Paken tgk Ismuhadi manteng lampeundjara hendon?  Peue hana ureueng njeng na 
wewenang untok peubibeueh tgk Ismuhadi?  Le ka ureueng Acheh njeng ka seunang, 
tapi peuekeuh ek na meurasa bahwa sjedara geutanjoe manteng lampeundjara?  
Pakiban peurasaan andaikata geutanjoe njeng manteng lampeundjara? Peue hana 
daya untok peubibeueh tgk Ismuhadi, atawa kaseupakat awak droeneuh untok hana 
peureumeun keu ureueng laen?  Njoe lon kira bahasa katjukop get tamarit keu 
awak geutanjoe njeng mat kuasa di Acheh. Meunje kamoe njeng mat kuasa lagee 
gubernur, wakil gubernur, bah didjak lampageue keudeh kuasa njan meunje awak 
geutanjoe manteng meunderita lagee tgk  Ismuhadi. Miseue dkheun le ureung njeng 
inseueh keu tgk Ismuhadi ngen bahasa njeng that saket dan singke lam utak, ek 
salah ureueng kheunnjan? Tulong djaweueb siat. Pakiban cara tgk Ismuhadi bekna 
le lampeundjara sipa-i njan. 

Alasytar, Acheh - Sumatra
Sibagoedukungan keu 


       AKSI PEMBEBASAN TAPOL/NAPOL ACHEH
 




________________________________
From: Bansa Awai <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, January 28, 2010 5:24:55 PM
Subject: Re: |IACSF| NAPOL ACEH, PR YANG BELUM USAI

  
beginilah kisah njata perpolitikan ??????? kadang kadang politik itu berjalan 
di atas kertas  tidak pernah jadi kenjataan , dan ada juga proses politik itu 
berubah dengoen sekejab mata dan masa dan ada lagi proses perjalanan politik 
itu dapat menghantui manusia manusia yang ada dalam kerangka politik itu 
sendiri .dan yang terakhir sekali , proses berpolitikan itu tidak pernah datang 
tepat  pada waktunya dan proses berpolitik itu bisa bisa seperti kita pelihara 
harimou salah salah tuan yang di tikamnya .
 
ada yang bilang politik itu jahat dan ada juga yang bilang politik itu indah 
dan ada juga yang bilang politik itu bahaya dan ada juga yang bilang politik 
itu senang dan ada juga yang bilang berpolitik itu meresahkan dan ada juga yang 
bilang berpolitik itu perlu dan ada juga yang bilang berpolitik itu tidak ada 
gunanya .!!!!!!!!!
 
di antara banyaknya yang merespon kata kata politik itu berbeda beda tujuanya , 
maka dapat kita ambil suatu iktikamah bahwa pilitik itu tidak akan jadi 
kenjataan pada satu tujuan yang njata dan abadi untuk selamanya.(permaina n)
 
dengoen begitu solidnya proses berpolitik khusunya di indonesia raya itu , jika 
kita rakyat biasa memang tidak usah kita angan angan kan sebagaimana yang telah 
kita ketahui , itu semua akan terbalik seperti hari dengan malam ., hanya sabar 
dan doa saja yang bisa rakyat panjatkan dalam arena hidup di alam berpolitikan 
indonesia raya itu.
 
begitulah  kompletnya proses politik di indonesia itu !!!!!!!!,namun kadang 
timbul tanda tanya , apakah tidak ada solusi lain yang bisa mengagalkan proses 
berpolitik itu kearaha yang lebih baik ??????? jawabnya ada solusi yang bisa 
berubah ke arah yang lebih baik , contohnya ;;;;;;
 
yang paling tepat kita uraikan mengenai kondisi atjeh sekarang dan seterusnya 
setelah konflik atjeh berakhir dan tepat pada tahun 2005 untuk atjeh telah 
datang satu solusi khusus yang sudah di ketahui oleh dunia luar.
 
jadi kalau ingin ada perubahan dari segi berpolitikan itu maka yang pertama 
sekali bagi atjeh dan khusunya gam yang mempunyai kuasa dalam perdamaian atjeh 
dan gam mempunyai tanggung jawab dalam menjalankan proses semua butir butir 
yang telah terteken  di kota helsinki , ini salah satu solusi yang tidak ada 
tawar menawar lagi dengan pihak indonesia dalam mengimplimentasi semua butir 
mou itu , ini sebagai langkah pertama , 
 
dan langkah kedua setelah gam melaksanakan beberapa poin mou itu di atjeh maka 
jelas sekarang di atjeh telah berdiri dsatu pemerintahan atjeh yang lahir dalam 
proses berpolitik yang berpijak di kaki mou , dan untuk selanjutnya dalam 
mengimplimentasi butir mou itu di pihak pemerintah atjeh dan gam harus saban 
saban melanjutkan perjalanan dalam implimentasi tersebut seuhingga semua point 
itu dapat di implimentasi dengoen tepat waktu dan sesuai dengan penotoeh 
helsinki.
 
setelah semua terimplimentasi maka tidak ada lagi sisa sisa yang tinggal , 
sebagaimana smnpai sekarang napol atjeh yang terlibat dalam garis gam masih ada 
di dalam penjara ??????dan begitu juga persoalan persoalan lain yang masih ada 
sisa sisa yang tidak mencukupi , ini semua akibat tidak terimplimentasi mou itu 
dengan sempurna.
 
begitu juga jika kembali pada pertanyaan semula bagaimana menenmpuh jalan 
kearah yang lebih baik untuk rakyat dalam proses berpolitik yang tidak sehat 
itu???, di antara ulasan yang telah ada khusunya untuk atjeh , dan ada juga hal 
hal lain yang sangat perlu di bentuk dalam kinerja pemerintah atjeh khusunya ,.
 
 pemerintah atjeh dalam menjalankan tugas negara apakah dalam bentuk politik , 
economi sosial dsbnya itu , jangan sekali sekali berindikasi dengan unsur 
korupsi.ini sangat penting sekali supaya ada perubahan pemerintah atjeh 
sekarang dengan yang dulu.
 
dan sangat di tuntut di dalam pemerintah atjeh , dalam menjalan semua tugas 
negara itu harus betul betul murni sebagaimana biasanya dengan kata lain tidak 
ada ruang untuk melakukan permaianan politik uang dalam apa saja bentuk kerja 
dan tugasnya .
 
jika pemerintah atjeh sanggup mengendali tata kerja dengan baik dan tidak 
terlibat dengan gaya gaya jaman dulu yang penuh dengan permainan uang , 
insyaAllah pemerintah atjeh atjeh sekarang akan sanggup membawa perubahan yang 
besar untuk atjeh dan bansa atjeh !!
 
jadi cukup dengan gaji yang da dan jangan GEUREUDA KEU PENG GOB DAN BEUNA IMAN 
UNTUK TA TEPEU TOEH HAK TANJOE DAN TOEH HAK GOB DAN BEU TA TEPEU DROE GEUTANJOE 
SEULAKU UREUENG YANG MEUTANGGOENG JAWEUB UNTUK PEU SEUNANG RAKYAT , BEK SAMPEE 
WATEI GEUTANJOE DDJEUT KEU WAKIL RAKYAT , HUDEP RAKYAT MEUTAMAH MEUTENG PANENG .
 
wasalam.
 


--- On Thu, 28/1/10, HELB <hai_otodidak@ yahoo.com> wrote:


>From: HELB <hai_otodidak@ yahoo.com>
>Subject: |IACSF| NAPOL ACEH, PR YANG BELUM USAI
>To: ia...@yahoogroups. com
>Date: Thursday, 28 January, 2010, 15:25
>
>
>  
>
> NAPOL ACEH, PR YANG BELUM USAI        
>Politik, Hukum dan HAM  
>Written by Tgk Teuku Zulkhairi | Peminat isu-isu Agama, sosial dan 
>kemasyarakatan. Ketua Bidang Kajian Sosial pada Center for Aceh Development 
>Strategy (CADS).     
>Thursday, 28 January 2010 21:12  
>
>   
> REPRO WAA
> PASCA MoU Helsinki yang telah berusia 5 tahun rakyat Aceh telah merasakan 
> nikmatnya hidup dalam alam perdamaian. Namun demikian, perdamaian yang 
> dinikmati oleh rakyat Aceh ini terasa belum lengkap, pasalnya, di luar sana, 
> masih ada beberapa tahanan/narapidana politik Aceh yang belum juga menghirup 
> udara bebas. Hingga saat ini mereka masih mendekam dalam penjara di pulau 
> jawa. 
>Para tahanan politik Aceh tersebut adalah Tgk Ismuhadi dan 2 orang kawan 
>beliau lainnya, yaitu Ibrahim dan Irwan bin Ilyas. Telah 10 tahun mereka 
>mendekam disana. Tgk Ismuhadi mendekam di LP Cipinang, sedangkan kedua teman 
>beliau lainnya ditahan di rutan Cipinang. Mestinya pasca perundingan damai 
>tersebut tidak ada lagi Napol
> Aceh yang masih di penjara.
>
>Salah satu isi dari nota kesepahaman (MoU Helsinki) tesebut adalah kesepakatan 
>untuk membebaskan seluruh narapadina politik Aceh yang masih di tahan. Nota 
>kesepahaman yang ditandatangani pemerintah Republik Indonesia dan GAM pada 
>(15/08/2005) di kota Helsinki, Finlandia, merupakan sebuah babak baru dalam 
>upaya penyelesaian konflik di Aceh yang telah berlangsung lama. MoU Helsinki 
>tersebut terdiri dari 3 bagian, yaitu penyelenggaraan pemerintahan Aceh, hak 
>asasi manusia, serta amnesti(bagi mantan kombatan GAM) dan reintegrasi ke 
>dalam masyarakat. Disamping itu, Undang-Undang (UU) No. 11/2006 tentang 
>pemerintahan Aceh (UUPA) merupakan suatu bentuk kebijakan nasional yang lahir 
>untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan Aceh sesuai kerangka MoU Helsinki.
>
>baca selengkapnya di situs Aceh Institute >> http://id.acehinsti tute.org/
> 
> 
>

--- On Thu, 1/28/10, HELB <hai_otodidak@ yahoo.com> wrote:


>From: HELB <hai_otodidak@ yahoo.com>
>Subject: |IACSF| NAPOL ACEH, PR YANG BELUM USAI
>To: ia...@yahoogroups. com
>Date: Thursday, January 28, 2010, 2:25 PM
>
>
>  
>
> NAPOL ACEH, PR YANG BELUM USAI        
>Politik, Hukum dan HAM  
>Written by Tgk Teuku Zulkhairi | Peminat isu-isu Agama, sosial dan 
>kemasyarakatan. Ketua Bidang Kajian Sosial pada Center for Aceh Development 
>Strategy (CADS).     
>Thursday, 28 January 2010 21:12  
>
>   
> REPRO WAA
> PASCA MoU Helsinki yang telah berusia 5 tahun rakyat Aceh telah merasakan 
> nikmatnya hidup dalam alam perdamaian. Namun demikian, perdamaian yang 
> dinikmati oleh rakyat Aceh ini terasa belum lengkap, pasalnya, di luar sana, 
> masih ada beberapa tahanan/narapidana politik Aceh yang belum juga menghirup 
> udara bebas. Hingga saat ini mereka masih mendekam dalam penjara di pulau 
> jawa. 
>Para tahanan politik Aceh tersebut adalah Tgk Ismuhadi dan 2 orang kawan 
>beliau lainnya, yaitu Ibrahim dan Irwan bin Ilyas. Telah 10 tahun mereka 
>mendekam disana. Tgk Ismuhadi mendekam di LP Cipinang, sedangkan kedua teman 
>beliau lainnya ditahan di rutan Cipinang. Mestinya pasca perundingan damai 
>tersebut tidak ada lagi Napol
> Aceh yang masih di penjara.
>
>Salah satu isi dari nota kesepahaman (MoU Helsinki) tesebut adalah kesepakatan 
>untuk membebaskan seluruh narapadina politik Aceh yang masih di tahan. Nota 
>kesepahaman yang ditandatangani pemerintah Republik Indonesia dan GAM pada 
>(15/08/2005) di kota Helsinki, Finlandia, merupakan sebuah babak baru dalam 
>upaya penyelesaian konflik di Aceh yang telah berlangsung lama. MoU Helsinki 
>tersebut terdiri dari 3 bagian, yaitu penyelenggaraan pemerintahan Aceh, hak 
>asasi manusia, serta amnesti(bagi mantan kombatan GAM) dan reintegrasi ke 
>dalam masyarakat. Disamping itu, Undang-Undang (UU) No. 11/2006 tentang 
>pemerintahan Aceh (UUPA) merupakan suatu bentuk kebijakan nasional yang lahir 
>untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan Aceh sesuai kerangka MoU Helsinki.
>
>baca selengkapnya di situs Aceh Institute >> http://id.acehinsti tute.org/
> 
> 
> 

 


      

Kirim email ke