Jangan Main-main dengan Kamera




Link

Oleh: Roland M Sutrisno

Kemajuan zaman semakin cepat, cara berpikir pun mengikutinya. Peralatan memang semakin canggih, namun banyak di antara kita yang mempunyai hobi fotografi belum siap dengan kemajuan zaman tersebut. Aturan berubah terkadang tanpa kita sadari sebelumnya. Banyak pula aturan tidak tertulis yang seperti menyesatkan bagi para pendatang baru. Tindak-tanduk kita dengan kamera canggih pun menjadi semakin asyik karena kamera semakin mudah, kecil, dan murah. Berikut ini merupakan sebuah pengalaman berharga di negara Amerika yang sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM).

Suatu saat ketika berkunjung ke Amerika, terasa sangat banyak subjek dan objek foto yang menarik. Apalagi ketika berkunjung ke tempat-tempat wisata, begitu asyik kita mengamati sasaran pemotretan itu sehingga lupa dengan target foto yang akan kita peroleh.

Di Indonesia, jika kita hendak mengambil gambar atau objek foto saat ada live show band atau event olahraga, paling kita hanya diminta memperlihatkan kartu identitas. Itu pun masih banyak orang yang mencuri-curi gambar dengan menggunakan kamera saku. Petugas pun sepertinya acuh tak acuh dengan keadaan dan tindakan para paparazzi amatiran itu.

Berbeda dengan perilaku budaya di Amerika. Jika kita secara sembarangan mengambil foto atau gambar seseorang, bila orang tersebut tidak suka, mereka akan berkata jangan ambil gambar saya. Maaf saya tidak suka itu! Biasanya kalau hal seperti ini terjadi di negara kita, pemotret tetap saja nekat mengambil gambar orang tersebut. Paling jauh orang tersebut hanya menghindar dari bidikan kamera.

Di Amerika jangan harap kita dapat bebas memotret jika orang yang akan dipotret tetap tidak bersedia diambil gambarnya. Bila kita tetap nekat, akibatnya bisa fatal. Dia mungkin akan meminta film dikeluarkan dari kamera di hadapannya. Atau si pemotret akan berurusan dengan polisi karena dia (orang yang dipotret) mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Hukum di Amerika jelas, yaitu jika ada seseorang memaksa orang lain maka yang melakukannya akan mendapat hukuman atau denda. Urusan bisa menjadi panjang dan bertele-tele. Selain itu uang akan banyak keluar untuk pengacara dan membayar denda.

Begitulah di Amerika, kita harus bermain di dalam koridor hukum yang jelas. Masih untung jika kamera kita tidak dirusak. Bayangkan kalau kamera digital versi lama yang hanya menyimpan data di dalam kamera, atau kamera digital versi terbaru yang menyimpan data pada memory card dalam jumlah besar, pasti pusing tujuh keliling jika memory card-nya disita atau dirusak. Berapa banyak kerugian yang harus ditanggung?


Tidak Senang
Ada beberapa sebab seseorang tidak mau difoto, antara lain foto atau gambar tersebut dapat disalahgunakan, untuk pemalsuan dokumen, untuk pemalsuan wajah, untuk pelacakan wajah kriminal, dan lain lain.

Alasan lain, khawatir digunakan untuk keperluan iseng dimasukkan ke internet. Wajahnya tetap tetapi setelah di-mounting dengan menggunakan software tertentu badannya diganti dengan badan orang lain. Bisa dibayangkan jika orang tersebut wanita tanpa busana, apa yang bakal terjadi pada si wanita pemilik wajah tersebut?

Lain lagi jika orang yang dicuri gambarnya mempunyai kesalahan dalam keimigrasian, apakah tidak akan semakin repot dia nantinya jika akan kembali ke negaranya. Wajahnya akan terekam di kamera dan tentu akan mendapat denda yang tidak sedikit. Belum lagi kalau wajah seseorang itu mirip dengan penjahat yang sedang dicari-cari, mungkin saja akan terjadi tindakan salah tangkap. Jika berurusan dengan polisi tentunya akan sulit dan tidak akan cepat selesai. Paling tidak dia akan bolak-balik ditanyai polisi.

Itulah bedanya jika berada di negara yang sudah menjunjung tinggi HAM. Jangan coba-coba iseng dengan kamera Anda. Bidiklah objek yang aman, jangan terlalu banyak menggunakan lampu kilat karena akan menarik perhatian banyak orang. Jangan memotret di area militer dan di dalam gedung pemerintahan. Sekali saja kita melanggar, urusan dengan polisi akan menanti kita. Jadi jangan sembarangan menggunakan kamera.

Untuk itu, jika hendak membuat foto, paling aman memotret di area wisata seperti mall, shopping center, kebun binatang, recreation center dan park. Jadi jangan sekali-sekali membidikkan kamera Anda kepada orang yang tidak setuju terhadap pengambilan gambar kamera Anda.




__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Webmilis : http://lensa.multiply.com
Archive  : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Posting  : [email protected]

-----------------------------------
Berbagi untuk memberi pengetahuan & pengalaman dalam dunia fotografi baik yang pro maupun pemula.
Silahkan kirimkan hasil photo & pengalaman anda.
-----------------------------------

* WARNING: No SPAM & No SARA in This Mailing List




SPONSORED LINKS
Indonesian languages Indonesian language learn Kamera digital


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke