"Alif Lam Mim, Bangsa Rumawi telah dikalahkan di negara tetangga. Namun setelah mereka mengalami kekalahan, mereka akan mengalami kemenangan kembali pada sepuluh tahun kemudian. Soal kemenangan pertama dan kemenangan terakhir adalah urusan Allah. Disaat itu orang-orang beriman merasa gembira" (QS. Ar Rum 1 - 4)
klik disini lanjutannya: http://achehkarbala.blogspot.com/2010/01/keturunan-rasulullah-yang-membawa.html Al-Quds al-Arabi: Iran Sarangkan Gol ke Gawang AS dan Israel di detik-detik Terakhir Koran al-Quds al-Arabi cetakan London menulis, Republik Islam Iran dengan menandatangani kesepakatan pertukaran bahan bakar nuklir di wilayah Turki telah menembakkan bola ke gawang Amerika Serikat (AS) dan Rezim Zionis Israel di detik-detik terakhir. Menurut laporan IRNA, Koran al-Quds al-Arabi edisi Selasa (18/5) dalam tajuknya, Gol Iran di detik-detik terakhir menyebutkan, Iran telah membuktikan kemampuan luar biasanya untuk bermanuver dan mencuri waktu. Iran juga mampu menekan AS dan Israel terkait program nuklirnya serta menghadapi tuntutan Barat agar menyerah dan menghentikan secara penuh pengayaan uraniumnya. Oleh karena itu, menurut koran ini langkah terbaru Iran menggalang kesepakatan dengan Turki dan Brazil untuk melakukan pertukaran bahan bakar nuklir di wilayah Turki bukan hal yang baru. Dengan demikian Iran tampil sebagai pemenang dan deklarasi Tehran merupakan pukulan telak bagi AS dan Israel. Di sisi lain AS telah ketinggalan dari Iran, karena negara adidaya ini belum juga berhasil menggalang dukungan untuk menerapkan sanksi lebih berat terhadap Tehran. Pejabat Iran dengan baik memahami bagaimana memainkan kartu as di waktu yang tepat tanpa merugikan diri sendiri. Iran dengan menerima perjanjian pertukaran uranium yang diperkaya sebesar 3,5 persen dengan uranium diperkaya 20 persen tanpa berjanji akan menghentikan proses pengayaan uraniumnya telah memberikan nafas baru kepada Rusia dan Cina untuk menolak sanksi anti-Tehran gagasan AS. Deklarasi Tehran paling tidak membuat diplomasi AS untuk menarik simpati negara dunia agar bersedia menjatuhkan sanksi lebih berat terhadap Iran menjadi berat dan untuk sementara waktu proses ini akan kembali ke titik awal, karena deklarasi ini berada dalam koridor prakarsa yang sebelumnya diajukan AS dan Perancis. Perbedaannya hanya terletak pada tempat pertukaran tersebut yaitu Turki. Pengamat di Koran al-Qods al-Arabi menambahkan, deklarasi Tehran telah memungkinkan Iran menembakkan satu peluru untuk dua sasaran. Pertama, melepas anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) khususnya Rusia dan Cina dari tekanan AS. Kedua, sikap Iran yang memberi konsesi kepada Turki dan Brazil yang juga anggota tak tetap DK-PBB membuat kekutan Tehran semakin kokoh dengan merangkul keduanya untuk berpihak ke Iran. Wajar jika AS merasa kecolongan dengan penandatanganan deklarasi Tehran oleh Iran, Brazil dan Turki. Washington kini mulai ragu terkait tujuan dan keberhasilannya untuk menekan Tehran. Jurubicara Gedung Putih, Robert Gibbs mengatakan, pemindahan uranium yang diperkaya sebesar 3,5 persen ke luar wilayah Iran adalah langkah yang positif, namun sikap Iran yang bertekad melanjutkan pengayaan uranium sebesar 20 persen adalah pelanggaran nyata terhadap keputusan DK-PBB. (IRIB/MF) http://achehkarbala.blogspot.com/2010/01/keturunan-rasulullah-yang-membawa.html
