>Kemarin saya sempat baca2 tentang "What is bridge?" di LDP. Yang saya
tangkap bahwa bridge itu bertujuan untuk
>Jika tanpa bridge, maka traffic network akan padat karena kedua network tsb
cukup "aktif".
>Dengan adanya bridge, maka komunikasi di dalam network tidak akan keluar ke
network lain, kecuali jika memang >tujuannya keluar.
>Hanya itukah kegunaan bridge?

Hmm ada yg agak sreg dg definisi diatas. Kalau yg dimaksud 2 network yg
berbeda itu adalah LAN dg subnet yg beda, jelas bridge gak akan bisa. itu
tugas router. tugas utama bridge adalah memfilter jaringan berdasarkan mac
address yg ada didatabasenya. jika doi gak tau mac addressnya maka dia akan
broadcast tuh packet ke seluruh port. Beda dg router yg akan mereject tuh
packet. Fungsi filter berdasar mac ini bisa meredam traffic di jaringan
sampai pada batas tertentu. Lewat batas itu mending ditandem ama switch dan
router atau multilayer switch dll.

>Jika komputer yang seharusnya dipasangi "bridge", saya ganti dengan
"router" atau "firewall", apakah fungsi bridge bisa >digantikan? Jika ya,
buat apa pakai bridge lagi? Jika tidak, apakah itu berarti, jika komputer yg
mempunyai 2 NIC untuk >menghubungkan 2 network dan sebagai router/firewall,
harus diinstall bridge selain firewall?

Kendala biaya biasanya menjadi pertimbangan utama. lagian mana ada router yg
punya port sampai 24 misalnya. Kalau ada harganya bisa selangit. dan benar
pendapat sonjaya, masing2 memiliki kelebihan dan kekurangan. Harusnya router
dan firewall ditandem ama bridge. Kalau komputer mempunyai 2 NIC dan
menghubungkan 2 network yg berbeda maka itu berarti tuh komputer telah
melakukan fungsi routing atau dg kata lain dia telah menjadi router. Mungkin
ada baiknya elo baca konsep OSI Layer dan TCP/IP karena itu akan memberi elo
fundamental yg baik buat mengerti sistem jaringan.

Regards,

Joey
Cisco Certified Network Profesional




-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke