Trimakasih pak Harry, atas kiriman file mengenai bioteknya.
Awal tahun 2000 kemarin Conservation International menerbitkan Policy Paper
dengan judul: "Lightening the Lode, A Guide to Responsible Large Scale
Mining". Buku yang ditulis oleh: Amy Rosenfeld Sweeting dan Andre P. Clark,
membahas kecenderungan pertambangan besar yang merambah ke kawasn tropik,
dan mengupas best practise yang harus dijalankan oleh industri dalam
kaitannya dengan lingkungan, sosial, dan peranan pemerintah.
Saat ini di tempat kami (CCLI/Cipta Citra Lestari Indonesia) sedang
dilakukan diskusi-diskusi kecil dan terjemahan dalam bahasa Indonesia.
Mungkin bagi kawan-kawan yang ingin mendapatkannya barangkali bisa
menghubungi CI Indonesia Program. Saya tidak tahu apakah jumlahnya cukup
untuk dibagi-bagikan, tapi tidak ada salahnya menghubungi CI, alamatnya:
CI Indonesia Program,
Jl. Taman Margasatwa no 61, Jakarta 12540
telp. 62-21 7883.8624, fax 780 0265
email: [EMAIL PROTECTED]
salam,
Bambang RS
-----Original Message-----
From: Harry Surjadi <[EMAIL PROTECTED]>
To: '[EMAIL PROTECTED]' <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 08 Agustus 2000 18:27
Subject: RE: [lingkungan] Tambang Emas di TN
>
>
>Setahu saya CI punya yang namanya "best practices" untuk bidang
>pertambangan. Mungkin bisa menjadi acuan juga untuk menyusun buku pintar
>pertambangan.
>
>Harry Surjadi
>
>
>pak bambang, terimakasih berat informasi dan wejangannyanya. kami
>bener-bener butuh masukan macam itu. informasi dari pak bambang dan
>kawan-kawan lain, rencananya akan kami bikin "buku pinter". oleh karena itu
>kami juga sedang nyari bahan ke kawan-kawan yang mempunyai latar belakang
>ilmu tambang. saya sendiri enggak terlalu ngeh tentang proses produksi.
>kalau perkara eksplorasi bolehlah , orang geologi sih.
>
>kalau selama ini lazimnya penjarahan atas taman nasional dibabat habis
>pohonnya, dan di embat ragam faunanya. maka sebentar lagi akan diembat
>emasnya. saya sangat sepakat dengan konsep manajemen sumberdaya berbasis
>masyarakat. asal bener saja melakukannya. cuma pertanyaan saya, dimana ada
>pengelolaan sumberdaya (khususnya kawasan konservasi) yang berbasis
>masyarakat, sehingga bisa digunakan model untuk mentoring? sokur kalau
>tambang emas.
>
>et paripurno
>t : 62-274-870078; f : 62-274-870323
>e : [EMAIL PROTECTED]
>----- Original Message -----
>From: Bambang Ryadi Soetrisno <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Tuesday, August 01, 2000 9:48 AM
>Subject: Re: [lingkungan] Tambang Emas di TN
>
>
>> Wah maaf kalau saya kelihatannya memberi wejangan...
>>
>> Contoh yang paling dekat, barangkali di TNGH (Taman Nasional Gunung
>> Halimun). Di TNGH ada PT Aneka Tambang yang menambang emas di daerah
>> Pongkor, perbatasan TNGH. Tambang itu perluasan dari tambang Cikotok yang
>> operasi sejak abad ke 19.
>> Secara teknik, tambang di Pongkor sangat canggih dan termasuk menggunakan
>> teknologi mutakhir. Teknik pertambangan dilakukan dengan sistem
terowongan
>> horizontal, dengan asumsi tidak akan merusak permukaan TN, tailing
dibuang
>> ke terowongan yang sudah tidak terpakai. Jadi sistem bikin lubang di satu
>> tempat dan di tutup lagi. Pemurniannya tidak lagi menggunakan merkuri.
>> Pokoknya katanya tergolong teknologi paling modern di Asia.
>> Dari sisi itu sejauh ini tidak ada masalah. Yang jadi masalah adalah,
>demam
>> emas itu mengundang banyak orang datang masuk ke TN dan menambang di
>> lokasi-lokasi di atas terowongan-terowongan yang dibuat ANTAM. Jumlahnya
>> ribuan, dan mereka menggali lubang di mana-mana. Proses pertambangan
>mereka
>> dilanjutkan dengan pemurnian menggunakan merkuri yang di proses di
>> sungai-sungai yang mengalir di TN.
>> Persoalan yang berkembang bahkan menjadi lebih kompleks ketika ANTAM dan
>> BAPPEDAL mengeluarkan pernyataan bahwa sungai-sungai yang berasal dari
>TNGH
>> dan mengalir ke Cisadane yang menjadi sumber air minum warga Jakarta,
>> tercemar merkuri. Pencemaran merkuri memang bukan dilakukan oleh ANTAM,
>> tetapi ANTAM jelas memicu terjadinya pencemaran di kawasan tersebut, jadi
>> pertambangan emas di kawasan itu tidak bisa cuci tangan.
>>
>> Contoh itu menggambarkan bahwa persoalan pertambangan di TN bukan hanya
>> sekedar soal teknologi, tetapi dampak sosial pertambangan terhadap
kawasan
>> TN saya katakan akan menutup tujuan utama kita dalam mengkonservasi
>kawasan.
>> Jadi harus konsisten, jika kawasan itu dikonserv ya jangan ada
>> kegiatan-kegiatan yang kontra di dalamnya.
>> Saya kira masih banyak soal lain, cuma kan masalahnya sekarang sangat
>> berkaitan dengan keinginan dan kebanggaan daerah. Jatim waktu lalu kan
>tidak
>> punya hasil tambang selain golongan C, kalau saat ini ada tambang emas
>maka
>> orang-orang pertambangan di Jatim bisa merasa lebih bangga karena dapat
>> menyumbang untuk pemasukan daerah lebih besar. Bahkan bukan hanya buat
>> orang-orang pertambangan, tetapi mungkin orang se Jatim jadi lebih
bangga,
>> karena di daerahnya juga ada tambang emasnya.
>>
>> Bambang Ryadi Soetrisno
>> -----Original Message-----
>
>
>
>--
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
>--
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
>
--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/