[[EMAIL PROTECTED] Ilya Alexander Surapati]$ date
Sab, Jun 19, 1999 at 12:05:40 +0700
> jangan lupa..
> orang/organisasi juga punya hak untuk menentukan pilihan OS nya.
> 
> kalau dia/mereka merasa lebih convinience memilih produknya Om Bill,
> ya kita harus menghargai mereka.
> 
> dan kita bilang 
> 'tapi saya pilih linux...bolleeh khannn..(ala pemilu)'
> :)
>
Bukan seperti itu maksud saya, saya tidak akan memaksakan kehendak saya.
Masalahnya mereka sudah tahu kekuatan linux, saya katakan bahwa
yang mereka pakai barang bajakan, harga aslinya sekian, dan ini akan terus
mempengaruhi mereka ketika kerja nanti. Apalagi kalau berwiraswasta, mereka
yang menekuni dunia grafis tidak akan mungkin dapat proyek besar kalau 
soft-nya bajakan. Mereka paham betul maksud saya.

Dari berapa kali usaha memperkenalkan linux. Seingat saya hanya satu 
yang susah, yaitu waktu ngobrol dengan paman saya yang kerja di Idola. 
Ya.... kalian tahu... :)

Yang menarik, kalau isu software bajakan ini diangkat..... wah......
betul-betul mereka perhatikan..... dan banyak yang akhirnya 'sadar'
Ini adalah strategi pemasaran linux yang paling tepat menurut saya.
Sangat fair, bukan ? OS yang cocok dengan harga kantong mereka, 
dan halal -- yang satu ini lagi saya tanya-tanya ke yang tahu agama. 
 
Jadi, mereka tahu kelebihan linux, paham akan hal ini. Tapi...
Kalau mereka dapat kesulitan pakai Micro$ mereka tinggal colek punggung
temannya....
Kalau linux...... :(

Kesimpulan dari setiap obrolan (dalam kasus saya loh..) : 
1. Microsof* bukan harga mati 
2. Mereka memilih Micr* bukan karena 'memilih' 
3. Om Bill dan Micr* ngetop banget... ini yang susah

Mereka tahu tapi tidak mau...
Mereka mau tapi tidak mampu...

Wassalam,
Yudhi DB

----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]
Hosted by http://www.Indoglobal.com

Kirim email ke