Quoting Rio Martin <[EMAIL PROTECTED]>:

> kalau pake linux saja bisa dihack, apalagi pake FreeBSD (:
> install fbsd yang 4.8 yah, terus nanti sebut IPnya .. he he he .. 
> ketangguhan sebuah system bukan terletak dari komponen hardwarenya, tetapi 
> adalah otak manusia yang mengkontrol si system tersebut.
> 
> - Rio.Martin -

Sebelumnya semua server di labs saya menggunakan freebsd. Sekarang dari 12
Server, tinggal 2 server saja yang menggunakan OS FreeBSD. 


Alasan migrasi dari FreeBSD ke Linux:

- 2 Tahun y.l FreeBSD belum support nss. Sebetulnya porting nss sudah ada di
NetBSD (kerabat dekat juga dengan FreeBSD) tapi nss_ldap belum bisa diinstall
di FreeBSD, kecuali kompile ulang libcnya. Padahal sistem di Lab saya
menggunakan LDAP sebagai source data utama. Sebagian server butuh nss_ldap.

ps: Setelah keluar freebsd versi 5.1, nss_ldap bisa terinstall dengan baik di
FreeBSD. Tapi saya kan perlunya dua tahu y.l :-)

- Source-Based-Routing. Menggunakan iproute2 lebih mudah dalam menangani
masalah ini. Walaupun katanya, di FreeBSD juga bisa melakukan hal yg sama pake
ipfw (tapi saya belum pernah coba).


Tapi bukan berarti yang FreeBSD lebih jelek dari Linux. Dari dua server, yang
tersisa yang menggunakan OS FreeBSD. Salah satunya memegang rekor tertinggi
yang pernah uptime > 300 hari. Sayangnya rekor tidak bisa bertahan lama karena
masalah lisrik.

FreeBSD mempunyai fitur cvsup + make buildworldnya untuk mengupgrade sistem
langsung dari sourcenya. Di Linux fitur ini (setahu saya) belum ada, bahkan di
Linux Gentoo sekalipun (konsepnya berbeda). Tentu fitur ini (menurut saya
pribadi), lebih baik dari Linux. Apalagi bila melihat lifetime support yang
mulai diterapkan di RH atau MDK. FreeBSD memberikan pilihan yang lebih baik
agar sistem kita selalu up2date.

Bagi sebagian peserta milists ada yang menganggap sistem ports di FreeBSD lebih
baik dibandingkan RPM. Tapi saya berpendapat lain. RPM lebih baik dalam mengatur
databases paket. Walaupun kadang rumit dalam menyelesaikan masalah dependensi,
tapi rpm akan menolak untuk menguninstall suatu paket rpm jika paket tersebut
diperlukan oleh paket rpm yang lain. Nah sistem ports di FreeBSD tidak
melakukan hal ini. 


Tapi ... sepertinya cukup deh cerita Linux vs FreeBSD-nya. Soalnya dua-duanya
juga OK. Satu sama lain punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Dan saya pun menyukai keduanya :-)

Buat yang nge-fans FreeBSD ini milists linux. Jadi kalau kebanyakan cerita
FreeBSD di milists ini, itu sudah termasuk OOT :-)
Jadi mari kembali ke TOPIK Linux ... hehehe


Cecep Mahbub





----------------------------------------------------------------
This message was sent using IMP, the Internet Messaging Program.

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke