> -----Original Message----- > From: David J. [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Tuesday, October 14, 2003 2:39 PM > To: linux-admin > Subject: Re: [linux-admin] Qmail Bugs > .......... > Kembali ke masalah di atas, saya yakin kalau kita bersikap > rasional dan menyampingkan rasa superior kita terhadap > masalah ini, kita mungkin bisa temukan kesimpulan yang > terbaik sehingga para rekan milist bisa melihat dan > membandingkan yang mana yang akan mereka adopsi. > > Lagian hal ini tak ubahnya dengan masalah sholat subuh dengan > menggunakan do'a qunut atau tanpa do'a qunut. toh keduanya > sah-sah saja asalkan syarat syah sholatnya ditegakkan. >
Kenapa sih kita takut banget dengan perbedaan ? Mbok biarin aja penganut ajaran qmail dan penganut ajaran postfix beradu argumentasi. Toh segala argumentasi itu khan bisa menambah wawasan teman2 lain yg ikutan nguping di antara diskusi khan ? Daripada repot2 harus masuk ke milis qmail, milis postfix, milis2 yg lain dan mbaca debat yg sama dalam bahasa Inggris, khan ada baiknya baca yg versi indonesia khan ? Lagian ini ndak bisa dianalogikan dengan debat suku. Orang Batak ndak bisa berubah menjadi orang Betawi, biar diapaian juga tetep aja batak. Tapi penganut qmail khan bisa aja berganti jadi penganut postfix. Dan ini juga bukan masalah Tuhan, ndak sama dengan debat qunut atau tak qunut yang tak membuat jadi tambah pinter. Debat qmail postfix bisa bikin yg nonton tambah pinter, dan yg debat juga tambah pinter, selama debat-nya dengan argumentasi teknis, bukan argumentasi emosionil. Ayo dong, terusin debatnya..... salam, -bank al- -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

