Bener sekali Pak, kaloq ada event yang bagus dan besar, terutama akses
ke Media, sebaiknya pake nama Linux Indonesia (KPLI).
Tapi mestinya nama KPLI baru bisa dipakai untuk sesuatu yang memang
mewakili Linux Indonesia, tidak seperti, misalnya, anggota KPLI harus
bisa menyebut nomor registrasi KPLI Jakarta (ndak usah disebut URL-nya
lah...).
Begitu pula dengan acara, misalnya, "KPLI akan mengadakan Linux gaul,
bla-blabla" Apakah ini acara nasional?
Terus, yang aku sesalkan, karena KPLI Jakarta "merasa" mewakili KPLI.
Ini juga terlihat di posting mantan pejabat KPLI Jakarta.
Aku sangat setuju kegiatan bersama, seperti Demo Linux bersama, dll.
Nah, yang seperti itu, memang harus pake nama KPLI, karena memang
dilaksanakan oleh KPLI. (LUG-LUG se-Indonesia).
Kalau salah satu KPLI lokal tetap menamakan dirinya KPLI (thok), rasanya
aneh.
Bayangkan kaloq tiba-tiba ada berita, KPLI dibubarkan.....
Padahal maksudnya KPLI "daerah anu" dibubarkan :-)
He he he... mudah-mudahan tidak... Cuman contoh....
Hanya satu hal yang aku kurang sepakat dari surat Pak Made, Pak Made
tulis,
"Menurut saya bila suatu KPLI (Jakarta, Bandung, atau manapun) untuk
suatu event yang dapat memberikan dampak besar terhadap perkembangan
Linux (si L di huruf KPLI), boleh-boleh saja membawa nama KPLI (thok). "
Soalnya, pendapat dua orang bisa saja tidak sama. Kalau kedua-duanya
merasa membawa nama KPLI (thok), bisa justru aneh nantinya.
Masih ingat akhir 98 atau awal 99 di milis ID-Linux?
Ada beberapa teman yang beranggapan bahwa Linux tidak bisa hang.
Kalau ada yang ngomong, "KPLI menganjurkan untuk memakai Linux, OS yang
tidak bisa hang", wah, kita bisa diketawain orang.
Akhir dari semua, memang yang saya harapkan adalah kerendahan hati.
Rasanya aneh kalau ada KPLI tingkat kelurahan yang pake nama "KPLI
Sejagad".
Salam,
Adi Nugroho
> -----Original Message-----
> From: Made Wiryana [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>
> Kembali lagi pada polemik ini, yang muncul ketika ada posting KPLI
> Jakarta
> yang memakai nama KPLI. Terlepas dari debat permasalahan nama
> tersebut,
> seharusnya KITA HARUS LEBIH CONCERN PADA ISI dari posting tersebut
> (seingat saya berupa komentar ttg anti pembajakan). Apakah seluruh
> KPLI
> mendukung "ISI POSTING ITU ?"
>
> Menurut saya bila suatu KPLI (Jakarta, Bandung, atau manapun) untuk
> suatu
> event yang dapat memberikan dampak besar terhadap perkembangan Linux
> (si L
> di huruf KPLI), boleh-boleh saja membawa nama KPLI (thok). Jadi
> permasalahan menjadi siapa yang memiliki inisiatif untuk memberikan
> "dampak besar" (ingat kita saat ini berkejar-kejaran dalam pengaruh
> media... suka atau tidak..), sehingga dampak membawa nama "se
> -Indonesia"
> akan sangat besar sekali.
>
>
----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]