On Thu, 16 Dec 1999, Rizqy Syarief wrote:
> On Thu, 16 Dec 1999, Adi Nugroho wrote:
> > Satu-satunya cara proteksi adalah dengan menyelipkan software non GPL ke
> > dalam CD yang sama. Tapi tetap rugi, orang lain tinggal ngilangin yang
> > non GPL..... terus dikopi lagi :-( Kasian yang meriset dan atau yang
> > mendownload :-(
> >
> Justru kalau kita benar-benar niat terjun ke GPL seharusnya dari awal
> memang sudah sadar bakal 'dirugikan' orang, dong.... Memang seharusnya
> sejak awal sudah siap berkorban dan punya idealisme tinggi :-)
>
Menurut pemahaman saya, GPL bukan berarti tidak menguntungkan (secara materi).
Klausul lisensi yang dikeluarkan vendor (baik GPL maupun non-GPL) tidak
memberikan jaminan apa-apa. Kita -'on our own', kalo ada masalah tanggung
sendiri. Nah dengan klausul ini, kita dapat berbisnis dengan menyediakan jasa
perawatan, pemeliharaan, konsultasi, dukungan teknis. Namun bukan dari
penjualan software-nya itu sendiri.
Konsep ini menurut saya lebih ideal, karena kita diupah sesuai dengan keringat
yang dikeluarkan. Dengan lisensi GPL kita bahkan memberi kesempatan kepada
orang lain untuk menikmati jerih payah kita.
--
Yudhi Kusnanto ([EMAIL PROTECTED])
STMIK Akakom Yogyakarta
----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]