Kondisi orang Islam di zaman kita ini sepertinya sama dengan kondisi ketika Imam Hussein dan keluarga Rasulullah di bantai di Karbala dulu. Ironisnya mereka mengaku orang Islam tapi ketika Imam orang Islam ditindas mereka diam seribu satu bahasa. Sepertinya orang semacam itu tidak punya semangat lagi da lam beragama. Sepertinya pikiran mereka hampa. Kalau kita telusuri ayat-ayat Qur-an, Allah memberitahu kan kepada orang yang beriman agar kritis membaca fenomena . Ketika kita melihat awan, kita bertanya pada diri kita kenapa awan ada disana. Apakah awan itu sebetulnya dan apa penyebabnya hingga awan berada di angkasa. Lalu kita mendapat keterangan bahwa itu adalah bunga air yang dipancarkan dari lautan yang terbentang luas. Pasalnya adalah Matahari yang menerpa permukaan laut hingga membuat air yang dipermukaannya mengalami proses deltilasi hingga membumbung ke angkasa. lalu ditiup angin hingga hujan lebat banyak menimpa gunung. Dari gunung air itu menuju sungai dan akhirnya menggapai lautan kembali. Demikianlah proses siklon air yang mensimbolisasikan manusia yang selalu hidup tak pernah mati. Sementara embun walaupun indah tidak mampu menggapai sungai tapi musnah diterpa sinar matahari. Embun disimbolisasikan basyar yang bukan manusia dalam arti positif.
Ketika kita lihat gunung dan rimba, orang beriman juga tidak hampar. Mereka terus menganalisa untuk apa Allah menjadikannya. Apakah hanya untuk dunianya binatang saja? Bukan. Ada lagi yang lebih penting dari sekedar dunia satwa. Di rimba itu berlakunya hukum rimba dimana siapa yang kuat memakan yang lemah. Rupanya hukum rimba tidak hanya berlaku di rimba tapi juga di tempat yang banyak didomisili oleh makhluk yang bernama basyar. Dikampung dan di kota basyar melakukan tindakan semena-mena terhadap kaum dhuafa. Basyar secara bergerombolan memangsakan kaum dhuafa dimana sepakterjangnya lebih rumit daripada hukum di rimba belantara. Ketika kerbau dimangsa Harimau, kerbau tetap lari terbirit-birit walau hanya seekor harimau yang mengejarnya. Lebih aneh lagi domba, dimana tetap saja bermain dikawasan serigala dan takmelawan sedikitpun ketika tubuhnya dilahap sang serigala. Kaum dhuafa tidak seperti domba. Kerap kali muncul pemimpin dikalangan mereka. Ketika basyar memiliki power yang tidak dapat diimbanginya, Rimba dan gunung adalah benteng yang paling ampuh untuk mengatur strateginya bagi pejuang kaum dhuafa. Inilah fungsi gunung dan rimba yang paling signifikan buat manusia Habil untuk melindungi diri dari kekejaman manusia Qabil alis basyar. Apabila kaum dhuafa tidak memilih gunung dan rimba ketika hak azasinya diinjak-injak manusia Qabil, kaum dhuafa berobah statusnya menjadi domba. Justru itulah diberitahukan para ideolog bahwa yang rugi di Dunia dan Akhirat kelak bukan saja manusia yang disimbolisasikan sebagai anjing, serigala dan tikus tapi juga domba. Sebagaimana Allah telah mengklasifikasikan manusia di Akhirat nanti kepada yang berwajah hitam muram dan putih berseri-seri, di Dunia juga Allah telah mengklasifikasikan manusia kepada 2 klasifikasi, yaitu penindas dan yang tertindas. Realitanya sampain hari ini dapat kita saksikan bahwa manusia manusia penindas bersatu demi meraih prestisnya sementara korbannya manusia Habil yang tertindas bersatu berdasarkan nasib mereka, sama-sama merasa ditindas. Dalam realitanya juga kita tidak menafikan bahwa adanya kaum tertindas yang menohok kawan seiring. Orang tersebut termasuk kelas tertindas tapi memihak kepada penindas itu sendiri. Ini sebetulnya tipe manusia yang paling malang dalam hidupnya. Ketika Suharto menindas kaum dhuafa dengan kenderaan Golkarnya, kaum dhuafa membenci pegawai negeri disebabkan mereka dianggap sebagai golongan karya. Anehnya ada kaum dhuafa yang memihak golkar disebabkan ada anaknya yang pegawai negri atau pemborong, padahal orang tersebut khatib mesjid. Kembali kepersoalan diatas dimana Koran Al-Ahram terbitan Mesir mengundang orang orang beriman untuk berpikir siapakah mereka itu sebetulnya? Bukankah kita meragukan keislamannya ketika menga nalisa sepakterjang mereka yang memihak pejabat rezim Zionis Israel. Apabila kita terus menganalisa kita juga mampu berpikir kenapa Israel yang low kmantitasnya dapat mengalahkan orang Arab yang high kwantitasnya? Sejak pertama sekali Israel melakukan interfensi ke Palestina takpernah mengalami keka lahan, kenapa? Dengan kata lain Saudi Arabiya, Mesir, Yordania dan Irak dengan mudahnya dikalahkan Israel, kenapa? Ketika Israel membombardir Libanon hingga hampir seluruh perumahan rakyat Libanon lenyap seketika, partai Hizbullah yang Syiah didikan Imam Khomaini itu tidak pernah lenyap.. Mereka bangkit dengan serta merta menggempur tentara Israel dalam perang 33 hari hingga Israel luluhlantak dan mengaku kekalahannya, kenapa? Seharusnya orang-orang yang kerapkali menuduh Syiah sebagai yahudi, dapat merenunginya hingga sadar justru orang tersebutlah yang secara tidak sadar telah menguntungkan yahudi dan melemahkan barisan Islam sendiri. Kemenangan Hizbullah atas Israel juga diiringi dengan pembangunan rumah rakyat Libanon secara gratis yang dibiayai RII, hingga as kalap menuduh RII membiayai Hizbullah di Libanon, tapi mereka boleh membiayai Israel, betapa lugunya? Ketika AS mengintervensi Irak, justru Saudi Arabia yang memberikan fasilitas tempat pemukiman serdadu as, kenapa? Masihkah kita mengira itu pemerintah Saudi Islam atau 'Yazid'. Ketika negara-negara yang penduduknya mayoritas Islam mengusulkan agar menggunakan senjata petrodolar untuk melemahkan negara-negara pemasok senjata ke Israel justru Saudi yang membantahnya agar tidak berhasil digunakan, kenapa? Sekarang negara pemasok senjata terbesar dari AS adalah Saudi Arabia dan Israel. Apakah beda Penguasa Arab dengan penguasa Israel? Rakyat di Negara-negara Arab tidak semuanya sama dengan penguasa, konon pula kalau mereka juga ditindas oleh penguasa sebagaimana penguasa Indonesia menindas kaum dhuafa dalam system yang dhalim, hipokrit dan korrup itu. Sepertinya sekarang ini tidak ada negara yang penduduknya beragama Islam berwibawa dimata Internasional kecuali RII, kenapa? Kalau anda tidak setuju dengan saya tolong tunjukkan mana negara yang berpenduduk Islam mayoritas, berwibawa dimata Internasional sekarang. Kenapa kita tidak mampu berpikir ketika dihadapkan pada suatu fenomena yang sangat menentukan? Apakah urat saraf kita sudah putus sebagaimana kata DR Hasan Muhammad Ditiro? Billahi fi sabililhaq Muhammad al Qubra di Ujung Dunia ________________________________ From: Vendra.dj <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tue, January 19, 2010 7:49:55 PM Subject: |IACSF| Al Ahram Terimakasih Mossad atas Teror Ilmuan Nuklir Iran Koran Al-Ahram terbitan Mesir mengucapkan terima kasih kepada para pejabat rezim Zionis Israel karena telah meneror ilmuwan nuklir fisika Iran, Masoud Ali-Mohammadi. IRNA melaporkan, koran milik pemerintah Mesir ini dalam sebuah artikelnya secara terang-terangan mengapresiasi aksi teror terhadap ilmuwan nuklir Iran oleh para pejabat Badan Intelejen Israel (Mossad). Secara lebih spesifik apresiasi tersebut ditujukan terhadap upaya perlambatan proses kemajuan Iran di bidang nuklir. Teror terhadap Ali-Mohammadi dinilai koran ini akan menghambat berlanjutnya aktivitas nuklir Iran oleh karena itu aksi teror tersebut patut diapresiasi. Tidak hanya itu, media cetak Mesir ini juga menyebutkan bahwa Ketua Mossad, Mir Dagan, menyetir langsung operasi perusakan program nuklir Iran. Al-Ahram menyebut Dagan sebagai "Superman" karena berbagai aksinya meneror para ilmuwan, provokasi penentang, spionase, dan perusakan terselubung terhadap instalasi nuklir Iran. [irib]. _________________________________________________________ Alt i ett. Få Yahoo! Mail med adressekartotek, kalender og notisblokk. http://no.mail.yahoo.com
