Omar Putéh menulis: Saya kira juga kawan kita Asiah itu masih dalam milis ini dan masih tetap sebagai rakan kita yang setia bermislisan disini, di IACSF.
Mengenai pertanyaan Gulam Pawoun itu, sebenarnya musti terus diamati seteliti mungkin mengapa Wilayah Pemerintahan Achèh dimasukkan "Teroris" dari Pulau Jawa tampa izin dari Saudara Irwandi Yusuf Gubernur/KDH Achèh terlebih dahulu, sebagai Kepala Pemerintahan yang telah diberi wewenang penuh keatas wilayah administrasi pemerintahannya, sebagaimana yang telah digariskan dalam MoU Helsinki, Findlandia, arah garis wewenang Demokrasi dan sebagaimana dikehendaki oleh Demokrasi sejati! Apalagi kita sekarang ini sedang menuju ke Quartasia Politica: Adat bak Poë Teumeureuhôm, Hukum bak Sjiah Kuala, Reusam bak Putroë 'Phang, Kanun bak Béntara Kapolda menjaga keamanan dan ketertiban ikut kehendak Demokrasi, demokrasi bermodelkan: Demokrasi yang sedang dibangun di Achèh, demokrasi yang telah memberi kuasa tertinggi kepada Po Teumeureuhôm hari ini dan cq Saudara Irwandi Yusuf, Gubernur/KDH Achèh. Apa-apa tindakan yang berkehendakan negosasi dengan Poë Teumeureuhôm: Saudara Irwandi Yusuf, Gubernur/KDH, Penguasa hukum tertinggi di Achèh, musti dilaksanakan dan dipatuhi. Mabes Polri, juga musti negosasi lebih dahulu dengan pihak yang berwewenang di Achèh cq Poë Teumeuereuhôm, Saudara Irwandi Yusuf, Gubernur/KDH Achèh. Apalagi masalah kemasukkan dan dimasukkannya "Teroris" dari Pulau Jawa ke dalam wilayah wewenang/kuasa Poë Teumeureuhôm: Saudara Irwandi Yusuf, Gubernur/KDH Achèh, oleh orang-orang tertentu dengan maksud tertentu, yang selubung-salopnya masih terus di silak-tutup sehingga mengajak banyak orang menyusun teori-teori modus-operandi beragam, dari para kalangan yang tidak mau wilayah Achèh, yang sedang dilindungi payung persepahaman-keamanan designingan Uni Eropah cq Mou Helsinki, Findlandia itu, yang hendak coba dikoyak-koyak. Terima kasih dan sanjungan tinggi telah diberikan kepada Saudara Muhammad Nazar Wagub, yang telah sempat membantu Poë Teumeureuhôm: Saudara Irwandi Yusuf, menolak dengan sekeras-kerasnya "teroris" dari Pulau Jawa cq Teroris Jawa, yang dimasukkan ke Achèh untuk dianugrahkan predikat baru sebagai "teroris Achèh"! No! Extrimelly no! Terima kasih juga diucapkan kepada Saudara Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI, yang telah mengkomfirmasi sejak awal lagi bahwa,"teroris" di Achèh bukan dari GAM dan GAM tidak terlibat sama sekali dengan kerja jahat dan kotor itu tetapi "Teroris" di Achèh itu, masuk dan dimasukkan dari Pulau Jawa! Diketahui yang Saudara Susilo Bambang Yudhoyono adalah Presiden RI ke-5, yang sangat prihatin terhadap Achèh, setelah Saudara Haji Dr Burhanuddin Jusuf Habibi, Presiden RI ke-3, juga terima kasih dan sanjungan yang tinggi kepada mereka berdua atas akontabilitas itu. Begitupun kita masih tetap mendesak kepada Poë Teumeureuhom: Saudara Irwandi Yusuf, Gubernur/KDH Achèh, agar menghebahkan/mereliskan laporan investigasi menyeluruh dan transparan, keatas masuk dan dimasukkannya "teroris" dari Pulau Jawa ke Wilayah Achèh sampai tuntas, yang sekaligus akan menepik juga tanggapan bangai, yang diberikan Al Chaidar-Bogor(?), yang sekarang ini, berlagak dan menggelarkan diri sebagai "pengamat teroris". Dan bagaimana sikap dan tingkah laku penembak-penembak polri, yang sempat menghabiskan dua rakyat Achèh, yang tidak berdosa yang mengundang dukacita. Dukacita juga disampaikan atas terkorbannya 3 anggota polri, akibat kerja jahat dan kotor orang-orang tertentu yang memasukkan "teroris" dari Pulau Jawa itu. Diingatkan kepada sesiapa yang terlibat kerja kotor dan jahat memasukkan "teroris" dari Pulau Jawa ke Achèh, adalah benar sebagai yang telah dikatakan oleh Saudara Muhammad Nazar, Wagub yang sekarang sudah mulai belajar mendalami sejarah Achèh bahwa, di Achèh tidak pernah dalam sejarahnya tertulis atau maksud tertulis teroris atau "teroris", walaupun dipahami sampai sekarang beliau itu, masih belum pernah persis tahu apa itu referendum untuk Achèh, yang disoraki dan diteriaki sebelum Mou Helsinki, Findlandia. Gulam Pawoun bin Gulam Pawoun, susunan nama anda sama seperti Dr Abdullah bin Abdullah mantan Menlu Afganistan tetapi baggaimana dengan Rima Gulam Pawoun, apakah bersaudara juga? Di Malaysia ada sebuah Kerajaan Negeri, yang nama wilayahnya Trengganu dan nama ibu kotanya juga Trengganu dan ditulislah nama itu sebagai: Trengganu binti Trengganu. Dibicarakan juga prihal Pangdam di Achèh, musti juga memberikan hormat tinggi kepada Poë Teumeureuhom hari ini, cq Saudara Irwandi Yusuf, Gubernur KDH/Achèh, yang telah diitugaskan oleh MoU Helsinki, Findlandia, khusus sebagai pengawal teritorium Achèh, demi keamanan Achèh dari gangguan luar dan akan diberikan bantuan tenaga kombatan spontan dari mantan GAM cq TNA, Tentara Negara Achèh, jika dikehendaki lapangan. Hormat yang tinggi dari Kapolda Achèh dan Pangdam Achèh kepada Poë Teumeureuhom cq Gubernur/KDH Achèh, sama seperti Suharto memberikan hormat yang tinggi kepada Geutjhik Gampong Cendana dulu atau sama seperti George Walker Bush dikendaki memberikan hormat yang tinggi kepada Saudara Arnold Schwarzenegger, ketika masuk kedalam wilayah kegubernuran California. Omar Putéh Meunasah Reudeuep Achèh Rajeuk. ________________________________ From: Gulam Pawoun <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sat, March 13, 2010 6:26:14 AM Subject: Re: |IACSF| Irwandi Vs Teroris Pertanyaan untuk kawanku Asiah, yg saya yakin masih didalam milist ini ... Dasar legal apa yg bisa kita (pemerintah dan rakyat) ajukan untuk memperoleh akuntabilitas dr tiap tindakan pemberantasan terorism? Wassalam, On 3/13/10, Tanoh Aceh <[email protected]> wrote: > > > > > > > > > Ya kita setuju atas saran ini, kita juga heran kenapa Irwandi terlalu aktif > sampai2 penggerebekan Dulmatin di Pamulang juga Irwandi ikut serta, > sementara rakyat-a sendiri tertembak tidak ada komentar apapun... > > > Saturday, 13 March 2010 09:38 > > > > > KontraS: Gubernur harus proporsional > > > > Warta - Aceh > > WASPADA ONLINE > > BANDA ACEH - KontraS Aceh mengingatkan Gubernur, Irwandi Yusuf, agar > profesional dalam menanggapi kasus teroris. Diharapkan gubernur jangan hanya > memberi dukungan atas operasi kepolisian dalam melumpuhkan teroris di Aceh. > > "Tetapi juga harus melakukan pengawasan atas tindakan polisi yang melanggar > prosedur dan perundang-undangan. Ini terkait tewasnya dua warga sipil dan > satu mengalami luka tembak dalam operasi kepolisian di daerah Jalin dan > Lamkabeu, Aceh Besar," kata wakil koordinator KontraS, Asiah Uzia, pagi ini. > > Menurutnya, sebagai otoritas pemerintah sipil di Aceh, gubernur harus > mendesak adanya akuntabilitas terhadap jatuhnya korban sipil dalam operasi > kepolisian. “Gubernur harus memberi dukungan secara proporsional," sebutnya. > > Sebab, tewasnya warga sipil dalam operasi tidak bisa dimaklumi begitu saja. > "Ini akan melukai keluarga korban. Operasi kepolisian memang harus didukung > tetapi juga harus dibarengi pengawasan, baik di lapangan maupun di level > kebijakan," ungkapnya. > > Editor: SATRIADI TANJUNG > > > --- On Fri, 3/12/10, tGK tANOH <[email protected]> wrote: > > > From: tGK tANOH <[email protected]> > Subject: |IACSF| Irwandi Vs Teroris > To: [email protected] > Date: Friday, March 12, 2010, 8:26 PM > > > > > > > This is an e-mail from () sent by tGK tANOH (tanoh_a...@yahoo. COM). You may > also find the following link interesting: http://www.waspada. co.id/index. > php?option= com_content& view=article& id=96777: kontras-gubernur > -harus-proporsio nal&catid= 13:aceh&Itemid= 26 > > > > > > > > > > -- Sent from my mobile device ------------------------------------ Opini, tanggapan, pernyataan dan lain sebagainya yang di posting di milist IACSF adalah tanggung jawab pribadi. Moderator akan mem-banned/mengeluarkan email siapa saja, yang tidak mematuhi beberapa ketentuan yang telah ditetapkan. Posting email :[email protected] Berlangganan :[email protected] Berhenti berlangganan :[email protected] Saran dan kritikan : [email protected] Moderator IACSF. Yahoo! Groups Links
