Memotret Olahraga
dengan Digital
dengan Digital
Link
Oleh Atok Sugiarto
Peristiwa olahraga yang bergerak cepat, penuh aksi, ekspresif, serta dinamis sebagai objek pemotretan tidak mudah untuk "dijinakkan" sekalipun dalam hal ini telah menggunakan kamera canggih dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukungnya. Apakah memotret olahraga memang harus memerlukan bekal pengetahuan yang baik sehingga berhasil mendapatkan foto yang baik?
Pengertian foto yang baik dalam olahraga itu sendiri sesungguhnya adalah aksi-aksi atlet di dalam suatu pertandingan olahraga. Jika foto olahraga dalam kaitannya sebagai foto jurnalistik, foto itu tak bisa lepas dengan adanya keterangan foto sebagai pelengkap berita foto. Namun, berhasilnya sebuah foto olahraga tetap saja bukan ditentukan oleh penggunaan peralatan kamera maupun lensa canggih dengan fasilitas-fasilitas otomatisnya. Melainkan atas dasar kemahiran pemotret itu sendiri dalam menguasai peralatan yang digunakannya.
Bahwa adanya peralatan kamera maupun lensa yang canggih itu akan mempengaruhi hasil sebuah pemotretan tak bisa disangkal. Akan tetapi, untuk suatu keberhasilan mendapatkan foto olahraga, hal itu bukanlah jaminan mutlak. Sungguh ironis memang seandainya suatu peristiwa yang baik dan indah berada di hadapan mata dan kita telah melakukan pemotretan dengan pengukuran pencahayaan atau menggunakan fungsi-fungsi kamera secara benar dan fokus pun tajam, tetapi tidak dapat menghasilkan foto yang baik. Semua itu terjadi hanya karena pemotret tidak tepat dalam hal menekan tombol pelepas rana kamera.
Karena itu pula, bila menghadapi peristiwa atau kejadian-kejadian yang banyak mengandung gerak seperti dalam peristiwa olahraga, satu hal yang paling harus diperhatikan adalah persoalan bagaimana cara menekan tombol pelepas rana kamera pada saat tepat sehingga menghasilkan foto yang baik. Dalam peristiwa olahraga tenis misalnya, seandainya pemotret menekan tombol pelepas rana kamera saat melihat pemain memukul bola, maka yang akan terekam pada hasil fotonya adalah gerakan atau aksi pemain memukul bola namun tanpa terlihat bola dalam bingkai foto. Ketidaktepatan menekan tombol pelepas rana kamera sepersekian detik telah menjadikannya gagal mendapatkan aksi yang diinginkan. Cara yang benar adalah menekan tombol pelepas rana kamera sesaat pemain mengayunkan tangannya untuk memukul bola.
Saat Menentukan
Persoalan kegagalan dalam memotret olahraga tentunya tidak cukup sampai di sini. Karena untuk dapat menangkap aksi atau adegan-adegan yang banyak gerak tersebut juga harus dibarengi dengan penggunaan kecepatan bukaan rana tinggi untuk menghentikan/membekukan gerakan.
"Beku" dalam pengertian fotografi yaitu behentinya suatu gerakan atau aksi karena penggunaan kecepatan rana tinggi, misalnya 1/500 detik, 1/1.000 detik atau 1/2.000 detik dan selebihnya. Untuk sekadar menangkap aksi dengan membekukan gerakan yang terjadi, persoalannya memang mudah. Terlebih bagi pengguna kamera digital karena dapat diubahnya ISO yang digunakan sesuai yang diinginkan tanpa hambatan.
Satu hal yang perlu diketahui, bahwa sesungguhnya keberhasilan sebuah foto tidak hanya atas dasar penguasaan teknisnya saja, Pemotret juga memerlukan penguasaan diri dalam melihat, mengamati, menentukan, menghitung dan memperkirakan dengan intuisi akan terjadinya momen-momen puncak dalam suatu event.
Memang benar bahwa sebuah foto dari suatu kejadian yang banyak mengandung gerak (olahraga) itu akan mampu mengungkap ekspresi. Gerakan-gerakan atau aksi objeknya itu akan dapat diperoleh dengan berbagai tehnik pemotretan yang baik. Tetapi tak kalah pentingnya kepandaian seorang pemotret dalam menentukan saat-saat yang menentukan yang harus dibarengi dengan menekan tombol pelepas rana kamera dengan tepat. Dalam hal mengatur komposisi dan menekan tombol pelepas rana kamera - secanggih apa pun kemajuan di bidang fotografi - memang masih harus tetap dilakukan sendiri oleh pemotret (tidak dapat dilakukan secara otomatis). Sebab keindahan mengenai komposisi dan ketepatan.menekan tombol pelepas rana merupakan intuisi pemotret. Memang dalam persoalan memfokus, peran yang seharusnya dilakukan oleh pemotret sudah bisa digantikan dengan auto-fokus.
Dengan sistem yang canggih auto-fokus, yaitu suatu cara menemukan fokus yang dilakukan oleh kamera hanya dengan menekan suatu tombol, tanpa harus memutar-mutar gelang penemu jarak seperti pada pemotretan manual, kesulitan untuk memfokus dapat teratasi.
Sistem yang memang diciptakan oleh para produsen kamera itu tujuan untuk memudahkan para pemotret. Sistem ini memang kini terus ditingkatkan dan dikembangkan agar mampu menghasilkan cara yang praktis dan akurat dalam menemukan fokus. Karenanya memang betul-betul membantu pekerjaan memotret dalam mengabadikan benda-benda bergerak khususnya menghadapi momen-momen yang bergerak cepat seperti olahraga.
Persoalannya adalah, apakah dengan kecanggihan yang telah tercipta seperti sistem auto-fokus pada kamera canggih dan digital, lalu menjamin seorang pemotret akan selalu berhasil dalam mengabadikan benda bergerak dengan hasil tajam atau fokus? Lensa-lensa panjang yang berfasilitas auto-fokus memang akan membantu dalam menghasilkan pemotretan yang fokus (tajam), selain juga membantu dalam menghasilkan pemotretan dengan latar belakang yang out of focus atau blur yang menjadikan objek utama lebih menonjol. Dengan auto-fokus juga menjadikan pemotret tak terlampau terpecah-pecah dalam hal konsentrasi.
Syarat-syarat
Memotret dengan kamera analog atau digital secara perinsip fotografi memang tidak berbeda. Perbedaannya hanya terletak pada penggantian film dengan sensor digital. Karena itu untuk menghasilkan foto olahraga yang baik dengan kamera digital tak banyak perbedaan syarat yang harus dipenuhi. Dan syarat-syarat itu di antaranya adalah:
Membawa lensa dengan bukaan diafragmanya yang besar, misal f/2,8 - penggunaan diafragma yang besar memungkinkan pemotret menggunakan kecepatan rana yang tinggi misalnya 1/250 detik, 1/500 detik atau mungkin 1/1000 detik atau juga 1/2000 detik. Kecepatan rana tinggi ini penting bagi pemotret terutama untuk usaha menangkap gerakan dalam olahraga atau membekukan gerak.
Gunakan lensa dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan cabang olahraga yang menjadi liputannya. Lensa zoom 80 - 200 mm merupakan lensa yang cukup fleksibel. Lensa ini dapat digunakan dengan baik untuk memotret cabang olahraga bola voli, bulutangkis, atletik, beladiri, balap sepeda, sepakbola, dan lain-lain. Untuk efek-efek tertentu, lensa 300 mm atau 600 mm mungkin juga lensa 1000 mm memang sangat diperlukan tetapi karena sedemikian mahal harganya maka tidak terlalu menjadi keharusan. Dengan zoom digital, keinginan pembesaran dapat dilakukan tetapi menjadi kurang dalam masalah ketajamannya.
Jangan terlalu mengandalkan sistem pemfokusan dengan auto-fokus dan pemotretan dengan continuos - motor drive, karena pada momen-momen tertentu dalam olahraga begitu banyak gerak. Cara memfokus manual dan menekan tombol pelepas rana dengan menu single satu per satu justru lebih diperlukan.
Sebaiknya menyukai dan mengerti olahraga, khususnya olahraga yang menjadi sasaran liputan fotonya.
Berkonsentrasi secara penuh. Dengan konsentrasi yang baik memungkinkan mendapatkan keberuntungan dari suatu kejadian yang cepat dan tak terduga.
Mempunyai tingkat kejelian yang baik, misalnya pada puncak-puncak momen saat atlet kalah atau menang, kecelakaan, tingkah laku atlet baik di dalam maupun di luar lapangan.
Mempunyai kondisi fisik yang baik. Seorang pemotret yang umumnya menggunakan lensa tele panjang dan peralatan foto yang berat dan banyak, juga waktu yang tak terbatas dituntut untuk memiliki kondisi fisik yang baik.
Bahkan sering dikatakan, kondisi fisik pemotret olahraga itu harus melebihi kondisi fisik si atlet itu sendiri. Karena mereka harus sudah berada di lapangan jauh sebelum kegiatan olahraganya dimulai dan masih tetap di lapangan meskipun kegiatan olahraganya telah selesai.
Mempunyai kecepatan dan cekatan karena foto olahraga adalah satu jenis pemotretan dengan unsur kesulitan yang sangat tinggi. Disebut demikian karena objek-objeknya selalu bergerak.*
Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out. __._,_.___
http://lensa.multiply.com/
SPONSORED LINKS
| Indonesian languages | Indonesian language learn | Indonesian language course |
| Kamera digital |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "lensa" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
