Lensa pada Kamera Digital




Link

Oleh Atok Sugiarto

Seperti telah kita ketahui, lensa adalah salah satu komponen terpenting dalam fotografi. Demikian pentingnya lensa hingga sering pula orang menyebutnya sebagai mata bagi kamera. Mata yang mampu melihat dari jarak yang teramat dekat hingga jarak yang jauh sekali. Hal seperti itu terjadi jika pemotret melakukan pergantian lensa sesuai keinginannya.

Namun, soal lensa ini sering terasa tidak terlalu menjadi perhatian bagi pemakai kamera digital sekalipun perkembangan kemajuannya sudah sedemikian jauh.

Perhatian pada lensa tidak begitu diperhatikan terutama dari segi jangkauan panjang fokal maupun materi pembuat lensanya. Pengguna kamera digital lebih sering mengedepankan atau mementingkan hal pembesaran gambar atau pendekatan subjek tidak dengan menggunakan pergantian lensanya melainkan dengan digital zoomnya.

Seberapa jauh pengaruh yang didapatkan pada sebuah hasil pemotretan yang menggunakan lensa tunggal (yang melekat pada kamera digital), atau yang menggunakan lensa yang dapat ditukar-tukar? Hal ini akan membuktikan betapa pentingnya sebuah lensa bagi kamera termasuk pada kamera digital. Berikut di bawah ini akan diuraikan beberapa jenis lensa yang sangat mempengaruhi hasil foto yang pembagiannya berdasarkan pada sudut pendangnya.


Sudut Lebar
Lensa sudut lebar (wide angle) adalah lensa yang memiliki sudut pandang lebih dari 46 derajat. Karena itu umumnya digunakan untuk memotret interior, panorama atau sekelompok manusia yang membutuhkan cakupan gambar besar. Dengan karakteristik tersebut maka lensa sudut lebar memiliki ruang tajam yang lebih besar, distorsi, dan penguatan kesan kedalaman perspektif.

Berdasarkan pada standar fotografi 35 mm, maka panjang dokal lensa yang -dapat digolongkan sebagai lensa sudut lebar adalah lensa di bawah 50 mm. Dengan demikian lensa 35 mm, 24 mm, 20 mm atau 16 mm merupakan lensa-lensa sudut lebar. Lensa sudut lebar yang sudut pandangnya terlebar adalah lensa 12 mm yaitu sekitar 122 derajat.

Namun demikian, umumnya hanya lensa sudut lebar kisaran 20 mm hingga 35 mm yang digunakan oleh pemotret karena lensa tersebut cukup luas cakupannya. Bagi yang senang dengan tampilan gambar yang lebih ekstrem dan menginginkan cakupan yang lebih luas lagi, dapat dilakukan dengan lensa sudut lebar 16 mm atau 12 mm.

Cakupan yang teramat lebar hampir menyerupai sudut pandang ikan atau fish eye tersebut, tidak akan didapat jika pemotret hanya mengandalkan lensa biasa yang melekat pada kamera digital.


Lensa Normal
Disebut sebagai lensa normal atau lensa standar karena memiliki sudut pandang 46 derajat yang lebih kurang sama dengan sudut pandang mata manusia. Meskipun lensa merupakan mata kamera tetapi lensa normal agak jarang digunakan untuk keperluan pemotretan.

Hal ini lebih disebabkan karena munculnya anggapan bahwa lensa normal tidak mampu memberikan efek fotografis seperti bila pemotret menggunakan lensa tele panjang atau lensa sudut lebar yang menghasilkan foto-foto yang ekstrem.

Namun, pada beberapa kasus, lensa normal juga dapat dimaksimalkan penggunaannya khususnya oleh pemotret yang karena suatu keinginan harus menggunakan kekuatan diafragma besar.

Lensa normal memang umumnya memiliki bukaan hingga f:1,4, juga bagi pemotretan objek-objek yang cukup lebar.


Lensa Tele
Lensa tele memiliki sudut pandang yang lebih sempit dari lensa normal dan memiliki panjang fokal yang lebih dari 50 mm. Lensa tele memiliki konsekuensi ruang tajam yang sempit serta perspektif yang dangkal. Karena itu dengan karakteristik seperti itu umumnya lensa tele digunakan untuk pemotretan manusia, olahraga, satwa dan juga pemotretan jarak dekat (untuk memperbesar gambar.

Ruang tajamnya yang sangat sempit sering dimanfaatkan oleh pemotret untuk mengisolasi subjek pemotretan dengan latar belakangnya. Dalam hal ini untuk menciptakan foto-foto yang menonjolkan subjek utama dan mengaburkan latar belakangnya.

Lensa tele terpanjang yang pernah ada adalah lensa 2000 mm dengan f:11. Karena panjangnya, tentu saja juga berat, maka dalam penggunaannya sangat dianjurkan untuk memakai bantuan penyangga kamera atau tripod untuk menghidarkannya dari hasil gambar yang goyang.

Dengan menggunakan lensa panjang 2000 mm maka ekspresi seorang kiper sepakbola di depan gawang dapat tertangkap dengan jelas. Kiper tersebut akan tampak secara big close-up dari seberang gawang yang lain. Bahkan untuk kulit atau pori-porinya sangat mungkin dapat terlihat bila saat memotret mendapatkan pencahayaan yang memadai.

Kemampuan mendekatkan subjek seperti itu memang tak hanya dapat dilakukan dengan menggunakan lensa tele yang panjang saja, tetapi juga dapat dilakukan dengan kamera digital tanpa memakai lensa tele panjang sampai 2000 mm. Yaitu dengan cara memanfa-atkan optical zoom-nya. Akan tetapi hasilnya adalah gambar atau mutu out-put yang tak sebaik jika menggunakan lensa secara langsung.

Karena itu menjadi penting artinya penggunaan lensa yang dapat mendekatkan subjek secara langsung daripada dengan cara memperbesarnya menggunakan optical zoom. Membesarkan subjek dengan menggunakan optical zoom menjadikan gambar terlihat pecah-pecah dan sangat kasar akibat pembesaran.

Demikianlah beberapa variabel lensa berdasarkan sudut pandang dan peruntukannya, sekalipun masih banyak lagi jenis lensa jika digolongkan atas panjang fokalnya. Juga ada lensa dengan peruntukan yang lebih spesifik lagi seperti lensa makro, lensa fish eye dan lensa mirror. Tapi setidaknya pembatasan pembahasan atas lensa bagi kamera digital akan menghasilkan kesimpulan bahwa kualitas sebuah lensa sangat bergantung pada material untuk membuatnya.

Karena itu, siapa pun pemotret tak akan dapat berharap hasil yang baik dengan lensa yang material optiknya terbuat dari plastik. Sedang secanggih apa pun lensa yang material optiknya terbuat dari plastik tak akan mampu meneruskan spektrum warna sebaik lensa yang material optiknya terbuat dari kaca mineral.

Jadi apa pun jenis dan kelas kamera digital yang digunakan, pastikan lensa yang merupakan mata bagi kamera itu cukup mampu membuat foto yang baik. Terlebih jika kamera digital Anda tergolong dalam jenis ultra compact atau compact yang lensanya tidak dapat ditukar-tukar, maka ketelitian atas aspek kualitas optiknya menjadi sangat penting untuk diperhatikan.

Agar tidak membuat kesalahan dalam memilih lensa pada kamera maka rajinlah berdiskusi pada mereka yang lebih berpengalaman dan yang pernah menggunakan berbagai lensa. Lensa jelas memiliki peran amat penting dalam usaha mendapatkan gambar yang baik. Kualitas yang dimiliki sebuah lensa merupakan jaminan bagi penggunanya. Lensa memang tak hanya sebatas mata bagi kamera melainkan juga merupakan faktor penentuan bagi keberhasilan sebuah pemotretan.*





Love cheap thrills? Enjoy PC-to-Phone calls to 30+ countries for just 2ยข/min with Yahoo! Messenger with Voice.

Webmilis : http://lensa.multiply.com
Archive  : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Posting  : [email protected]

-----------------------------------
Berbagi untuk memberi pengetahuan & pengalaman dalam dunia fotografi baik yang pro maupun pemula.
Silahkan kirimkan hasil photo & pengalaman anda.
-----------------------------------

* WARNING: No SPAM & No SARA in This Mailing List




SPONSORED LINKS
Indonesian languages Indonesian language learn Kamera digital


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke