Hello STP, Wednesday, September 10, 2003, 7:32:28 PM, you wrote:
>> Itu yg diperlukan ilmu dari buku itu atau bukunya ? >> boleh nggak kalau thesis pake daftar pustakanya url ? >> (maklum gak makan sekolahan s2) >> >> kalau cuman perlu ilmunya materi2 tsb banyak yg gratis di web >> sbg pionir ti, itb mestinya kasih contoh yg baik dgn tidak membajak >> (sorry, no offensive) IAS> Mahasiswa di bandung mah ngga s1, s2, s3 semuanya juga kebanyakan pake buku IAS> hasil kopian sebab ada sebuah tempat yang ngejual textbook buatan luar yang IAS> telah difotokopi. Kalo kamu sempet ke perpus itb trus kamu baca buku di IAS> dalamnya kebanyakan buku didalamnya berasal dari tempat fotokopi tersebut. IAS> Irfan Ardiansah IAS> 235.03.021 IAS> Dept. Informatika ITB IAS> Where there is a bill, there is a pay [BK] Selama yang saya tahu, berdasarkan pengalaman saya kuliah magister di ITB, thesis biasanya menggunakan referensi buku tetapi bisa juga menggunakan referensi url selama masih dapat dipertanggungjawabkan (alamat url, siapa penulisnya, asal penulis, dsb..). Saya juga pernah merasakan bagaimana susahnya mencari referensi untuk thesis sampai saya harus membeli sebuah buku (asli) yang harganya, kalau tidak salah, US$ 200,-. Kita sebagai mahasiswa juga berupaya untuk menghargai karya cipta. Tetapi dengan harga yang mencekik tersebut bagaimana kita bisa membeli buku tersebut? Mengingat sebagian besar mahasiswa di ITB hidupnya pas-pasan. Sebagai tambahan, tidak semua referensi seperti tulisan-tulisan ilmiah free of charge. Kebanyakan membayar. Bahkan untuk mengambil tulisan ilmiah lengkap harus menjadi anggota (contoh, IEEE) dan biaya untuk menjadi member organisasi tersebut juga tidak murah. Ini sebagian pengalaman saya waktu di ITB. Mohon maaf bila ada kesalahan. -- Best regards, Bayu mailto:[EMAIL PROTECTED] -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

