sdra Ali Al Asytar,
Kedua sahabat Rasulullah: Saidina Ali ra dan Saidina Usman ra telah dikawinkan
dengan putri beliau.
Saidina Usman ra dikawinkan dengan dua putri beliau, setelah putri beliau yang
dikawinkan pertama dengan Saidina Usman ra itu, wafat dan mengingat akan
pengorbanan Saidina Usman ra yang sangat besar, dengan beribu-ribu unta dan
harta lainnya demi perkembangan dan kemajuan Islam, maka nabi Besar Muhammad
SAW, mengvawinkan lagi putri beliau lainnya kepada Saidina Usman ra!
Sedangkan Saidina Abu Bakar As-Sidiq ra, telah mengawinkan putri
beliau: Siti Aisyah ra, yang juga sebagai ahlul bait (Al Qurän) kepada Nabi
Besar Muhammad SAW.
Anda tuliskanlah mengenai Saidina Omar bin Khatab!
Dan pada masa Saidina Usman ra, seluruh wahyu dari Allah SWT, mulai disusun
sehinga terhimpun mukdjizat Nabi Besar Muhammad SAW, dari Allah SWT itu,
terhimpun dan tersusun sedemikian rupa indahnya, yang sekarang telah menjadi
"pedoman" hidup anda?,
yang juga menjadi "pedoman" hidup Imam 12?, walaupun anda dengan angkuh dan
sombongya telah menyimplak Al Qurän nul Karim yang maha suci dan tinngi itu:
Al Qur-an dan Hadist tidak cukup untuk memahami kebenaran, konon pula Hadist
Palsu....... ......... ......... .......... ......... ......... . (tulisan asal
dan asli anda, Ali Al Asytar ahlul bait dari Muhammad al Qobra, yang telah
tersimpan di satelit sana, yang telah saya undang hadhir kembali, disini,
dimilis ini!)
Ali Al Asytar,
Pegangan aqidah saya:
Ash hadualla ila ha illallah, wa ash haduanna Muhammad arrasulullah,
"Tiada tuhan yang disembah, dengan sebenar sembah, selain Allah (SWT) dan
Muhammad (SAW), Rasulullah!"
adalah sebagai "pegangan hidup (aqidah)" saya, yang juga sebagai pegangan hidup
seluruh muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, ummat Nabi Besar Muhammad
SAW, sampai akhir hidup saya, sampai saya menghadapi panggilan Illahi Rabbi!,
yang bagi orang lain, telah juga mengatakan sebagai pedoman hidup-aqidahnya?
Seluruh kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, ummat Nabi Besar
Muhammad SAW ummat nabi Besar Muhammad SAW, Rasulullah, akan terus berpegang
pada aqidah ini:
Ash hadualla ila ha illallah, wa ash haduanna Muhammad arrasulullah,
"Tiada tuhan yang disembah, dengan sebenar sembah, selain Allah (SWT) dan
Muhammad (SAW), Rasulullah!"
sebagaimana yang telah dilakukan juga oleh Nabi Muhammad SAW -Rasulullah, sejak
sa'at beliau, menerima wahyu dari Allah SWT, yang semomentum dengan sejak sa'at
beliau terangkat sebagai Pesuruh Allah SWT, di Gua Hirak, di Gunung Cahaya
(Noor Mountain), sehingga beliau wafat, yang akan menununtun kita, muslimat,
mukminin dan mukminat, ummat Nabi Besar Muhammad SAW, dengan selamat didunia
dan diakhirat!
Nah, kepada Ali Al Asytar saya serukan (sambilan melihat ke potret kiriman
anda) dan ahlul bait anda, Muhammad Al Qobra, Vande Charba alias Ramli Affan
alias Affan Ramli { kalau saya katakan dulu, istilah yang anda buat: Theology
Bencana, tidak tepat, mengikut isi tulisan anda itu, maka dalam diskusi ini,
saya katakanlah Syi'ah itu, adalah sebagai Theology Bencana! Mengapa? Saya
sangat yaqin bahwa, Islam Syi'ah itu telah disentuh (atau kasarnya sudah
ditukangi) tangan manusia jahil, maka Islam syi'ah itu, sudah bukan lagi
addiin, tetapi sudah sebagai "agama, religion, religere!), sudah sebagai
budaya/kultur!
Karena al Qurän nul Qarim, kitab suci dari Allah SWT, itu sampai sekarang dan
sampai hari kiamat, tidak akan pernah berobah, termasuk perobahan titik
komanya, kecuali dirobah oleh "tangan" Syi'ah. Kita tahu, titik koma pada
Alqurän nul Karim itu, diciptakan pada masa dibukukaan dan ditulis, tetapi isi
dan maksud asli Al Qurän nul Karim itu dan kandungannya tidak pernah berobah,
baik yang ada di benak al Hafiz ataupun pada setiap memory mesin komputer
cetak ulang.
Ini patut diingat sampai mati!!!}, (No) Vedra Cahaya Bening, Rima Gulam Pawoun
alias Alimuddinn Zyadovich Umarov (?) dan sesiapa yang menganggap Syi'ah, Imam
12 itu barang baru Aqidah anda sekalian!
Saya juga senang sekali mengucapkan selamat menyambut bulan Ramadhan, dengan
mengutip kiriman m.nazar:
Amirul Mukminin Ali bin Abi Talib ra berkata: Saya bertanya,Ya Rasulullah,
apakah amal yang terbaik
dalam bulan ini?. Beliau menjawab, Wahai Abul Hasan,
amal yang afdal (terbaik) dalam bulan ini ialah
menjauhi dari apa yang diharamkan Allah."
M.Nazar, berpeganglah anda terus dengan pegangan aqidah:
Ash hadualla ila ha illallah, wa ash haduanna Muhammad arrasulullah,
"Tiada tuhan yang disembah, dengan sebenar sembah, selain Allah (SWT) dan
Muhammad (SAW), Rasulullah!"
yang jika pegangan tersebut, jika sebesar zarah saja tergelincir, maka Al Qurän
nul Karim, maka Allah SWT, akan menghukum kita, sebagai hukum-hakamnya.
Jadi dalam masalah aqidah bukan perlu kita katakan, yang saya baru saja sedikit
tergelincir, seperti baru tergelincirnya perjalanan matahari, ketika kita
hendak melihat datangnya waktu Zuhur, yang sangat-sangat kita takuti!
Terakhir saya patut katakan bahwa, saya juga telah menjelaskan kepada anda, Ali
Al Asytar dan ahlul bait anda, Muhammad Al Qobra, surat Al Qurän nul Karim yang
anda pernah kirimkan, telah pernah saya katakan sebagai hukum-hakam dan tidak
tepat untuk dikatakan sebagai "pedoman", dan mengenai permintaan anda agar
saya mengirimkan ayat-ayat suci Al Qurän nul Karim, sebagai mainan hujjah
dimilis ini, maka tidak perlu saya layani, sekalipun saya punya tiga Kitab
Tafsir Al Qurän nul Karim, dalam bahasa Melayu, Indonesia dan Inggeris.
Omar Putéh
Meunasah Reudeuep
Achèh Rajeuk