Pluralismenjan adalah agama orang "Islam" Hindunesia atau Islam Pancasila, itu bukan Islam benaran. Fanatik itu = teguh pendirian atau istiqamah. Yang tercela adalah fanatik buta. Kenapa anda katakan kehadiran pluralisme untuk menyingkirkan fanatisme? Ternyata anda salah memahami arti daripada fanatik. Anda telah terperangkap dalam pandangan para orientalis Barat. Klik disini agar diketahui makna fanatik yang sesungguhnya dan ternyata justru sifat yang dimiliki Rasulullah sendiri. http://achehkarbala.blogspot.com/2010/02/islam-fundamentalis-justru-islam-murni.html http://achehkarbala.blogspot.com/2010/04/cuplikan-dari-buku-ummah-dan-imamah_16.html
________________________________ From: HELB <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wed, May 19, 2010 10:32:55 AM Subject: |IACSF| BELAJAR PLURALISME DARI SANG FUNDAMENTALIS BELAJAR PLURALISME DARI SANG FUNDAMENTALIS Paradigma Written by Teuku Muhammad Jafar Sulaiman |Penulis adalah Mahasiswa Konsentrasi Pemikiran Islam pada Pasca Sarjana IAIN Ar-Raniry, Pengasuh Komunitas Islam Pencerahan (KIP) dan Pegiat di Liga Sufi Muda. Wednesday, 19 May 2010 15:14 PLURALISME tidak dapat dipahami hanya dengan mengatakan bahwa masyarakat kita majemuk, beraneka ragam, terdiri dari berbagai suku dan agama, yang justru hanya menggambarkan kesan fragmentasi, bukan pluralisme. Pluralisme juga tidak boleh dipahami sekedar kebaikan negative (negative good), hanya ditilik dari kegunaannya untuk menyingkirkan fanatisme (to keep fanaticism at bay). Plralisme harus dipahami sebagai pertalian sejati kebinekaan dalam ikatan-ikatan keadaban (genuine engagement of diversities within the bonds of civility). Bahkan pluralisme adalah juga suatu keharusan bagi keselamatan umat manusia, antara lain melalui mekanisme pengawasan dan pengimbangan yang dihasilkannya. Dalam kitab suci (Q.S Al-Baqarah : 251) disebutkan bahwa Allah menciptakan mekanisme pengawasan dan pengimbangan antara sesama manusia guna memelihara keutuhan bumi dan merupakan salah satu wujud kemurahan Tuhan yang melimpah kepada umat manusia (Nurcholis Madjid : Republika 1999) http://id.acehinsti tute.org/
