Quoting BudBud on Monday, 19 March 2001 :
ps: OOT dikit nggak pa-pa ya?
> wah...katanya linux itu open source, gratis, murah & handal,tapi kok
> yaa mau di 'bussiness'kan
> Gimana nih ceritanya??
> Ada yang mau meluruskan???
Kalau boleh, saya sedikit ikutan kasih pemikiran .. 8)
Gini, selama saya pakai Linux, sedikit2 mulai memahami dunia Linux ini.
Linux itu bisa dibilang suatu produk yang masih mentah. Mentah disini
artinya, masih raw (?!). Maksudnya, misalkan Linux itu ibarat air. Air
itu benar2 gratis. GPL. Tapi kenapa kok PDAM atau Aqua itu "tega
membisniskan" air? Kuncinya ada di kemasan produk.
Nah, tugas dari para developer/perusahaan Linux, untuk mengemas Linux,
entah bagaimana caranya agar Linux ini dapat dijual. Atau punya nilai
komersil bagus.
Contoh :
Misalkan perusahaan X membutuhkan suatu program/sistem penginputan data.
Tawaran dari vendor M sekian milyard rupiah untuk setup dan aplikasinya
untuk seluruh client komputer si perusahaan X. Serta sekian ratus juta
untuk maintenance per tahunnya.
Dengan adanya Linux, maka vendor A berani memberikan penawaran sekian
ratus juta rupiah untuk setup dan aplikasi, serta sekian juta rupiah
untuk maintenance per tahunnya. Dengan kualitas dan ketangguhan yang
bisa dibandingkan.
Kenapa lebih murah? Karena di (dunia) Linux, bahan2 dasarnya hampir
seluruhnya tersedia gratis. Tinggal bagaimana caranya kita meramu
(hack), mengolah (compose), dan mengemasnya (assembly) menjadi barang
jadi yang siap dan layak untuk diperjualbelikan.
Yah .. mirip2 orang jualan jamu .. murah, berkhasiat, terpercaya, dan
cocok untuk orang Indonesia .. 8))
Tinggal satu pertanyaan, bisakah KPLI menjadi seperti yang telah saya
sebutkan?
/.detta
(bukan pengusaha)
----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]