Seni Memotret Bayi


Link


Oleh Atok Sugiarto

Mengandalkan kemahiran menggunakan kamera saja tanpa membekali dengan sikap menyenangi anak-anak (bayi) pasti akan menghasilkan suatu foto yang biasa belaka. Sekadar foto dokumentasi tentang bayi. Karena itu, menyukai anak-anak (bayi) merupakan salah satu syarat bagi keberhasilan fotonya. Sabar dan dapat memilih waktu yang tepat juga merupakan syarat lain yang harus dapat dipenuhi bagi seorang pemotret.

Sulitkah memotret bayi? Tentu saja tidak, sama seperti halnya memotret anak-anak pada umumnya, meskipun juga tidak hanya tinggal menekan tombol pelepas rana kamera. Tetapi diperlukan sedikit akal-akalan untuk membangkitkan aktivitasnya, apakah itu tersenyum, tertawa, tengkurap, atau mungkin juga merangkak.

Kesulitan akan muncul terutama jika yang menjadi objek pemotretan adalah bayi yang bukan anak sendiri - anak tetangga atau mungkin anak orang lain. Misalnya seperti pada pemotretan bayi untuk tujuan komersial. Dalam hal ini kesulitan lebih dirasakan karena untuk dapat memotretnya sehingga mendapatkan hasil foto baik sesuai dengan misi yang diemban diperlukan ekstrawaktu maupun kesabaran.

Pemotret juga dituntut harus tahu betul kapan saat-saat yang baik untuk memulai memotretnya. Bila telah mendapatkan suatu keadaan yang fresh dan enak, harus segera dilakukan pemotretan - sebagai pegangan, bahwa tidak pada setiap waktu bayi itu mudah difoto.

Karena bayi membutuhkan suatu keadaan yang dirasanya enak dan nyaman bagi dirinya, apakah itu mengenai udaranya, suasana atau lingkungannya di mana ia harus berhadapan dengan berbagai peralatan fotografi seperti lampu-lampu studio dan kamera (bila pemotretannya dilakukan di studio).

Bagi bayi yang belum terbiasa dengan situasi demikian, kilatan lampu bisa saja menjadikan suasana yang telah dibanyun sebelumnya rusak. Misalnya si bayi menangis atau takut. Terkadang juga karena kilatan lampu kilat, bayi kaget. Akibatnya setelah foto dicetak yang dihasilkan adalah foto anak dengan mata terpejam.

Bila pemotretan dilakukan di alam bebas dengan cahaya alami, tentu saja faktor kesulitannya menjadi berbeda. Secara umum di alam terbuka dengan cahaya alami matahari, pemotretan lebih mudah dilakukan karena faktor-faktor yang menyebabkan bayi takut dan mengganggunya seperti kilatan lampu, dapat kita hilangkan dengan tidak menggunakannya. Pemotretannya pun jadi dapat dilakukan dari jarak yang tidak terlalu dekat dengan menggunakan lensa tele panjang sehingga tidak membuat anak berhadapan dengan kamera secara langsung.

Untuk memotret bayi, apakah itu untuk suatu kebutuhan dokumentasi pribadi atau suatu keperluan khusus seperti untuk tujuan komersial jauh lebih menguntungkan dan mudah dilakukan bila dilakukan di luar ruang. Dalam hal ini diperlukan suatu keterampilan khusus pemotret agar mampu memanfaatkan situasi dan ekspresi yang mengemuka, apakah itu mengenai posenya (yang diatur), atau mengenai pencahayaan yang di dalam studio menggunakan cahaya buatan yang telah diatur terlebih dahulu, atau pun pencahayaan yang mengandalkan cahaya alami matahari.

Dan karena itu untuk menghasilkan suatu foto yang baik tentang bayi, atau anak-anak secara umum, baik itu dilakukan di dalam studio atau di luar studio, sebaiknya dilakukan pada waktu pagi antara pukul 07.30 hingga pukul 09.00 di mana matahari memancarkan sinarnya dengan kuat. Pada saat-saat demikian, kondisi anak-anak secara umum juga masih fresh sehingga mudah untuk mendapatkan ekspresi ataupun keriangan yang kita inginkan karena mereka belum merasa lelah. Pemotretan bisa juga dilakukan pada sore hari antara pukul 15.00 higga 16.30 di mana cahaya sore masih bersinar dengan baik dan pada saat itu pun anak-anak sudah tidur siang.


Teknis
Banyak hal yang terjadi pada pemotretan anak-anak khususnya bayi, di mana pose-pose atau ekspresinya terkadang muncul begitu saja tanpa disengaja, bagus adanya dan mungkin tidak terulang untuk kedua kalinya.

Untuk sekadar membuat foto bayi yang menampilkan secara bebas dan wajar sesuai dengan perkembangan kepandaian bayi adalah hal yang mudah. Karena pemotret hanya membutuhkan waktu atau kesabaran saja untuk menemukan pose-pose atau ekspresi yang baik dengan mengajaknya berinteraksi. Jika bayi telah mampu berinteraksi dengan lingkungan maka ia akan menampilkan pose-pose atau gerakan-gerakan yang menarik, kalau hal itu sesuai dengan yang diinginkan, maka pemotret tinggal membidikkan kamera yang telah disiapkan sebelumnya - terutama mengenai pencahayaan.

Jika bayi belum juga menampilkan gerakan-gerakan atau ekspresi yang baik dan menarik sesuai yang diharapkan - hal tersebut mungkin disebabkan karena bayi belum mengetahui akan suatu instruksi untuk melakukan suatu gerakan yang diinginkan pemotret. Pada keadaan yang demikian, maka pemotret dan orangtua harus segera bekerja sama merangsang perhatian, agar anak mau melakukan sesuatu yang menarik dalam bentuk pose tertentu, apakah itu tersenyum, tertawa, tengkurap atau merangkak.

Sebagai alat bantu untuk memudahkan bayi berinteraksi dan berekspresi, carilah mainan yang mudah menimbulkan daya tarik si bayi, sehingga ia mau berinteraksi dengan suasana. Gunakan alat bantu seperti mainan yang lucu dengan warna-warna mencolok atau yang menimbulkan bunyi-bunyian.

Dengan pancingan maka bayi aktif khususnya akan bergerak-gerak berekspresi. Pada saat-saat seperti itulah biasanya muncul sesuatu yang menarik secara tak terduga. Kalau pemotret telah mahir mengatur fokus atau menentukan pilihan pencahayaan yang tepat serta dapat menekan tombol pelepas rana pada saat yang tepat pula, maka dapat dipastikan akan menghasilkan foto bayi yang baik.


Beberapa Tip
Untuk menghasilkan foto yang baik tentang bayi, tuntutan teknis memang tidak begitu tampak, karena kesulitan utama yang dihadapi lebih pada hal-hal nonteknis. Berikut beberapa tip menghadapi suatu pemotretan bayi agar mendapatkan foto yang baik sesuai misi atau keinginan.

a. Bahwa untuk memotret bayi tidak begitu saja dapat segera dilakukan, karena pemotret dan orang tua harus memiliki waktu yang khusus dan cukup sehingga tidak melakukannya dengan terburu-buru. Umpamanya pemotretan dilakukan di dalam studio maka bayi tidak langsung dipotret tetapi diberi waktu untuk mengenal lingkungannya, mengenal pemotretnya, atau mengenal situasi pemotretan di dalam studio.

b. Pemotretan bayi umumnya berlangsung tidak terlalu cepat, jadi pemotret sebaiknya jangan memaksakan diri dengan waktu untuk segera menyelesaikan sesi pemotretan. Salah satu penyebabnya karena bayi juga akan melewati masa-masa jenuh atau kelelahan, dan karena itu pada beberapa selang waktu dalam pemotretan, bayi perlu diangkat, digendong dulu, diberi susu atau makanan untuk menghilangkan kejenuhannya.

c. Untuk dapat menangkap gerakan-gerakan bayi yang cenderung selalu aktif, gunakan kecepatan rana 1/125 detik atau bila mungkin 1/250 detik (khususnya pada pemotretan di luar ruang tanpa menggunakan lampu kilat). Sedang untuk bukaan diafragmanya, sangat bergantung pada ruang tajam yang diinginkan. Jika menghendaki ruang tajam yang luas gunakan diafragma kecil sehingga hasil foto tetap fokus seandainya pun terjadi pergeseran tempat atau fokus. Pilih pula latar belakang polos untuk membantu menghasilkan foto yang tajam dan baik.

d. Untuk pemakaian lensa, idealnya memang menggunakan lensa tele menengah seperti lensa 85 mm atau lensa 105 mm. Akan tetapi juga dapat digunakan jenis zoom seperti lensa zoom 80-200 mm (bila dalam ruangan atau studio), sehingga memudahkan dalam melakukan pembingkaian. Dengan lensa zoom berarti seolah sudah menggunakan beberapa lensa sekaligus, sehingga tak perlu repot bila menginginkan sudut pemotretan tertentu.

e. Salah satu kunci terpenting dalam memotret adalah fokus. Maka lakukan pemfokusan pada mata. Ikuti sedikit gerakan untuk membantu follow focus - untuk foto big close-up atau tampilan yang besar, sedikit saja gerakan akan membuat melesetnya fokus bila tanpa diikuti dengan cara memfokus yang baik.

f. Sekalipun lampu kilat kilatannya tidak berbahaya bagi mata bayi, sebaiknya jangan terlalu dekat menggunakannya. Sebab kilatannya sangat
 
mungkin menjadikan anak takut atau menangis karena kaget, yang berarti akan mengganggu jalannya pemotretan. Untuk itu sebaiknya nyalakan lampu kilat beberapa kali sebelum melakukan pemotretan, agar bayi terbiasa dengan kilatan tersebut.

Tingkat keberhasilan mendapatkan foto yang baik pada pemotretan bayi adalah pada hal-hal nonteknisnya, seperti kesabaran yang memang menjadi hal utama. Hal-hal seperti itu memang cukup merepotkan bagi seorang pemotret pemula. Namun justru kerepotan itu adalah seninya memotret bayi. Karena itu sesungguhnya memotret bayi adalah suatu pekerjaan yang tidak saja menyenangkan tetapi juga mengasyikkan.




Yahoo! Mail
Use Photomail to share photos without annoying attachments.

Webmilis : http://lensa.multiply.com
Archive  : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Posting  : [email protected]

-----------------------------------
Berbagi untuk memberi pengetahuan & pengalaman dalam dunia fotografi baik yang pro maupun pemula.
Silahkan kirimkan hasil photo & pengalaman anda.
-----------------------------------

* WARNING: No SPAM & No SARA in This Mailing List




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke