Kaltim Post, 29 Sep 2000 Tidak Ada Limbah Jepang Dibuang ke Sangatta Sangatta, Kaltim Post Bupati Kutai Timur Drs. H. Awang Faroek Ishak MM Msi membantah bahwa ada limbah dari Jepang akan dibuang di Sangatta. Yang ada menurut rencana kerjasama penampungan pasir merapi Miyake untuk bisa ditampung di Kutai Timur. "Kami sudah menerima rekomendasi dari Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah dan sudah dilakukan penelitian bersama pemerintah Jepang bahwa pasir gunung berapi itu tidak berbahaya dan bukan limbah," kata Awang Faroek meluruskan persoalan tersebut kemarin. Menurutnya pemerintah Jepang dalam hal ini Gubernur Metro Tokyo meminta bantuan pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk mengatasi masalah bencana alam yang terjadi dengan meletusnya Gunung Miyake di Pulau Oyama Jepang. Karena kesulitan membuang pasir gunung tersebut, maka tanggal 10 September 2000 lalu ada pembicaraan dengan pemerintah Jepang di Jakarta bersama Bupati Kutai Timur. Ada sebanyak 3 juta meter kubik pasir gunung berapi yang harus dipindahkan dengan kesepakatan pengangkutan dibiayai dan tanggung jawab sepenuhnya ditanggung pemerintah Jepang. "Persis seperti pasir gunung Galunggung ketika meletus, dimana dimanfaatkan untuk pembangunan Bandara Cengkareng dan di Bali," ucap Awang menyebutkan. Diakui untuk menerima tawaran itu, Pemkab melakukan rapat dengan melibatkan seluruh tokoh masyarakat dan instansi terkait. Sesuai rencana pasir ini akan dimanfaatkan untuk pembangunan jalan beton di dalam kota Sangatta, ring road, dan jalan Soekarno Hatta, jalan menuju Sangkima, jembatan dan lainlain. "Masalah ini sudah saya laporkan kepada Pak Gubernur, pimpinan dan anggota DPRD Kaltim, seluruh bupati di Kaltim ketika bertemu dengan Sekjen Menteri Negara dan pemukiman pada tanggal 13 September 2000 lalu di Jakarta," ungkapnya. (hk) -- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
