-----Original Message----- From: lskar [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: 02 Nopember 2000 11:16 To: [EMAIL PROTECTED] Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Subject: SURAT BUAT ELSAD Kepada Yth. Direktur ELSAD di -Surabaya Salatiga, 31 Oktober 2000 Salam Demokrasi, Bersama ini saya, menyatakan keberatan dan protes atas etik dan ideologi yang ditunjukkan oleh salah satu anggota ELSAD yang bernama Anom Suryaputra dengan nomor hand phone 08165424106. Kronologi dibalik keberatan saya adalah: 1. Saya menerima telphon lewat handphone saya 08122933�(30 Oktober 2000, pk. 14.45) seseorang yang mengaku dirinya Ketua KMNU Nasional dan Direktur ELSAD,dia mengatakan dengan nada memerintah dan kasar ingin bertemu dengan Trisno dan Muslihindari akarrumput Ambarawa. Sudah saya jelaskan bahwa dia salah sambung karena ini adalah hanphone atas nama Kiswara Santi Prihandini (Woro) Direktur LSKaR (Lembaga Studi Kesetaraan Aksi dan Refleksi) Salatiga, akan tetapi jawaban yang saya dapatkan adalah �gak nguruslah..tolong �kau sampaikan ke Trisno dan Muslihin bahwa saya tunggu mereka di PMII Solo�kemudian telepon ditutup. Dengan jengkel saya turun dari mobil untuk mencari tahu siapa orang yang tidak sopan ini, saya kemudian menelepon ke nomor 08165424106, dan menuntutnya untuk meminta maaf atas ketidaksopanan yang telah dia lakukan (saya baru tahu kalau dia bernama Anom). Tetapi dengan sombong dan kasar tanpa mau meminta maaf dia mengatakan �kalau situ tidak kenal ya sudah dan telepon kembali ditutup dengan kasar. Diperlakukan tidak adil maka saya komplain ke PMII Solo, (dimana Anom berada) dan memintanya untuk meminta maaf. Tetapi jawaban yang saya dapatkan selalu sama bernada arogan, tidak sopan, tidak mau meminta maaf. 2. Kawan Anom sangat yakin bahwa dia bicara dengan kawan Muslikhin dan kawan Trisno, dan saya sudah perkenalkan identitas saya kepada dia, dan diakhiri dengan dia menutup pembicaraan tanpa basa-basi. 3. Basa-basi yang saya maksud adalah teknis dari: etika bertelepon, etika aktifis yang mengaku pro-demokrasi, meyakini ideologi yang tercermin dari idealisme. 4. Saya memaki kawan Anom, karena terganggu dengan gaya bicara yang arogan, tidak mau tahu, sok pintar dan berlagak seorang marxis tapi versi seksis dan kekanak-kanakan. 5. Saya cek ke semua jaringan siapakah Anom dan benarkan dia direktur ELSAD Surabaya dan Ketua KMNU Nasional, karena saya tidak percaya ada aktivis dengan gaya yang arogan dengan sederet jabatan dari lembaga yang besar , berperilaku tidak sopan seenaknya dan tidak mau meminta maaf. Setelah mendapat kepastian maka malamnya via telepon saya beri kawan Anom waktu hingga 30 Oktober 2000 malam, untuk menyampaikan permintaan maafnya, namun tidak juga meminta maaf, 6. 31 oktober 2000 pkl 10.00, Saya menelepon ELSAD di Surabaya, dengan nomor telepon 031-5040246, sedianya untuk memfaks-kan surat keberatan dan kompalin saya kepada lembaga ELSAD mengenai salah satu oknum anggotanya, sesudah melalui perbincangan yang meremehkan terakhir saya dapat jawaban dari seorang laki-laki yang sangat mengagetkan dan melecehkan �Maaf mbak, komputer penerima faks sedang rusak� dan lagi ini kantor cabang, kantor pusat adalah di Jarak, tempate wong-wong balon (pekerja seks- dalam bahasa Surabaya), silakan berurusan disana, tempatnya mbak�.tapi gimana lagi ya mbak, lha mbak-e khan bukan orang surabaya makane gak ngerti Njarak�telepon langsung ditutup. 7. Hilang sudah kesabaran saya, saya tekadkan untuk mencari keadilan dan permohonan maaf dari kawan Anom dan kawan-kawan ELSAD yang memang baru melakukan studi, apa hubungan Agama dan Demokrasi. 8. Terakhir tanggal 1 Nopember 2000, saya menerima teror yang berisi makian(maaf, Jancuk, lonte..) Atas kronologi diatas, saya mencari tahu, siapa Anom sebenarnya. Ternyata dia bernama Anom Suryaputra, ketua KMNU Nasional (Kaum Muda Nahdlatul Ulama) dan sekaligus (mengaku) Direktur ELSAD (Lembaga Studi Agama dan Demokrasi) di Surabaya- Jawa Timur. Dengan sederetan jabatan diatas, tentulah kawan Anom ini seorang aktifis yang radikal, potensial, feminis, militan, progresif, pecinta lingkungan dan binatang, pejuang pro demokrasi, egaliter, arif, bijaksana, gagah dan berjiwa ksatria. Tetapi jika yang saya alami, dari kronologi diatas, saya menjadi yakin, bahwa ELSAD dan KMNU Nasional, perlu memperhitungkan seribu kali, apakah ideologi kawan Anom dan kawan-kawan mereka di ELSAD, sekuat yang dia hapal dan dia ucapkan dalam percakapan sehari-hari. Saya masih menuntut dengan tegas kawan Anom dan ELSAD secara lembaga untuk meminta maaf, atas nama ideologi yang dia yakini, karena kapasitas ideologi bukan di tulisan, bukan di kata-kata, bukan yang diteriakkan di jalanan, namun yang dilakukan sehari-hari. Minta maaf bukan sekedar kepada saya, aktifis yang jauh dari kaliber kawan Anom, tapi atas nama keadilan, nama baik seorang aktifis, cerminan dari kapasitas KMNU dan ELSAD. Salam, Kiswara Santi, P Direktur LSKaR Tembusan: 1. http://www.ngo.or.id (almembers) Jaringan NGO Indonesia 2. PMII di Pulau Jawa dan Bali 3. [EMAIL PROTECTED] 4. The Asia Foundation ([EMAIL PROTECTED]) 5. LAKPESDAM-NU di Pulau Jawa 6. Madani Foundation 7. ICDHRE 8. LKiS 9. Yawas 10. JSTS 11. SKETSA 12. INCReS 13. BPPM Nurul Jadid 14. BPPM An Nuqoyah 15. LSPM 16. LEPIM 17. KSM 18. LKR 19. LPM 20. Averroes 21. KSM 22. KSC 164 23. Pers >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<< To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
