At 20:21 07/02/2003 +0700, you wrote:
>Masalahnya kita nggak tau apa permasalahan mereka. Kalau tau kitapun belum
>tentu bisa kasih solusi. Yang mereka pikirin kan bukan cuma routing data,
>tetapi routing 0809-nya, biar yang call di papua tetap bayar lokal, ya kan?
>
>Bukan ngebela tapi secara logis nggak mungkin mereka nggak punya yg expert.

mungkin mereka punya expert, tapi pertanyaan kembali ke semula,
kenapa hops bisa segitu banyak? secara logika (menurut saya) kalau
mereka menyiapkan routing yang baik, seharusnya dipilih yang
terdekat ke IIX dan konekin aja dari sana. kalaupun misalnya
ada yang konek dari papua, melalui vsat pun seharusnya penambahan
hops hanya 2~3 (kaya`nya).

jadi misalnya, kalo orang jakarta tracert ke iix mendapatkan 5~6 hops,
ya kalo yang dari papua bisa jadi hanya 7~8 hops saja.


contoh logika routing:

user di jkt:
user -> gateway -> router telkom -> router iix -> gateway tujuan -> ip target

user di papua:
user -> gateway -> vsat papua -> vsat jakarta -> router telkom -> router iix -> 
gateway tujuan -> ip target


yang sekarang kira2 terjadi :
user -> gateway -> router telkom1 -> router telkom2 -> router telkom3 -> router telkom 
ke iix -> router iix -> gateway tujuan -> ip target

dimana router telkomX banyak lokasinya, spt: cibinong, jaksel, sby, dll.

kira2 begitu deh... mustinya yang expert routing dimilis ini bisa memberikan contoh 
(???)

maaf kalo logika saya salah, so ... =CMIIW=

thanks :)

-denie-


-- 
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

Kirim email ke