Dear Tuti Hendrawati,

Informasi, idea dan pertanyaan anda yang ada kaitannya dengan hutan dan
kehutanan di Indonesia, barangkali bisa anda dapatkan di milis baru yaitu
rimbawan-interaktif.  Milis ini terbuka untuk siapa saja, para "stakeholders"
hutan Indonesia yang "concern" dengan permasalahan negeri (baca: hutan dan
kehutanan) kita ini.
Silahkan klik: http://www.egroups.com/group/rimbawan-interaktif, atau
langsung: [EMAIL PROTECTED]
Terima kasih dan selamat datang di rimbawan-interaktif.

Wassalam,

Nurcahyo Adi

Tuti Hendrawati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya mendukung ide ini. Saya pernah mencoba merintis klipping masalah banjir,
karena saya waktu itu berfikir ada kaitannya dengan kerusakan di daerah
hulunya,
tapi agak terhenti akhir-akhir ini. Dulu waktu masih ada Depsos, banjir itu
ada
laporannya beserta peta daerah yang terlanda banjir. Mungkin sekarang ada di
Bakornas. Kalau ada yang rajin memperhatikan, luas daerah yang terlanda
banjir
makin meluas dari tahun ke tahun. Ini menunjukan adanya kaitan yang erat
dengan
beralih fungsinya lahan hutan ataupun adanya penebangan liar/kerusakan hutan.

Bagus sekali bila info daerah rawan bencana itu diberikan kepada Pemda, agar
mereka siap-siap untuk menanggulanginya. Biarpun sudah otonomi, kelihatannya
masalah bencana tidak akan mampu ditangani oleh propinsi yang bersangkutan
sendirian. Lihat saja sekarang, betapa tidak berdayanya Pemda dalam menangani
banjir dan gempa. Dan sebetulnya moment ini bisa dipakai untuk mengingatkan
Pemda setempat bahwa mereka harus melihat penyebab banjir tersebut (bukan
hanya
menyalahkan pada hujan/iklim).

Usulan Hari untuk membuat pernyataan bersama itu juga bagus, karena dengan
pernyataan tersebut diharapkan dapat membuka mata para cukong dan penebang
liar.

Tuti

Treenug wrote:

> Setuju sekali Har.
>
> Bisakah kita membuat overlay antara daerah banjir sekarang dan peta
> kerusakan alam di daerah hulunya?
> Menghubungan sumberdaya air (yang meluap), sumberdaya tanah (yang longsor)
> dengan sumberdaya hutan (yang hancur)?
> Target sasarannya bisa juga dialamatkan pada pemerintah daerah yang tahun
> depan menjadi otonom itu.
> Peraturan daerah bisa menjadi outputnya.
> Kegiatan ini sekaligus bisa dijadikan solidaritas untuk para korban musibah
> banjir.
>
> Salam,
> TriNoeg
>
> ----- Original Message -----
> From: Harry Surjadi <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Tuesday, November 28, 2000 10:25 AM
> Subject: [lingkungan] longsor dan banjir
>
> > Teman-teman anggota milis lingkungan,
> > Setiap hari surat kabar dan TV memberitakan banjir dan longsor. Sejauh
ini
> > saya belum melihat ada yang menghubungkan banjir/longsor dengan kondisi
> > hutan yang rusak karena dijarah oleh pengusaha (HPH) dan penduduk di
> sekitar
> > hutan.
> > Rasanya sekarang momentumnya untuk membuat pernyataan bersama dari hasil
> > analisis data perambahan hutan dengan kejadian banjir dan longsor.
> > Hal yang sama pernah dilakukan teman-teman di Filipina dan Thailand
ketika
> > terjadi banjir besar mereka mengkaitkan dengan hutan yang gundul dan
> > berhasil mendesak pemerintah menghentikan HPH.
> > Bagaimana?
> >
> > Harry Surjadi
> >
>
> >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/



>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/






____________________________________________________________________
Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1


>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





Kirim email ke