waktu itu, Wed, Apr 24, 2002 at 04:21:25PM +0700, [EMAIL PROTECTED] 
menulis:
> > 
> > pada umumnya spoofing dipake untuk itu.
> 
> emm, yg saya tau, spoofing bisa berguna juga untuk dos...
> 

ya pada prinsipnya kan nyaru, nyamar. Setelah itu kan bisa dipake apa aja.

> dari man 5 host.conf, saya paste walau saya sendiri aga kurang mengerti dgn 
>"hostname lookup".
> 

resolve hostname/cari hostname IP-nya berapa dan sebaliknya.

> 
> hmm, misal source addr di hilangkan, berarti si penyerang engga mengharapkan 
>feedback atas paket2x yg dia kirim dong, karena host korban ga tau musti reply 
>kemana, model fire and forget ? jadi mirip dos. Tapi kalo emang dos, kenapa repot2x 
>mensingkronkan tcp-seq number ?
> 

karena nerusin sesinya. B hanya percaya A. A konek ke B, langsung diterima. Dateng C. 
A dibungkam (mungkin ini yang kamu maksud DoS), dan C melanjutkan koneksi A ke B, 
dimana B melihat C seolah olah A.

>       iptables -A INPUT -s b.b.b.b/25 --dport 22 -j ACCEPT
> 
> nah, rule barusan mempunyai arti, "koneksi masuk (INPUT) di perbolehkan (ACCEPT) 
>jika berasal dari SIAPAPUN yang mempunyai netaddr b.b.b.b/24". Nah, aturan seperti 
>itu punya kelemahan yang bisa di expose oleh penyerang. Penyerang dari luar(ex. dari 
>isp) tinggal ganti ip dia dari x.x.x.x menjadi salah satu anggota dari b.b.b.b/25, 
>lalu dia ssh ke gateway, satu masalah sudah di lewati oleh sang penyerang :p.

Bagaimana cara 'tinggal ganti IP-nya' supaya dikenal sebagai orang dalam? 

-- 
fade2bl.ac

-- 
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

Kirim email ke