SiLi  paya peue  meuphom pulitek Acheh Merdeka?. Tji simak meu bahasa meulayu 
hana meuhon saho, alah hai apakalu.

Keuh Yusra Habib Abdulgani Sili Payanjan mate dilee baro djiteupeue droedjih 
salah (djitusoe nandroedjih, pen)


________________________________
From: Pang Sagoe <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, October 26, 2009 8:47:23 AM
Subject: Re: SV: Mr Muhrial Hamzah Re: [IACSF] menanti Omar Puteh Menulis  
Pemikiran Hasan Tiro

  
Ka metamah lom sakët, Apa Umar long nyoe........ ......... .......


2009/10/25 omar puteh <om_pu...@yahoo. com>

>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>  >
>> 
>Omar Putéh menulis:
> 
>Saya telah katakan sebenarnya sudah banyak saya lakar dan tuliskan lewat 
>terbitan ah...@dataphone. se  dan untuk membetulkan tulisan dari Dr Phil. H. 
>Munawar A. Djalil, saya telah memintakan kepada anggota Tjahaya Atjèh 
>Meurdèhka, agar mantan Menteri Pendidikan dan Penerangan dari Kabinet Pertama 
>Negara Achèh Sumatra tolong menjawabnya dan kalau tidak kita coba mintakan Aly 
>Al Asytar, yang walaupun tidak tahu sama sekali apa itu Achèh Merdeka, mungkin 
>tahu juga memberi jawaban pembetulan akan apa yang ditulis oleh Dr Phil. H. 
>Munawar A. Djalil itu, walaupun beliau itu telah menjadi Syi'ah Imam 12. 
> 
>Kalau tidak saya akan menjawabnya!
> 
>Dan misalnya ada tulisan yang mengatakan bahwa diantara seberkas nama-nama itu 
>adalah penasihat GAM dalam rundingan Hellsinki, saya berikan komentar lewat 
>pejawaban saya kepada Mustafa Bambi seperti ini:
> 
>Sekitar 6 tahun yang lalu, saya pernah mendengar pengutaraan masalah 
>think-tank langsung dari saudara Aguswandi SH MA, ketika kami berjumpa di 
>London.
> 
>Saya bilangkan kepada saudara Aguswandi SH MA begini, dengan sebuah 
>pertanyaan: Siapa?
> 
>Saya pernah mengatakan kepada think-tank dari Timbalan Perdana Menteri 
>Malaysia, kalau anda sebagai think-tank beliau maka anda musti memahami dengan 
>persis struktur pemikirian Timbalan Perdana Menteri itu.  Kalau tidak ke 
>tink-tank an anda tidak akan membantu dengan jitu.
> 
>Maka begitu jugalah kalau GAM (yang waktu itu saya menyebutkan sebagai Achèh 
>Merdeka/AM) mengambil think-tanknya, sudah tentu think-tanknya itu musti paham 
>bertul dengan "benak" Achèh Merdeka, kalau tidak, tidak mungkin.
> 
>Kalau Damien Kingsbury, tentunya demikian juga, tetapi saya bisa pastikan 
>beliau ini hanya tahu tentang Indonesia. 
> 
>Dan ketika saya mendengar pimpinan menggunakan beliau, mungkin atas sponsoran 
>dari Drs Abdurraman A. R Armada Gujarati?, maka dalam sebuah ocehan setelah 
>mendengar "kabar dan berita", maka saya katakan: Kalau Damien Kingsbury ahli 
>Indonesia dia juga musti mengerti "benak" Jawa.
> 
>Lantas masalah lain sehubungan dengan bangsa dan nasionalisme sayapun telah 
>jelaskan, ketika sebuah tulisan saudara Aguswandi SH MA, tentang kesamaan 
>solidaritas antara Achèh dengan Palistina tetapi telah disimplak oleh saudara 
>Ibrahim Isa Betawi mantan Duta Besar NKRI ke Mesir, yang sekarang berdomisili 
>di negeri Belanda, dalam saya membuat dabrakan.
> 
>Masalah lain tentang bangsa dan nasionalisme telah saya tuliskan dalam sejarah 
>TNA, Tentara Negara Achèh dan dalam tulisan tentang Negara Pasundan (Sunda) 
>Merdeka, ketika saya mendabrak Mahaguru Sejarah di Universitas Pajajaran: Prof 
>Lubis (wanita, yang nama beliau saya terlupa atau saudara Mustafa Bambi bisa 
>mengetahuinya dalam ah...@dataphone. se 
> 
>Jadi ketika saya menuliskan sebagaimana yang anda maksudkan itu maka saya akan 
>kembali mengupas masalah bangsa dan kebangsaan (nasionlisme) Achèh kembali.
> 
>Omar Putéh
>Meunasah Reudeuep
>Achèh Rajeuk
> 
> 
>--- On Sun, 10/25/09, MUSTAFA BAMBI <mustafa_bambi@ yahoo.dk> wrote:
>
>
>>From: MUSTAFA BAMBI <mustafa_bambi@ yahoo.dk>
>>Subject: SV: Mr Muhrial Hamzah Re: [IACSF] menanti Omar Puteh Menulis 
>>Pemikiran Hasan Tiro
>>>>To: ia...@yahoogroups. com
>>Date: Sunday, October 25, 2009, 4:54 PM
>>
>>
>>
>>  
>>tgk Uma ,sebagai mana saudara Muhrizal Hamzah utarakan kepada anda 
>>tulisan sejarah sangat penting untuk generasi penerus kita kedepan 
>>sebab cikal bakal suatu bangsa merdeka harus punya sejarah yg baku 
>>dan benar ,jadi sekiranya anda sebagai orang yg lebih tau tentang perjuangan
>>Wali Muhammad Hasan Di Tiro sudah sepatut nya anda menulis serta untuk di
>>buku kan sebagai buku yg bisa di baca oleh generasi penerus kita ,,tentunya 
>>bila buku2 sejarah bangsa sudah lengkap dan sudah di akui oleh semua pihak 
>>maka 
>>buku2 sejarah itu sudah saat nya untuk di ajrkan di sekolah2 dasar menengah 
>>dan 
>>atas supaya kita tidak lagi berdongeng antara sesama aceh ,dan kita usulkan
>>supaya kedepan pendidikan di sekolah2 dan pesantren2 sudah ada mata pelajaran 
>>bangsa 
>>Aceh ,serta mata pelajaran lingkungan sekitar bumi aceh yg indah dan kaya 
>>alam itu,
>>supaya generasi aceh kedepan tidak lagi meraba2 dalam melihat diri nya dan 
>>orang lain ,
>>karna mereka sudah ada pembelajaran di sekolah2 .sehingga mudah bagi mereka 
>>untuk membangun bangsa nya dan negrinya sendiri ,,... ini sangat penting 
>>sekali 
>>untuk semua pihak termasuk anda untuk mewujudkan nya ,,trima kasih,
>>
>>--- Den lør 24/10/09 skrev omar puteh <om_pu...@yahoo. com>:
>>
>>
>>>Fra: omar puteh <om_pu...@yahoo. com>
>>>Emne: Mr Muhrial Hamzah Re: [IACSF] menanti Omar Puteh Menulis Pemikiran 
>>>Hasan Tiro
>>>Til: "iacsf" <ia...@yahoogroups. com>
>>>>>>Dato: lørdag 24. oktober 2009 13.37
>>>
>>>
>>>  
>>>Omar Putéh menulis:  
>>> 
>>>Sdra Muhrial Hamzah, 
>>>yang diketahui telah memperkenalkan diri anda sendiri sebagai mentor untuk 
>>>wartawan Time Timor Magazine, di Dili Timor Leste patut diberitahukan bahwa:
>>> 
>>>Saya telah mendapat kiriman dari GAM-MB, GAM-MP, KPA-MD atau yang sekarang 
>>>dikenal dengan nama baju barunya:  Tjahaja Atjèh Meurdèhka lewat "Acheh 
>>>Watch" rajaba...@yahoo. com, terima kasih atas kiriman itu dan sebuah lagi 
>>>lewat "Umar Dhani" <umardh...@ymail. com,  seorang anggota trustnya dari 
>>>Swedia, juga diucapkan terima kasih? 
>>> 
>>>Sdra Muhrial Hamzah,
>>>  
>>>
>>>Insya Allah, dengan izin-Nya saya akan menulis buku juga, tetapi tentunya 
>>>bukannya sekarang, sebab sekarang ini saya belum lagi mempunyai keluangan 
>>>waktu.
>>>
>>>Kalau saja berkesempatan membaca kiriman dimilis ini, sudah alhamdulilah.  
>>>Itulah sebabnya anda lihat, tulisan saya buatpun seperti orang yang datang 
>>>sekejab, lantas cabut pergi, lagèe ureuëng tjok apui. 
>>>
>>>Kalau membicarakan masalah  pemikiran Dr Tengku Hasan Muhammad di Tiro, 
>>>sebenarnya sudah banyak sekali terlakar dan tertulis. Dan untuk ini anda 
>>>bisa membacanya dalam ah...@dataphone. se selain dari milis-milis lain.
>>> 
>>>Memang susunan tulisan-tulisan saya itu tidaklah sebanding dengan gaya 
>>>tulisan anda sebagai seorang mentor untuk wartawan Time Timor Magazine, di 
>>>Dili Timor Leste, tetapi bagi saya setiap tulisan itu, sebagai tempat 
>>>pemaparan beberapa polymik sekali jalan. 
>>> 
>>>Walaupun tulisan anda sudah disegel dengan: * Penulis adalah mentor untuk 
>>>wartawan Time Timor Magazine, di Dili Timor Leste. , namun saya kan tidak 
>>>perlu gentar dengan predikat itu, tetapi masih juga perlu mengatakan dengan 
>>>hormat dan santunnya: Sepatutnya anda sebagai seseorang yang pernah terlibat 
>>>dengan penulisan seperti itu, tentang Dr Tengku Hasan Muhammad di Tiro dan 
>>>perjuangannya telah awal datang membetulkannya, karena yang demikian itu, 
>>>akan menjadi sebuah rujukan yang sangat salah dikemudian hari dalam 
>>>penulisan sejarahnya, termasuk jika tulkisan Dr Phil..
>>> 
>>>Saya beri sebuah contoh kembali tentang buku tulisan Dr Phil. Lukman Thaib, 
>>>yang beliau ketika itu sebagai seorang dosen/lecturer di University Malaya 
>>>(?) mengira apa yang tertulis disana sebagai betul, tetapi terpaksa saya 
>>>damprak sebagai salah!
>>> 
>>>Tulisan anda yang bersegelkan * Penulis adalah mentor untuk wartawan Time 
>>>Timor Magazine, di Dili Timor Leste., akan saya biarkan mengapung dulu, 
>>>tetapi bukanlah saya tidak perlu menambahnya agar ianya lebih sempurna 
>>>kelihatanny a dalam berbusana! 
>>> 
>>>Juga saya akan biarkan dulu tulisan "asam" anda kepada saya:  Karena 
>>>termentasikan oleh status anda sebagai  seorang: Penulis mentor untuk 
>>>wartawan Time Timor Magazine, di Dili Timor Leste?
>>> 
>>>Walaupun kenyataan yang anda tulis itu, sebenarnya sudah bisa 
>>>sedikit-banyaknya mengkoreksikan secara tersendiri dan terpisah sebagai 
>>>pembetulan tulisan Dr Phil. Munawar A. Djalil yang salah.
>>> 
>>>Omar Putéh
>>>Meunasah Reudeuep
>>>Achèh Rajeuk 
>>> 
>>>"Mr Murizal" mrmuri...@yahoo. com.sg menulis:
>>> 
>>>Omar Puteh menyatakan semua buku tentang hasan tiro itu ditulis oleh 
>>>penulis-penulis yang  tahu sedikit saja tentang GAM serta "konyol" seperti 
>>>yang ditulis oleh Isa Sulaman (alm)
>>>
>>>saya yakin dan percaya, Omar Puteh menulis hal-hal yang lebih lengkap sebab 
>>>berasal dari inside. saya akan beli buku yang anda tulis tersebut
>>>
>>>(saya telah baca pengalaman juru runding RI di helsinki namun  saya belum 
>>>menemukan buku yag ditulis oleh juru runding GAM di helsinki. semoga bakal 
>>>ada sehingga ada sisi-sisi lain yang ditampilkan)
>>>
>>>saleum
>>>Mr Muhrial Hamzah 
>>>Penulis mentor untuk wartawan Time Timor Magazine, di Dili Timor Leste., 
>>>
>>> 
>>> 
>>> 
>>>  
>>> 
>>> 
>>> 
>>>>>>
>>>Pledoi Hasan Tiro
>>>Oleh Murizal Hamzah
>>>20 October 2009, 08:34 Opini Administrator 
>>>OKTOBER menjadi bulan ceria. Tahun lalu, Sabtu 11 Oktober 2008, perintis 
>>>Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Prof.Dr. Tengku Hasan Muhammad di Tiro, BA, MA, 
>>>LLD, PhD menginjak kaki yang pertama di Aceh. Ini dilakukan setelah 29 tahun 
>>>melanglang buana ke berbagai negara sejak meninggalkan Aceh (29 Maret 1979) 
>>>melalui Jeunib Aceh Utara. Dari Kuala Jeunib, Wali - sapaan akrab Hasan Tiro 
>>>- mengarungi Selat Malaka ke Singapore dengan kapal mesin bernama Teruna 
>>>seluas 12 kaki x 6 kaki. Perjalanan tujuh hari dan tujuh malam ini dikawal 
>>>oleh Panglima Atjeh Merdeka (AM) Daud Paneuk - Panglima AM pertama 
>>>-dinakhodai oleh Abdullah Shaiman serta Yusuf Kumis.
>>>
>>>Di Singapore, Hasan Tiro dijemput oleh Amir Mahmud dan Malik Mahmud yang 
>>>merupakan anggota kabinet AM. Kini rekonstruksi peristiwa itu dipentas lagi. 
>>>Pada Sabtu (17/10/2009) , Wali melanjutkan titian muhibah kedua. Ada hasrat 
>>>keluarga besar Hasan Tiro agar dia menetap di bumi leluhurnya
>>> daripada tinggal sendiri di kamar 0075 Apartemen Alby Blok 11 Norsborg 
>>> Stockholm. Pria kelahiran 25 Septermber 1925 - merujuk kartu nomor induk 
>>> warga Swedia 250925-7016 - memendam kerinduan mendalam pada bumi Chik di 
>>> Tiro sehingga setahun kemudian mendarat lagi di Ranah Rencong.
>>>
>>>Senjata untuk Darul Islam
>>>Sejak belia hingga saat ini sudah berusia 80-an tahun lebih, Hasan Tiro 
>>>menjadi tokoh fenomenal. Cacian dan pujian mengalir kepadanya yang tetap 
>>>ceria di usia senja. Dari taburan fitnah hingga fakta yang disimpan 
>>>erat-erat di bawah karpet merah karena ketakutan. Sebut saja tuduhan Hasan 
>>>Tiro tidak membeli senjata untuk tentara Darul Islam pada tahun 1950-an. 
>>>Benarkah demikian?
>>>
>>>Dua tahun lalu, saya bertemu Teungku Safari di Tiro Kabupaten Pidie yang 
>>>merupakan salah satu dari 12 orang yang menyaksikan deklarasi ulang 
>>>kemerdekaan Aceh pada Sabtu 4 Desember 1976. Safari merupakan mantan anggota 
>>>Darul Islam yang dipimpin oleh Teungku
>>> Muhammad Daud Beureueh. Matanya melotot ketika saya mempertanyakan apakah 
>>> Hasan Tiro mengirim senjata kepada orang Darul Islam? Suaranya meninggi 
>>> memperlihatkan kegeraman. “Siapa bilang Wali tidak kirim senjata. Saya 
>>> sendiri yang memikul senjata-senjata dari salah satu pelabuhan kecil di 
>>> Aceh Besar,” tegasnya.
>>>
>>>Hasan kecil adalah patriot sejati Indonesia. Namun rotasi waktu seiring 
>>>bertambah wawasan dan pengalaman, pemuda Hasan memutuskan Aceh harus mandiri 
>>>dari Indonesia. Gejolak nasionalisme kedaerahan muncul, dan memuncak ketika 
>>>puluhan tentara Indonesia menembak mati 99 warga sipil di Kampung Pulot, Cot 
>>>Jeumpa Leupeung Aceh Besar pada 26 Februari 1955. Hasan Tiro yang tinggal di 
>>>New York Amerika Serikat berontak, eksekusi massal yang dilakukan oleh 
>>>Batalion B pimpinan Simbolon dan Batalion 142 pimpinan Mayor Sjuib merupakan 
>>>bagian dari genosida. Tuntutan self determination (referendum) untuk Aceh 
>>>diajukan kepada rezim
>>> Soekarno.
>>>
>>>Keberanian diplomat muda itu melancarkan protes berakibat paspornya dicabut. 
>>>Namun Hasan Tiro tidak ditahan oleh imigrasi Amerika karena bisa membayar 
>>>uang jaminan. Jauh dari Aceh semakin menambah rasa nasionalisme keacehan. 
>>>Baginya, Indonesia terlalu luas untuk diatur secara sentralistik dari 
>>>Jakarta. Pada tahun 1958, pemuda lajang itu menuangkan pemikiran dalam buku 
>>>berjudul “Demokrasi Untuk Indonesia”. Isi buku itu menawarkan federasi 
>>>sebagai bentuk Pemerintah Indonesia. Jadi sejak tahun 1950-an sudah tertanam 
>>>benih-benih Aceh harus bebas dari penindasakan. Kristalisasi ini berbuah 
>>>pada 4 Desember 1976. 
>>>
>>>Syarief Thayeb beri visa
>>>Pergulatan pemikiran ini berakhir setelah Hasan memutuskan pulang ke Aceh 
>>>meninggalkan kemewahan selama 25 tahun di New York. Dalam buku “The Prince 
>>>of Freedom: The Unfinished Diary of Tengku Hasan Tiro (1981)” yang ditulis 
>>>selama bergerilya di hutan-hutan dipaparkan. Hanya orang gila
>>> yang mau melakukan kerja ini. Dan itu semua terjawab pada 4 September 1976 
>>> ketika dia terbang dari Amerika-Tokyo- Hongkong dan Bangkok. Lalu dengan 
>>> boat yang dinakhodai oleh orang Thailand, Hasan berlabuh Kuala Tari Pasi 
>>> Lhok Pidie pada Sabtu, 30 Oktober 1976.
>>>
>>>Pertanyaan lain yang sering diajukan, apakah gebrakan AM didasari motif 
>>>ekonomi? Dalam bahasa lain, apakah Wali mendirikan negara sambungan (Aceh) 
>>>karena kalah tender di PT Arun Blang Lancang Aceh Utara? Dalam berbagai buah 
>>>penanya diulas perjuangan ini merupakan tanggungjawab moril sebagai cicit 
>>>dari Teungku Chik di Tiro dan tuntutan legalitas status Aceh. Hanya semangat 
>>>dan cinta pada tanah leluhur itu yang membuat seseorang melakukan apa saja 
>>>demi apa yang dicintainya. 
>>>
>>>Mengutip buku Intel Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia (2007) karya Ken 
>>>Conboy pada halaman 176 perjalanan Hasan Tiro ke Aceh pada tahun 1974 
>>>diawali keputusannya menelepon Kedutaan Indonesia di Washington
>>> meminta visa kunjungan keluarga. Visa diberikan setelah Badan Koordinasi 
>>> Intelijen Negara (Bakin) tidak mempersoalkan serta dukungan dari Dubes 
>>> Indonesia untuk Amerika yakni Syarief Thayeb yang juga orang Aceh Timur. 
>>> Hasilnya, Hasan disambut meriah di bandara Blang Bintang Banda Aceh serta 
>>> dijamu oleh Gubernur Aceh Muzakkir Walad di Meuligoe Aceh. Pemerintah Aceh 
>>> menyedikan mobil untuk melakukan lawatan sosial ini. 
>>>
>>>Bagaimana dengan klaim GAM tidak beraroma Islam? Hal ini dibantah oleh 
>>>Teungku Muhammad Amin kepada saya ketika di Pasi Lhok Simpang Tiga Pidie 
>>>pada tahun 2007 lalu. Amin menuturkan dalam penjemputan pada malam hari yang 
>>>dipimpin oleh Daud Paneuk, Wali menjadi iman shalat. Penulis mengamati surat 
>>>yang diketik rapi dan ditulis tangan oleh Hasan Tiro yang menyelipkan ayat 
>>>Quran, membubuhkan basmalah (tulisan Arab). Dalam surat bertanggal 11 
>>>November 1986, saya kutip penggalan kalimat berikut.
>>>
>>>Keu Njang Teugaseh
>>>Panglima
>>> Angkatan Darat
>>>Negara Islam Atjeh
>>>bak teumpat
>>>Assalamu alaikum w.w.:
>>>
>>>Secara terbuka, penyebutan Negara Islam Atjeh merupakan titik pijak dari 
>>>keberadaan AM. Sedangkan untuk percaturan internasional, suami dari Doral 
>>>ini mempopulerkan gelar Atjeh Sumatra Liberation Front (ASNLF) alias Front 
>>>Pembebasan Aceh Sumatera. Mengapa harus mencantumkan kata Sumatera? Ini agar 
>>>mata dunia lebih cepat mengetahui di mana posisi Aceh berada. Bukankah ini 
>>>pledoi yang cerdas dalam sebuah pertempuran diplomasi? 
>>>
>>>* Penulis adalah mentor untuk wartawan Time Timor Magazine, di Dili Timor 
>>>Leste.
>>> 
>>> 
>>>"Umar Dhani" <umardh...@ymail. com dari GAM-MB, GAM- MP, KPA MD dan sekarang 
>>>dikenal dengan nama baru: TJAHAJA ATJÈH MÈURDEHKA menulis:
>>> 
>>> 
>>>Dalam beberapa hari belakangan ini sejumlah mahasiswa penyakit jiwa yang 
>>>sedang mengambil program magister (S2) di Hedmark University College 
>>>Norwegia, sedang berkunjung ke Aceh untuk membuat research tentang berapa 
>>>banyak rakyat Aceh yang menderita penyakit jiwa akibat konflik, tsunami dan 
>>>MoU Helsinki.
>>>
>>>Kenapa hanya Norwegia saja yang mengirim pelajar2nya ke Aceh?
>>>
>>>Menurut keterangan yang diperoleh dari masyarakat Aceh di Norwegia dan 
>>>Hedmark University College, masyarakat Aceh yang terkena gangguan jiwa di 
>>>Norwegia tergolong
>>>>>>representatif. Sebagai sample yang paling dikenal dalam mailinglist ini 
>>>>>>adalah Omar Puteh dari GAM Ahmad Sudirman dan Aly Al-Asytar pengikut 
>>>>>>fanatik syiah imam 12.  Dan banyak lagi contoh lain  yang jarang tampil 
>>>>>>dalam internet ini.
>>>
>>>Kalau anda mengumpul kembali coretan2 yang dikirim oleh kedua orang yang 
>>>tersebut diatas selama beberapa tahun ini dan membanding-bandingk
>>> annya, anda akan langsung
>>>faham bahwa Norwegia tidak salah mengirimkan pelajar2 calon dr jiwanya ke 
>>>Aceh.
>>>
>>>Umar Dhani
>>>  
>>> 
>>________________________________
 
>>
>>Trænger du til at se det store billede? Kelkoo giver dig gode tilbud på LCD 
>>TV!  
>

   


      

Kirim email ke