Effendy Kho wrote:
> 
> Saya ngak punya duit 1 milyard heheheeh.....
> Cuman saya melihat bahwa kalau potensi2 kita-kita ini bisa di "organise"
> akan menghasilkan suatu karya yang bagus, dan berguna, paling ngak ada lah
> partisipasinya ikut mengembangkan IT di negara kita, soal duit.... nomor 2,
> kalau memang bagus kerjanya duit itu datang sendiri...
> Kalau nunggu duit 1 milyard ada baru jalan, ya ngak jalan2.... Kalau jalan
> juga yang punya duit 1 milyard ngak bakalan mau "open source"... mendingan
> dia bikin majalah yang komersial habis dan untungnya buat dia semua....
> (kayaknya ini yang jadi pikiran tiap orang, makanya kalau kita kerjakan
> secara "open source" kita ngak perlu dana sampai segede gitu, dan founder
> member yang ikutan saham secara "setor" maupun yang dapat saham atas
> kerjanya akan menikmati hasilnya kalau memang kerja kita ini hasilnya bagus)
> Pernah lihat majalah2 game seperti play station dsb. ???
> Masak game2 bisa punya majalah kita ngak bisa sih ??
> Kalau perlu kita mulai dengan 1000 eksemplar dulu.....
> Yang penting harus rutin terbitnya tiap bulan.
> Kalau memang hasil kerja kita bagus dan di sukai, oplah dengan sendirinya
> akan naik terus dan
> saat itu duit 1 milyard memang ngak ada apa2nya.
> 

Saya sependapat dengan penjelasan di atas, 
artinya lebih mengedepankan "volunteer" dengan harapan 
akan maju di kemudian hari. 
Karena untuk memperoleh IKLAN, oplah 1000 tentu agak sulit.

Awalnya, saya berpikir bahwa majalah Linux harus membuat gebrakan 
seperti majalah Chips (yang ada CD-ROM) dengan oplah paling 
tidak 10.000 hingga 30.000, sehingga iklan lebih mudah didapat.
Saya jadi ingat, "Mana yang lebih dahulu, telur atau ayam?"

IMHO, pemilik dana tidak semua berpikiran pendek. 
Ada yang sudah melihat Linux akan menjadi besar di Indonesia. 
Jadi, kalau kita bisa menyatukan 2 kubu (aktivis dan pemodal), 
maka majalah Linux dapat terwujud dan dapat dibanggakan. 
Atau kita menunggu orang lain (luar negeri?) yang masuk, 
dengan prasangka baik .......demi penyebaran Linux di Indonesia?

Jika teman-teman dapat menerima masuknya pemodal, dengan tetap 
menjaga idealisme (misalnya saham pemodal tidak lebih dari 50%), 
saya akan membantu untuk menyambungkan.
Jika ingin tetap dari kecil, saya juga siap membantu...:-)

Bagaimana?

Rusmanto

----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke