Memotret Model
Luar Ruang




Link

Oleh Atok Sugiarto

Memotret model tentulah suatu hal yang menyenangkan, terlebih bila modelnya terkenal dan cantik. Karena hal itu maka tak heran jika banyak yang memimpikannya. Namun untuk mewujudkannya memang tidak mudah karena untuk menjadi seorang pemotret saja tidak mudah. Diperlukan ketekunan dan kemauan belajar tentang perlengkapan fotonya, baik kamera, lensa hingga peralatan lampu-lampunya yang canggih dan pastilah mahal sehingga merupakan salah satu faktor tersendiri untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Namun, sebuah foto, dalam hal ini foto mengenai model yang baik, memang tidak selalu hanya bisa dihasilkan dengan peralatan fotografi yang baik, lengkap, dan canggih. Hal itu juga bisa dihasilkan dengan peralatan sederhana, bahkan dapat juga dihasilkan tanpa menggunakan satu pun peralatan lighting atau lampu seperti pada pemotretan yang dilakukan di studio. Tentunya asal tahu kiat-kiatnya.

Jadi, bila tidak dapat mewujudkan impian untuk memiliki peralatan lighting dan studio foto yang canggih, tak perlu mengurungkan niat untuk tetap bisa menjadi seorang pemotret model. Sebab sesungguhnya memotret model tanpa peralatan kamera atau lampu studio yang mahal - hanya menggunakan cahaya alami di luar runag - juga bisa dilakukan bahkan terkadang bisa menghasilkan karya yang lebih baik dan berhasil daripada yang dilakukan di dalam studio dengan menggunakan peralatan canggih sekalipun.


Teknis
Secara teknis memotret model di luar ruang tidak jauh berbeda dengan pemotretan model di dalam ruang atau studio. Bedanya dari sisi fisik pemotretan di luar ruang tidak menggunakan peralatan banyak seperti halnya yang dilakukan dalam studio.

Pada pemotretan di luar ruang hal utama yang harus diperhitungkan dan pertimbangkan adalah waktu. Karena pemotretan di luar ruang lebih mengandalkan cahaya alami matahari maka perhitungan sinarnya yang baik untuk pemotretan harus dilakukan. Ingat, cahaya matahari itu cepat berlalu dan berubah maka memerlukan perhitungan serta pertimbangan tersendiri.

Pemotretan di luar ruang baik jika dilakukan pada pukul 08.00 - 10.00 WIB (pagi hari) dan 15.00 - 17.00 WIB (sore hari). Hal itu dilakukan atas dasar perhitungan bahwa pada kondisi tersebut matahari masih cerah dan kuat sinarnya dan umumnya jarang terhalang awan. Sudut pandang sinarnya pun dari arah samping (miring) sehingga sering dapat menghasilkan foto yang indah dari segi cahaya. Dari segi peralatan, tak perlu kamera maupun lensa yang canggih. Kamera maupun lensa biasa sudah dapat digunakan selama kamera dan lensa tersebut masih berfungsi cukup baik untuk menghasilkan foto yang baik.

Dengan kamera 35 mm dan lensa jenis apa pun, baik itu lensa wide (sudut lebar), lensa normal atau lensa tele hingga lensa zoom, tetap dapat digunakan untuk memotret model. Bahkan dengan menggunakan kamera saku berfasilitas zoom yang sederhana pun dapat digunakan.

Dalam suatu sesi pemotretan, bisa saja seorang pemotret hanya menggunakan lensa sudut lebar untuk memotret model. Tentunya hal ini atas dasar perhitungan dan pertimbangan tertentu yang diinginkannya, dapat menghasilkan foto model yang indah karena kepandaian memaksimalkan kelebihan lensa. Misalnya dengan menyertakan pemandangan indah sebagai latar nelakang pemotretan sehingga memperkuat gambar. Sisi lain juga bisa saja karena satu dan lain hal memotret model di luar ruang hanya menggunakan lensa standar atau normal, lensa yang sesungguhnya lebih sering disimpan atau dicadangkan oleh kebanyakan pemotret karena tak menghasilkan sesuatu yang dianggap menarik.

Satu hal lagi yang sering dilakukan dalam memotret model di luar ruang adalah penggunaan lensa tele panjang, misalnya 200 mm, 300 mm bahkan karena suatu keinginan tertentu ada yang perlu menggunakan lensa yang lebih panjang lagi. Akan tetapi kesemuanya juga akan tetap sama saja yaitu menghasilkan suatu foto yang baik. Hal itu akan tercapai jika pemotret mampu menggunakan dan memaksimalkan alat yang digunakannya.

Dengan menggunakan lensa tele panjang yang canggih sekalipun, bila secara teknis pemotret tidak menguasai dan mampu memaksimalkan keunggulannya, tetap saja tak akan menghasilkan foto model di luar ruang yang baik dan menarik. Salah satu keunggulan menggunakan lensa tele panjang dalam pemotretan model di luar ruang adalah kemampuannya dalam menghasilkan subjek utama yang menonjol (fokus) dibanding latar belakang maupun latar depannya.

Kembali pada persoalan teknis bahwa sesugguhnya dengan menggunakan lensa tele yang tidak terlalu panjang juga sudah bisa menghasilkan foto yang tampak menonjol bila hanya itu yang menjadi dasar, tujuan atau keinginan tentang hasil pemotretannya. Karena dengan menggunakan lensa jenis zoom seperti tele zoom 80 - 200 mm yang lebih murah dari segi harga sudah dapat pula untuk sekadar mengaburkan latar belakang atau latar depannya. Terlebih bila menggunakan bukaan diafragma besar seperti f:2,8 hasil pemotretannya pun baik dan tak kalah dengan foto yang dihasilkan dengan lensa tele yang lebih panjang.

Foto berjudul "Di Atas Gedung" adalah salah satu contoh pemotretan model yang dilakukan di luar ruang menggunakan lensa tele zoom 80 - 200 mm, bukaan diafragma f:2,8 pada posisi lensa 200 mm. Di sini tampak efek blur atau kabur pada benda di latar belakang di luar subjek utama. Namun demikian jika menginginkan suatu hasil yang prima dari sisi peralatan, pemotretan di luar ruang masih memerlukan alat penunjang seperti misalnya kaki-tiga (tripod) kamera, kuhsusnya bila menggunakan lensa tele panjang dan tambahan sebuah reflektor untuk membantu memberikan pencahayaan dari arah depan subjek serta filter-filter penghangat warna bahkan mungkin juga filter polarisasi yang mampu memekatkan warna tau membirukan langit. Tak ketinggalan juga tentunya filter pelembut yang secara umum juga memang digemari untuk membantu memberikan kesan lembut pada diri si model.


Kesimpulan
Menghasilkan foto tentang model yang baik memang bisa dilakukan dan ditempuh melalui beberapa cara. Cara yang paling sederhana adalah memotretnya dengan menggunakan peralatan foto biasa (standar) dan dilakukan di luar ruang sehingga tidak memerlukan peralatan yang banyak dan mahal. Tetapi kesemuanya tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik jika tidak dilakukan dengan usaha keras dan cara yang benar.

Keterbatasan alat atau karena suatu kendala lain yang mengharuskan untuk memotret model di luar ruang hendaknya tidak menjadikan batal niat melakukan pemotretan. Sebab, dengan peralatan yang sederhana yang masih berfungsi dengan baik dapat untuk menghasilkan foto yang baik. Pada dasarnya setiap peralatan foto (lensa) selalu memiliki keunggulan, tinggal tugas pemotret memaksimalkan keunggulan-keunggulan itu.

Sisi lain di luar teknis pemotretan hendaknya juga harus dapat dikuasai pemotret. Misalnya mampu mengadakan pendekatan terhadap model, pandai menciptakan dan menuangkan gagasan, mengarahkan dan menjalin kerja sama yang baik guna menghasilkan sebuah foto yang baik. Memilih waktu pemotretan yang baik dengan mempertimbangkan lokasi juga perlu dipertimbangkan, khususnya untuk suatu pemotretan model yang memasukkan suasana sebagai unsur pendamping penciptaan keindahan. Sekalipun latar belakang kadang sering tidak diperhitungkan, tetapi pada pemotretan yang dilakukan di luar ruang setidaknya menjadi bagian yang harus diperhatikan.

Latar belakang pemotretan model di dalam studio yang umumnya polos, bila dikehendaki dalam pemotretan di luar ruang juga bisa diciptakan. Misalnya dengan mencari tembok atau mungkin juga dengan menyediakan terlebih dahulu latar belakang dari kanvas, seperti halnya pemotretan yang dilakukan di dalam studio.

Kelebihan pemotretan di luar ruang adalah menjadikan seorang pemotret mudah mengatur atau memeragakan pose yang diinginkan. Mungkin dengan cara si model duduk, berdiri atau berbaring pada suatu tempat sesuai arah datangnya sinar matahari dengan menggunakan setting lokasi dan latar belakang suasana setempat. Tidak seperti di studio yang umumnya hanya pada pose duduk saja dan menggunakan latar belakang kain/kertas polos atau kanvas.

Salah satu kekurangan memotret model di luar ruang adalah si pemotret tidak dapat mengubah sudut datangnya sinar (matahari) atau menambah kekuatan sinar tersebut. Namun hal itu masih dapat dimodifikasi sehingga menghasilkan sinar yang lembut, misalnya dengan merentangkan kain putih atau kertas tipis di atas subjek untuk mengurangi kuatnya cahaya matahari pada siang hari. Modifikasi juga dapat dilakukan dengan membelokkan arah sinar (matahari) menggunakan reflektor dari styrofoam atau kertas timah.

Kunci utama untuk menghasilkan sebuah foto model adalah pada bekal kemampuan pemotret sendiri. Dalam hal ini kepandaiannya mengutarakan maksud dan gagasan-gagasannya, kepandaiannya melakukan pendekatan terhadap modelnya dan memaksimalkan peralatan yang ada.




Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2ยข/min or less. __._,_.___

http://lensa.multiply.com/




YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke