Polisi itu dibayar dari tali spatunya smpai ke ujung rambut dengan uang rakyat. 
Adakah manusia yang membenarkan tidakan semena-mena seperti itu? 




________________________________
Fra: Fadli Hasan <[email protected]>
Til: Ahmad Sudirman <[email protected]>; Risyaf Ristiawan 
<[email protected]>; Lakei Droe <[email protected]>; Atjeh Lon 
Sajang <[email protected]>; jaroe hanagaki <[email protected]>
Kopi: Sekretariat KPA <[email protected]>; 
[email protected]; [email protected]; Agoosh 
Yoosran <[email protected]>; Satria Pitpancal <[email protected]>; Ahmad 
Sudirman <[email protected]>; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; Muhammad al qubra <[email protected]>; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; Acheh Merdeka 
<[email protected]>; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected];
 [email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; Pos Bali <[email protected]>; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; Che Guevara 
<[email protected]>; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; arlan nur <[email protected]>; [email protected]; 
[email protected]
Sendt: Mandag, august 24, 2009 14:38:59
Emne: RAZIA, PUNGLI CARI UANG UNTUK LEBARAN


Tertabrak Polisi Saat Hindari Razia
Kepala Mahasiswa Bocor Dihantam Senjata
24 August 2009, 09:30 Pase Administrator 
LHOKSEUMAWE – Naas nasib Arifin (21), mahasiswa asal Kutablang, Kecamatan Banda 
Sakti, Lhokseumawe. Mencoba menghindari dari razia polisi di kawasan Desa Cot 
Puuk, Kecamatan Gandapura, Bireun, ia menyenggol perut seorang polisi yang 
menghadangnya. Arifin kemudian ditonjok, ditendang, bahkan dihantam dengan 
popor senjata hingga kepalanya bocor.

Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur (Unigha) cabang Gandapura ini kepada Serambi 
di Lhokseumawe, Minggu (23/8) menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu 
(22/8) sekitar pukul 23.00 WIB. Sebelum kejadian, katanya, ia baru pulang dari 
Matang Geulumpang Dua bersama pacarnya, Ayu (20) yang juga berasal dari 
Lhokseumawe.

Saat itu ia mengendarai sepeda motor Cina merek Thosa yang tidak ada rem depan. 
Sesampai di lokasi, ia telah melewati dua polisi yang berdiri di sekitar papan 
bertuliskan ‘ada pemeriksaan polisi’. Takut karena tak memiliki SIM, ia 
langsung balik kanan. Setelah berhasil melewati satu polisi, tiba-tiba satu 
polisi lainnya menghadang.

Saat itulah, ia mencoba mengerem agar tidak menebrak polisi itu. Mungkin karena 
hanya menggunakan rem belakang, maka sepmornya pun sempat mengenai perut 
seorang personel polisi. “Saat terkena itu, sepeda motor saya jatuh sedangkan 
oknum polisi itu pun tidak apa-apa,” ungkapnya.

Setelah kejadian itu, lanjut Arifin, lehernya dijepit dengan lengan seorang 
oknum polisi hingga wajahnya menghadap ke tanah. Lalu, lanjutnya, bertubi-tubi 
ia dipukuli di kepala, wajah, dan ditendang di perut dan pungung, meskipun ia 
tak kenal wajah-wajah pemukulnya itu. Terakhir, tambah Arifin, ia merasakan 
seperti gagang senjata menghantam keras di kepalanya hingga mengeluarkan darah. 
Setelah dihajar, Arifin pun dibawa ke depan sebuah toko yang sudah tutup.

“Saat itu saya disuruh jongkok dan tidak lama disuruh bangun lagi. Kembali saya 
rasakan dua kali pukulan di muka saya yang sudah mengalir darah dari kepala,” 
kisah Arifin. Setelah dipertemukan dengan pimpinan razia dan ternyata ketakutan 
Arifin akibat tidak ada SIM, maka korban pun dibawa ke Puskesmas Gandapura dan 
mendapat beberapa jahitan di kepalanya. “Tidak lama kemudian saya dijemput 
keluarga. Intinya saya sangat keberatan dengan kekerasan yang masih 
diperlihatkan aparat penegak hukum terhadap warganya. Meski saya akui saya 
bersalah karena mencoba menghindar dari razia,” ujar Arifin.

Sementara itu, Kapolres Bieruen, AKBP T Saladin, melalui Kasat Reskrim AKP 
Trisna Safari Y membenarkan adanya insiden tersebut. Tapi, menurut Kapolres, 
insiden itu terjadi secara spontanitas karena personel polisi melihat ada 
temannya yang ditabrak hingga jatuh. “Tapi, kami telah membawa korban ke 
pukesmas untuk diobati lukanya dan juga telah dikembalikan kepada pihak 
keluarga secara baik-baik,” katanya.(bah/muk)  
________________________________


Få en billig laptop. Se Kelkoos gode tilbud her! 


      _________________________________________________________
Alt i ett. Få Yahoo! Mail med adressekartotek, kalender og
notisblokk. http://no.mail.yahoo.com

Kirim email ke