Hallo Harry dan Trinoeg,

Dalam dua hari ini aku sedang mengumpulkan data mengenai HPH/HTI di
wilayah-wilayah banjir itu (Aceh, Sumut, Sumbar, Kaltim dll) dan hutan yang
tersisa.  Hipotesis saya memang di wilayah-wilayah itu banjir terjadi
karena areal hutan yang sudah menganga dan telanjang.  Air hujan itu begitu
saja menghujam bumi tanpa ada resapan, tanpa ada tampungan yang
memungkinkan untuk hanya merembes atau menetes.  Air hujan langsung menghantam.

Data yang terbatas ini akan saya olah sedikit dan akan saya kirim ke
teman-teman yang perlu.  Kalau ada terbaru akan lebih baik.  Teman-teman
Forest Watch mungkin malah lebih lengkap datanya.  

Saya mendukung gagasan untuk membuat statement yang keras.  Ini sudah bisa
dianggap kriminal kalau ternyata HPH dan penebang liar yang bercukong
penyebabnya.

Salam,


Salam

Rahmad.-

==============

At 10:25 AM 11/28/00 +0700, you wrote:
>Teman-teman anggota milis lingkungan,
>Setiap hari surat kabar dan TV memberitakan banjir dan longsor. Sejauh ini
>saya belum melihat ada yang menghubungkan banjir/longsor dengan kondisi
>hutan yang rusak karena dijarah oleh pengusaha (HPH) dan penduduk di sekitar
>hutan.
>Rasanya sekarang momentumnya untuk membuat pernyataan bersama dari hasil
>analisis data perambahan hutan dengan kejadian banjir dan longsor.
>Hal yang sama pernah dilakukan teman-teman di Filipina dan Thailand ketika
>terjadi banjir besar mereka mengkaitkan dengan hutan yang gundul dan
>berhasil mendesak pemerintah menghentikan HPH.
>Bagaimana?
> 
>Harry Surjadi


>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





Kirim email ke