On Wed, Oct 08, 2003 at 09:06:10AM +0700, A r j u n a wrote: > On Wednesday 08 October 2003 08:36, Denni Pidono wrote: > > > -----Original Message----- > > > From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > > Sent: Wednesday, October 08, 2003 8:36 AM > > > > > > configure ulang dan abis itu make distclean > > > > configure ulang? "make distclean"? Buat apa semua langkah2 itu? Untuk > > uninstall kah? Bukannya untuk uninstall tinggal hapus saja semua file yang > > sudah di"copy"? CMIIW. > > bisa, kalau sebelumnya ada catatan kemana saja file tersebut di copy Memang perlu ada catatan, apalagi kalo sudah menyangkut "library". Aku pernah menyoba dua program manajemen paket, "checkinstall" dan "stow". Yang checkinstall, paket nanti bisa di"buatkan" ke *.deb,*.rpm atau *tgz, jadi kalo soal "neraka ketergantungannya" bisa di tangani. Kelemahannya, semua paket terinstall, baik yang "binary" maupun yang "*-dev". Tapi mungkin karena aku belum begitu jauh ekplore kesana:-P~. Sedangkan "stow", modelnya adalah memanfaatkan symlinks. Biasanya kan program diinstall sendiri, menggunakan --prefix=/usr/local, stow memanfaatkan ini, dengan meletakkan keeluruhan program yang akan diinstal dalam satu direktori. Nantinya tinggal "link" software dengan stow bila ingin install programnya, atau cukup "unlink" dengan stow, bila inginn uninstallnya. Hapus saja "direktori asal" program terinstall, kalo emang program tidak dipasang lagi. Saat ini aku lebih memilih make stow tsb
> -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

